Aloling Simalungun
  • Redaksi
  • Policy
  • Terms
  • Pedoman
Jumat, 5 Juni 2026
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi
No Result
View All Result
Aloling Simalungun
No Result
View All Result
  • SMSI
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi
Home Inspirasi

Stadion Sang Naualuh Riwayatmu Kini… Siapa Bertanggungjawab?

Catatan: Imran Nasution

by Redaksi
4 Juli 2022 | 01:55 WIB
in Inspirasi
A A
ADVERTISEMENT
141
SHARES
176
VIEWS

Keragu-raguan warga kota Siantar terkait pembangunan stadion Sang Naualuh di Jalan Stadion Suka Dame, Kecamatan Siantar Timur, akan bermasalah, terbukti. Karena, kondisinya saat ini hancur-hancuran. Dan, anggaran mencapai Rp 20 miliar, “hanyut ke laut”.

Keberadaan stadion sekarang mungkin layak disebut sebagai lokasi tempat para hantu berpesta pora pada malam Jumat Kliwon diiringi hujan gerimis. Bahkan, beberapa tahun lalu pengedar Narkoba pernah diamankan dari lokasi lengkap dengan sejumlah barang bukti.

Menurut sejarah, sejak era Kolonial Belanda sampai tahun 1990 ke bawah, stadion Sang Naualuh yang sebelumnya bernama Stadion Martoba sebagai base camp Persatuan Sepakola Siantar (Persesi) itu, merupakan stadion kebangaan warga Kota Siantar.

Selain menjadi ajang pertandingan antar club lokal melalui kompetisi Persesi, juga lokasi merumputnya Persesi menjajal kesebelasan luar daerah dan tingkat nasional. Termasuk kesebelasan luar negeri yang bertandang setelah mengikuti Mara Halim Cup era 80-an.

Kalau Persesi bertanding, antusias pecinta sikulit bundar begitu membeludak. Jangankan tribun terbuka terbuat dari semen yang hanya beratapkan langit, kalau tiket habis dan tak bisa masuk, pepohonan tinggi yang mengelilingi luar stadion, malah dipanjat hanya untuk menonton. Sehingga, waktu itu ada istilah, ”pohon berbuah manusia”.

Karena sepakbola Siantar begitu bergairah, sejumlah pemain dari Kota Siantar ternyata cukup menonjol dan pada masanya, ada beberapa yang berhasil memperkuat klub elite tingkat nasional. Bahkan bergabung di PSSI dengan menggunakan kosutm berlambang garuda. Di antaranya, Ipong Silalahi, Bogor Siregar dan Lindung Siregar. Sedangkan Rico Simajuntak pemain Persija sekarang, lahir saat Persesi mati suri dan akhirnya nekad hijrah ke daerah lain.

Kembali kepada soal anggaran yang “hanyut ke laut”. Kondisi stadion Sang Naualuh saat ini hancur-hancuran karena material berat seperti tiang baja dan atap seng berbahan alumunium yang tinggi, lenyap dicuri. Kosen jendela, pintu ruang ganti, WC dan dinding pembatas dari batu bata, juga dipereteli turut tak berbekas.

Kemudian, kalau ditelaah pembangunan mulai tahun 2017, ada dana sekitar Rp 11 miliar lebih digunakan membangun tribun stadion. Kemudian, karena masih hanya berbentuk kontruksi, tahun 2018 ditambah lagi sekitar Rp 6 miliar.

Namun, dengan dana Rp 16 miliar untuk membangun tribun ternyata belum cukup . Karena stadion tetap belum bisa difungsikan, DPRD Siantar mulai mebkritisi. Terutama soal material yang berhilangan karena ketiadan pengamanan. Apalagi pintu stadion di tepi Jalan Stadion terbuka lebar, membuka peluang keluar masuk para maling leluasa beraksi.

Meski pembangunan stadion dikatakan salah perencanaan karena harusnya lebih dulu dibangun lapangan. DPRD Siantar akhirnya setuju menampung anggaran APBD 2021 sekitar Rp 2 miliar lagi untuk pembangunan tembok, drainase dan lapangan. Dana tersebut juga ditambah untuk biaya pengamanan.

Alasannya, menampung dana APBD yang notabenenya merupakan uang rakyat yang sudah terlanjur ditanam, agar pembangunan stadion tidak semakin mangkrak. Sehingga, perlu ditindaklanjuti lagi.

