Aloling Simalungun
  • Redaksi
  • Policy
  • Terms
  • Pedoman
Kamis, 22 Oktober 2026
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi
No Result
View All Result
Aloling Simalungun
No Result
View All Result
  • SMSI
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi
Home Inspirasi
Tonny Saritua Purba saat melakukan pelatihan cara pembuatan pupuk hayati dari bonggol pisang.(foto :ist)

Tonny Saritua Purba saat melakukan pelatihan cara pembuatan pupuk hayati dari bonggol pisang.(foto :ist)

Setelah Gunakan Pupuk Hayati Buatan Petani, Hasil Panen Meningkat  dari 4,8 Ton jadi 9,1 Ton

Penulis  : Tonny Saritua Purba Pakpak, SP

by Redaksi
14 September 2020 | 13:14 WIB
in Inspirasi
A A
https://asset.barak.id/2026/10/VID-20261020-WA0003.mp4
ADVERTISEMENT
234
SHARES
292
VIEWS

DAMAK  adalah sebuah Huta  yang ada di Nagori  Siporkas, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun, Propinsi Sumatera Utara.

Huta  Damak cukup dikenal dengan penghasil produk pertanian seperti, jeruk, tomat, cabe, kopi, jahe, jagung dan juga termasuk banyak petani padi sawah dan lahan kering. Puluhan ton hasil pertanian kususnya sayuran dipasarkan ke luar daerah setiap minggu.

Selain itu, Huta Damak juga pernah terkenal dengan seorang tokoh fenomenal supranatural yang biasa digelar dengan nama Opung Pangdam.

Tonny Saritua Purba bersama petani saat melakukan pelatihan cara pembuatan pupuk hayati .(foto : Ist)

Saya lahir di Simalungun, saat berumur 7 tahun pindah ke Medan, tahun 1990 saya diterima kuliah di Institut Pertanian Bogor, lulus mendapatkan gelar Sarjana Pertanian, mendalami ilmu kesuburan tanah. Sejak kuliah sampai sekarang saya tinggal di Bogor, sudah 30 tahun saya tinggal di Bogor, sudah menikah dan memiliki satu anak.

Poin ketiga Tridarma Perguruan Tinggi adalah mengajarkan bahwa ilmu yang sudah saya dapatkan saat kuliah di IPB harus saya amalkan dan saya implementasikan agar kehidupan para petani bisa lebih baik lagi. Salah satu motivasi saya turun ke sawah adalah ingin mempengaruhi petani agar SDM, keterampilan dan kehidupannya bisa lebih baik lagi.

Sejak tahun 2015 saya sudah melakukan penyuluhan cara on line tentang kesuburan tanah kepada petani padi lewat media sosial, saya salah satu admin di grup fb Komunitas Petani Padi Indonesia. Apa yang saya ajarkan ? Bukan hanya masalah budidaya menanam padi saja tapi juga mengajarkan kepada petani agar petani bisa memiliki mentalitas dan sikap hormat kepada tanah, tanah harus disuburkan kembali, tanah harus lestari. Cara menyuburkan tanah adalah dengan memberikan bahan organik dan mikroorganisme yang bermanfaat untuk kesuburan tanah dan berguna untuk memenuhi nutrisi untuk pertumbuhan tanaman padi, mikroba yang diberikan ke tanah juga mampu sebagai  pengendali hama dan penyakit tanaman.

Setelah 2 tahun saya melakukan penyuluhan on line, tahun 2017 saya turun ke sawah, mengunjungi petani padi yang ada di grup fb Komunitas Petani Padi Indonesia. Saya mengunjungi petani padi, silaturahmi, melakukan pemberdayaan melalui pelatihan dan penyuluhan cara menyuburkan tanah, mengajarkan cara Pembuatan Pupuk Hayati dari bahan bonggol pisang, air cucian beras dan gula merah difermentasikan secara tehnis selama 15 hari. Pupuk Hayati yang didalamya mengandung beberapa jenis bakteri yang berguna untuk kesuburan tanah dan pertumbuhan tanaman.

