Aloling Simalungun
  • Redaksi
  • Policy
  • Terms
  • Pedoman
Kamis, 23 Juli 2026
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi
No Result
View All Result
Aloling Simalungun
No Result
View All Result
  • SMSI
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi
Home Siantar - Simalungun

Pekerjaan Menumpuk, Dimana Wibawa DPRD Siantar?

by Redaksi
11 Agustus 2022 | 01:53 WIB
in Siantar - Simalungun
A A
Konsep Otomatis
ADVERTISEMENT
25
SHARES
31
VIEWS

P.Siantar, Aloling Simalungun

Menumpuknya pekerjaan DPRD Siantar tetapi belum juga diselesaikan, membuat Astronout Nainggolan yang juga anggota DPRD Siantar, mengecam sesama anggota dewan yang menurutnya tidak punya tanggungjawabnya sebagai wakil rakyat.

“Saya mengecam anggota dewan yang tidak perduli dengan tugasnya. Karena, banyak tugas sudah harus selesai, malah dibiarkan begitu saja. Padahal, sebulan terakhir ini, DPRD menganggur,” ujar Astronout Nainggolan, Rabu (10/8/2022).

Tugas yang menumpuk itu, pembahasan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJM) Kota Siantar tahun 2022-2027. Kemudian, dilanjutkan dengan pembahsan KUA-PPAS APBD 2023, Perubahan (P) APBD 2023. Selain itu ada juga Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) inisiatif tentang Kemajuan Kebudayaan Daerah dan UMKM.

Paling prioritas dibahas, soal RPJMD karena batas waktunya, 22 Agustus 2022 yang tidak sampai 2 minggu lagi. Kalau sudah melewati waktu, UU No 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dan Permendagri No 86 Tahun 2017 menyatakan, gaji anggota DPRD dan Wali Kota tidak dibayar selama 3 bulan. Sementara, batas waktu yang ditentukan tidak sampai 2 minggu lagi.

Kalau anggota dewan tidak digaji tiga bulan, Astronout mengaku sangat keberatan. Karena tidak semua anggota dewan tidak punya tanggung jawab. Artinya, masih ada punya bertanggungjawab untuk mengesahkan RPJMD menjadi Perda.

Sejatinya, yang tidak perduli dan tidak bertanggungjawab melaksanakan tugas itu yang tidak mendapat gaji. Kalau yang punya tanggungjawab harus tetap dapat gaji. Tapi, kalau semua sama Astronout mengatakan siap mengajukan gugatan ke PTUN. Sehingga, masyarakat mengetahui siapa yang bekerja dan tidak bekerja. Itu dapat diketahui dari daftar kehadiran.

“Saya mengecam anggota dewan yang tidak bertanggungjawab sebagai wakil rakyat. Jangan karena kepentingan kelompok atau golongan, abaikan kepentingan rakyat untuk melaksankan tugas legislasi, pengawasan dan budgeting,” ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan, rakyat sudah semakin kritis mengamati kinerja DPRD Siantar. Karena itu, anggota dewan harus malu menerima gaji dan mendapat fasilitas kalau tidak punya tanggung jawab. Apalagi gaji itu adalah uang hasil keringat rakyat yang membayar pajak.

“Kita lihatlah nanti apakah Perda RPJMD sesuai batas waktu yang ditentukan. Kalau bisa, syukur dan DPRD dapat melaksanakan tugas lain seperti pembahasan KUA PPAS, P APBD 2022, APBD 2023 dan membahas Ranperda insiatif ,” tegas politisiPDI perjuangan itu.

Pernyataan Astronout Nainggolan ternyata diamini beberapa anggota DPRD Siantar lainnya. Karena memang ada anggota dewan terkesan tidak perduli dengan tugasnya sebagai wakil rakyat. Namun, pernyataan tersebut dikatakan harus menjadi pemicu anggoat dewan lainnya agar bekerja maksimal.

