Aloling Simalungun
  • Redaksi
  • Policy
  • Terms
  • Pedoman
Sabtu, 6 Juni 2026
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi
No Result
View All Result
Aloling Simalungun
No Result
View All Result
  • SMSI
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi
Home Inspirasi

Memperkuat Daya Ingat

Oleh : Asmen,S.Pd.,MM

by Redaksi
22 April 2021 | 01:31 WIB
in Inspirasi
A A
ADVERTISEMENT
41
SHARES
51
VIEWS

TENTU kita masih ingat anekdot tentang seorang tukang bangunan yang sibuk kesana kemari mencari pinsil tukangnya yang ia lupa terletak dimana. Sampai dia sendiri kesal atas kelupaannya. Padahal baru saja ia selipkan pinsil tersebut di atas telinganya.

Atau penjahit yang sibuk bertanya kesana- kemari kepada anak dan cucunya atas kehilangan jarum tangan yang baru saja ia gunakan. Ia baru tertawa terpingkal- pingkal atas kepikunannya, Setelah cucunya menunjuk kea rah mulutnya, ternyata jarum tersebut terselip di kedua bibirnya.

Atau mungkin hal tersebut terjadi kepada diri kita sendiri, baru beberapa saat kita menaruh HP kita kemudian kita heboh marah- marah kepada orang di sekeliling kita, kita lupa HP kita sudah bergeser kemana. Ternyata kita sendiri yang meletakkan pada tempat tersebut.

Lupa merupakan salahsatu sifat yang manusiawi, namun kalau terjadi terlalu sering akan menjadikan kita linglung atau pikun barangkali.

Bila kita telusuri, para ulama terdahulu tidak pernah kita jumpai mereka menjadi pikun atau pelupa.

Bapak AR Fachruddin, mantan Pimpinan Pusat Muhammadiyah sampai tiga hari menjelang hari wafatnya, beliau masih mampu memberikan tausiyah menemui pendengarnya dari radio Yogyakarta, meski beliau ceramah dari tempat tidur Rumah Sakit Yogyakarta.

Demikian juga Bapak H. Abdul Malik Karim Amrullah, yang dikenal sebagai satrawan Indonesia dengan nama HAMKA.

Dua hari menjelang ajal, beliau masih menulis menuntaskan Tafsir Al Qur’an karya beliau dengan nama Tafsir Al Azhar, demikian pula para ulama yang lain, yang sampai akhir hayatnya tidak terkena penyakit pikun atau pelupa.

Lalu apa yang mereka lakukan untuk memperkuat daya ingat? Menurut Ali bin Abi Thalib RA ada 3 amalan yang memperkuat daya ingat :
Membaca Al Qur’an, khususnya sebelum Subuh. Membaca Al Qur’an bagi umat muslim merupakan amal shalih dan menjadi kebiasaan para ulama- ulama terdahulu.

Menurut cerita bahwa Bapak BJ Habibie, sang kreator pesawat udara memiliki kebiasaan baik yaitu bangun sekitar pukul 3 dinihari, lalu mandi dan shalat tahajjud dan membaca Al Qur’an sampai mendapatkan waktu Subuh.

Melakukan Puasa. Banyaknya jenis puasa yang dapat dilakukan oleh setiap muslim, disamping puasa wajib Ramadhan juga ada puasa sunat. Antara lain puasa,: Senin- Kamis, Tengah Bulanan, Arafah, Asy- Syura dan puasa Daud.

Selalu bersiwak atau menggosok gigi. Bersiwak merupakan salahsatu amal shalih juga, Rasul SAW menyatakan “ Seandainya tidak memberatkan umatku, maka aku wajibkan bagi mereka bersiwak setiap hendak melakukan shalat”.

Bersiwak itu menyehatkan dan menjadikan wajah tetap cerah serta awet muda, disamping juga menguatkan daya ingat.
Disamping tiga amalan tersebut, para ahli jiwa mengungkapkan, bahwa keintensifan manusia melakukan amalan sosial atau memiliki kepedulian sosial dan banyak menggunakan kerja akal atau otak dalam kegiatan hidup, maka hal tersebut dapat menghindari sifat pikun atau kelupaan yang akut.

