Aloling Simalungun
  • Redaksi
  • Policy
  • Terms
  • Pedoman
Jumat, 5 Juni 2026
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi
No Result
View All Result
Aloling Simalungun
No Result
View All Result
  • SMSI
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi
Home Inspirasi

Janji Politik Pemenang Proses Politik

Catatan : Imran Nasution

by Redaksi
4 April 2022 | 05:37 WIB
in Inspirasi
A A
ADVERTISEMENT
75
SHARES
94
VIEWS

Dalam kamus Besar Bahasa Indonesia, janji itu ucapan yang menyatakan kesediaan dan kesanggupan untuk berbuat sesuatu yang tentunya harus ditepati supaya muncul kepercayaan orang yang mendengar atau mengetahuinya.

Ada yang bilang janji sama dengan hutang. Tapi, kalau ada hutang uang atau benda bernilai materi dibayar dengan janji, pemberi hutang tentu sangat keberatan. Apalagi dibayar dengan janji, janji dan janji tetapi tidak ditepati.

Karenanya, kalau ada orang tidak menepati janji, sering disebut pembohong karena janjinya, janji palsu. Identik dengan janji hitam yang tentu berlawanan dengan janji suci atau janji putih. Apalagi janji abu-abu sebagai perpaduan antara hitam dengan putih.

Janji beda dengan sumpah meski keduanya sama-sama sebuah ucapan. Karena, sumpah merupakan pernyataan yang diucapkan secara resmi dengan bersaksi kepada Tuhan. Kalau tidak dipenuhi, disebut sumpah palsu atau sumpah hitam yang berbeda pula dengan sumpah putih atau sumpah suci. Apalagi sumpah abu-abu berwarna samar apakah hitam atau putih.

Kemudian, ada juga arti sumpah lain yang bermakna negatif sebagai suatu ucapan kasar atau makian. Misalnya, “sumpah serapah”. Atau bisa sebagai pengakuan seperti “sumpah mati” yang berbeda pula dengan Sumpah Palapa atau sumpah pocong atau jenis-jenis sumpah lainnya.

Tapi, kata sumpah dengan janji sering disandingkan menjadi sumpah janji. Dan, itu wajib diucapkan seseorang yang diangkat, dikukuhkan atau dilantik menjadi pemimpin yang dipilih. Termasuk dipilih dari suatu proses politik. Di antaranya pemimpin suatu kota atau Wali Kota.

Dari uraian di atas, yang akan dibahas melalui tulisan ini, soal janji politik yang tidak menyebut nama Tuhan meski Tuhan tentu maha mendengar. Karena membahas Tuhan, terlalu sensitif. Apalagi soal hubungan manusia dengan Tuhannya, urusan pribadi masing-masing.

Lebih tegas lagi, janji yang dibahas adalah terkait janji politi. Bukan sumpah politik seorang Wali Kota yang dilantik dengan mengucapkan sumpah janji di hadapan rakyat dan disaksikan para malaikat serta didengar Tuhan Maha Pengasih dan Maha Mengetahui.

Tapi, sebelum jauh membahas soal janji politik, perlu juga diperjelas. Karena janji itu identik dengan hutang, janji dalam tulisan ini tentu janji politik yang harus dibayar kepada rakyat. Bukan hutang politik yang harus dibayar kepada para tim pemenangan usai Pilkada. Baik itu dibayar pakai proyek, jabatan atau apa saja yang ujung-ujungnya memiliki nilai materi.

Janji politik itu bisa berbentuk lisan atau tulisan. Diucapkan pada masa kampanye sebagai tahapan Pemilu Kepala Daerah (Pilkada). Apabila seorang calon gagal memperoleh kursi di jajaran eksikutif, janji tak perlu ditagih. Tapi, kalau calon itu berhasil, janji politik sangat sangat tidak elok kalau tidak ditepati.

Sejatinya, janji secara lisan mungkin sulit diingat meski ada sempat mencatatnya. Tapi, janji yang paling diketahui rakyat atau wakil rakat yang duduk di kursi legislatif sebagai pengawas eksikutif, adalah janji tertulis. Yakni, visi misi sebagai salah satu syarat seorang calon untuk ikut mengikuti proses politik Pilkada.

ISU STRATEGIS

Menelaah visi misi Wali Kota hasil Pilkada yang sudah dipaparkan dan telah banyak beredar luas adalah “Sehat, Sejahtera, Berkualitas”. Kalau dikulik lagi lebih detail, visi misi itu memiliki isu strategis. Masing-masing, Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), Pertumbuhan Ekonomi, Tata Kelola Pemerintahan dan Infrastruktur Lingkungan.