Tujuan membangun tembok agar maling tidak semakin leluasa mempreteli berbagai material untuk dijual ke tukang botot. Pembangunan drainase agar air tidak menggenang seiring dengan pembangunan lapangan rumput. Sehingga awal tahun 2022 lapangan bisa difungsikan apalagi gawang juga sudah berdiri.

Nyatanya, meski pintu masuk dari bagian belakang sudah dibangun pakai tembok tebal dan tinggi, maling ternyata masih tetap merajalela. Sementara, drainase yang sudah dibangun tidak berfungsi. Karena, lapangan yang ditumbuhi rumput gajah juga semakin tinggi. Bersamaan dengan tumbuhnya semak belukar yang sekarang sudah setinggi pinggang orang dewasa. Karenanya, lapangan sudah mulai dapat dimanfaatkan tahun 2022 untuk bermain sepakbola, hanya isapan jempol belaka.

PEMBIARAN

Menurut informasi, terkait aksi pencurian yang begitu massif, Kapolres Siantar mengatakan bahwa bulan Mei 2022 lalu ada seorang maling ditangkap setelah pihak PUPR sebagai pelaksana pembangunan membuat laporan. Hanya saja, soal bagaimana tindaklanjutnya masih menjadi tanda tanya tentang bagaimana kondisi Stadion Sang Naualuh kedepan.

Sementara, material seperti tiang baja yang hanya bisa dicuri dengan menggunakan alat pemotong khusus masih banyak tersisa, menunggu kembali dicuri kalau memang tetap dilakukan pembiaran.
Paling mengkawatirkan, kalau semua material ludes dan tetap tidak dilakukan penjagaan, bukan hanya puluhan miliar anggaran hanyut kelaut. Bangunan tribun yang tingginya mencapai 20 meter lebih, terancam rubuh. (dengan kondisi stadion saat ini, sulit sekali dikonfirmasi kepada pihak PUPR).

Kemudian, bukan tidak mungkin akan mengambil korban karena posisinya hanya sekitar 2 meter dari jalan umum atau 10 meter dari rumah masyarakat sekitar. Namun, hal itu diharap jangan terjadi dan “Jangan oh jangan…”.

Dengan mengamati kondisi stadion Sang Naualuh yang sudah hancur-hancuran, tentu tidak perlu lagi mengatakan kata “kalau” atau “seandainya begini dan begitu”. Sebab, nasi sudah menjadi bubur. Apalagi sulit mengembalikan anggaran puluhan miliar yang sudah hanyut kelaut. Namun, yang menjadi pertanyaan besar, siapa bertanggungjawab atas semua itu?

PENUTUP
Harapan warga Siantar untuk memiliki stadion yang megah sepertinya hanya angan-angan. Kebangkitan persepakbolaan Siantar yang sedang mati suri merupakan fakta tak terbantahkan. Bahkan, bukan tidak mungkin akan mati benaran. Titik! (Penulis: Pecinta Persesi)

