Aloling Simalungun
  • Redaksi
  • Policy
  • Terms
  • Pedoman
Sabtu, 5 September 2026
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi
No Result
View All Result
Aloling Simalungun
No Result
View All Result
  • SMSI
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi
Home Regional

Optimalisasi Lahan Tidur di Kebun Teh Bah Butong PTPN IV Regional II Telah Melalui Kajian Mendalam

by Redaksi
15 Juli 2025 | 14:00 WIB
in Regional
A A
26
SHARES
33
VIEWS

Medan, Aloling Simalungun

PTPN IV Regional II memastikan optimalisasi sebagian areal diberakan kebun teh di Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, telah melalui kajian mendalam dari segala aspek. Optimalisasi ini diharap menggenjot produktivitas Perusahaan sehingga dapat berkontribusi lebih banyak lagi bagi masyarakat dan negara.

Menurut Kepala Bagian Sekretariat dan Hukum PTPN IV Regional II Muhammad Ridho Nasution, kebijakan Perusahaan telah melalui kajian mendalam dan menyeluruh. Baik dari sisi bisnis, sosial maupun lingkungan.

“Langkah optimalisasi ini bukan bentuk konversi total kebun teh ke kelapa sawit. Ini murni bagian dari strategi tata kelola aset agar lahan yang sebelumnya tidak produktif bisa kembali memberikan manfaat tanpa merusak atau menggantikan fungsi utama kebun teh yang sudah ada. Sekali lagi kami tegaskan tidak ada kebijakan untuk mengonversi seluruh areal kebun teh menjadi kelapa sawit,” ujar Ridho kepada awak media, Minggu (13/2025).

Lahan diberakan disebut juga sebagai lahan tidur. Diversifikasi tanaman teh ke kelapa sawit di area lahan ini merupakan bagian dari strategi Perusahaan dalam mengelola aset tanpa mengabaikan pengembangan teh sebagai komoditas utama unit usaha Kebun Teh Butong dan Kebun Teh Sidamanik.

Menurut Ridho, areal lahan dibiarkan tanpa pengelolaan justru menyimpan potensi kerugian yang besar. Selain tidak memberikan keuntungan finansial, pemberaan yang berkepanjangan juga berisiko memicu penguasaan ilegal oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab.

Dari hasil kajian internal, lanjut Ridho, penanaman teh di area diberakan cukup berat mengingat terus naiknya ongkos produksi teh. Oleh karena itu, PTPN IV Regional II mengambil langkah optimalisasi melalui opsi yang berkelanjutan dan sah. Langkah ini akan dilakukan tanpa mengganggu eksistensi kebun teh.

“PTPN IV Regional II tetap berkomitmen menjaga, mengembangkan dan meningkatkan kualitas komoditas teh yang menjadi bagian penting dari sejarah dan identitas Perusahaan,” ujarnya.

Sepanjang dua tahun terakhir, unit usaha kebun teh milik PTPN IV Regional II menunjukkan lonjakan performa yang signifikan dan telah mencetak berbagai prestasi membanggakan di tingkat nasional. Teranyar keberhasilan Teh Butong memenangkan National Tea Competition (NTC) 2025 di Yogyakarta pada 22 Mei 2025. Dalam ajang kompetisi bergengsi tersebut, Pabrik Teh Tobasari PTPN IV Regiona II juga keluar sebagai salah satu pemenang.

Tak hanya itu, sepanjang tahun 2024, unit Kebun dan Pabrik Teh PTPN IV Regional II juga sukses menyabet penghargaan Turn Around Terbaik, sebuah apresiasi untuk unit-unit usaha non-core PTPN IV PalmCo yang berhasil bangkit dari keterpurukan. Setelah lebih dari dua dekade menghadapi tantangan berat dalam profitabilitas, Kebun Teh Bah Butong berhasil mencetak laba positif untuk pertama kalinya sejak 25 tahun terakhir, tepatnya hingga Mei 2025.