Pada hakikatnya, semua amalan di atas tidak terlalu sulit, terutama membaca Al Qur’an. Jika kita ambil mushaf Al Qur’an Standar Indonesia, Al Qur’an yang terdiri 30 Juz itu dapat kita khatamkan selama satu bulan.

Lalu jika kita buka lembaran- lembaran mushaf tersebut, satu juz terdiri dari 8 halaman, kita bagi 5 waktu (waktu shalat wajib) , maka untuk setiap waktu menjelang shalat atau sesudah shalat kita dapat membacanya sebanyak sekitar 2 lembar, sehingga dapat mengkhatamkan sebulan sekali.

Berat, boleh jadi, okey turunkan target, setengah juz sehari, masih berat kita turunkan seperempat juz sehari. Atau yang penting minimal beberapa lembarlah kit abaca sehari.

Malas, ya itu masalahnya.
Diri ini tidak akan mampu memulai sesuatu kegiatan jika tidak dipaksakan, awalnya memang demikan, sehingga pada akhirnya akan menjadi hal yang biasa dan mengasyikan tanpa adanya tekanan.

Lalu, hari ini kita masih ada kesempatan untuk menikmati tarikan nafas kita dengan lega, maka sudah sepantasnya kita memulai membaca Qur’an.

Mulailah dari yang kecil dan ringan, mulai sekarang juga dan mulailah dari diri sendiri. Semoga (***)

Asmen, S.Pd.,MM : Pengawas SMK Kemendikbud Sumatera Utara dan Pimpinan Ranting Muhammadiyah Dolok Maraja, Tapian Dolok, Simalungun

