P.Siantar, Aloling Simalungun
Tidak ada larangan di perempuan jadi Pimpinan Sinode GKPS, sesuai aturan di GKPS Pendeta laki-laki ataupun perempuan boleh menjadi Pimpinan Sinode GKPS.
Hal tersebut dikatakan Pdt.Dr.Jaharianson Saragih mantan Ephorus GKPS kepada Aloling Simalungun Senin (30/6/2025) ketika ditanya wacana perempuan jadi Pimpinan Sinode GKPS.
Pdt.Dr.Jaharianson Saragih mengatakan beberapa kriteria yang sebaiknya dimiliki figur yang Calon Ephorus GKPS adalah yang bersifat sebagai gembala yang bisa menjangkau semua orang, bujur, basar dan sari.
Calon Ephorus GKPS hendaknya yang memiliki sifat ekstrovert, disiplin terutama memiliki disiplin rohani siapakah itu menurut saya figur yang memiliki latar belakang Pastoral ujarnya.
Selanjutnya Calon Sekjend GKPS adalah figur yang sifatnya introvert, orang belakang meja, administratif, disiplin serta memiliki ketegasan dalam menjalankan peraturan GKPS ujar Pdt.Dr.Jaharianson Saragih.
Menurut saya ephorus dan sekjend GKPS mestilah seimbang Ephorus memiliki sifat Ekstrovert dan Sekjend memiliki sifat Introvert ujar Pdt.Dr.Jaharianson Saragih.
Soal Pendeta Perempuan jadi Pimpinan Sinode GKPS menurut Pdt.Jaharianson Saragih tentu ditentukan Peserta Sinode Bolon GKPS hanya saja mungkin paradigma orang Batak yang belum siap dipimpin perempuan akan menjadi diskusi bagi peserta Sinode Bolon.
Merubah paradigma tersebut tentulah bukan hal yang mudah semua tergantung keputusan dari peserta Sinode Bolon GKPS hanya saja tidak ada larangan bagi Perempuan untuk menjadi Pimpinan Sinode GKPS pungkas Pdt.Dr.Jaharianson Saragih. (tp)






