Aloling Simalungun
  • Redaksi
  • Policy
  • Terms
  • Pedoman
Sabtu, 22 Agustus 2026
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi
No Result
View All Result
Aloling Simalungun
No Result
View All Result
  • SMSI
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi
Home Entertainment

Merawat Nalar Kritis di Tengah Krisis Demokrasi: Kelompok Cipayung Pematangsiantar Gelar Nobar Film “Pesta Babi”

by Redaksi
7 Mei 2026 | 16:16 WIB
in Entertainment
A A
Konsep Otomatis
ADVERTISEMENT
84
SHARES
105
VIEWS

P.Siantar, Aloling Simalungun

Kelompok Cipayung Kota Pematang Siantar yang terdiri dari berbagai organisasi diantaranya yaitu GMKI, GMNI, HMI menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) dan diskusi film PESTA BABI “Kolonialisme di Zaman Kita” sebagai ruang refleksi kritis terhadap kondisi demokrasi, kebebasan sipil, dan situasi sosial masyarakat saat ini,Rabu malam  (6/5/2026)

Kegiatan ini dihadiri oleh Pdt. Drs. Mardison Simanjorang, STh,M.Hum sebagai pemantik dalam sesi diskusi dan Ketua GMKI, GMNI, HMI sebagai penanggap. Nobar tersebut diadakan pada tanggal 6 Mei 2026 bertempat di Sekretariat GMNI Pematangsiantar serta menjadi wadah bagi mahasiswa, pemuda, serta masyarakat umum untuk bersama-sama membangun kesadaran kritis di tengah berbagai dinamika kebangsaan yang dinilai semakin memprihatinkan.

Ketua GMKI Pematangsiantar-Simalungun Yova Ivo Cordiaz Purba menyampaikan,

Film “Pesta Babi” dipilih karena dinilai mampu menghadirkan gambaran tentang ketimpangan kekuasaan, pembungkaman suara rakyat, serta berbagai persoalan kemanusiaan yang relevan dengan realitas hari ini terkhususnya di tanah papua.

“Film Pesta Babi menggambarkan situasi yang dihadapi masyarakat Papua hari ini, mulai dari intimidasi, eksploitasi sumber daya alam, perampasan ruang hidup masyarakat adat, hingga berbagai bentuk kekerasan yang kerap dibenarkan atas nama pembangunan dan stabilitas nasional.”

“Ruang-ruang diskusi harus kita rawat sebagai bagian dari upaya menjaga demokrasi agar tidak kehilangan arah. Demokrasi tidak hanya berbicara soal pemilu dan kekuasaan, tetapi juga menyangkut keberanian masyarakat dalam menyampaikan kritik, memperjuangkan keadilan, dan membela hak-hak rakyat.”

“Kegiatan ini menjadi ruang dialog untuk merawat nalar kritis generasi muda agar tidak apatis terhadap berbagai persoalan bangsa. Mahasiswa dan pemuda harus tetap menjadi kelompok yang peka terhadap ketidakadilan sosial dan ancaman terhadap demokrasi,”

“Diskusi yang berlangsung setelah pemutaran film menghadirkan berbagai pandangan dan refleksi dari peserta mengenai kondisi demokrasi, kebebasan berekspresi, hingga tantangan gerakan mahasiswa dan masyarakat sipil ke depan. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa ruang-ruang intelektual dan diskursus kritis masih sangat dibutuhkan di tengah situasi sosial politik yang terus berkembang.”

Selanjutnya Formateur/Ketua Umum HMI Cabang Pematangsiantar-Simalungun Raja Doli Lubis menyampaikan, Bahwa pemerintah pusat hingga hari ini dinilai belum mampu menghadirkan pembangunan yang benar-benar berpihak kepada masyarakat Papua.

“Yang terjadi justru eksploitasi hutan, pembungkaman terhadap suara-suara kritis, dan pendekatan represif yang memperlihatkan wajah kolonialisme modern negara terhadap rakyatnya sendiri,” tegasnya.

