Bandar Huluan, Aloling Simalungun
Stunting adalah kekurangan gizi kronis pada Kehidupan) yang berlangsung lama dan menyebabkan terhambatnya perkembangan otak dan tinggi badan anak di bawah rata-rata atau pendek serta tubuhnya tidak bertumbuh dan berkembang dengan baik sesuai usianya.
Dalam rangka pencegahan dan percepatan penanggulangan stunting Dinas Kesehatan melalui Puskesmas Bandar Huluan menggelar sosialisasi Stunting Tingkat Nagori Di Ruang Harungguan Kantor Camat Bandar Huluan, Rabu (5/11/2025).
Dalam sambutan dan arahannya, Camat Bandar Huluan Akbar Putra Siregar SSTP, MSi mengatakan bahwa Rembug Stunting Tingkat Desa di Kecamatan Bandar Huluan merupakan salah satu rangkaian yang menjadi amanat dari Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting maupun Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Nomor 8 Tahun 2022 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2023 yaitu Pemerintah Desa agar memprioritaskan penggunaan Dana Desa untuk pencegahan dan penanganan stunting.
Forum Rembug Stunting berfungsi sebagai forum musyawarah antara Pemerintah Desa, BPD, Tenaga Kesehatan (Bidan dan Tenaga Gizi), Tim Penggerak PKK Desa, Kader KB di Desa, Tenaga Pendidik PAUD, Pendamping Desa, Kader Pembangunan Manusia, Kader Posyandu, Lembaga Masyarakat Desa, Ibu Hamil dan Menyusui, Ibu yang memiliki anak Balita, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan Tokoh Adat.
Dalam kesempatan ini Rembug Stunting yang dilaksanakan di seluruh Nagori Kecamatan Bandar Huluan , yang dihadiri Camat Bandar Huluan beserta staf, para Pangulu , Kepala Puskesmas Bandar Huluan dr. Imas widianingsih beserta staf maka untuk pencegahan stunting di tingkat desa, Rembug Stunting merupakan kegiatan penting yang harus dilakukan untuk mengkonsolidasikan usulan-usulan kegiatan berdasarkan data hasil pemetaan lima paket layanan yang telah dikumpulkan oleh Kader Pembangunan Manusia (KPM).
Rembug Stunting dilakukan dengan melalui diskusi terarah untuk mendapatkan komitmen desa dan menyepakati kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan untuk memastikan konvergensi baik yang akan dilakukan pada tahun berjalan maupun untuk dimasukkan dalam RKP, ujar Camat.
Sementara Ka Puskesmas Bandar Huluan dr.Imas Widianingsih dalam arahannya mengatakan terdapat beberapa permasalahan yang dihadapi dalam pencegahan dan penurunan stunting khususnya di kecamatan ini di antara nya kemampuan atau kapasitas Kader Posyandu yang belum memadai, penyuluhan atau kampanye Cegah Stunting Itu Penting dan belum maksimal, Kurangnya kesadaran ibu hamil atau menyusui dan memiliki anak Balita untuk skrining secara rutin di Posyandu, alat ukur (antropometri) yang belum standar dan cara menggunakannya yang belum dipahami oleh Kader Posyandu,
Kurangnya pengetahuan cara mengolah makanan yang bergizi dan seimbang serta masyarakat tidak menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.
Oleh karenanya betapa pentingnya pengetahuan bagi ibu ibu dalam mengurus anak, seperti makanan yang bergizi, kebersihan dan hidup sehat jelasnya. Rembuk stunting dilanjutkan tanya jawab bagi para kader yang hadir.
Pantauan wartawan di lapangan acara rembug stunting berjalan dengan baik. (Jat purba).