Isu strategis merupakan program prioritas untuk diwujudkan dalam jangka waktu tertentu. Seperti peningkatan Sumber Daya Manusia, prioritas untuk peningkatan kualitas dan akses pelayanan kesehatan, pendidikan pemenuhan kebutuhan penduduk miskin, penertiban kepentingan umum ketentraman masyarakat serta penyediaan lapangan kerja.

Kemudian, Pertumbuhan Ekonomi, prioritas untuk produktifitas UMKM dan volume perdagangan barang dan jasa serta peningkatan iklim usaha yang kondusif dengan optimalisasi potensi daerah.

Selanjutnya, Tata Kelola Pemerintahan dalam rangka mewujudkan pelayanan prima, kinerja birokrasi yang efektif, efesien, trasparan dan akuntabel serta peningakatan sumber pendapatan asli daerah. Terakhir, isu strategis tentang infrastruktur dan lingkungan, meliputi peningkatan infrastruktur daerah serta daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup.

Kalau dicermati bagaimana pengembangan isu strategis itu, kening masyarakat kelas sandal jepit tentu bisa berkerut tujuh untuk memahaminya. Karena, point demi point memiliki penjabaran, penjabaran dan penjabaran lagi.

Maka, dari pada kening berkerut tujuh yang bisa membuat pening, lebih baik biarkan saja para kepala Organisasi Perangkat daerah (OPD) itu menyusun rancangan kerja masing-masing. Namun, masyarakat yang berkemampuan sesuai bidang masing-masing, termasuk personal yang duduk di lembaga legislatif, diharap tetap mencermati arah pembangunan agar tepat waktu dan tepat sasaran.

Jangan dana pembangunan yang bersumber dari rakyat dan seharusnya kembali kepada rakyat, terbuang percuma masuk ke kantung-kantung entah siapa . Untuk itu, isu strategis pertama seperti peningkatan sumber daya manusia, memang pantas. Dan menjadi keharusan sebagai prioritas pertama.

PENUTUP

Pembangunan demi kemajuan kota sesuai visi misi yang merupakan janji untuk ditepati, tentu bukan hanya mewujudkan pembangunan fisik. Paling mendasar, melakukan pembangunan non fisik. Yakni, membangun sumber daya manusia untuk merobah pola pikir ke arah positif.

Sementara, membangun sumber daya manusia, tidak semudah membangun fisik seperti gedung atau jembatan yang hasilnya bisa langsung kelihatan sesuai masa kerja. Sedangkan membangun sumber daya manusia, hasilnya tidak langsung kelihatan secara fisik.

Selanjutnya, bagaimana sikap rakyat? Untuk menagih janji politik pemenang proses politik sesuai visi misi, tidak dilarang dengan berteriak turun ke jalan kalau saluran memang tersumbat. Sedangkan, pena jurnalis juga akan semakin runcing.

Tapi, terlepas dari ditepati atau tidak janji politik untuk mewujudkan Siantar lebih baik dari kondisi sebelumnya atau malah lebih buruk dari kondisi sebelumnya, sejarah akan mencatat semuanya. Titik! (Penulis: Alumni Fisip Komunikasi UISU Medan)