Daerah pertama yang saya kunjungi adalah Kabupaten Simalungun. Sampai saat ini saya sudah melakukan pelatihan dan penyuluhan kepada petani padi Indonesia hampir di 100 Desa yang ada di 12 Propinsi. Dari sekian banyak kunjungan yang sudah pernah saya lakukan, saya perlu menulis hasil pemberdayaan kepada petani padi di Propinsi Sumatera Utara, tepatnya di Kampung Damak, Desa Siporkas, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun.

Awal tahun 2020 saya mempunyai program pemberdayaan di Kabupaten Simalungun, salah satu Kampung yang saya kunjungi adalah di Kampung Damak. Petani padi di sana sudah panen tanggal 11 September 2020. Adapun konsep pemberdayaan yang saya lakukan adalah :

Pertama, saya melakukan pelatihan kepada petani padi bagaimana cara menyuburkan tanah dan cara pembuatan Pupuk Hayati

Kedua, dari yang sudah saya ajarkan, petani harus mampu membuat Pupuk

Ketiga, mendampingi petani mulai dari persemaian, pindah ke sawah,  waktu dan dosis pemupukan, memonitor pemakaian pestisida dan fungisida dan mendampingan petani padi sampai panen

Keempat, mengevaluasi manfaat yang didapatkan petani mulai dari biaya bertani, biaya pupuk, hasil panen, beras yang dikonsumsi lebih sehat dan menghitung berapa keuntungan yang didapatkan oleh petani padi.

Dampak pemakain Pupuk Hayati dari bonggol pisang yang sudah dilakukan salah seorang petani padi di Kampung Damak yang bernama Subang Sidauruk mengatakan terimakasih kepada Tonny Saritua Purba sebagai salah satu Penyuluh Swadaya Petani Padi Indonedia yang sudah mengunjungi Kampung Damak, melakukan pemberdayaan berupa pelatihan, penyuluhan dan pendampingan  mengunjungi kepada petani padi yang ada di Kampung Damak.

Subang Sidauruk, salah satu petani padi sudah berhasil panen, dampak positif dari pemakaian Pupuk Hayati dari bonggol.pisang adalah dari lahan seluas 2.400 meter persegi bisa menghasilkan hasil panen gabah sebanyak 38 karung goni (satu karung goni 60 kg), jika dihitung semuang maka  menghasilkan gabah sebanyak 2.280 kg.

Jika dikonversi ke hektare maka hasil panen per hektare adalah 9,1 ton gabah. Respon dari petani padi yang ada sangat positif, hasil panen sebelumnya tanpa memakai Pupuk Hayati dari bonggol pisang adalah 20 karung goni setara dengan 1.200 kg, disamping itu juga petani bisa menghemat pemakaian pupuk kimia 50% sehingga biaya bertani juga jauh lebih murah.

Panen berlimpah dari 1.200Kg menjadi 2.280 Kg di lahan seluas 2.400 meter persegi.(foto : Ist)

Nasi yang dikonsumsi juga lebih sehat karena pemakaian pestisida sangat minim, tanah juga subur lestari, ekosistem mikroba bisa seimbang kembali sebagai penyubur tanah dan yang utama adalah keuntungan yang didapatkan petani bisa lebih besar karena biaya lebih murah dan hasil panen meninggat sebesar 90%.

Semoga apa yang saya lakukan ini bisa berkembang kepada petani padi yang ada di Kabupaten Simalungun, selain di Kecamatan Raya, saya juga sudah melakukan pemberdayaan kepada petani padi di Sidamanik, Panombean, Pematangbandar, Panombean, Hinalang, Tanah Jawa, Simpangteko dan semoga bisa saya lakukan pemberdayaan ke daerah lainnya di Kabupaten Simalungun dan di wilayah Indonesia. (Penulisadalah Penyuluh Swadaya Petani Padi Indonesia)

Tags: damakmeningkatpanen
Share94Tweet59SendShare
ADVERTISEMENT

Berita Terkait

Inspirasi

Greenpeace: Krisis Iklim Tekan Daya Beli di Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran 

by Redaksi
20 Oktober 2026 | 12:02 WIB
0

Jakarta, Aloling Simalungun Greenpeace Indonesia menyoroti dampak krisis iklim terhadap daya beli masyarakat selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto...