Tags: riwayatmusangnaualuhstadion
Share56Tweet35SendShare
ADVERTISEMENT

Berita Terkait

Inspirasi

HPSI Gelar Sosialisasi Partuturan dan Pakaian Adat Simalungun kepada Siswa SMA GKPS Pamatang Raya Simalungun, Aloling Simalungun Harungguan Purba Simalungun Indonesia (HPSI) merasa terpanggil dan bertanggung jawab dalam mensosialisakan adat dan budaya simalungun kepada generasi penerus bangsa yang merupakan garda terdepan dalam melestarikan adat dan budaya. Bertempat di Gedung Aula SMA GKPS Pamatang Raya pada hari Jumat, 8 Mei 2026 acara tersebut dibuka langsung oleh Ketua Umum HPSI bapak Mangapul Purba, S.E,M.I.Kom yang juga ketua fraksi PDIP DPRD Sumatera Utara telah berlangsung dengan baik.Dalam sambutannya beliau menyatakan bahwa peradaban bangsa Indonesia tidak terlepas dari Kebudayaan Daerah, kebudayaan menjadi salah satu factor utama dalam pembangunan nasional Peserta sosialisasi terdiri dari Siswa dan Guru SMA GKPS Pematang Raya dibawah kepemimpinan Kepala Sekolah, Julven Purba, S.Pd, dalam sambutannya beliau sangat berterimakasih atas kegiatan ini sehingga dengan kegiatan ini kami semakin memahami bagaimana adat budaya Simalungun itu dilaksanakan pada kehidupan sehari-hari khusunya tentang partuturan Adat Budaya Simalungun yang setiap hari baik dilingkungan keluarga, lingkungan sekolah selalu diterapkan, tata karma bagi kami terkhusus siswa dapat diterapkan sebagaimana lazimnya pada budaya simalungun, demikin juga tentang pemakaian adat dan budaya Simalungun. Diawal acara dilaksanakan acara pangalo-aloan kepada Rombongan HPSI dengan tortor Simalungun yang ditampilkan oleh Siswa SMA GKPS, dilanjutkan dengan ibadah, kemudian acara nasional menyanyikan lagu Indonesia Raya dan acara Sosilasisasi. Rohdian Purba, S,Si,M.Si selaku Sekretaris DPP HPSI yang juga menjadi narasumber dengan Materi Partuturan Adat Budaya Simalungun menjelaskan bahwa pada saat sekarang ini anak-anak milenial sudah banyak tidak memahami tentang partuturan dalam adat budaya simalungun, sekarang ini akibat ketidak pahaman mereka maka banyhak bersalahan pada panggilan terhadap sesama, orangtua dan kerabat keluarga lainnya, bilama mana tidak kita tanamkan, sosialisasikan partuturan simalungun dimaksud dikwatirkan 10 sampai 20 tahun kedepan maka akan tergerus bahkan hilang sehingga berakibatkan hubungan kekerabatan yang baik selama ini akan menjadi masalah yang sangat besar, mengapa misalnya panggilan makela dalam adat simalungun saat ini sudah sering didengar oleh anak nak bukan lagi makela tapi sudah dipanggil kel, panggilang tulang sudah sering kita dengar disapa oleh anak-anak menjadi tul, ini sangat menyalaha, mengapa terjadi hal demikian karena anak-anak tidak memahami sebenarnya bagiamana peran serta Sananina, Tondong dan Boru dalam peradaban adat dan Budaya Simalungun. Bahkan dalam pergaulan sehari hari antara anak-anak kuda yang berajnak dewasa bisa mengkwatirkan dalam menuju jenjang perkawinan dimasa-masa berpacaran, karena dalam adat budaya simalungun walaupun marga berbeda tidak serta merta bisa menikah/kawan misalnya; borunya namboru kita (anak perempuan dari saudara perempuan bapak) itu tidak bisa kita nikahi. Tapi borunya (anak perempuan) dari tulang kita itu bisa dinikahi yang disebut marboru tulang, atau disebut pariban. Demikian jika ibu kita memilki saudara kandung perempuan dan memilki anak perempuan (boru), kita sebagai laki-laki juga tidak bisa menikahinya, hal-hal yang seperti ini juga perlu kita ajarkan kepada generasi milenial sekarang ,apalagi mereka setelah tammat dari Sekolah akan banyak pergi merantau jauh dari orang tua, dengan tidak memahami hal dimaksud diperantauan bisa berakibat tidak baik dalam peradaban budaya simalungun nantinya, dan banyak hal lagi akibatnya jika partururan dalam budaya Simalungun tidak mereka pahami, hal ini yang perlu sejak dini kita samapaikan buat anak-anak. Demikian juga tentang pakaian adat budaya simalungun yang disamapaikan bapak Djapaten Purba, BME bahwa sejak dini perlu ditanamkan kepada anak-anak milenial, karena pada saat ini sudah banyak kita lihat ditengah-tengah masyarakat dalam acara adat budaya simalungun baik suka maupu n duka sudah tidak sesuai lagi dengan sebenarnya, menurut beliau semua pemakaian hiou simalungun itu memiliki arti dan makna khsusus bagi kehidupan sehar-hari, baik itu gotong, bulang suri-suri, ragi cantik dll termasuk tata cara pemakaiannya misalnya jika seorang bapak memakai suri-suri itu berwarna hitam namu jika perempuan memakai suri-suri bisa warna bebas, demikain juga jika sudah memakai gotong, maka wajib memakai suri-suri dan abit/ragi panei atau ragi cantik untuk laki-laki demikian juga perempuan/ inang jika sudah memakai bulang, wajib memakai suri-suri dan abit. Diakhir acara siswa dan guru SMA GKPS Pamatang Raya sangat mengapresiasi kegiatan sosialisasi ini karena mereka lebih memahami tentang adat budaya simalungun yang bisa mereka terapkan pada kehidupan sehar-hari baik dilingkungan sekolah, keluarga dan kekerabatan dalam lingkungan keluarga mereka, yang diakhiri dengan pemberian cendramata oleh kepala sekolah kepada Ketua Umum HPSI dan kedua narasumber. (rel)

by Redaksi
9 Mei 2026 | 14:54 WIB
0

Simalungun, Aloling Simalungun Harungguan Purba Simalungun Indonesia (HPSI) merasa terpanggil dan bertanggung jawab dalam mensosialisakan adat dan budaya simalungun kepada...

