Aloling Simalungun
  • Redaksi
  • Policy
  • Terms
  • Pedoman
Rabu, 17 Juni 2026
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi
No Result
View All Result
Aloling Simalungun
No Result
View All Result
  • SMSI
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi
Home Inspirasi

Pencuri Kelapa

Oleh : Asmen, S.Pd.,MM

by Redaksi
26 April 2021 | 02:02 WIB
in Inspirasi
A A
Konsep Otomatis
ADVERTISEMENT
140
SHARES
175
VIEWS

“Maling…!! maling ……!!! Maling !!! “ teriak seorang ibu yang tentu saja mengundang perhatian tetangga. Langsung saja mereka berhamburan keluar rumah untuk menuju datangnya asal suara tadi. Tentu langsung saja penuh orang berdatangan di halaman rumah perempuan separuh baya tersebut.

Ternyata ada 3 orang pemuda tanggung, usia sekitar 16 atau 17 tahunan, yang sedang tertunduk lesu, dengan gantungan di lehernya tali pengikat sebuah papan kecil dengan sebuah tulisan “SAYA MALING KELAPA” Ketiganya begitu pasrah tanpa perlawanan, ketika ibu separuh baya itu menangkap basah ketiganya sedang menurunkan kelapa sebelah rumah ibu tersebut tanpa izin alias mencuri.

Tiga teman mereka berhasil melarikan diri, sementara identitas merekaa sudah diketahui, maklum hasil introgasi ibu- ibu lebih tajam dari kepolisian manapun.” Emak- emak kok dilawan”
Begitu malu yang mereka tanggungkan, mereka seolah telah mewakili ayah, ibu, adik, kakak, paman, kakek, nenek dan kerabat lainnya dalam melakukan kenakalan tersebut. Seolah merupakan kesalahan yang sangat besar yang harus ditanggungkan bersama keluarga besar mereka.

Sungguh tiga butir kelapa yang ia curi seolah lebih besar dosanya dibanding kejahatan orang lain yang sebenarnya lebih fatal. Seperti : mabuk-mabukan, atau berzina dengan isteri tetangga yang selalu berakhir dengan uang perdamaian. Pada hal bila kita mau jujur, dosa orang meninggalkan shalat itu jauh lebih besar daripada berzina atau sekedar mencuri 3 truk kelapa.

Mencuri merupakan perbuatan yang tercela dan sangat dilarang dalam agama, namun cara memberikan hukuman dengan menggantungkan papan dengan tulisan tersebut bukanlah hal yang mendidik, tapi justru sangat tidak manusiawi dan termasuk bar-bar main hakim sendiri yang sangat terlarang di Negara hukum seperti Indonesia, juga menurut ajaran Islam itu tidak boleh.

Kita juga tidak tahu, apakah tindakan main hakim sendiri ini sebagai wujud ekspresi masayarakat yang sudah kehilangan kepercayaan terhadap institusi Pengadilan atau Kehakiman atau karena akumulasi kejengkelan terhadap pencuri yang seolah aman- aman saja berseliweran di lingkungan mereka.

Hukuman potong tangan bagi pencuri dalam Islam, bukan berarti dilakukan semena- mena. Yang menghukum juga adalah Negara, warga masyarakat tak memiliki hak sedikitpun untuk melakukan ekskusi bagi pelaku kejahatan. Disamping keberadaan saksi, besaran barang curian juga situasi dan kondisi masuk dalam segenap pertimbangan hakim. Bukan hantam kromo, seolah semua orang dapat bertindak melakukan hukuman atau main hakim sendiri. Sungguh bukan perbuatan yang terpuji.

Qishas juga berlaku, yaitu orang yang membunuh tanpa sebab wajib dihukum bunuh, dan yang melakukan qishas adalah Pemerintah atau Kehakiman. Namun Qishas dapat saja dibatalkan, jika keluarga atau ahli waris memaafkan. Lalu hanya dengan 3 butir kelapa, begitu dahsyatnya hukuman yang harus diterima oleh maling amatiran (siang bolong curi kelapa, buah dijatuhkan dengan suara keras) tersebut, ini sebuah ironi kebebalan pola pikir.

Di bulan Ramadhan ini, ketika pintu rahmat dibuka, pintu keampunan dilapangkan oleh Allah SWT, sudah sepantasnya kita juga membuka kedua tangan kita untuk memaafkan mereka, lalu menasehati mereka dan membimbing mereka, karena mereka juga masih belia yang butuh sentuhan nilai- nilai agama atau nilai- nilai ruhaniyah.

