P.Siantar, Aloling Simalungun
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI Provinsi Sumatera Utara (Siantar-Simalungun) Hardiknas tidak hanya sekadar ajang seremonial, tetapi menjadi pengingat tentang tugas besar dalam membangun sumber daya manusia yang unggul.S.Pd., S.ST., M.AP., bertindak sebagai pembina upacara memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di SMA Negeri 1 Kota Pematangsiantar, Sabtu (02/05/2026) sekitar pukul 07.30 WIB.
August Sinaga dalam amanatnya menyampaikan, bahwa Hardiknas tidak hanya sekadar ajang seremonial, tetapi menjadi pengingat tentang tugas besar dalam membangun sumber daya manusia yang unggul.
Dalam kesempatan tersebut, Augus Sinaga membacakan naskah pidato Menteri Dikdasmen RI, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed.
sebagai representasi pesan resmi dari pusat kepada seluruh insan pendidikan di daerah.
Beberapa point penting yang disampaikan antara lain, Fokus “Deep Learning”, pendekatan baru untuk meningkatkan kualitas di dalam kelas.
Untuk kesejahteraan guru, beasiswa S1 untuk 150.000 guru di tahun 2026 dan kenaikan tunjangan sertifikasi yang ditransfer langsung setiap bulan.
Fasilitas Digital, Pembagian papan interaktif digital ke ratusan ribu sekolah.
Karakter & Sekolah ASRI: Menciptakan lingkungan sekolah yang Aman, Sehat, Resik, dan Indah, serta bebas dari perundungan (bullying). Untuk Makan Bergizi Gratis sebagai bagian dari penguatan karakter siswa.
“Menekankan prinsip 3M, keberhasilan pendidikan bergantung pada Mindset yang maju, Mental yang kuat, dan Misi yang lurus,” pungkas August Sinaga.
Upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 di SMA Negeri 1 Pematangsiantar ditutup dengan penuh khidmat. Seluruh rangkaian kegiatan yang berlangsung tertib dan sarat makna ini menjadi refleksi bersama akan pentingnya pendidikan sebagai fondasi masa depan bangsa.
Momentum Hardiknas ini menjadi pengingat bahwa kemajuan bangsa dimulai dari ruang-ruang kelas, dari generasi muda yang terus ditempa untuk menjadi insan berilmu, berakhlak, dan berdaya saing tinggi.
Diharapkan seluruh peserta baik siswa, guru, maupun tenaga kependidikan dapat menginternalisasi pesan yang disampaikan, serta terus menumbuhkan semangat belajar, disiplin, dan karakter unggul dalam kehidupan sehari-hari.
Pantauan di lokasi, upacara berlangsung khidmat dengan sentuhan budaya yang ada di Kota Pematangsiantar, seluruh peserta upacara mengenakan pakaian yang dipadukan dengan ulos di pundak. Nuansa etnik terasa kuat, menciptakan suasana sakral dan penuh makna.(rel)