Tags: dayaingatmemperkuat
Share16Tweet10SendShare
ADVERTISEMENT

Berita Terkait

Inspirasi

HPSI Gelar Sosialisasi Partuturan dan Pakaian Adat Simalungun kepada Siswa SMA GKPS Pamatang Raya Simalungun, Aloling Simalungun Harungguan Purba Simalungun Indonesia (HPSI) merasa terpanggil dan bertanggung jawab dalam mensosialisakan adat dan budaya simalungun kepada generasi penerus bangsa yang merupakan garda terdepan dalam melestarikan adat dan budaya. Bertempat di Gedung Aula SMA GKPS Pamatang Raya pada hari Jumat, 8 Mei 2026 acara tersebut dibuka langsung oleh Ketua Umum HPSI bapak Mangapul Purba, S.E,M.I.Kom yang juga ketua fraksi PDIP DPRD Sumatera Utara telah berlangsung dengan baik.Dalam sambutannya beliau menyatakan bahwa peradaban bangsa Indonesia tidak terlepas dari Kebudayaan Daerah, kebudayaan menjadi salah satu factor utama dalam pembangunan nasional Peserta sosialisasi terdiri dari Siswa dan Guru SMA GKPS Pematang Raya dibawah kepemimpinan Kepala Sekolah, Julven Purba, S.Pd, dalam sambutannya beliau sangat berterimakasih atas kegiatan ini sehingga dengan kegiatan ini kami semakin memahami bagaimana adat budaya Simalungun itu dilaksanakan pada kehidupan sehari-hari khusunya tentang partuturan Adat Budaya Simalungun yang setiap hari baik dilingkungan keluarga, lingkungan sekolah selalu diterapkan, tata karma bagi kami terkhusus siswa dapat diterapkan sebagaimana lazimnya pada budaya simalungun, demikin juga tentang pemakaian adat dan budaya Simalungun. Diawal acara dilaksanakan acara pangalo-aloan kepada Rombongan HPSI dengan tortor Simalungun yang ditampilkan oleh Siswa SMA GKPS, dilanjutkan dengan ibadah, kemudian acara nasional menyanyikan lagu Indonesia Raya dan acara Sosilasisasi. Rohdian Purba, S,Si,M.Si selaku Sekretaris DPP HPSI yang juga menjadi narasumber dengan Materi Partuturan Adat Budaya Simalungun menjelaskan bahwa pada saat sekarang ini anak-anak milenial sudah banyak tidak memahami tentang partuturan dalam adat budaya simalungun, sekarang ini akibat ketidak pahaman mereka maka banyhak bersalahan pada panggilan terhadap sesama, orangtua dan kerabat keluarga lainnya, bilama mana tidak kita tanamkan, sosialisasikan partuturan simalungun dimaksud dikwatirkan 10 sampai 20 tahun kedepan maka akan tergerus bahkan hilang sehingga berakibatkan hubungan kekerabatan yang baik selama ini akan menjadi masalah yang sangat besar, mengapa misalnya panggilan makela dalam adat simalungun saat ini sudah sering didengar oleh anak nak bukan lagi makela tapi sudah dipanggil kel, panggilang tulang sudah sering kita dengar disapa oleh anak-anak menjadi tul, ini sangat menyalaha, mengapa terjadi hal demikian karena anak-anak tidak memahami sebenarnya bagiamana peran serta Sananina, Tondong dan Boru dalam peradaban adat dan Budaya Simalungun. Bahkan dalam pergaulan sehari hari antara anak-anak kuda yang berajnak dewasa bisa mengkwatirkan dalam menuju jenjang perkawinan dimasa-masa berpacaran, karena dalam adat budaya simalungun walaupun marga berbeda tidak serta merta bisa menikah/kawan misalnya; borunya namboru kita (anak perempuan dari saudara perempuan bapak) itu tidak bisa kita nikahi. Tapi borunya (anak perempuan) dari tulang kita itu bisa dinikahi yang disebut marboru tulang, atau disebut pariban. Demikian jika ibu kita memilki saudara kandung perempuan dan memilki anak perempuan (boru), kita sebagai laki-laki juga tidak bisa menikahinya, hal-hal yang seperti ini juga perlu kita ajarkan kepada generasi milenial sekarang ,apalagi mereka setelah tammat dari Sekolah akan banyak pergi merantau jauh dari orang tua, dengan tidak memahami hal dimaksud diperantauan bisa berakibat tidak baik dalam peradaban budaya simalungun nantinya, dan banyak hal lagi akibatnya jika partururan dalam budaya Simalungun tidak mereka pahami, hal ini yang perlu sejak dini kita samapaikan buat anak-anak. Demikian juga tentang pakaian adat budaya simalungun yang disamapaikan bapak Djapaten Purba, BME bahwa sejak dini perlu ditanamkan kepada anak-anak milenial, karena pada saat ini sudah banyak kita lihat ditengah-tengah masyarakat dalam acara adat budaya simalungun baik suka maupu n duka sudah tidak sesuai lagi dengan sebenarnya, menurut beliau semua pemakaian hiou simalungun itu memiliki arti dan makna khsusus bagi kehidupan sehar-hari, baik itu gotong, bulang suri-suri, ragi cantik dll termasuk tata cara pemakaiannya misalnya jika seorang bapak memakai suri-suri itu berwarna hitam namu jika perempuan memakai suri-suri bisa warna bebas, demikain juga jika sudah memakai gotong, maka wajib memakai suri-suri dan abit/ragi panei atau ragi cantik untuk laki-laki demikian juga perempuan/ inang jika sudah memakai bulang, wajib memakai suri-suri dan abit. Diakhir acara siswa dan guru SMA GKPS Pamatang Raya sangat mengapresiasi kegiatan sosialisasi ini karena mereka lebih memahami tentang adat budaya simalungun yang bisa mereka terapkan pada kehidupan sehar-hari baik dilingkungan sekolah, keluarga dan kekerabatan dalam lingkungan keluarga mereka, yang diakhiri dengan pemberian cendramata oleh kepala sekolah kepada Ketua Umum HPSI dan kedua narasumber. (rel)

by Redaksi
9 Mei 2026 | 14:54 WIB
0

Simalungun, Aloling Simalungun Harungguan Purba Simalungun Indonesia (HPSI) merasa terpanggil dan bertanggung jawab dalam mensosialisakan adat dan budaya simalungun kepada...

