P.Siantar, Aloling Simalungun
Sekolah Tinggi Ilmu Komputer (STIKOM) Tunas Bangsa Kota Pematang Siantar gelar Program Kemitraan Masyarakat (PKM) pemanfaatan digital art untuk membentuk manajemen kewiraausahaan di SMK Swasta Anak Bangsa, Jalan Utama Bandar Siantar, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun.
Anjar Wanto, M.Kom selaku Ketua PKM STIKOM Tunas Bangsa Pematang Siantar mengatakan, PKM di SMK Swasta Anak Bangsa tersebut berlangsung mulai 18 sampai19 Juli 2022 lalu. Kegiatan PKM ini dilakukan mengingat, pertama minimnya kemampuan siswa dan lulusan sehingga berdampak pada keadaan tidak siap memasuki dunia kerja.
Kedua kurangnya keterampilan dan kreativitas mereka dalam memanfaatkan teknologi. Ketiga minimnya pemahaman tentang manajemen kewirausahaan yang mana hal ini bisa digali sehingga nantinya para siswa dapat membentuk mindset yang baik tentang kewirausahaan.
“Melalui kemitraan yang kita lakukan, diharap dapat menyiapkan lulusan yang siap kerja,” ujar Anjar Wanto didampingi Harly Okprana, M.Kom dan Rizki Alfadillah Nasution, S.P. MM. sebagai anggota I dan II PKM STIKOM Tunas Bangsa Pematang Siantar.
Lebih lanjut dijelaskan, Program pemerintah pusat dengan memperbanyak jumlah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk menekan pengangguran, ternyata tidak sepenuhnya bisa diterapkan di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Karena, kenyataannya banyak lulusan SMK belum siap dan bersaing di dunia kerja.
Mayoritas masyarakat Indonesia kategori ekonomi menengah ke bawah juga turut berpengaruh. Sehingga selama ini banyak tamatan SMK/Sederajat di daerah-daerah khususnya di kabupaten Simalungun tidak dapat melanjutkan pendidikan hingga ke Perguruan Tinggi atau bahkan harus putus sekolah.
“Hal itu terjadi disebabkan beberapa faktor yang salah satunya karena tingginya biaya pendidikan serta tidak adanya bekal kemampuan soft skill dan jiwa wirausaha dari para pelajar setelah tamat dari bangku SMK,” ujar Anjar Wanto
Terbatasnya anggaran dan tidak meratanya pendistribusian bantuan dari pemerintah daerah terhadap SMK di daerah-daerah khususnya sekolah yang berlabel swasta seperti SMK Swasta Anak Bangsa Kabupaten Simalungun, menjadikan pihak sekolah harus bekerja lebuh keras. Bahkan, hanya memberikan pengajaran dan keterampilan seadanya kepada para siswa/i di sekolah sesuai kemampuan finansial yang dimiliki sekolah tersebut.
“Sebagai solusi permasalahan yang dihadapi siswa SMK Anak Bangsa sekarang ini, kita dari STIKOM Tunas Bangsa Pematang Siantar, melakukan pelatihan dan pendampingan dalam pemanfaatan digital art,” jelas Anjar Wanto lagi.
Dengan adanya pelatihan dan pendampingan pemanfaatan digital art tersebut, diharap dapat meningkatkan kemampuan, keterampilan dan kreativitas siswa SMK sebelum mereka tamat sekolah. Kemudian, menjadi bekal untuk membentuk mindset tentang manajemen kewirausahaan. Sehingga, apabila telah lulus, mereka dapat menciptakan lapangan pekerjaan sendiri bahkan bisa melanjutkan ke perguruan tinggi dengan berbekal kemampuan digital art yang telah diperoleh.
Secara umum pemecahan masalah dilakukan dengan melakukan praktik berupa pelatihan dan pendampingan dengan menyusun rencana kegiatan yang diusulkan di antaranya, Pengenalan dan Pengetahuan dasar digital art. Persiapan alat dan bahan yang dibutuhkan dalam proses digital art. Pembuatan Desain memanfaatkan teknik digital art.
Lebih lanjut, team PKM berharap kegiatan PKM yang dilakukan bisa membawa manfaat bagi para siswa dan sekolah. “Kita dari STIKOM Tunas Bangsa mengucapkan terima kasih kepada Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk melakukan kegitan pengabdian ini,” ujar Anjar Wanto
Kemudian, team PKM juga mengucapkan terima kasih kepada Ketua Yayasan Muhammad Nasir AMIK & STIKOM Tunas Bangsa, Bapak H. Ridwansyahputra dan seluruh Civitas akademik STIKOM Tunas Bangsa yang telah banyak membantu memberikan arahan dan masukan untuk keberhasilan kegiatan PKM ini.
“Tak lupa pula kami ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada Kepala Sekolah SMK Swasta Anak Bangsa selaku mitra yang telah menerima kita dengan baik, walaupun beliau dalam keadaan sakit. Serta guru-guru dan siswa-siswi peserta PKM yang telah mendukung sehingga terlaksana nya kegiatan ini dengan baik,” ujar Anjar Wanto mengakhiri. (rel)







Discussion about this post