Banten, Aloling Simalungun
Dewan Pimpinan Cabang Pemangku Adat dan Cendekiawan Simalungun (DPC-PACS) Banten menggelar Seminar Adat Simalungun tahap II dan Tutorial Manorto Jumat 2 Oktober 2026 sampai dengan Minggu 4 Oktober 2026 di Hotel Beth Kasegaran Theresia, Megamendung, Bogor.
Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 70 peserta yang terdiri dari Pengurus DPC-PACS Banten, Perwakilan Paguyuban marga Simalungun, serta sejumlah tokoh Simalungun Banten dan dihadiri juga Prof. Dr. Ir. Bungaran Saragih, M.Ec., mantan Menteri Pertanian RI Kabinet Gotong Royong dan Kabinet Indonesia Bersatu, yang juga merupakan Penasehat Presidium DPP PACS, Dr. Med. Sarmedi Purba, Sp.O.G., Ketua Umum Presidium DPP PACS; Prof. Dr. Bintan R. Saragih, S.H., M.H. Drs. Marim Purba (Walikota Pematangsiantar periode 2000–2005) serta para penasehat DPC PACS Banten Ir. Jhankandi Saragih, M.M, Dr. Friens Sinaga, Sp.JP., dan Djapaten Purba, BME.
Hadir juga Rohdian Purba, S.Si. M.Si. dari Bidang Adat Budaya DPP PACS; Ketua PACS DKI Jakarta Jacob Saragih, Ketua PACS Bogor Dewiljon Sipayung, serta Ketua PACS Bandung Marintan Purba.
Ketua DPC PACS Banten, Drs. Maruli Girsang, bersama Sekretaris Nomerinson Purba, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan moril maupun materil, khususnya para tokoh Simalungun, donatur, anggota DPC PACS Banten, seluruh panitia, serta manajemen dan kru Hotel Beth Kasegaran Theresia.
Selanjutnya Ketua Panitia, Agendi Sinaga, A.Md, menyampaikan harapan agar kegiatan tersebut dapat menjadi bagian dari upaya menjaga dan melestarikan Budaya Simalungun sebagai bagian dari kekayaan budaya nasional serta mendukung penghormatan terhadap kearifan lokal dan program pemerintah, khususnya di Provinsi Banten.
Pada akhirnya, kita perlu menyadari bahwa pelestarian adat bukan pekerjaan satu generasi dan bukan pula tanggung jawab satu lembaga merupakan tanggung jawab moral setiap generasi yang menerima warisan tersebut. Setiap generasi sesungguhnya hanya meminjam kebudayaan dari leluhurnya untuk diwariskan kepada generasi setelahnya ujar Agendi Sinaga AMd.
Ketua DPP-PACS Dr.Sarmedi Purba SPOG mengingatkan bahwa Adat bukan sekadar rangkaian upacara, adat adalah pengetahuan kolektif yang mengatur bagaimana manusia menempatkan dirinya terhadap Tuhan, sesama manusia, keluarga, lingkungan, masyarakat, dan leluhurnya.
Di dalam adat terdapat nilai tanggung jawab, penghormatan, kepatutan, keseimbangan, solidaritas, serta tata hubungan sosial yang membentuk karakter sebuah komunitas.
Dikatakan Dr.Sarmedi Purba SPOG Adat dan hukum beserta aturan-aturannya telah menjadi salah satu fondasi yang membingkai harmoni kehidupan masyarakat Indonesia dalam keberagaman, Pluralisme dan kebhinekaan Indonesia tidak akan menjadi kekuatan, apabila setiap kebudayaan justru kehilangan akar identitasnya.
Dalam konteks tersebut, Budaya dan Adat Simalungun sebagai warisan leluhur merupakan bagian dari kekayaan budaya bangsa Indonesia, Yang harus dipelihara, dilestarikan, dikembangkan, dikaji, dan diwariskan kepada generasi berikutnya agar tidak berhenti sebagai kenangan masa lalu, tetapi tetap menjadi sumber pengetahuan dan identitas bagi generasi masa kini dan masa depan ujarnya.
Pelestarian budaya akan semakin kuat apabila dilakukan melalui dialog dan kerja sama, bukan melalui eksklusivitas. Sebab kebudayaan yang hidup adalah kebudayaan yang dipahami oleh generasinya, dihormati lingkungannya, dan mampu berdialog dengan perkembangan zaman pungkas Dr.Sarmedi Purba SPOG.(tp)