Tags: Demokrasijanjipolitikpilpres
Share30Tweet19SendShare
ADVERTISEMENT

Berita Terkait

Inspirasi

HPSI Gelar Sosialisasi Partuturan dan Pakaian Adat Simalungun kepada Siswa SMA GKPS Pamatang Raya Simalungun, Aloling Simalungun Harungguan Purba Simalungun Indonesia (HPSI) merasa terpanggil dan bertanggung jawab dalam mensosialisakan adat dan budaya simalungun kepada generasi penerus bangsa yang merupakan garda terdepan dalam melestarikan adat dan budaya. Bertempat di Gedung Aula SMA GKPS Pamatang Raya pada hari Jumat, 8 Mei 2026 acara tersebut dibuka langsung oleh Ketua Umum HPSI bapak Mangapul Purba, S.E,M.I.Kom yang juga ketua fraksi PDIP DPRD Sumatera Utara telah berlangsung dengan baik.Dalam sambutannya beliau menyatakan bahwa peradaban bangsa Indonesia tidak terlepas dari Kebudayaan Daerah, kebudayaan menjadi salah satu factor utama dalam pembangunan nasional Peserta sosialisasi terdiri dari Siswa dan Guru SMA GKPS Pematang Raya dibawah kepemimpinan Kepala Sekolah, Julven Purba, S.Pd, dalam sambutannya beliau sangat berterimakasih atas kegiatan ini sehingga dengan kegiatan ini kami semakin memahami bagaimana adat budaya Simalungun itu dilaksanakan pada kehidupan sehari-hari khusunya tentang partuturan Adat Budaya Simalungun yang setiap hari baik dilingkungan keluarga, lingkungan sekolah selalu diterapkan, tata karma bagi kami terkhusus siswa dapat diterapkan sebagaimana lazimnya pada budaya simalungun, demikin juga tentang pemakaian adat dan budaya Simalungun. Diawal acara dilaksanakan acara pangalo-aloan kepada Rombongan HPSI dengan tortor Simalungun yang ditampilkan oleh Siswa SMA GKPS, dilanjutkan dengan ibadah, kemudian acara nasional menyanyikan lagu Indonesia Raya dan acara Sosilasisasi. Rohdian Purba, S,Si,M.Si selaku Sekretaris DPP HPSI yang juga menjadi narasumber dengan Materi Partuturan Adat Budaya Simalungun menjelaskan bahwa pada saat sekarang ini anak-anak milenial sudah banyak tidak memahami tentang partuturan dalam adat budaya simalungun, sekarang ini akibat ketidak pahaman mereka maka banyhak bersalahan pada panggilan terhadap sesama, orangtua dan kerabat keluarga lainnya, bilama mana tidak kita tanamkan, sosialisasikan partuturan simalungun dimaksud dikwatirkan 10 sampai 20 tahun kedepan maka akan tergerus bahkan hilang sehingga berakibatkan hubungan kekerabatan yang baik selama ini akan menjadi masalah yang sangat besar, mengapa misalnya panggilan makela dalam adat simalungun saat ini sudah sering didengar oleh anak nak bukan lagi makela tapi sudah dipanggil kel, panggilang tulang sudah sering kita dengar disapa oleh anak-anak menjadi tul, ini sangat menyalaha, mengapa terjadi hal demikian karena anak-anak tidak memahami sebenarnya bagiamana peran serta Sananina, Tondong dan Boru dalam peradaban adat dan Budaya Simalungun. Bahkan dalam pergaulan sehari hari antara anak-anak kuda yang berajnak dewasa bisa mengkwatirkan dalam menuju jenjang perkawinan dimasa-masa berpacaran, karena dalam adat budaya simalungun walaupun marga berbeda tidak serta merta bisa menikah/kawan misalnya; borunya namboru kita (anak perempuan dari saudara perempuan bapak) itu tidak bisa kita nikahi. Tapi borunya (anak perempuan) dari tulang kita itu bisa dinikahi yang disebut marboru tulang, atau disebut pariban. Demikian jika ibu kita memilki saudara kandung perempuan dan memilki anak perempuan (boru), kita sebagai laki-laki juga tidak bisa menikahinya, hal-hal yang seperti ini juga perlu kita ajarkan kepada generasi milenial sekarang ,apalagi mereka setelah tammat dari Sekolah akan banyak pergi merantau jauh dari orang tua, dengan tidak memahami hal dimaksud diperantauan bisa berakibat tidak baik dalam peradaban budaya simalungun nantinya, dan banyak hal lagi akibatnya jika partururan dalam budaya Simalungun tidak mereka pahami, hal ini yang perlu sejak dini kita samapaikan buat anak-anak. Demikian juga tentang pakaian adat budaya simalungun yang disamapaikan bapak Djapaten Purba, BME bahwa sejak dini perlu ditanamkan kepada anak-anak milenial, karena pada saat ini sudah banyak kita lihat ditengah-tengah masyarakat dalam acara adat budaya simalungun baik suka maupu n duka sudah tidak sesuai lagi dengan sebenarnya, menurut beliau semua pemakaian hiou simalungun itu memiliki arti dan makna khsusus bagi kehidupan sehar-hari, baik itu gotong, bulang suri-suri, ragi cantik dll termasuk tata cara pemakaiannya misalnya jika seorang bapak memakai suri-suri itu berwarna hitam namu jika perempuan memakai suri-suri bisa warna bebas, demikain juga jika sudah memakai gotong, maka wajib memakai suri-suri dan abit/ragi panei atau ragi cantik untuk laki-laki demikian juga perempuan/ inang jika sudah memakai bulang, wajib memakai suri-suri dan abit. Diakhir acara siswa dan guru SMA GKPS Pamatang Raya sangat mengapresiasi kegiatan sosialisasi ini karena mereka lebih memahami tentang adat budaya simalungun yang bisa mereka terapkan pada kehidupan sehar-hari baik dilingkungan sekolah, keluarga dan kekerabatan dalam lingkungan keluarga mereka, yang diakhiri dengan pemberian cendramata oleh kepala sekolah kepada Ketua Umum HPSI dan kedua narasumber. (rel)

by Redaksi
9 Mei 2026 | 14:54 WIB
0

Simalungun, Aloling Simalungun Harungguan Purba Simalungun Indonesia (HPSI) merasa terpanggil dan bertanggung jawab dalam mensosialisakan adat dan budaya simalungun kepada...

