Aloling Simalungun
  • Redaksi
  • Policy
  • Terms
  • Pedoman
Jumat, 5 Juni 2026
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi
No Result
View All Result
Aloling Simalungun
No Result
View All Result
  • SMSI
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi
Home Siantar - Simalungun

Penerima Sugu Hati PTPN 3 Bertambah, Perlawanan Futasi Mulai  Kendor? 

by Redaksi
23 Oktober 2022 | 13:42 WIB
in Siantar - Simalungun
A A
ADVERTISEMENT
34
SHARES
43
VIEWS

P.Siantar, Aloling Simalungun

Gencarnya upaya pengambialihan (okupasi) lahan HGU PTPN 3 di Kelurahan Bah Sorma dan Gurilla, Kecamatan Siantar Sitalasasi Kota Siantar, membuat perlawanan warga penggarap dari  Forum Tani Sejahtera Indonesia (Futasi) mulai kendor?

Kendornya perlawanan Futasi diketahui karena tak segencar hari pertama saat PTPN 3 melakukan okupasi, Selasa (18/10/2022). Berani menerobos barisan pengaman dari Satpam PTPN 3 dan personel Polri serta TNI. Nekad menghalang alat berat PTPN 3 yang membersihkan tanaman palawija dan taman keras lainnya di tanah garapan.

Kemudian, disebut-sebut juga karena semakin banyak yang mendaftar untuk menerima sugu hati atau uang pengganti bangunan dan tanaman. Selanjutnya, siap  meninggalkan lahan garapan yang sudah dikuasai selama 18 tahun itu.

Menurut pihak PTPN 3, warga Futasi yang sudah menerima sugu hati dan meninggalkan lahan garapan tahun 2021, sebanyak 17 orang. Kemudian, sampai, Sabtu (22/10/2022), jumlahnya terus bertambah menjadi 109 kepala keluarga. Sedangkan menurut versi Futasi ada 250 kepala keluarga sebagai penggarap.

“Ya, jumlah warga Futasi yang mendaftar untuk menerima sugu hati terus bertambah sampai  109 kepala keluarga. Sedangkan yang sudah menerima uang pindah Rp 5 juta masih tiga kepala keluarga,” Asisten Personalia Kebun Bangun yang juga Humas PTPN 3, Donni Manurung, Minggu (23/10/2022).

Rp 5 juta itu dikatakan berbentuk uang sewa rumah agar penggarap memiliki uang untuk segera pindah. Sedangkan uang sugu hati berupa pengganti bangunan dan tanaman,  diserahkan besok, Selasa (25/10/2022). Selanjutnya. Rabu, (26/10/2022) akan diinformasikan secara terbuka tentang batas waktu pendaftaran tentang sugu hati.

Diinformasikan, sampai Sabtu (22/10/2022), bibit sawit yang sudah ditanam sebanyak 1.823 batang di atas  lahan 12,74 hektar. Sehingga, total yang sudah ditanam  sebanyak 8.278 batang di  lahan 57,88 hektar dari 66,06 hektar lahan HGU PTPN 3 di Kelurahan Bah Sorma dan Gurilla.

Dijelaskan juga, alat berat yang berada di lokasi penyelamatan asset negara seperti 8 unit eskapator, satu di antaranya rusak dan  5  dozer juga satu di antaranya rusak. Sedangkan 4 holdiger tidak ada yang rusak.

“Kalau hari Minggu ini, kita tidak ada melakukan kegiatan tapi, Senin (24/10/2022) upaya okupasi dengan melakukan pembersihan tanaman penggarap akan dibersihkan lagi dan dilakukan juga penanaman bibit sawit,” ujar Donni.

Pada kesempatan sebelumnya, Jonar Sihombing sebagai Ketua Futas imengatakan,  lahan yang mereka duduki di Kelurahan Bah Sorma dan Gurilla merupakan lahan eks HGU PTPN 3. Karena itu, mereka berani mengusahainya menjadi lahan pertanian.

Namun, terkait upaya perlawanan yang mereka lakukan menghalang alat berat yang membersihkan tanaman di areal tanah garapan, memang tidak segencar pada hari pertama dan kedua okpuasi, Selasa (18/10/2022) dan Rabu (19/10/2022).

