P.Siantar, Aloling Simalungun
Karena DPRD Siantar tidak diikutsertakan dalam kegiatan penguatan Ideologi Pancasila di kalangan pelajar beberapa sekolah, anggota DPRD Siantar, Astronout Nainggolan mengkritik pelaksana kegiatan.
“Saya kecewa dengan pelaksana kegiatan penguatan Ideologi Pancasila kepada kalangan pelajar itu, karena DPRD tidak diikut sertakan. Padahal, itu salah satu peran dan tugas lembaga legislatif. Bahkan, bobotnya juustru lebih banyak diperankan wakil rakyat,” ujar Astronout Nainggolan, Kamis (17/11/2022).
Dijelaskan, menjaga, melestarikan konstitusi dan nilai-nilai Pancasila adalah tugas lembaga legislatif melalui wakil rakyat mulai dari tingkat pusat, propinsi dan daerah. Bahkan, khusus di tingkat pusat dan propinsi, itu sering dilakukan pada masa-masa sebelumnya.
“Dalam rangka menjaga dan menguatkan nilai-nilai berbangsa dan bernegara sebagai penguat kebangsaan atau nasionalisme, wakil rakyat harus terus turun ke masyarakat. Khususnya kepada kalangan pelajar atau generasi muda dalam rangka penguatkan pemahaman empat pilar kebangsaan,” tegasnya.
Lebih lajut, politisi PDI perjuangan tersebut mengatakan, justru mengetahuinya adanya kegiatan penguatan Ideologi Pancasila dari media massa. Kemudian, saat dicermatinya lebihj lanjut, ternyata, memang tidak ada menyertakan DPRD Siantar sebagai nara sumber.
“Mengapa anggota DPRD diabaikan atau ada yang mengambil alih peran DPRD?” imbuhnya sembari mengatakan, apa yang dilakukan Pemko Siantar, sudah baik. “Hanya saja, perlu dipertimbangkan bahwa DPRD masih ada dan itu juga tugas dari DPRD,” imbuhnya.
Seperti diketahui, Pemko Siantar melalui Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangol) telah melakukan beberapa kali kegiatan terkait penguatan Ideologo Pancasila tersebut. Masing-masing kepada pelajar SMA Negeri 1 dan SMAN 2 serta ke SMA Swasta Kalam Kudus, Kota Siantar.
Selain menampilkan Wali Kota sebagai nara sumber, juga Dandim 0207/Simalungun Letkol Inf Hadrianus Yossy maupun mewakili Dandim. Bahkan, menyerahkan buku tentang Pancasila, roll banner, brosur, leaflet, dan stiker yang justru turut dihadiri Polres Kota Siantar dan Kejari Kota Siantar.
Ketika permasalahan tersebut dikonfirmasi kepada kepada Kepala Kesbangpol Kota Siantar, Soefie M Saragih, telepon selulernya tidak diangkat meski sampai tiga kali dihubungi. Namun, dari informasi yang dihimpun melalui Kepala Bidang Ideologi Kesbangpol, Gilbert Ambarita mengatakan kepada wartawan, nara sumber yang diundang, Dandim dan Wali Kota.
Selain itu, dilakukan juga sosialisasi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) yang menghadirkan nara sumber dari BNN Kota Siantar , Kapolres dan Kajari. (In)
teks foto:
Astronout Nainggolan
Foto: IST







Discussion about this post