Ia juga menyoroti berbagai proyek pembangunan dan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dianggap tidak memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat adat Papua.

“Negara tidak bisa terus berlindung di balik narasi pembangunan nasional. Tanah Papua bukan tanah kosong. Jika pemerintah pusat tidak mampu menghadirkan kesejahteraan melalui proyek-proyek strategis tersebut, maka proyek itu perlu dievaluasi bahkan dihentikan,” ujarnya.

Menurutnya, kebijakan pembangunan seharusnya berpijak pada amanat konstitusi sebagaimana tercantum dalam Pasal 33 Ayat (3) UUD 1945 yang menyatakan bahwa bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

“Faktanya hari ini, banyak kebijakan yang justru menjauh dari semangat konstitusi. Kekayaan alam Papua terus diambil, tetapi masyarakatnya masih hidup dalam ketimpangan dan ketidakadilan,”

Kemudian Ketua Terpilih DPC GMNI Pematangsiantar Nicho Gurning menyampaikan, Eskalasi situasi di Bumi Cenderawasih Papua, yang kian hari kian menjadi panggung kontestasi kekuatan imperialisme modern, maka kami DPC GMNI Pematangsiantar menyatakan dengan tegas:

​”Bahwa apa yang terjadi di Papua hari ini bukanlah sekadar persoalan keamanan atau integrasi wilayah semata, melainkan merupakan manifestasi nyata dari Neokolonialisme (Nekolim) yang sedang mencoba mengoyak tubuh Proklamasi. Hari ini, sistem penghisapan itu bekerja secara Legal di Bumi Papua, memanipulasi konflik demi menguras kekayaan alam di balik selimut isu kemanusiaan dan politik pecah belah.”

​”Menghadapi gempuran Nekolim tersebut, GMNI Pematangsiantar menegaskan bahwa satu-satunya jalan keselamatan bagi rakyat Papua adalah dengan mengimplementasikan yakni TRISAKTI.

Berdaulat Dalam Politik Bahwa penyelesaian masalah Papua harus bersih dari dikte dan intervensi asing. Kedaulatan politik harus dikembalikan ke tangan rakyat Papua dalam bingkai persatuan nasional yang setara, bukan melalui kebijakan yang represif maupun tunduk pada kepentingan geopolitik global.”

“GMNI menolak keras eksploitasi sumber daya alam Papua yang hanya memperkaya korporasi multinasional sementara rakyat Marhaen di Papua tetap berkubang dalam kemiskinan. Papua harus Berdikari; kekayaan Cenderawasih harus dikelola oleh tangan-tangan anak bangsa untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat Papua, bukan menjadi upeti bagi kekuatan kapitalisme internasional.” Tutupnya.

Kelompok Cipayung Kota Pematangsiantar berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi langkah kecil dalam membangun kesadaran kolektif, memperkuat solidaritas, serta menumbuhkan keberanian moral untuk terus menyuarakan kebenaran dan keberpihakan terhadap masyarakat yang tertindas.

“Demokrasi yang sehat lahir dari masyarakat yang berani berpikir, bersuara, dan bergerak bersama menjaga nilai-nilai keadilan.“(rel)

Tags: babifilmnobar
Share34Tweet21SendShare
ADVERTISEMENT

Berita Terkait

Entertainment

Aklamasi, Rivay Bakkara Kembali Pimpin SMSI Siantar-Simalungun 2026-2029

by Redaksi
10 Agustus 2026 | 15:13 WIB
0

P.Siantar, Aloling Simalungun Secara Aklamasi Rivay Nicholson Bakkara terpilih kembali memimpin Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Pematangsiantar-Kabupaten Simalungun Periode...