Seperti disampaikan Suandi A Sinaga yang juga dari Fraksi PDI Perjuangan. Dikatakan bahwa semua partai politik memiliki plat form yang sama untuk memperjuangankan aspirasi rakyat. “Tapi, kalau ada anggota dewan tidak melaksanakan fungsinya. Jangan sama ratakan semua,” ujar Suandi A Sinaga.

DIMANA MARWAH DPRD?

Beberapa anggota dewan lainnya mengatakan, DPRD harus bersedia dikritik. Karena, kalau mau mengkritik harus rela juga dikritik meski semua punya kelemahan masing-masing. Apalagi kinerja DPRD Siantar saat ini memang lemah. Sehingga seperti kehilangan wibawa.

“Kalau melihat kondisi saat ini, saya bertanya, dimana marwah DPRD? Karenanya, marwah itu harus dikembalikan dengan melakukan penataan internal. Dan itu menjadi tugas pimpinan dewan,” ujar Daud Simanjuntak dari Fraksi Partai Golkar.

Selain soal lemahnya kinerja internal DPRD Siantar telah menuai sorotan masyarakat, marwah atau kewibawaan DPRD Siantar juga hilang. Karena, ratusan rekomendasi sebagai fungsi pengawasan yang disampaikan kepada Pemko tidak pernah dilaksanakan.

“Kita beberapa kali menekankan bahkan menyampaikan rekomendasi agar Pemko segera melakukan pembangunan proyek fisik minimal bulan Juni atau Juli. Nyatanya, sampai sekarang tidak juga dilakukan. Jadi dikemanakan rekomendasi DPRD dan dimana marwah DPRD?” ujar politisi Partai Golkar tersebut.

Dengan belum dikerjakannya proyek fisik sampai memasuki Juli 2022 ini, serapan anggaran untuk belanja modal menurut Daud Simanjuntak sangat rendah. Sehingga, berdampak terhadap perutaran perekomian kota Siantar.

“Kalau proyek fisik sudah berjalan, perekonomi akan berputardan para tenaga kerja local yang selama ini menganggur, tentu akan mulai bekerja. Jadi, saya heran juga bagaimana pola piker Pemko Siantar,” ujarnya lagi.

Bercermin dari pengalaman tahun sebelumnya, kalau pekerjaan dilakukan di akhir tahun harga-harga material seperti aspal, semen dan lainnya sebagai bahan utama pembangunan akan mengalami kenaikan. “Karena, apabila permintaan meningkat sedang persediaan terbatas, harga akan naik. Dan itu merupakan hukum ekonomi,” ujarna.

Hal lain yang menjadi sorotan Daud Simanjuntak, saat bencana angin puting beliung melanda Siantar dan Plt Wali Kota berangkat mengikuti Rakernas XV Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) di Padang mlai Minggu (7/8) belum jugakembali ke Siantar, DPRD Siantar malah diam saja.

“Saat rakyat menjadi korban angin puting beliung dan menjerit untuk berjuang sendiri dan belum ada aks nyata dari Pemko, mengapa kita DPRD masih diam saja. Jadi dimana marwah DPRD?” tegasnya lagi.

Untuk mengembalikan marwah atau kewibawaan DPRD Siantar, baik di hadapan Pemko Siantar sebagai eksekutif dan di hadapan rakyat, unsur pimpinan menurutnya harus bijak. “Semua tergantung pimpinan DPRD. Kalau pimpinan bagus, komisi dan anggota DPRD juga bagus. Sehingga,DPRD memiliki wibawa,” ujarnya mengakhiri. (In)

Tags: dprdmenumpukpekerjaan
Share10Tweet6SendShare
ADVERTISEMENT

Berita Terkait

Siantar - Simalungun

Sambut Kunjungan Wamenkes RI, Bupati Simalungun Berkomitmen Mendukung Percepatan Eliminasi TB

by Redaksi
22 Juli 2026 | 18:44 WIB
0

Simalungun, Aloling Simalungun Pemerintah Kabupaten Simalungun menyambut hangat kedatangan Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Wamenkes RI), dr. Benyamin Paulus Octavianus,...