Hadits Nabi SAW “ Tidaklah seseorang menutup aib orang lain di dunia, maka Allah akan menutupi aibnya di akhirat kelak” (HR. Muslim).

Jika kita memaknai hadits Nabi di atas, bahwa menutupi aib saudara kita merupakan sebuah kemuliaan, tentu saja kalau kita negasikan maksud hadits di atas boleh diartikan sebagai : jika kita mengobral aib saudara kita, maka Allah pasti akan obral juga aib kita di akhirat kelak. Artinya” tiada maaf bagimu” tentu dimaksudkan orang yang di dunia suka pamer kebusukan orang lain.

Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk melegalisasi pencurian, yang pasti kita harus proporsional dalam melakukan tindakan, sehingga kita tidak gegabah dalam melakukan tindakan.
Namun jika kita berkenan menelisik aib diri kita masing- masing , tentu kita tidak akan berani tampil di hadapan orang lain, karena begitu banyak aib- aib yang menyelimuti diri ini. Apa lagi sampai menebar aib orang lain, tentu tidak akan pernah kita berani melakukannya.

Hari ini aib- aib kita ditutupi oleh Allah Sang Maha Pengampun, supaya kita segera bertobat dan memperbaiki diri. Lalu apa urgensinya jika kita menjadi penyebab tersebarnya aib orang lain.

Rasulullah SAW bersabda “Setiap umatku dimaafkan, kecuali orang yang terang-terangan dalam bermaksiat. Yaitu seseorang yang telah berbuat dosa di malam hari lantas pagi harinya ia berkata, bahwa ia telah berbuat dosa ini danitu , pada hal Allah telah menutupi aibnya . Malam hari Allah tutupi aibnya, pagi hari ia sendiri membuka aib yang Allah telah tutupi” (HR Bukhari- Muslim)

Maka marilah kita menjadi orang selalu membentangkan tangan, melapangkan dada untuk memaafkan orang yang melakukan kekeliruan, sungguh tidaklah hal itu terjadi, jika tidak ada izin dan kehendak Allah SWT. Maaf itu melapangkan rezeki, menguatkan iman dan wujud ibadah kepadaNya.

“Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik, maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim.” (QS Asy-Syura :40).(***)

Asmen, S.Pd.,MM : Pengawas SMK Kemendikbud Sumatera Utara dan Pimpinan Ranting Muhammadiyah Dolok Maraja, Tapian Dolok, Simalungun