Produk teh PTPN IV Regional II, yakni Teh Butong dan Teh Tobasari, kini juga telah menjangkau pasar yang lebih luas dan masuk dalam segmen premium. Produk ini telah dipercaya menjadi sajian eksklusif di sejumlah hotel ternama, termasuk Hotel Sinabung Hills Berastagi di Kabupaten Karo.

Sebagai bagian dari strategi diversifikasi dan optimalisasi aset, PTPN IV Regional II juga tengah mengembangkan kawasan ekowisata berbasis kebun teh di Kebun Bah Butong dan Kebun Teh Sidamanik. Kawasan ini memadukan keindahan alam, edukasi agrikultur dan pengalaman wisata perkebunan untuk menarik kunjungan wisatawan lokal maupun nasional.

Langkah ini diharap tidak hanya menciptakan nilai tambah ekonomi. Tetapi juga membuka peluang usaha bagi masyarakat sekitar serta memperkuat posisi teh sebagai bagian dari kekayaan budaya dan lingkungan di Sumatera Utara.

Prestasi-prestasi di atas, menurut Ridho, menjadi simbol keberhasilan transformasi dan restrukturisasi manajemen dalam membangkitkan kembali kejayaan teh sebagai komoditas unggulan.

“Semua ini menunjukkan bahwa kami tetap serius membangun dan mengembangkan teh sebagai bagian dari komoditas unggulan. Selama ini, lahan diberakan menjadi beban biaya pemeliharaan dan penjagaan, tidak sehat secara ekonomi. Sedangkan dengan langkah optimalisasi, aset Perusahaan bisa kembali berfungsi sekaligus menekan potensi konflik dan penguasaan liar,” ujar Ridho.

Lebih lanjut, Ridho mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak akurat. Perusahaan memastikan bahwa semua kebijakan dilandasi itikad baik dan selalu mengedepankan prinsip keberlanjutan. Sebagai bagian dari BUMN, PTPN IV Regional II juga memastikan setiap langkah yang diambil didasarkan atas hasil kajian ilmiah dan praktik terbaik di industri perkebunan. Termasuk analisis dampaknya terhadap ekosistem, efektivitas biaya dan kesinambungan usaha.

“Kami menyadari bahwa pengelolaan lahan tidak bisa dilakukan sembarangan. Oleh karena itu kami berharap dukungan dari seluruh pihak, baik pemerintah daerah, tokoh masyarakat, media, maupun akademisi agar program optimalisasi ini bisa berjalan sukses,” ujar Ridho.

Menurut Manajer Unit Teh PTPN IV PalmCo Armansyah Putra Siregar, dari total sekitar 6.230 hektare kebun teh Perusahaan, hanya sekitar 130 hektare yang masuk dalam program optimalisasi. Secara teknis, lahan diberakan tersebut dinilai tidak lagi produktif dan bernilai ekonomi tinggi jika tetap ditanami teh.

Langkah optimalisasi ini, kata Armansyah, telah memedomani peraturan perundangan yang berlaku serta telah dikaji dan mendapat atensi Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Sebelum pelaksanaan, lanjut Armansyah, manajemen kebun telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah setempat pada 5 Juli 2025.

“Semua proses kami tempuh secara terbuka dan legal. Kami ajukan izin ke pemerintah daerah, revisi dokumen lingkungan, hingga mendapat persetujuan teknis dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Simalungun. Kami sangat memahami bahwa kawasan Sidamanik memiliki nilai ekologis dan sosial yang penting. Karena itu pendekatan kami selalu berbasis data dan dialog,” ujarnya mengakhiri.(rel)

 

Tags: lahanoptimalisasitidur
Share10Tweet7SendShare
ADVERTISEMENT

Berita Terkait

Regional

Wali Kota Tebing Tinggi Hadiri Rakor Regional Sumatera, Pemko Mantapkan Sinergi Lintas Sektor Kejar Target Zero Stunting 

by Redaksi
27 Agustus 2026 | 20:04 WIB
0

Tebing Tinggi, Aloling Simalungun Wali Kota Tebing Tinggi, H. Iman Irdian Saragih, menghadiri Rapat Koordinasi Teknis dan Advokasi Pencegahan dan...

