Aloling Simalungun
  • Redaksi
  • Policy
  • Terms
  • Pedoman
Rabu, 8 Juli 2026
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi
No Result
View All Result
Aloling Simalungun
No Result
View All Result
  • SMSI
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi
Home Entertainment

Merawat Nalar Kritis di Tengah Krisis Demokrasi: Kelompok Cipayung Pematangsiantar Gelar Nobar Film “Pesta Babi”

by Redaksi
7 Mei 2026 | 16:16 WIB
in Entertainment
A A
Konsep Otomatis
ADVERTISEMENT
83
SHARES
104
VIEWS

P.Siantar, Aloling Simalungun

Kelompok Cipayung Kota Pematang Siantar yang terdiri dari berbagai organisasi diantaranya yaitu GMKI, GMNI, HMI menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) dan diskusi film PESTA BABI “Kolonialisme di Zaman Kita” sebagai ruang refleksi kritis terhadap kondisi demokrasi, kebebasan sipil, dan situasi sosial masyarakat saat ini,Rabu malam  (6/5/2026)

Kegiatan ini dihadiri oleh Pdt. Drs. Mardison Simanjorang, STh,M.Hum sebagai pemantik dalam sesi diskusi dan Ketua GMKI, GMNI, HMI sebagai penanggap. Nobar tersebut diadakan pada tanggal 6 Mei 2026 bertempat di Sekretariat GMNI Pematangsiantar serta menjadi wadah bagi mahasiswa, pemuda, serta masyarakat umum untuk bersama-sama membangun kesadaran kritis di tengah berbagai dinamika kebangsaan yang dinilai semakin memprihatinkan.

Ketua GMKI Pematangsiantar-Simalungun Yova Ivo Cordiaz Purba menyampaikan,

Film “Pesta Babi” dipilih karena dinilai mampu menghadirkan gambaran tentang ketimpangan kekuasaan, pembungkaman suara rakyat, serta berbagai persoalan kemanusiaan yang relevan dengan realitas hari ini terkhususnya di tanah papua.

“Film Pesta Babi menggambarkan situasi yang dihadapi masyarakat Papua hari ini, mulai dari intimidasi, eksploitasi sumber daya alam, perampasan ruang hidup masyarakat adat, hingga berbagai bentuk kekerasan yang kerap dibenarkan atas nama pembangunan dan stabilitas nasional.”

“Ruang-ruang diskusi harus kita rawat sebagai bagian dari upaya menjaga demokrasi agar tidak kehilangan arah. Demokrasi tidak hanya berbicara soal pemilu dan kekuasaan, tetapi juga menyangkut keberanian masyarakat dalam menyampaikan kritik, memperjuangkan keadilan, dan membela hak-hak rakyat.”

“Kegiatan ini menjadi ruang dialog untuk merawat nalar kritis generasi muda agar tidak apatis terhadap berbagai persoalan bangsa. Mahasiswa dan pemuda harus tetap menjadi kelompok yang peka terhadap ketidakadilan sosial dan ancaman terhadap demokrasi,”

“Diskusi yang berlangsung setelah pemutaran film menghadirkan berbagai pandangan dan refleksi dari peserta mengenai kondisi demokrasi, kebebasan berekspresi, hingga tantangan gerakan mahasiswa dan masyarakat sipil ke depan. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa ruang-ruang intelektual dan diskursus kritis masih sangat dibutuhkan di tengah situasi sosial politik yang terus berkembang.”

Selanjutnya Formateur/Ketua Umum HMI Cabang Pematangsiantar-Simalungun Raja Doli Lubis menyampaikan, Bahwa pemerintah pusat hingga hari ini dinilai belum mampu menghadirkan pembangunan yang benar-benar berpihak kepada masyarakat Papua.

“Yang terjadi justru eksploitasi hutan, pembungkaman terhadap suara-suara kritis, dan pendekatan represif yang memperlihatkan wajah kolonialisme modern negara terhadap rakyatnya sendiri,” tegasnya.