Read more
Inspirasi

Rohdian Purba : “Kemajuan USI Melekat Keinginan Hati untuk Memajukannya”

by Redaksi
8 Mei 2026 | 16:37 WIB
0

P.Siantar, Aloling Simalungun Terkait untuk memajukan Yayasan Universitas Simalungun diutamakan adanya keinginan hati untuk bekerja maksimal dalam memajukan sekolah dan...

Read more
Inspirasi

Hari Pendidikan Nasional 2026 di SMA Negeri 1 Pematangsiantar,  August Sinaga Tekankan Peningkatan Kualitas Di Dalam Kelas

by Redaksi
2 Mei 2026 | 10:47 WIB
0

P.Siantar, Aloling Simalungun Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI Provinsi Sumatera Utara (Siantar-Simalungun) Hardiknas tidak hanya sekadar ajang seremonial, tetapi...

Read more
Inspirasi

Bedah Buku Diutus Melintasi Batas, Biografi Marie Claire Barth Frommel

by Redaksi
22 April 2026 | 08:45 WIB
0

P.Siantar, Aloling Simalungun GMKI Siantar-Simalungun dan STT HKBP P.Siantar menggelar acara Bedah Buku Diutus Melintasi Batas, Biografi Marie Claire Barth...

Read more

Discussion about this post

Berita Terbaru

Siantar - Simalungun

Pangulu Bandar Betsy Gerak Cepat Selesaikan Polemik Penyaluran BLT

4 Juni 2026 | 10:20 WIB
Regional

Tekan Resiko Kecelakaan Perlintasan Sebidang Kereta Api, Pemko Tebing Tinggi Siapkan Langkah Konkret

3 Juni 2026 | 17:55 WIB
Nasional

ABPEDNAS Cetak Sejarah, Raih 100 Ribu Anggota Bertepatan Hari Lahir Pancasila 2026

2 Juni 2026 | 19:24 WIB
Entertainment

Parsadaan Purba Pakpak Boru Panogolan (P3BP) Gelar Rakernas di Siantar  

1 Juni 2026 | 20:17 WIB
Siantar - Simalungun

ASN Pemkab Simalungun Melaksanakan Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026: Refleksi Memastikan Pancasila Tetap Menyala

1 Juni 2026 | 20:09 WIB
Entertainment

Erik Tarigan : Anak Siantar Abetnego Tarigan Sangat Perduli dengan Siantar – Simalungun 

1 Juni 2026 | 10:35 WIB
Regional

Pemko Tebing Tinggi Raih Opini WTP Delapan Kali Berturut-Turut, Walikota: Jadikan Motivasi Pembangunan Kota yang Lebih Baik 

29 Mei 2026 | 18:50 WIB
Entertainment

Anak Siantar David Sotar Karter Pardosi Pengusaha Muda  yang Merambah Hingga ke Luar Pulau Sumatera 

28 Mei 2026 | 18:57 WIB
Siantar - Simalungun

Penyembelihan Hewan Qurban Warga Lingkungan III Kelurahan Simarito Berjalan Lancar

28 Mei 2026 | 09:28 WIB
Entertainment

Pengurus Lokal Badan Kerjasama PGI-GMKI Pematang Siantar-Simalungun Periode 2026-2031 Resmi Dilantik

25 Mei 2026 | 20:53 WIB
Siantar - Simalungun

Terima Kunjungan Pemkab Aceh Utara, Pemkab Simalungun Bantu Penanganan Bencana

25 Mei 2026 | 17:37 WIB
Regional

Perkuat Pelayanan Publik Berbasis Digital, Pemko Tebing Tinggi dan Pemko Tanjung Balai Jalin Kerjasama Strategis

22 Mei 2026 | 20:06 WIB
  • Redaksi
  • Policy
  • Terms
  • Pedoman

© 2020-2024 Aloling Simalungun

rotasi barak berita hari ini danau toba berita simalungun

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi

© 2020-2024 Aloling Simalungun

rotasi barak berita hari ini danau toba berita simalungun