Read more
Inspirasi

Kabut Asap Mengepung Pematangsiantar Dan Simalungun, GMKI Desak Langkah Nyata Bukan Sekedar Himbauan!

by Redaksi
15 Oktober 2026 | 13:27 WIB
0

P.Siantar, Aloling Simalungun Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Pematangsiantar-Simalungun mendesak Pemerintah Kota Pematangsiantar dan Pemerintah Kabupaten Simalungun agar segera...

Read more
Inspirasi

Pembangunan Tembok Pagar SMP Negeri 2 Girsang Sipangan Bolon Disambut Positif Warga

by Redaksi
13 Oktober 2026 | 15:43 WIB
0

Simalungun, Aloling Simalungun Pembangunan tembok pagar SMP Negeri 2 Girsang Sipangan Bolon disambut positif warga dinilai bisa semakin meningkatkan kualitas...

Read more
Inspirasi

Fragmen Teaterikal Peristiwa Bandar Betsy Mengheningkan Ribuan Masyarakat di Peringatan Hari Kesaktian Pancasila

by Redaksi
1 Oktober 2026 | 20:57 WIB
0

Simalungun, Aloling Simalungun Peristiwa kelam yang terjadi di Bandar Betsy, Kecamatan Bandar Huluan, Kabupaten Simalungun pada tahun 1965 terkait Gerakan...

Read more

Discussion about this post

Berita Terbaru

Siantar - Simalungun

Jaga Ketersediaan dan Pasokan Cabai, Pemkab Simalungun Laksanakan Gerakan Tanam Cabai Merah Serentak

22 Oktober 2026 | 10:01 WIB
Siantar - Simalungun

Kejari Simalungun Serahkan Legal Opinion Terkait Harmonisasi Perda dengan KUHP Nasional 

22 Oktober 2026 | 09:56 WIB
Regional

Raih Predikat Informatif Ki Sumut Award 2026,Pemko Tebing Tinggi Tegaskan Komitmen Transparansi Pelayanan Publik

22 Oktober 2026 | 09:16 WIB
Siantar - Simalungun

Pemkab Simalungun Kembali Raih Penghargaan Kategori Badan Publik Informatif Tahun 2026

21 Oktober 2026 | 19:47 WIB
Nasional

 Resmi! Inilah Jadwal Haji 2027: Berangkat Mulai 11 April, Wukuf 15 Mei 2027

21 Oktober 2026 | 10:28 WIB
Siantar - Simalungun

Perkuat Koordinasi dan Kebersamaan, Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Simalungun Gelar Rapat Koordinasi

21 Oktober 2026 | 08:42 WIB
Inspirasi

Greenpeace: Krisis Iklim Tekan Daya Beli di Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran 

20 Oktober 2026 | 12:02 WIB
Siantar - Simalungun

Jaga Kesehatan Masyarakat, Pemkab Simalungun Lakukan Pengujian Kualitas Udara di Sejumlah Wilayah

20 Oktober 2026 | 08:21 WIB
Entertainment

Rehab Bangunan  SD Negeri 098145 Karang Sari Kecamatan Gunung Maligas Disambut Positif 

19 Oktober 2026 | 15:21 WIB
Siantar - Simalungun

Wali Kota Tebing Tinggi Apresiasi Pemerintah Pusat Atas Revitalisasi Belasan SD dan SMP 

19 Oktober 2026 | 10:44 WIB
Siantar - Simalungun

Bupati Simalungun Resmikan Rumah Peradaban Tahfiz Qur’an Haji Dr. Sugiat Santoso di Peringatan Haul ke-17 Tuan Guru Batak

19 Oktober 2026 | 08:30 WIB
Siantar - Simalungun

Pemkab Simalungun Seriusi Perbaikan Jalan Penghubung Huta Bayu Raja–Bosar Maligas

17 Oktober 2026 | 18:47 WIB
  • Redaksi
  • Policy
  • Terms
  • Pedoman

© 2020-2024 Aloling Simalungun

rotasi barak berita hari ini danau toba berita simalungun

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi

© 2020-2024 Aloling Simalungun

rotasi barak berita hari ini danau toba berita simalungun