Aloling Simalungun
  • Redaksi
  • Policy
  • Terms
  • Pedoman
Kamis, 22 Oktober 2026
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi
No Result
View All Result
Aloling Simalungun
No Result
View All Result
  • SMSI
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi
Home Inspirasi

Merajut Kolaborasi Antarumat Beragama Melalui Dialog

Oleh: Yeremia F. S. Nababan

by Redaksi
17 November 2022 | 12:25 WIB
in Inspirasi
A A
https://asset.barak.id/2026/10/VID-20261020-WA0003.mp4
ADVERTISEMENT
53
SHARES
66
VIEWS

Menjelajahi dunia keberagaman agama merupakan sesuatu hal yang menarik, dimana ini tidak dapat dipisahkan dari realitas kehidupan manusia yang menganut agama itu.

Secara sosiologis, kita mengetahui bahwa manusia dikatakan sebagai Makhluk Sosial, yang mana hidup secara berdampingan dan selalu membutuhkan orang lain dalam hidupnya. Manusia tidak lepas dari interaksi antara dirinya dengan sesamanya, begitu juga dengan Tuhannya. Oleh karena relasi yang terjadi menimbulkan suatu percakapan ataupun dialog, yang mana merupakan bagian dari merajut relasi dan komunikasi yang dilakukan.

Dialog adalah suatu relasi antara unit satu dengan yang lainnya. Umumnya dialog terjadi secara sengaja dan tidak sengaja. Tanpa adanya dialog, manusia tidak akan bisa berkomunikasi antara yang satu dengan yang lainnya. Sehingga, dialog menjadi unsur utama dalam kehidupan manusia, khususnya menjalin relasi dengan sesamanya. Selain itu, penggunaannya tidak lagi melulu mengenai manusia dengan manusia. Melainkan agama juga dapat melakukan dialog tersebut.

Dialog antaragama berupaya melakukan percakapan ataupun perbincangan mengenai agama yang satu dengan yang lainnya. Sehingga terjalin relasi dan memberikan tambahan wawasan bagi agama yang terlibat di dalamnya.
Secara teori, dialog memiliki beberapa bentuk. Adapun bentuk-bentuk dalam dialog: (1) dialog teologis; (2) dialog spiritual; dan (3) dialog kehidupan (Pomalingo, 2016: 5-10). Bentuk-bentuk dialog ini didasarkan pada fungsi dan peruntukannya. Tentunya, tidak semua orang dari masing-masing agama dapat melakukannya. Hanya orang-orang yang berkecimpung dalam dunia teologi dan memiliki wawasan luaslah yang umumnya melakukan usaha dialogis ini.

Martin Lukito Sinaga dalam bukunya mengutip pandangan Leonard Swidler, di mana dialog yang terjadi antar agama adalah belajar. Belajar yang dimaksud di sini yaitu bersedia berubah dan bertumbuh seturut pemahaman yang muncul, dimana mengartikan bahwa dalam dialog harus terjadi kegiatan yang dua arah. Ini bermanfaat menambah wawasan keagamaan dalam beragama dan antaragama (Sinaga, 2018: 73).

Dengan begitu, kita memahami bahwa dialog antaragama bukan berupaya menanamkan pemahaman kita agar diikuti oleh orang lain, melainkan bertukar pikiran/ide keagamaan untuk menambah wawasan. Kelebihannya, kita dapat mengikuti kedalam perspektif agama yang berdialog, jika itu memberikan manfaat yang baik untuk agama kita tanpa menganut agama itu atau meninggalkan agama sendiri.

Dewasa ini kita melihat persoalan-persoalan yang terjadi dalam dialog antaragama. Banyak para tokoh agama yang sejak awal ingin melakukan dialog dengan tokoh agama lain, malah menghasilkan kesan yang tidak baik dan memicu terjadinya perpecahan. Perasaan ingin lebih unggul dibanding agama lain dan tidak adanya menerima keberadaan lain dengan segala karakteristiknya membuat diskusi dalam dialog tersebut tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Sinaga lebih lanjut mengutip pandangan Mukti Ali, Bapak Ilmu Perbandingan Agama Indonesia, di mana mengatakan bahwa, “keterbukaan pada agama lain akan mendorong pada kesiapan untuk berdialog. Keterbukaan akan eksistensi agama lainlah menjadi kunci utama/syarat masuk ke dalam sebuah dialog” (Sinaga, 2018: 77). Lebih lanjut Mukti Ali mengatakan tiga alasan mendasar mengapa harus ada dialog antaragama, terutama bagi bangsa Indonesia: (1) pluralisme agama di dunia; (2) membantu setiap penganut agama untuk tumbuh dalam kepercayaannya sendiri dalam bertukar pikiran dengan agama lain; dan (3) dapat membantu meningkatkan kerja sama di antara para penduduk dalam suatu negeri yang berlainan agama (Anwar, 2018: 101), sehingga membantu menuju kepenting bersama. Dengan begitu, semua saling terbuka tanpa memaksakan kehendak agamanya terhadap agama lain, dimana hal ini ditandai dengan pemikiran yang dewasa dan adanya rasa saling menghargai.

