Batu Bara, Aloling Simalungun
Suasana hangat seluruh Pengurus Kelompok Tani Simpang Gambus Kecamatan Limah Puluh Kabupaten Batu Bara sambut kedatangan personil Polda Sumatera Utara yang dipimpin oleh Iptu Pagar Siagian dan rombongan Jum’at ( 09/01/2026 )
Tiba sekitar pukul 15 00 WIB, kedatangan utusan Polda Sumatera Utara langsung disambut dengan penuh kekeluargaan oleh Ketua Kelompok Tani Ruslan didampingi oleh Joe Sinaga , Herman selaku aktivis pertanahan Sumatera Utara serta seluruh anggota Kelompok Tani.Perjuangan Simpang Gambus Kecamatan Limah Puluh Kabupaten Batu Bara.
Turut hadir dalam penyambutan tersebut sejumlah pengurus Kelompok Tani.tokoh masyarakat dan tokoh pemuda serta tokoh agama
Ruslan mengungkapkan rasa bangga atas kunjungan personil Polda Sumut tersebut. “Kehadiran Bapak bersama rombongan menjadi semangat baru bagi kami dalam meningkatkan perjuangan masyarakat kelompok tani sekaligus memperkuat persatuan guna mencapai perjuangan kita sampai tuntas. Ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut Ketua Kelompok Tani Ruslan memaparkan sejarah tentang tanah milik nenek dan orang tua mereka yang di gusur secara paksa oleh perusahaan pada tahun 1942.
Dikatakan Ruslan hal ini ditandai dengan adanya peninggalan sejarah terkait kampung orang tua kami, di antaranya adanya pekuburan ( tanah wakaf ) , kemudian sumur tua dan pada umumnya sebagian orang tua kami adalah penjual kerang,dan disekitar lokasi perkampungan itu terdapat berhamburan kulit kerang.
Masih menurut Ruslan adanya surat Tanah disertai bukti-bukti pembayaran pajak.Sudah berbagai macam cara kita lakukan selama dua dekade, namun pihak PT Socfindo selalu saja berdalih.jelad Ruslan.
Sedangkan Joe Sinaga dalam paparannya menjelaskan sudah banyak cara hukum ditempuh,seperti Rapat dengar pendapat (RDP) di kantor Gubernur, Bupati Batubara ,dan juga di kementrian ATR di Jakarta namun belum ada niat baik dari PT Socfindo untuk mengembalikan tanah tersebut kepada masyarakat.
Dikatakan Joe Sinaga kepada personil Polda Sumut yang hadir untuk menyampaikan hasil pertemuan ini Kepada Kapolda Sumatera Utara.tegasnya.
Selanjutnya anggota personil Polda Sumut tiga orang langsung menuju lokasi peninggalan sejarah yang di pandu oleh pengurus kelompok tani
Menanggapi penjelasan pengurus Kelompok Tani tersebut Pagar Siagian menyampaikan pengarahan agar pihak Kelompok tani tetap semangat dan jangan ada yang bertindak anarkis dalam memperjuangkan hak milik mereka , ujar nya. Seluruh rangkaian kegiatan pertemuan berlangsung aman, tertib, dan lancar dengan penuh kekeluargaan. (Jat Purba)