Ia juga menyoroti berbagai proyek pembangunan dan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dianggap tidak memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat adat Papua.

“Negara tidak bisa terus berlindung di balik narasi pembangunan nasional. Tanah Papua bukan tanah kosong. Jika pemerintah pusat tidak mampu menghadirkan kesejahteraan melalui proyek-proyek strategis tersebut, maka proyek itu perlu dievaluasi bahkan dihentikan,” ujarnya.

Menurutnya, kebijakan pembangunan seharusnya berpijak pada amanat konstitusi sebagaimana tercantum dalam Pasal 33 Ayat (3) UUD 1945 yang menyatakan bahwa bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

“Faktanya hari ini, banyak kebijakan yang justru menjauh dari semangat konstitusi. Kekayaan alam Papua terus diambil, tetapi masyarakatnya masih hidup dalam ketimpangan dan ketidakadilan,”

Kemudian Ketua Terpilih DPC GMNI Pematangsiantar Nicho Gurning menyampaikan, Eskalasi situasi di Bumi Cenderawasih Papua, yang kian hari kian menjadi panggung kontestasi kekuatan imperialisme modern, maka kami DPC GMNI Pematangsiantar menyatakan dengan tegas:

​”Bahwa apa yang terjadi di Papua hari ini bukanlah sekadar persoalan keamanan atau integrasi wilayah semata, melainkan merupakan manifestasi nyata dari Neokolonialisme (Nekolim) yang sedang mencoba mengoyak tubuh Proklamasi. Hari ini, sistem penghisapan itu bekerja secara Legal di Bumi Papua, memanipulasi konflik demi menguras kekayaan alam di balik selimut isu kemanusiaan dan politik pecah belah.”

​”Menghadapi gempuran Nekolim tersebut, GMNI Pematangsiantar menegaskan bahwa satu-satunya jalan keselamatan bagi rakyat Papua adalah dengan mengimplementasikan yakni TRISAKTI.

Berdaulat Dalam Politik Bahwa penyelesaian masalah Papua harus bersih dari dikte dan intervensi asing. Kedaulatan politik harus dikembalikan ke tangan rakyat Papua dalam bingkai persatuan nasional yang setara, bukan melalui kebijakan yang represif maupun tunduk pada kepentingan geopolitik global.”

“GMNI menolak keras eksploitasi sumber daya alam Papua yang hanya memperkaya korporasi multinasional sementara rakyat Marhaen di Papua tetap berkubang dalam kemiskinan. Papua harus Berdikari; kekayaan Cenderawasih harus dikelola oleh tangan-tangan anak bangsa untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat Papua, bukan menjadi upeti bagi kekuatan kapitalisme internasional.” Tutupnya.

Kelompok Cipayung Kota Pematangsiantar berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi langkah kecil dalam membangun kesadaran kolektif, memperkuat solidaritas, serta menumbuhkan keberanian moral untuk terus menyuarakan kebenaran dan keberpihakan terhadap masyarakat yang tertindas.

“Demokrasi yang sehat lahir dari masyarakat yang berani berpikir, bersuara, dan bergerak bersama menjaga nilai-nilai keadilan.“(rel)

Tags: babifilmnobar
Share33Tweet21SendShare
ADVERTISEMENT

Berita Terkait

Entertainment

Kejuaraan Rally Pasifik 2026 Akan Berlangsung di Kabupaten Simalungun pada Agustus Mendatang

by Redaksi
17 Juni 2026 | 18:18 WIB
0

Simalungun, Aloling Simalungun Kabupaten Simalungun kembali dipercaya menjadi panggung ajang olahraga otomotif bergengsi bertaraf internasional. Kejuaraan Rally Pasifik 2026 ini...

Read more
Entertainment

Masa Perkenalan (MAPER) Gel. III 2026 GMKI Pematangsiantar-Simalungun Sukses Terlaksana

by Redaksi
16 Juni 2026 | 20:51 WIB
0

Simalungun, Aloling Simalungun Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Pematang Siantar-Simalungun sukses adakan Masa Perkenalan (MAPER) di Student Center GMKI...