“Alat berat sudah menghabiskan tanaman kita. Kalau melawan, ya kita tetap melawan. Tapi tak ada artinya juga. Kalau tidak ada  Polisi yang berpihak kepada PTPN 3, masih lumayan. Karena itu,  ada yang berhenti sebagian karena memang tidak seimbang. Gimanalah, tapi kita tetap melawan,”  ujar Jonar Sihombing melalui telepon seluler.

PERLAWAN FUTASI

Sebelumnya, seorang ibu rumah tangga, Juli ditemani warga lainnya mengaku kuburan anaknya berusia 5 tahun diratakan alat berat. Hal itu disampaikan saat mendatangi pihak PTPN 3 yang juga dihadiri Kapolres Siantar, AKBP Fernando di depan kantor unit Kebun Bangun PTPN 3, Kelurahan Bah Sorma, di sekitar lahan HGU PTPN 3, Rabu (19/10/2022).

Untuk itu, Asisten Personalia Kebun BangunPTPN 3, mengatakan, kegiatan PTPN 3 untuk  membersihkan lahan yang ditanami masyarakat di atas lahan HGU PTPN 3. Kalau ada objek yang dikatakan kuburan, itu diluar sepengetahuan operator apalagi tidak ada tanda-tanda tanah wakaf.

“Kalau ibu bilang kuburan, tapi tak ada tanda-tanda. Kalau begitu, kita gali dan kita kita pindahkan. Kami siap melaksanakan adat istiadat, kita menghargai itu,” ujar Doni lagi menawarkan solusi dan pihak PTPN 3 siap melaksanakannya.

Menganggapi pernyataan itu, perdebatan soal kuburan akhirnya reda. Kemudian,  warga meminta kepada  PTPN 3 menghentikan okupasi yang menurut warga tanpa pemberitahuan dan lahan yang sudah dikelola warga Futasi itu dikatakan eks HGU PTPN 3.

Selanjutnya, karena mengaku tidak ada pejabat Pemko Siantar perduli dengan Futasi, malam harinya, Rabu (19/10//2022), puluhan warga bergelimpangan melakukan aksi tidur di Jalan Merdeka depan kantor Wali Kota Siantar sampai subuh, Kamis (20/10/2022).

Salah seorang warga Futasi, Tiomerli br Sitinjak mengatakan, mereka melakukan  aksi damai untuk bisa bertemu Wali Kota. “Kami sedang menangis karena tanaman kami dirusak dan dihancurkan dan kami tak mengerti mengadu kepada siapa. Kami datang supaya pejabat di Siantar mengetahui ada penderitaan yang dialami masyarakatnya,” ujarnya.

Namun, malam itu, Wali Kota  yang diminta datang untuk menghentikan okupasi  tidak juga datang. “Kami orang miskin. Kami ingin Wali Kota memperhatikan. Pak Jokowi Presiden kami!  Dengarkan kami, kami dirampas oleh mavia tanah,” teriak ibu  tersebut lagi.

Pagi harinya, Kamis (20/10/2022) setelah kaum ibu memasak air panas dan merebus ubi untuk serapan,  aksi berpindah ke trotoar depan pintu gerbang keluar kantor Wali Kota. Jaraknya hanya berjarak beberapa meter dari videotron yang kerap menanyangkan gambar Wali Kota.

Namun, karena pintu gerbang tetap ditutup dan suara memanggil Wali Kota Susanti   Dewayani seperti percuma, sekitar jam 08.30 Wib, warga akhirnya bergerak meninggalkan  lokasi. Kembali ke tanah garapan yang sudah mereka kelola selama 18 tahun.

Pihak PTPN 3 melalui Doni Manurung mengatakan,  pengambilalihan (okupasi) lahan yang dikuasi Futasi merupakan aksi penyelamatan asset negara. Karena PTPN 3 memiliki HGU yang sah dan  berakhir 2029. Bahkan, itu sudah diakui  Badan Pertanahan Nasional (BPN). (In)

Tags: bertambahfokratsuguhati
Share14Tweet9SendShare
ADVERTISEMENT

Berita Terkait

Siantar - Simalungun

Pangulu Bandar Betsy Gerak Cepat Selesaikan Polemik Penyaluran BLT

by Redaksi
4 Juni 2026 | 10:20 WIB
0

Simalungun, Aloling Simalungun Permasalahan  penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang sempat mencuat di Nagori Bandar Betsy I, Kecamatan Bandar Huluan,...