Read more
Entertainment

PP 59 Siantar–Simalungun Resmi Dilantik, Siap Bersinergi Membangun Daerah

by Redaksi
18 Juli 2026 | 18:14 WIB
0

P.Siantar, Aloling Simalungun Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Pemuda Perintis 59 (PP59) Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun resmi dilantik dalam suasana...

Read more
Entertainment

Berkunjung ke Kecamatan Hatonduhan, Bupati Simalungun Siapkan Program Prioritas

by Redaksi
17 Juli 2026 | 18:26 WIB
0

Simalungun, Aloling Simalungun Bupati Simalungun Dr. H. Anton Achmad Saragih melaksanakan kunjungan kerja ke Nagori Saribu Asi, Kecamatan Hatonduhan pada...

Read more
Entertainment

Berkunjung ke Kecamatan Raya: Bupati Simalungun Luncurkan Program Prioritas

by Redaksi
16 Juli 2026 | 19:59 WIB
0

Simalungun, Aloling Simalungun  Bupati Simalungun Dr. H. Anton Achmad Saragih didampingi jajaran pimpinan perangkat daerah melaksanakan kunjungan kerja ke Kecamatan...

Read more

Berita Terbaru

Siantar - Simalungun

Sambut Hangat Kunjungan Kompolnas, Wakil Bupati Simalungun: Kolaborasi Polri dan Pemerintah Hasilkan Kebaikan Bagi Masyarakat

19 Agustus 2026 | 19:51 WIB
Regional

Serahkan SK Program Indonesia Pintar, Wali Kota Tebing Tinggi Minta Kepala Sekolah Bekerja Adaptif dan Berintegritas 

19 Agustus 2026 | 19:50 WIB
Siantar - Simalungun

Wakil Bupati Simalungun Sambut Hangat Kunjungan Kerja Pangdam I/Bukit Barisan: Pererat Hubungan Pemerintah dan TNI

19 Agustus 2026 | 16:44 WIB
Siantar - Simalungun

Dua Hari Pencarian, Korban Hanyut di Sungai Tanjung Pinggir Berhasil Ditemukan

19 Agustus 2026 | 16:37 WIB
Siantar - Simalungun

BPBD Simalungun Gerak Cepat Bantu Tim Gabungan Pencarian Anak Hanyut di Sungai Tanjung Pinggir

18 Agustus 2026 | 20:40 WIB
Regional

Serahkan SK Program Indonesia Pintar, Wali Kota Tebing Tinggi Minta Kepala Sekolah Bekerja Adaptif dan Berintegritas 

18 Agustus 2026 | 18:55 WIB
Siantar - Simalungun

Bupati Simalungun Apresiasi Paskibraka 2026, Sukses Laksanakan Tugas

18 Agustus 2026 | 06:13 WIB
Regional

Wali Kota Tebing Tinggi Pimpinan Upacara Peringatan HUT RI ke 81 di Lapangan Merdeka 

17 Agustus 2026 | 18:46 WIB
Siantar - Simalungun

Upacara Peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI di Kabupaten Simalungun Berjalan Khidmat, Disaksikan Ribuan Masyarakat

17 Agustus 2026 | 15:58 WIB
Regional

Semarak HUT RI ke 81, Ribuan Warga Tebing Tinggi Padati Lapangan Merdeka 

16 Agustus 2026 | 18:39 WIB
Siantar - Simalungun

Bupati Simalungun Hadiri Rapat Paripurna DPRD, Simak Pidato Presiden RI

14 Agustus 2026 | 18:45 WIB
Siantar - Simalungun

Kukuhkan 50 Anggota Paskibra, Bupati Simalungun: Laksanakan Tugas dengan Penuh Tanggung Jawab

14 Agustus 2026 | 18:38 WIB
  • Redaksi
  • Policy
  • Terms
  • Pedoman

© 2020-2024 Aloling Simalungun

rotasi barak berita hari ini danau toba berita simalungun

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi

© 2020-2024 Aloling Simalungun

rotasi barak berita hari ini danau toba berita simalungun