Read more
Entertainment

Parsadaan Purba Pakpak Boru Panogolan (P3BP) Gelar Rakernas di Siantar  

by Redaksi
1 Juni 2026 | 20:17 WIB
0

P.Siantar, Aloling Simalungun Parsadaan Purba Pakpak Boru Panogolan (P3BP) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Kota Pematangsiantar, tepatnya di Hotel...

Read more
Entertainment

Erik Tarigan : Anak Siantar Abetnego Tarigan Sangat Perduli dengan Siantar – Simalungun 

by Redaksi
1 Juni 2026 | 10:35 WIB
0

P.Siantar, Aloling Simalungun Sebagai Anak Siantar adik saya Abetnego Tarigan sangat perduli dengan perkembangan daerah Siantar-Simalungu dan selalu berusaha memberikan...

Read more

Berita Terbaru

Siantar - Simalungun

Hadiri Women Program APKASI 2026, Ketua TP PKK Simalungun: Perempuan Berperan Penting dalam Pembangunan untuk Tingkatkan Daya Saing Daerah

2 Juli 2026 | 18:33 WIB
Regional

Peringatan Hari Jadi Ke 109 Kota Tebing Tinggi : Wali Kota Paparkan Capaian Strategis dalam Paripurna DPRD Hingga Penyerahan Bantuan Pertanian 

2 Juli 2026 | 12:54 WIB
Siantar - Simalungun

Hadiri Syukuran Hari Bhayangkara ke-80, Bupati Simalungun: Kolaborasi yang Solid Akan Memperkuat Stabilitas Daerah

1 Juli 2026 | 17:26 WIB
Siantar - Simalungun

Bupati Simalungun Wujudkan Harapan Masyarakat: Ujung Padang Dapat Pembangunan Jalan Terbesar dalam Sejarah

27 Juni 2026 | 18:31 WIB
Siantar - Simalungun

Sekda Simalungun Buka Business Marching Kemitraan SPPG dan UMKM Pematang Siantar-Kabupaten Simalungun

26 Juni 2026 | 18:23 WIB
Inspirasi

PUSTAKA NOMMENSEN: Kebakaran Pasar Dwikora Bukan Hanya Musibah, tetapi Alarm Tata Kelola

25 Juni 2026 | 20:47 WIB
Siantar - Simalungun

Stand Terbaik Nasional, Kabupaten Simalungun Raih Juara I Lomba Stand PENAS XVII 2026 di Gorontalo

25 Juni 2026 | 20:32 WIB
Siantar - Simalungun

Bupati Simalungun Hadir di Nagori Pamatang Gajing: Pastikan Pelayanan Publik dan Pembangunan Menjangkau Hingga Nagori

25 Juni 2026 | 19:25 WIB
Regional

Buka Rakerda Kadin 2026, Wali Kota Tebing Tinggi Tekankan Kolaborasi Atasi Tantangan Ekonomi Daerah 

25 Juni 2026 | 18:07 WIB
Siantar - Simalungun

Kwarcab Gerakan Pramuka Simalungun Gelar Muscab 2026, Sekda: Gerakan Pramuka Harus Menjadi Benteng Pertahanan Moril

25 Juni 2026 | 17:20 WIB
Siantar - Simalungun

Sekda Simalungun Ajak Pelajar Mulai Menabung Sejak Dini

24 Juni 2026 | 18:12 WIB
Siantar - Simalungun

Bupati Simalungun Apresiasi Penguatan UMKM dan Ekonomi Kerakyatan di Acara Pembukaan Street Food Jilid 3 Kota Tua Gorontalo

22 Juni 2026 | 07:20 WIB
  • Redaksi
  • Policy
  • Terms
  • Pedoman

© 2020-2024 Aloling Simalungun

rotasi barak berita hari ini danau toba berita simalungun

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi

© 2020-2024 Aloling Simalungun

rotasi barak berita hari ini danau toba berita simalungun