Tags: *MALING#asmenkelapa
Share56Tweet35SendShare
ADVERTISEMENT

Berita Terkait

Inspirasi

HPSI Gelar Sosialisasi Partuturan dan Pakaian Adat Simalungun kepada Siswa SMA GKPS Pamatang Raya Simalungun, Aloling Simalungun Harungguan Purba Simalungun Indonesia (HPSI) merasa terpanggil dan bertanggung jawab dalam mensosialisakan adat dan budaya simalungun kepada generasi penerus bangsa yang merupakan garda terdepan dalam melestarikan adat dan budaya. Bertempat di Gedung Aula SMA GKPS Pamatang Raya pada hari Jumat, 8 Mei 2026 acara tersebut dibuka langsung oleh Ketua Umum HPSI bapak Mangapul Purba, S.E,M.I.Kom yang juga ketua fraksi PDIP DPRD Sumatera Utara telah berlangsung dengan baik.Dalam sambutannya beliau menyatakan bahwa peradaban bangsa Indonesia tidak terlepas dari Kebudayaan Daerah, kebudayaan menjadi salah satu factor utama dalam pembangunan nasional Peserta sosialisasi terdiri dari Siswa dan Guru SMA GKPS Pematang Raya dibawah kepemimpinan Kepala Sekolah, Julven Purba, S.Pd, dalam sambutannya beliau sangat berterimakasih atas kegiatan ini sehingga dengan kegiatan ini kami semakin memahami bagaimana adat budaya Simalungun itu dilaksanakan pada kehidupan sehari-hari khusunya tentang partuturan Adat Budaya Simalungun yang setiap hari baik dilingkungan keluarga, lingkungan sekolah selalu diterapkan, tata karma bagi kami terkhusus siswa dapat diterapkan sebagaimana lazimnya pada budaya simalungun, demikin juga tentang pemakaian adat dan budaya Simalungun. Diawal acara dilaksanakan acara pangalo-aloan kepada Rombongan HPSI dengan tortor Simalungun yang ditampilkan oleh Siswa SMA GKPS, dilanjutkan dengan ibadah, kemudian acara nasional menyanyikan lagu Indonesia Raya dan acara Sosilasisasi. Rohdian Purba, S,Si,M.Si selaku Sekretaris DPP HPSI yang juga menjadi narasumber dengan Materi Partuturan Adat Budaya Simalungun menjelaskan bahwa pada saat sekarang ini anak-anak milenial sudah banyak tidak memahami tentang partuturan dalam adat budaya simalungun, sekarang ini akibat ketidak pahaman mereka maka banyhak bersalahan pada panggilan terhadap sesama, orangtua dan kerabat keluarga lainnya, bilama mana tidak kita tanamkan, sosialisasikan partuturan simalungun dimaksud dikwatirkan 10 sampai 20 tahun kedepan maka akan tergerus bahkan hilang sehingga berakibatkan hubungan kekerabatan yang baik selama ini akan menjadi masalah yang sangat besar, mengapa misalnya panggilan makela dalam adat simalungun saat ini sudah sering didengar oleh anak nak bukan lagi makela tapi sudah dipanggil kel, panggilang tulang sudah sering kita dengar disapa oleh anak-anak menjadi tul, ini sangat menyalaha, mengapa terjadi hal demikian karena anak-anak tidak memahami sebenarnya bagiamana peran serta Sananina, Tondong dan Boru dalam peradaban adat dan Budaya Simalungun. Bahkan dalam pergaulan sehari hari antara anak-anak kuda yang berajnak dewasa bisa mengkwatirkan dalam menuju jenjang perkawinan dimasa-masa berpacaran, karena dalam adat budaya simalungun walaupun marga berbeda tidak serta merta bisa menikah/kawan misalnya; borunya namboru kita (anak perempuan dari saudara perempuan bapak) itu tidak bisa kita nikahi. Tapi borunya (anak perempuan) dari tulang kita itu bisa dinikahi yang disebut marboru tulang, atau disebut pariban. Demikian jika ibu kita memilki saudara kandung perempuan dan memilki anak perempuan (boru), kita sebagai laki-laki juga tidak bisa menikahinya, hal-hal yang seperti ini juga perlu kita ajarkan kepada generasi milenial sekarang ,apalagi mereka setelah tammat dari Sekolah akan banyak pergi merantau jauh dari orang tua, dengan tidak memahami hal dimaksud diperantauan bisa berakibat tidak baik dalam peradaban budaya simalungun nantinya, dan banyak hal lagi akibatnya jika partururan dalam budaya Simalungun tidak mereka pahami, hal ini yang perlu sejak dini kita samapaikan buat anak-anak. Demikian juga tentang pakaian adat budaya simalungun yang disamapaikan bapak Djapaten Purba, BME bahwa sejak dini perlu ditanamkan kepada anak-anak milenial, karena pada saat ini sudah banyak kita lihat ditengah-tengah masyarakat dalam acara adat budaya simalungun baik suka maupu n duka sudah tidak sesuai lagi dengan sebenarnya, menurut beliau semua pemakaian hiou simalungun itu memiliki arti dan makna khsusus bagi kehidupan sehar-hari, baik itu gotong, bulang suri-suri, ragi cantik dll termasuk tata cara pemakaiannya misalnya jika seorang bapak memakai suri-suri itu berwarna hitam namu jika perempuan memakai suri-suri bisa warna bebas, demikain juga jika sudah memakai gotong, maka wajib memakai suri-suri dan abit/ragi panei atau ragi cantik untuk laki-laki demikian juga perempuan/ inang jika sudah memakai bulang, wajib memakai suri-suri dan abit. Diakhir acara siswa dan guru SMA GKPS Pamatang Raya sangat mengapresiasi kegiatan sosialisasi ini karena mereka lebih memahami tentang adat budaya simalungun yang bisa mereka terapkan pada kehidupan sehar-hari baik dilingkungan sekolah, keluarga dan kekerabatan dalam lingkungan keluarga mereka, yang diakhiri dengan pemberian cendramata oleh kepala sekolah kepada Ketua Umum HPSI dan kedua narasumber. (rel)

by Redaksi
9 Mei 2026 | 14:54 WIB
0

Simalungun, Aloling Simalungun Harungguan Purba Simalungun Indonesia (HPSI) merasa terpanggil dan bertanggung jawab dalam mensosialisakan adat dan budaya simalungun kepada...

