Aloling Simalungun
  • Redaksi
  • Policy
  • Terms
  • Pedoman
Kamis, 22 Oktober 2026
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi
No Result
View All Result
Aloling Simalungun
No Result
View All Result
  • SMSI
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi
Home Siantar - Simalungun

Futasi Terpecah, Ada Unjuk Rasa, Ada Terima Uang Kontan

by Redaksi
26 Oktober 2022 | 02:14 WIB
in Siantar - Simalungun
A A
https://asset.barak.id/2026/10/VID-20261020-WA0003.mp4
ADVERTISEMENT
27
SHARES
34
VIEWS

P.Siantar, Aloling Simalungun

Kelompok Forum Tani Sejahtera (Futasi) yang selama 18 tahun menduduki lahan garapan PTPN 3 Kebun Bangun di Kelurahan Bah Sorma dan Gurilla, Kecamatan Siantar Sitalasari Kota Siantar “terpecah”.

Terbukti, satu kelompok berunjukrasa di kantor DPRD Siantar dan Kantor Wali Kota. Meminta agar pengambilalihan lahan (Okupasi) yang dilakukan PTPN 3 dihentikan. Dan, tetap diusahai Futasi sebagai sumber matapencaharian. Namun, satu kelompok lainnya bersedia meninggalkan lahan dan menerima sugu hati atau uang tali asih, Rabu (25/10/2022).

Kelompok yang minta supaya okupasi dihentikan, pertama berunjuk rasa ke kantor DPRD Siantar sembari membawa spanduk dan poster. Mengatakan bahwa okupasi dilakukan dengan mengerahkan alat berat untuk merusak tanaman di tanah garapan. Padahal, lahan yang mereka duduki dikatakan eks Hak Guna Usaha (HGU), bukan HGU aktif PTPN 3.

Namun, meski orasi dilakukan bergantian, tidak ada anggota DPRD Siantar yang menemui pengunjukrasa. Untuk itu, Tiomerli br Sitinjak yang berorasi dengan meneteskan air mata meminta agar anggota DPRD Siantar menerima kedatangan mereka yang akan menyampaikan aspirasi.

“Jangan tutup mata dan hati kalian terhadap penderitaan yang kami alami sekarang. Bagaimana nasib kami ini. Tanah tempat tinggal dan ladang kami dirusak tapi kalian tidak perduli. Kalau begitu, berilah kami tanah untuk menghidupi dan membiayai anak-anak kami yang sekolah,” ujar Tiomerli br Sitinjak melalui pengeras suara.

“Kalian tenang-tenang duduk di situ, tidak melihat rakyatmu menderita. Bapak DPRD yang tersayang dan yang tercinta, temuilah kami rakyatmu, sapalah rakyatmu di sini. Kalian mendapat gaji dari uang rakyat termasuk dari kami petani ini,” teriaknya lagi.

Ternyata aksi Futasi yang mendapat pengawalan dari personel Polres serta Satpol PP itu, tidak membuahkan hasil karena tidak ada juga anggota DPRD Siantar menemui. Selanjutnya, dengan rasa kesal, meninggalkan kantor DPRD Siantar dan bergerak menuju kantor Wali Kota.

Di kantor Wali Kota , Futasi melalui orasinya meminta agar Wali Kota Susanti Dewayani datang menemui mereka. “Ibu Wali Kota kami datang untuk menyampaikan penderitaan kami, temuilah kami ibu Wali Kota,” ujar pengunjukrasa.

Menunggu kehadiran Wali Kota, pengunjukrasa yang didominasi kaum ibu itu ada duduk-duduk di tangga pintu masuk kantor Wali Kota. Selain itu ada yang berbaring begitu saja. Jelang beberapa saat, yang datang menemui pengunjukrasa, Asisten III, Pardamean Silaen.

Meski sempat terjadi dialog dengan pengunjukrasa yang meminta agar Wali Kota datang menghadiri mereka, Pardamean Silaen mengatakan bahwa Wali Kota ada di luar kota. Untuk itu, mengatakan siap menyampaikan aspirasi pengunjukrasa kepada Wali Kota.

