P. Siantar, Aloling Simalungun
Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pematang Siantar, H Rafii Nasir BA mengatakan, MUI ke depan akan menghadapi tantangan berat. Namun, bukan dari luar Islam. Melainkan dari internal Islam sendiri.
Pernyataan itu disampaikan pada acara Pengukuhan dan Ta’aruf MUI Pematang Siantar masa khidmat 2022-2027. Berlangsung di ruang Serbaguna Pemko Pematang Siantar, Sabtu (21/1/2023).
“MUI tempat berkumpulnya para ulama sebagai pewaris nabi yang berkarakter dan kuat iman serta berakhlatur karimah dan punya ilmu pengetahuan luas serta istiqomah. Sehingga, harus menjadi contoh bagi ummat Islam lainnya,” ujar H Rafii Nasir BA.
Terkait dengan tantangan MUI ke depan menyangkut adanya aliran yang menyesatkan atau tidak sesuai Islam. Bahkan sudah dibahas melalui Munas MUI tahun 2007 yang menyatakan ada 10 kriteria aliran yang menimpang.
“Ada aliran yang menyalahkan pernikahan yang menyertakan peran pemerintah karena harus melalui internal mereka. Kemudian, malah ada aliran yang melakukan sholat berjemaah hanya untuk kalangan mereka sendiri dan di luar aliran mereka malah haram,” tegas H Rafii Nasir BA.
Lebih lanjut dikatakan, ada aliran yang sudah dilarang berubah nama. “Untuk itu MUI melalui pengurus harus dapat mencermatinya. Bahkan, jangan sempat MUI disusupi aliran sesat. Artinya, pengurus MUI harus bersih dari organisasi terlarang. Kalau memang ada harus kembali ke jalan yang benar,” imbuh Ketua Dewan Pertimbangan MUI Pematang Siantar itu.
Sementara, selain dihadiri Ketua MUI Sumatera Utara, DR H Maratua Simanjuntak dan pengurus lainnya, Pengukuhan dan Ta’aruf MUI Pematang Siantar juga dihadiri Wali Kota dr Susanti Dewayani dan unsur Forkopimda. Kemudian para anggota Dewan Pertimbangan MUI Pematang Siantar.
Selain itu, Ketua MUI Pematang Siantar Drs H M Ali Lubis yang dipilih sesuai Musda VII tahun 2022. Kemudian, Sekretaris Umum H Ahmad Ridwansyah Putra serta para pengurus harian dan ketua Komisi serta para anggota.
Sementara, Ketua MUI Sumatera Utara, DR H Maratua Simanjuntak menekankan bahwa kepengurusan MUI Pematang Siantar memang sudah disusun atau dipilih pada Musda VII tahun 2022 lalu. Sedangkan MUI Sumatera Utara hanya merekomendasi.
Selanjutnya pengurus MUI dikatakan harus bergerak untuk memahami, menjalankan dan membela agama. “Paham dan memahami agama belum tentu membela. Untuk itu, harus ada kesamaan berpikir dalam memandang Islam. Termasuk kesamaan gerakan menuju ridho Allah,” tegas DR H Maratua Simanjuntak.
Sebelumnya, Ketua MUI Pematang Siantar Drs H M Ali Lubis melalui sambutannya menjelaskan, dalam perjalanan MUI ke depan tentu akan ada kelemahan dan kesalahan. Untuk itu, harus diingatkan agar kesalahan yang ada tidak semakin dalam.
“Ada dua kelompok yang kalau saling mendukung akan mencapai suatu kemajuan dan kebaikan. Tapi, sebaliknya akan membuat kehancuran. Kedua itu adalah ulama dan umaroh dan Pengukuhan dan Ta’aruf MUI Pematang Siantar yang dihadiri unsur pemerintah merupakan adanya suatu kebersamaan,” kata Ketau MUI Pematang Siantar, Drs H M Ali Lubis.
Lebih lanjut dijelaskan, MUI pematang Siantar tentunya akan mendukung program pemerintah Kota (Pemko) Pematang Siantar. Terutama soal yang tidak baik tentang Pematang Siantar yang sempat dua kali meraih predikat sebagai kota paling toleransi di Indonesia.
Namun, meski saat ini predikat tersebut tidak dimiliki Pematang Siantar lagi, bukan berarti ada kemunduran tentang toleransi. Melainkan, ada banyak kota yang sempat belajar ke Kota Siantar tentang toleransi lebih maju dalam penerapan toleransi itu, sedangkan Pematang Siantar dikatakan jalan ditempat.
“Sampai sekarang tidak pernah terjadi konflik antar suku maupun agama di Pematang Siantar . Hal itu terjadi karena adanya kebersamaan masyarakat dan berbagai elemen dengan pemerintah. Karenanya, kebersamaan itu harus terus dipupuk ke depannya,” ujar H M Ali Lubis.
Terkait dengan kepengurus MUI Pematang Siantar masa khidmat 2022-2027 dikatakan terdiri dari berbagai unsur yang saat menjadi pengurus menanggalkan unsur-unsur yang ada untuk menyamakan pikiran di MUI.
Lebih lanjut ditegaskan juga, para pengurus MUI Pematang Siantar harus memperlihatkan sikap mulia dan terhormat di tengah-tengah masyarakat sehingga dapat memberi manfaat. “Semoga setelah adanya pengukuhan ini, dapat memberi semangat baru kepada kita semua,” Ujar Dr H M Ali Lubis.
Sementara Wali Kota Pematang Siantar, dr Susanti Dewayani melalui sambutan dan arahannya mengatakan, keberadaan MUI banyak memberi manfaat dan kontribusi kepada Pematang Siuantar. Terutama menjadi penghubung antara masyarakat dengan pemerintah.
Kemudian, atas nama pribadi dan atas nama Pemko, mengucapkan selamat atas Pengukuhan dan Ta’aruf MUI Pematang Siantar masa khidmat 2022-2027. Pengurus MUI diminta untuk tetap berpegang kepada Alquran dan Hadis.
“Pengurus MUI Pematang Siantar sangat ditunggu Pemko untuk turut menjaga stabilitas dan kegiatan ini tidak hanya sekedar serimonial. Sehinggga, dapat membimbing umat Islam menuju yang lebih baik lagi,” ujar Wali Kota.
Sebelumnya Sekretaris MUI Sumatera Utara, Syafrudin Lubis membacakan Surat Keputusan DP MUI Sumatera Utara tentang susunan dan personalia pengurus DP MUI Pemtangsiantar. Selanjutnya, Sekretaris MUI Pematang Siantar, Fakhruddin Sagala M Pd membacakan SK pengangkatan anggota pleno dan susunan personalia Komisi MUI Penmatang Siantar.
Diinformasikan bahwa Pengukuhan dan Ta’aruf MUI Pematang Siantar masa khidmat 2022-2027 yang dipandu DR Ahmad Fitrianto MA tersebut diawali dengan pembacaan ayat suci Alquran yang dilanjutkan dengan menyanyikan Indonesia Raya, dipandu H Royani Purba.
Kemudian usai pengukuhan dan ta’aruf dilanjutkan dengan Musyawarah Kerja untuk membahas program-program seluruh komisi pada lima tahun mendatang. (rel)
Discussion about this post