Read more
Inspirasi

Rohdian Purba : “Kemajuan USI Melekat Keinginan Hati untuk Memajukannya”

by Redaksi
8 Mei 2026 | 16:37 WIB
0

P.Siantar, Aloling Simalungun Terkait untuk memajukan Yayasan Universitas Simalungun diutamakan adanya keinginan hati untuk bekerja maksimal dalam memajukan sekolah dan...

Read more
Inspirasi

Hari Pendidikan Nasional 2026 di SMA Negeri 1 Pematangsiantar,  August Sinaga Tekankan Peningkatan Kualitas Di Dalam Kelas

by Redaksi
2 Mei 2026 | 10:47 WIB
0

P.Siantar, Aloling Simalungun Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI Provinsi Sumatera Utara (Siantar-Simalungun) Hardiknas tidak hanya sekadar ajang seremonial, tetapi...

Read more
Inspirasi

Bedah Buku Diutus Melintasi Batas, Biografi Marie Claire Barth Frommel

by Redaksi
22 April 2026 | 08:45 WIB
0

P.Siantar, Aloling Simalungun GMKI Siantar-Simalungun dan STT HKBP P.Siantar menggelar acara Bedah Buku Diutus Melintasi Batas, Biografi Marie Claire Barth...

Read more

Discussion about this post

Berita Terbaru

Siantar - Simalungun

Oknum Ketua OKP Ganggu Pengusaha di Pekarangan RSUD Parapat 

5 Juni 2026 | 12:57 WIB
Siantar - Simalungun

Pangulu Bandar Betsy Gerak Cepat Selesaikan Polemik Penyaluran BLT

4 Juni 2026 | 10:20 WIB
Regional

Tekan Resiko Kecelakaan Perlintasan Sebidang Kereta Api, Pemko Tebing Tinggi Siapkan Langkah Konkret

3 Juni 2026 | 17:55 WIB
Nasional

ABPEDNAS Cetak Sejarah, Raih 100 Ribu Anggota Bertepatan Hari Lahir Pancasila 2026

2 Juni 2026 | 19:24 WIB
Entertainment

Parsadaan Purba Pakpak Boru Panogolan (P3BP) Gelar Rakernas di Siantar  

1 Juni 2026 | 20:17 WIB
Siantar - Simalungun

ASN Pemkab Simalungun Melaksanakan Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026: Refleksi Memastikan Pancasila Tetap Menyala

1 Juni 2026 | 20:09 WIB
Entertainment

Erik Tarigan : Anak Siantar Abetnego Tarigan Sangat Perduli dengan Siantar – Simalungun 

1 Juni 2026 | 10:35 WIB
Regional

Pemko Tebing Tinggi Raih Opini WTP Delapan Kali Berturut-Turut, Walikota: Jadikan Motivasi Pembangunan Kota yang Lebih Baik 

29 Mei 2026 | 18:50 WIB
Entertainment

Anak Siantar David Sotar Karter Pardosi Pengusaha Muda  yang Merambah Hingga ke Luar Pulau Sumatera 

28 Mei 2026 | 18:57 WIB
Siantar - Simalungun

Penyembelihan Hewan Qurban Warga Lingkungan III Kelurahan Simarito Berjalan Lancar

28 Mei 2026 | 09:28 WIB
Entertainment

Pengurus Lokal Badan Kerjasama PGI-GMKI Pematang Siantar-Simalungun Periode 2026-2031 Resmi Dilantik

25 Mei 2026 | 20:53 WIB
Siantar - Simalungun

Terima Kunjungan Pemkab Aceh Utara, Pemkab Simalungun Bantu Penanganan Bencana

25 Mei 2026 | 17:37 WIB
  • Redaksi
  • Policy
  • Terms
  • Pedoman

© 2020-2024 Aloling Simalungun

rotasi barak berita hari ini danau toba berita simalungun

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi

© 2020-2024 Aloling Simalungun

rotasi barak berita hari ini danau toba berita simalungun