“Mungkin ibu dan bapak semua yang hadir disini pasti tidak akan pernah puas atas keinginan yang disampaikan. Sedangkan soal aspirasi yang disampaikan, Wali Kota juga juga akan berkoordinasi antar lintas lembaga. Semua butuh proses dan kita harap semua saling memahaminya,” ujarnya.

Meski tidak puas dengan tanggapan Pardamean Silaen, pengunjuk rasa akhirnya membubarkan diri dengan tertib sekira jam 14.00 Wib. Namun, massa Futasi menyatakan akan datang lagi ke kantor Wali Kota untuk menyampaikan permasalahan yang mereka hadapi.

SUGU HATI

Pada kesempatan berbeda atau sekira jam 16.00 Wib, di kantor Afdeling IV, Kebun Bangun, Kelurahan Bah Sorma, PTPN 3 menyerahkan dana sugu hati atau uang penganti bangunan dan tanaman kepada 23 warga penggarap yang besaran totalnya sekira Rp 630 juta. Sedangkan nilai kepada masing-masing penggarap bervariasi. Sesuai taksasi Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP).

“Sugu hati yang diserahkan dengan uang kontan itu tepat satu minggu sejak mereka mendaftar sebagai peserta penerima dana sugu hati. Selanjutnya, akan dibayarkan juga kepada mreka-mereka yang sudah mendaftar sebanyak 126 kepala keluarga,” ujar Asisten Personalia PTPN III Kebun Bangun, Doni Manurung.

Sementara, untuk warga penggarap atas nama Kristina Intan Siburian dikatakan menerima Rp 121 juta ditambah dengan uang pindah Rp 5 juta. “Untuk itu kita minta kepada ibu itu segera meninggalkan lahan dan rumanya yang sudah dibayar dengan sugu hati,” ujar Doni lagi.

Setelah menerima dana sugu hati didampingi putranya, Kristina yang tampak ceria membawa uang dengan pengawalan pihak PTPN III dan keamanan, berangkat membongkar rumah Kristina secara simbolis. Bahkan Kristina sendiri turut membongkar papan bagian depan rumah yang dijadikan warung, bagian rembok rumah serta bagian belakang.

Usai melakukan pembongkaran secara simbolis, Kristina mengatakan bahwa rumahnya itu dibelinya dari orang lain sekira 10 tahun lalu. “Ya, saya rela meningalkan rumah ini karena lahan ini bukan punya saya. Sekarang sudah cair,” ucap Kristina sembari mengajak warga penggarap lainnya untuk mendaftar menerima sugu hati.

Sementara, Doni mengatakan syarat untuk menerima sugu hati, penggarap menyediakan fotocopy KTP dan Kartu Keluarga (KK). Kemudian, membuat pernyataan bahwa lahan yang mereka kelola selama ini merupakan lahan HGU PTPN 3. Kalau di kemudian ada pihak mengklaim objek areal yang sama, penggarap tersebut harus bertanggungjawab.

“Kami himbau kepada warga yang belum mendaftar, hari ini kami berikan contoh, warga yang telah mendaftar dan langsung kami tunaikan hak yang harus dia terima,” ujarnya dan mengatakan bahwa hari ini, Rabu (26/10) para penggarap dipersilahkan datang ke Posko pendaftaran sebelum dilakukan penutupan pendaftaran.

“Kalau Posko sudah ditutup, kami tetap lakukan tugas kami dalam membersihkan areal dengan melakukan upaya paksa terhadap rumah-rumah penggarap. Upaya itu kita lakukan untuk menyelamatkan asset negara ,” tegas Doni mengakhiri. (In)

Tags: futasiterpecahunjukrasa
Share11Tweet7SendShare
ADVERTISEMENT

Berita Terkait

Siantar - Simalungun

Jaga Ketersediaan dan Pasokan Cabai, Pemkab Simalungun Laksanakan Gerakan Tanam Cabai Merah Serentak

by Redaksi
22 Oktober 2026 | 10:01 WIB
0

Simalungun, Aloling Simalungun Dalam rangka menjaga ketersediaan dan kesinambungan pasokan cabai merah di Sumatera Utara, Pemerintah Kabupaten Simalungun mendukung penuh...