Read more
Siantar - Simalungun

ASN Pemkab Simalungun Melaksanakan Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026: Refleksi Memastikan Pancasila Tetap Menyala

by Redaksi
1 Juni 2026 | 20:09 WIB
0

Simalungun, Aloling Simalungun Halaman Kantor Bupati Simalungun tampak khidmat dan penuh semangat pada Senin pagi ini. Berbaris rapi dalam barisan...

Read more
Siantar - Simalungun

Penyembelihan Hewan Qurban Warga Lingkungan III Kelurahan Simarito Berjalan Lancar

by Redaksi
28 Mei 2026 | 09:28 WIB
0

P.Siantar, Aloling Simalungun Pelaksanaan penyembelihan hewan qurban warga lingkungan III  Kelurahan Simarito Kota Pematang Siantar Rabu (27/5/2026) berjalan dengan lancar....

Read more
Siantar - Simalungun

Terima Kunjungan Pemkab Aceh Utara, Pemkab Simalungun Bantu Penanganan Bencana

by Redaksi
25 Mei 2026 | 17:37 WIB
0

Simalungun, Aloling Simalungun Suasana hangat dan penuh rasa persaudaraan menyelimuti ruang rapat Kantor Bupati Simalungun, Pamatang Raya, Sumatera Utara, saat...

Read more

Discussion about this post

Berita Terbaru

Siantar - Simalungun

Pangulu Bandar Betsy Gerak Cepat Selesaikan Polemik Penyaluran BLT

4 Juni 2026 | 10:20 WIB
Regional

Tekan Resiko Kecelakaan Perlintasan Sebidang Kereta Api, Pemko Tebing Tinggi Siapkan Langkah Konkret

3 Juni 2026 | 17:55 WIB
Nasional

ABPEDNAS Cetak Sejarah, Raih 100 Ribu Anggota Bertepatan Hari Lahir Pancasila 2026

2 Juni 2026 | 19:24 WIB
Entertainment

Parsadaan Purba Pakpak Boru Panogolan (P3BP) Gelar Rakernas di Siantar  

1 Juni 2026 | 20:17 WIB
Siantar - Simalungun

ASN Pemkab Simalungun Melaksanakan Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026: Refleksi Memastikan Pancasila Tetap Menyala

1 Juni 2026 | 20:09 WIB
Entertainment

Erik Tarigan : Anak Siantar Abetnego Tarigan Sangat Perduli dengan Siantar – Simalungun 

1 Juni 2026 | 10:35 WIB
Regional

Pemko Tebing Tinggi Raih Opini WTP Delapan Kali Berturut-Turut, Walikota: Jadikan Motivasi Pembangunan Kota yang Lebih Baik 

29 Mei 2026 | 18:50 WIB
Entertainment

Anak Siantar David Sotar Karter Pardosi Pengusaha Muda  yang Merambah Hingga ke Luar Pulau Sumatera 

28 Mei 2026 | 18:57 WIB
Siantar - Simalungun

Penyembelihan Hewan Qurban Warga Lingkungan III Kelurahan Simarito Berjalan Lancar

28 Mei 2026 | 09:28 WIB
Entertainment

Pengurus Lokal Badan Kerjasama PGI-GMKI Pematang Siantar-Simalungun Periode 2026-2031 Resmi Dilantik

25 Mei 2026 | 20:53 WIB
Siantar - Simalungun

Terima Kunjungan Pemkab Aceh Utara, Pemkab Simalungun Bantu Penanganan Bencana

25 Mei 2026 | 17:37 WIB
Regional

Perkuat Pelayanan Publik Berbasis Digital, Pemko Tebing Tinggi dan Pemko Tanjung Balai Jalin Kerjasama Strategis

22 Mei 2026 | 20:06 WIB
  • Redaksi
  • Policy
  • Terms
  • Pedoman

© 2020-2024 Aloling Simalungun

rotasi barak berita hari ini danau toba berita simalungun

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi

© 2020-2024 Aloling Simalungun

rotasi barak berita hari ini danau toba berita simalungun