Read more
Siantar - Simalungun

Penyelesaian Surat BPHTB Wajib, lunas PBB

by Redaksi
22 Juli 2026 | 11:33 WIB
0

Simalungun , Aloling Simalungun Untuk Biaya memperoleh penyelesaian atas Hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) ada beberapa ketentuan yang disyaratkan....

Read more
Siantar - Simalungun

Tinjau Lokasi Peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI, Sekda Simalungun Pastikan Semua Aspek Pendukung Optimal

by Redaksi
22 Juli 2026 | 11:24 WIB
0

Simalungun, Aloling Simalungun Dijadwalkan sebagai tuan rumah pelaksanaan Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kabupaten Simalungun,...

Read more
Siantar - Simalungun

Tingkatkan Kapasitas Pengurus, TP PKK Kabupaten Simalungun Ikuti Bimtek PKK Provinsi Sumatera Utara

by Redaksi
22 Juli 2026 | 08:58 WIB
0

Simalungun, Aloling Simalungun Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Simalungun terus berkomitmen memperkokoh kelembagaan serta meningkatkan kompetensi...

Read more

Discussion about this post

Berita Terbaru

Siantar - Simalungun

Sambut Kunjungan Wamenkes RI, Bupati Simalungun Berkomitmen Mendukung Percepatan Eliminasi TB

22 Juli 2026 | 18:44 WIB
Regional

Terima Kunker Reses Komisi X DPR-RI Wali Kota Tebing Tinggi Dorong Sinergi Pusat Derah untuk SDM Unggul 

22 Juli 2026 | 18:34 WIB
Siantar - Simalungun

Penyelesaian Surat BPHTB Wajib, lunas PBB

22 Juli 2026 | 11:33 WIB
Siantar - Simalungun

Tinjau Lokasi Peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI, Sekda Simalungun Pastikan Semua Aspek Pendukung Optimal

22 Juli 2026 | 11:24 WIB
Siantar - Simalungun

Tingkatkan Kapasitas Pengurus, TP PKK Kabupaten Simalungun Ikuti Bimtek PKK Provinsi Sumatera Utara

22 Juli 2026 | 08:58 WIB
Regional

Buka Sosialisasi Desa Binaan Imigrasi Sekda Tebing Tinggi Minta Lurah Mampu Deteksi Dini Modus TPPO dan TPPM

21 Juli 2026 | 18:18 WIB
Siantar - Simalungun

Nobar Final Piala Dunia 2026 Pemkab Simalungun Penuh Semangat Kebersamaan

20 Juli 2026 | 12:11 WIB
Entertainment

PP 59 Siantar–Simalungun Resmi Dilantik, Siap Bersinergi Membangun Daerah

18 Juli 2026 | 18:14 WIB
Entertainment

Berkunjung ke Kecamatan Hatonduhan, Bupati Simalungun Siapkan Program Prioritas

17 Juli 2026 | 18:26 WIB
Entertainment

Berkunjung ke Kecamatan Raya: Bupati Simalungun Luncurkan Program Prioritas

16 Juli 2026 | 19:59 WIB
Siantar - Simalungun

Tim Monitoring Kemendagri Berikan Apresiasi Realisasi TKD di Kabupaten Simalungun

16 Juli 2026 | 18:16 WIB
Entertainment

Berkunjung ke Kecamatan Dolok Masagal, Bupati Simalungun Kucurkan Anggaran Infrastruktur dan Hadirkan Pelayanan Terpadu

16 Juli 2026 | 15:46 WIB
  • Redaksi
  • Policy
  • Terms
  • Pedoman

© 2020-2024 Aloling Simalungun

rotasi barak berita hari ini danau toba berita simalungun

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi

© 2020-2024 Aloling Simalungun

rotasi barak berita hari ini danau toba berita simalungun