Read more
Siantar - Simalungun

Kejari Simalungun Serahkan Legal Opinion Terkait Harmonisasi Perda dengan KUHP Nasional 

by Redaksi
22 Oktober 2026 | 09:56 WIB
0

Simalungun, Aloling Simalungun Kejaksaan Negeri Simalungun memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Simalungun melalui kegiatan Penguatan Kepatuhan Hukum (Legal Compliance) dalam...

Read more
Siantar - Simalungun

Pemkab Simalungun Kembali Raih Penghargaan Kategori Badan Publik Informatif Tahun 2026

by Redaksi
21 Oktober 2026 | 19:47 WIB
0

Simalungun, Aloling Simalungun Pemerintah Kabupaten Simalungun kembali menorehkan prestasi dalam keterbukaan informasi publik dengan meraih penghargaan sebagai Badan Publik Kategori...

Read more
Siantar - Simalungun

Perkuat Koordinasi dan Kebersamaan, Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Simalungun Gelar Rapat Koordinasi

by Redaksi
21 Oktober 2026 | 08:42 WIB
0

Simalungun, Aloling Simalungun Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Simalungun menyelenggarakan Rapat Koordinasi dalam rangka memperkuat koordinasi organisasi dan kebersamaan guna...

Read more

Discussion about this post

Berita Terbaru

Siantar - Simalungun

Jaga Ketersediaan dan Pasokan Cabai, Pemkab Simalungun Laksanakan Gerakan Tanam Cabai Merah Serentak

22 Oktober 2026 | 10:01 WIB
Siantar - Simalungun

Kejari Simalungun Serahkan Legal Opinion Terkait Harmonisasi Perda dengan KUHP Nasional 

22 Oktober 2026 | 09:56 WIB
Regional

Raih Predikat Informatif Ki Sumut Award 2026,Pemko Tebing Tinggi Tegaskan Komitmen Transparansi Pelayanan Publik

22 Oktober 2026 | 09:16 WIB
Siantar - Simalungun

Pemkab Simalungun Kembali Raih Penghargaan Kategori Badan Publik Informatif Tahun 2026

21 Oktober 2026 | 19:47 WIB
Nasional

 Resmi! Inilah Jadwal Haji 2027: Berangkat Mulai 11 April, Wukuf 15 Mei 2027

21 Oktober 2026 | 10:28 WIB
Siantar - Simalungun

Perkuat Koordinasi dan Kebersamaan, Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Simalungun Gelar Rapat Koordinasi

21 Oktober 2026 | 08:42 WIB
Inspirasi

Greenpeace: Krisis Iklim Tekan Daya Beli di Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran 

20 Oktober 2026 | 12:02 WIB
Siantar - Simalungun

Jaga Kesehatan Masyarakat, Pemkab Simalungun Lakukan Pengujian Kualitas Udara di Sejumlah Wilayah

20 Oktober 2026 | 08:21 WIB
Entertainment

Rehab Bangunan  SD Negeri 098145 Karang Sari Kecamatan Gunung Maligas Disambut Positif 

19 Oktober 2026 | 15:21 WIB
Siantar - Simalungun

Wali Kota Tebing Tinggi Apresiasi Pemerintah Pusat Atas Revitalisasi Belasan SD dan SMP 

19 Oktober 2026 | 10:44 WIB
Siantar - Simalungun

Bupati Simalungun Resmikan Rumah Peradaban Tahfiz Qur’an Haji Dr. Sugiat Santoso di Peringatan Haul ke-17 Tuan Guru Batak

19 Oktober 2026 | 08:30 WIB
Siantar - Simalungun

Pemkab Simalungun Seriusi Perbaikan Jalan Penghubung Huta Bayu Raja–Bosar Maligas

17 Oktober 2026 | 18:47 WIB
  • Redaksi
  • Policy
  • Terms
  • Pedoman

© 2020-2024 Aloling Simalungun

rotasi barak berita hari ini danau toba berita simalungun

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi

© 2020-2024 Aloling Simalungun

rotasi barak berita hari ini danau toba berita simalungun