Read more
Regional

Yonif TP 905–Nommensen Bersinergi Mengembangkan Potensi Garam Rakyat untuk Ketahanan Pangan

by Redaksi
22 Agustus 2026 | 20:42 WIB
0

Manduamas, Aloling Simalungun Upaya memperkuat ketahanan pangan melalui pemanfaatan potensi sumber daya lokal terus didorong melalui kolaborasi antara Yonif TP...

Read more
Regional

SMSI Sumut Apresiasi Tim Riset UMA dan UISU Terkait Implementasi SEO Hasilkan Desain Model UKW Media Siber

by Redaksi
22 Agustus 2026 | 16:14 WIB
0

Medan, Aloling Simalungun Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Sumut mengapresiasi tim riset yang meneliti desain model Uji Kompetensi Wartawan...

Read more
Regional

Peringatan HIM, Wali Kota TebingTinggi Ajak Pelajar Budayakan Menabung Sejak Dini

by Redaksi
21 Agustus 2026 | 18:44 WIB
0

Tebing Tinggi, Aloling Simalungun Wali Kota Tebing Tinggi, H. Iman Irdian Saragih, mengajak para siswa untuk menerapkan budaya menabung sejak...

Read more

Berita Terbaru

Siantar - Simalungun

APPSI Siap Kerja Sama dengan Pemerintah dalam Tangani PKL

3 September 2026 | 17:54 WIB
Siantar - Simalungun

Kejari Simalungun Peringati HUT Kejaksaan RI ke – 81

2 September 2026 | 16:25 WIB
Inspirasi

Kapolres Pematang Siantar Silaturahmi dengan Tokoh Adat Simalungun. 

2 September 2026 | 08:08 WIB
Inspirasi

HUT ke 62 GKPI Siantar Kota, Partisipasi Jemaat Luar Biasa,  Syabas Mar GKPI

1 September 2026 | 13:58 WIB
Siantar - Simalungun

Pemkab Simalungun Promosikan Produk Unggulan Daerah di Apkasi Otonomi Expo 2026

28 Agustus 2026 | 18:39 WIB
Regional

Wali Kota Tebing Tinggi Hadiri Rakor Regional Sumatera, Pemko Mantapkan Sinergi Lintas Sektor Kejar Target Zero Stunting 

27 Agustus 2026 | 20:04 WIB
Inspirasi

Menurut Dr.Sarmedi Purba SPOG Sebaiknya Kepemimpinan Prof.Dr.Sarintan Damanik S.hut sebagai Rektor USI Dilanjutkan 

27 Agustus 2026 | 10:00 WIB
Inspirasi

PMS Simalungun: Jangan Ada Lagi Pejabat yang Tidak Paham, Siantar-Simalungun Adalah Tanoh Simalungun

26 Agustus 2026 | 19:50 WIB
Siantar - Simalungun

Pemkab Simalungun dan Bank Sumut Perkuat Sinergi Pengelolaan Keuangan Daerah dan Transformasi Digital

26 Agustus 2026 | 18:42 WIB
Siantar - Simalungun

Bupati Simalungun: Pentingnya Sinergi Pemerintah Pusat, Daerah, BUMN, Dunia Usaha dan Masyarakat

26 Agustus 2026 | 17:37 WIB
Siantar - Simalungun

Launching QRIS Dinamis, QRISPATI dan Smart Cash di Simalungun, Perkuat Wujudkan Digitalisasi Daerah

24 Agustus 2026 | 19:20 WIB
Inspirasi

Ketum HIMAPSI Dian G Purba Tambak MSi Nilai Kapolres Siantar Belum Tunjukkan Pemahaman akan Budaya 

23 Agustus 2026 | 13:05 WIB
  • Redaksi
  • Policy
  • Terms
  • Pedoman

© 2020-2024 Aloling Simalungun

rotasi barak berita hari ini danau toba berita simalungun

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi

© 2020-2024 Aloling Simalungun

rotasi barak berita hari ini danau toba berita simalungun