Read more
Inspirasi

Rohdian Purba : “Kemajuan USI Melekat Keinginan Hati untuk Memajukannya”

by Redaksi
8 Mei 2026 | 16:37 WIB
0

P.Siantar, Aloling Simalungun Terkait untuk memajukan Yayasan Universitas Simalungun diutamakan adanya keinginan hati untuk bekerja maksimal dalam memajukan sekolah dan...

Read more
Inspirasi

Hari Pendidikan Nasional 2026 di SMA Negeri 1 Pematangsiantar,  August Sinaga Tekankan Peningkatan Kualitas Di Dalam Kelas

by Redaksi
2 Mei 2026 | 10:47 WIB
0

P.Siantar, Aloling Simalungun Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI Provinsi Sumatera Utara (Siantar-Simalungun) Hardiknas tidak hanya sekadar ajang seremonial, tetapi...

Read more
Inspirasi

Bedah Buku Diutus Melintasi Batas, Biografi Marie Claire Barth Frommel

by Redaksi
22 April 2026 | 08:45 WIB
0

P.Siantar, Aloling Simalungun GMKI Siantar-Simalungun dan STT HKBP P.Siantar menggelar acara Bedah Buku Diutus Melintasi Batas, Biografi Marie Claire Barth...

Read more

Discussion about this post

Berita Terbaru

Siantar - Simalungun

Pangulu Bandar Betsy Gerak Cepat Selesaikan Polemik Penyaluran BLT

4 Juni 2026 | 10:20 WIB
Regional

Tekan Resiko Kecelakaan Perlintasan Sebidang Kereta Api, Pemko Tebing Tinggi Siapkan Langkah Konkret

3 Juni 2026 | 17:55 WIB
Nasional

ABPEDNAS Cetak Sejarah, Raih 100 Ribu Anggota Bertepatan Hari Lahir Pancasila 2026

2 Juni 2026 | 19:24 WIB
Entertainment

Parsadaan Purba Pakpak Boru Panogolan (P3BP) Gelar Rakernas di Siantar  

1 Juni 2026 | 20:17 WIB
Siantar - Simalungun

ASN Pemkab Simalungun Melaksanakan Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026: Refleksi Memastikan Pancasila Tetap Menyala

1 Juni 2026 | 20:09 WIB
Entertainment

Erik Tarigan : Anak Siantar Abetnego Tarigan Sangat Perduli dengan Siantar – Simalungun 

1 Juni 2026 | 10:35 WIB
Regional

Pemko Tebing Tinggi Raih Opini WTP Delapan Kali Berturut-Turut, Walikota: Jadikan Motivasi Pembangunan Kota yang Lebih Baik 

29 Mei 2026 | 18:50 WIB
Entertainment

Anak Siantar David Sotar Karter Pardosi Pengusaha Muda  yang Merambah Hingga ke Luar Pulau Sumatera 

28 Mei 2026 | 18:57 WIB
Siantar - Simalungun

Penyembelihan Hewan Qurban Warga Lingkungan III Kelurahan Simarito Berjalan Lancar

28 Mei 2026 | 09:28 WIB
Entertainment

Pengurus Lokal Badan Kerjasama PGI-GMKI Pematang Siantar-Simalungun Periode 2026-2031 Resmi Dilantik

25 Mei 2026 | 20:53 WIB
Siantar - Simalungun

Terima Kunjungan Pemkab Aceh Utara, Pemkab Simalungun Bantu Penanganan Bencana

25 Mei 2026 | 17:37 WIB
Regional

Perkuat Pelayanan Publik Berbasis Digital, Pemko Tebing Tinggi dan Pemko Tanjung Balai Jalin Kerjasama Strategis

22 Mei 2026 | 20:06 WIB
  • Redaksi
  • Policy
  • Terms
  • Pedoman

© 2020-2024 Aloling Simalungun

rotasi barak berita hari ini danau toba berita simalungun

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi

© 2020-2024 Aloling Simalungun

rotasi barak berita hari ini danau toba berita simalungun