Akhirnya, agama-agama – khususnya di Indonesia – berdialog dengan sesama mereka dan agama lain dalam bingkai merajut kolaborasi. Adanya perbedaan perspektif pastinya akan terlihat. Perbedaan ini akan menambah wawasan dalam melihat masing-masing perspektif agama dalam memandang dialog. Apakah menguntungkan, merugikan atau malah tidak berarti sama sekali.(***)

 

Tags: agamaantardialog
Share21Tweet13SendShare
ADVERTISEMENT

Berita Terkait

Inspirasi

Greenpeace: Krisis Iklim Tekan Daya Beli di Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran 

by Redaksi
20 Oktober 2026 | 12:02 WIB
0

Jakarta, Aloling Simalungun Greenpeace Indonesia menyoroti dampak krisis iklim terhadap daya beli masyarakat selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto...

Read more
Inspirasi

Kabut Asap Mengepung Pematangsiantar Dan Simalungun, GMKI Desak Langkah Nyata Bukan Sekedar Himbauan!

by Redaksi
15 Oktober 2026 | 13:27 WIB
0

P.Siantar, Aloling Simalungun Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Pematangsiantar-Simalungun mendesak Pemerintah Kota Pematangsiantar dan Pemerintah Kabupaten Simalungun agar segera...

Read more
Inspirasi

Pembangunan Tembok Pagar SMP Negeri 2 Girsang Sipangan Bolon Disambut Positif Warga

by Redaksi
13 Oktober 2026 | 15:43 WIB
0

Simalungun, Aloling Simalungun Pembangunan tembok pagar SMP Negeri 2 Girsang Sipangan Bolon disambut positif warga dinilai bisa semakin meningkatkan kualitas...

Read more
Inspirasi

Fragmen Teaterikal Peristiwa Bandar Betsy Mengheningkan Ribuan Masyarakat di Peringatan Hari Kesaktian Pancasila

by Redaksi
1 Oktober 2026 | 20:57 WIB
0

Simalungun, Aloling Simalungun Peristiwa kelam yang terjadi di Bandar Betsy, Kecamatan Bandar Huluan, Kabupaten Simalungun pada tahun 1965 terkait Gerakan...

Read more

Discussion about this post

Berita Terbaru

Siantar - Simalungun

Jaga Ketersediaan dan Pasokan Cabai, Pemkab Simalungun Laksanakan Gerakan Tanam Cabai Merah Serentak

22 Oktober 2026 | 10:01 WIB
Siantar - Simalungun

Kejari Simalungun Serahkan Legal Opinion Terkait Harmonisasi Perda dengan KUHP Nasional 

22 Oktober 2026 | 09:56 WIB
Regional

Raih Predikat Informatif Ki Sumut Award 2026,Pemko Tebing Tinggi Tegaskan Komitmen Transparansi Pelayanan Publik

22 Oktober 2026 | 09:16 WIB
Siantar - Simalungun

Pemkab Simalungun Kembali Raih Penghargaan Kategori Badan Publik Informatif Tahun 2026

21 Oktober 2026 | 19:47 WIB
Nasional

 Resmi! Inilah Jadwal Haji 2027: Berangkat Mulai 11 April, Wukuf 15 Mei 2027

21 Oktober 2026 | 10:28 WIB
Siantar - Simalungun

Perkuat Koordinasi dan Kebersamaan, Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Simalungun Gelar Rapat Koordinasi

21 Oktober 2026 | 08:42 WIB
Inspirasi

Greenpeace: Krisis Iklim Tekan Daya Beli di Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran 

20 Oktober 2026 | 12:02 WIB
Siantar - Simalungun

Jaga Kesehatan Masyarakat, Pemkab Simalungun Lakukan Pengujian Kualitas Udara di Sejumlah Wilayah

20 Oktober 2026 | 08:21 WIB
Entertainment

Rehab Bangunan  SD Negeri 098145 Karang Sari Kecamatan Gunung Maligas Disambut Positif 

19 Oktober 2026 | 15:21 WIB
Siantar - Simalungun

Wali Kota Tebing Tinggi Apresiasi Pemerintah Pusat Atas Revitalisasi Belasan SD dan SMP 

19 Oktober 2026 | 10:44 WIB
Siantar - Simalungun

Bupati Simalungun Resmikan Rumah Peradaban Tahfiz Qur’an Haji Dr. Sugiat Santoso di Peringatan Haul ke-17 Tuan Guru Batak

19 Oktober 2026 | 08:30 WIB
Siantar - Simalungun

Pemkab Simalungun Seriusi Perbaikan Jalan Penghubung Huta Bayu Raja–Bosar Maligas

17 Oktober 2026 | 18:47 WIB
  • Redaksi
  • Policy
  • Terms
  • Pedoman

© 2020-2024 Aloling Simalungun

rotasi barak berita hari ini danau toba berita simalungun

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi

© 2020-2024 Aloling Simalungun

rotasi barak berita hari ini danau toba berita simalungun