Read more
Inspirasi

Rohdian Purba : “Kemajuan USI Melekat Keinginan Hati untuk Memajukannya”

by Redaksi
8 Mei 2026 | 16:37 WIB
0

P.Siantar, Aloling Simalungun Terkait untuk memajukan Yayasan Universitas Simalungun diutamakan adanya keinginan hati untuk bekerja maksimal dalam memajukan sekolah dan...

Read more
Inspirasi

Hari Pendidikan Nasional 2026 di SMA Negeri 1 Pematangsiantar,  August Sinaga Tekankan Peningkatan Kualitas Di Dalam Kelas

by Redaksi
2 Mei 2026 | 10:47 WIB
0

P.Siantar, Aloling Simalungun Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI Provinsi Sumatera Utara (Siantar-Simalungun) Hardiknas tidak hanya sekadar ajang seremonial, tetapi...

Read more
Inspirasi

Bedah Buku Diutus Melintasi Batas, Biografi Marie Claire Barth Frommel

by Redaksi
22 April 2026 | 08:45 WIB
0

P.Siantar, Aloling Simalungun GMKI Siantar-Simalungun dan STT HKBP P.Siantar menggelar acara Bedah Buku Diutus Melintasi Batas, Biografi Marie Claire Barth...

Read more

Discussion about this post

Berita Terbaru

Entertainment

Masa Perkenalan (MAPER) Gel. III 2026 GMKI Pematangsiantar-Simalungun Sukses Terlaksana

16 Juni 2026 | 20:51 WIB
Nasional

Indonesia Butuh Investasi Rp 54 Triliun untuk Infrastruktur Sampah & Waste-to-Energy 

16 Juni 2026 | 15:27 WIB
Nasional

Harga Emas Dunia Naik ke Level Tertinggi Sepekan, Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran 

15 Juni 2026 | 15:10 WIB
Nasional

INDEF: Kebocoran 1% Anggaran MBG Berpotensi Rugikan Negara Lebih dari Rp 2,6 Triliun 

14 Juni 2026 | 17:25 WIB
Regional

Gelar Nobar Bersama TP.PKK, Wali Kota Tebing Tinggi Apresiasi Pesan Moral Parodi Edukatif”Kampung Durian Gak Jadi Runtuh”

13 Juni 2026 | 08:16 WIB
Siantar - Simalungun

Pemkab Simalungun Gelar Sosialisasi Pemenuhan Hak Anak dan Deklarasi Relawan Perlindungan Anak

12 Juni 2026 | 08:14 WIB
Regional

Wujudkan Kemudahan Akses Pelayanan Hukum Bagi Masyarakat, Walikota Tebing Tinggi Terima Penghargaan dari Kementerian Hukum RI

11 Juni 2026 | 17:12 WIB
Siantar - Simalungun

Bupati Simalungun Bersama Wakil Bupati dan Jajaran Forkopimda Hadiri Acara Pisah Sambut Dandim 0207/Sml

11 Juni 2026 | 09:09 WIB
Uncategorized

Peningkatan 9 Ruas Jalan Provinsi di Wilayah Kabupaten Simalungun Segera Dimulai

10 Juni 2026 | 20:25 WIB
Siantar - Simalungun

DPRD Simalungun Sampaikan Rekomendasi Terhadap LKPj Bupati Simalungun Tahun 2025

10 Juni 2026 | 08:24 WIB
Siantar - Simalungun

Akselerasi Transformasi Digital Pemko Tebing Tinggi dan Bank Sumut Siap Luncurkan QRIS Dinamis 

9 Juni 2026 | 21:46 WIB
Siantar - Simalungun

Sosialisasi 6 SPM di Kecamatan Bandar Huluan: Dekatkan Pelayanan dan Tingkatkan Kualitas Hidup Masyarakat

9 Juni 2026 | 21:02 WIB
  • Redaksi
  • Policy
  • Terms
  • Pedoman

© 2020-2024 Aloling Simalungun

rotasi barak berita hari ini danau toba berita simalungun

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi

© 2020-2024 Aloling Simalungun

rotasi barak berita hari ini danau toba berita simalungun