Aloling Simalungun
  • Redaksi
  • Policy
  • Terms
  • Pedoman
Sabtu, 22 Agustus 2026
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi
No Result
View All Result
Aloling Simalungun
No Result
View All Result
  • SMSI
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi
Home Inspirasi

Budidaya Tanaman Jeruk di Simalungun Dominan Disemprot Racun Setiap Minggu Apakah Menyehatkan jika Dikonsumsi ?

Catatan : Tonny Saritua Purba

by Redaksi
16 Oktober 2020 | 15:03 WIB
in Inspirasi
A A
Konsep Otomatis
ADVERTISEMENT
185
SHARES
231
VIEWS

Saya selama 3 hari, sejak tanggal 12-15 Oktober 2020 mengunjungi beberapa petani jeruk di beberapa Desa yang ada di Kabupaten Simalungun, dominan petani jeruk yang ada mengatakan hama dan penyakit tanaman jeruk adalah lalat buah.

Lalat buah merupakan salah satu hama penting pada jeruk, kerugian bagi petani karena larvanya akan menyebabkan gugurnya buah jeruk sebelum mencapai kematangan yang diinginkan. Hal ini sangat merugikan bagi petani karena dapat menghambat peningkatan produksi, kwalitas buah dan potensi gagal panen besar sekali

Untuk mencegah hama ulat buah, dominan petani jeruk akan menyemprotkan Pestisida berupa Fungisida dan Insektisida. Biasanya para petani dalam satu minggu bisa sampai 2 kali penyemprotan agar hama ulat buah tidak ada.

Saya bertanya kepada beberapa orang petani mengapa setiap minggu selalu menyemprotkan racun ? Jawaban dari petani tersebut adalah jika tidak disemprotkan dengan racun maka buah jeruk akan terkena hama dan penyakit, kususnya hama ulat buah.

Setelah petani menjawab, saya jelaskan secara singkat mengapa bisa demikian ? Karena dominan petani sudah menganggap bahwa jika tanaman jeruk tidak disemprot Pestisida maka lalat buah akan ada di dalam buah jeruk, gagal panen bisa terjadi.

Tanaman jeruk sudah ketergantungan Pestisida termasuk wawasan petani juga sudah keliru, saya sebagai salah satu penyuluh swadaya petani padi Indonesia ikut prihatin melihat kondisi petani jeruk yang ada di Kabupaten Simalungun.

Saat saya berkumpul dengan para petani jeruk, saya juga melakukan pemberdayaan, pelatihan dan penyuluhan kepada petani jeruk yang ada di 2 Desa di Kecamatan Purba, Simalungun. Ada beberapa hal yang saya lakukan, seperti :

Pertama, petani harus menyuburkan tanah, potensi kotoran hewan yang ada dikumpulkan, seperti kotoran hewan kambing, domba, kerbau atau sapi bisa diproses menjadi Pupuk Kandang.

Kedua, saya mengadakan pelatihan cara pembuatan Bakteri Dekomposer agar kotoran hewan diproses dan difermentasikan menjadi Pupuk Kandang.

Ketiga, saya jug mengajarkan pelatihan cara pembuatan Pupuk Hayati dari bahan-bahan yang ada di sekitar petani, bisa dimanfaatkan bahan dari bonggol pisang, di dalam bonggol pisang sangat banyak kandungan bakterinya

Keempat, jika penyuburan tanah sudah dilakukan, Pupuk Kandang diberikan ditambahkan Pupuk Hayati/Mikroba maka hama dan penyakit tanaman akan dikendalikan secara ekologis, telur ulat buah yang ada di dalam buah jeruk akan dikendalikan oleh ekosistem mikroba, perlahan populasi ulat buah akan berkurang.

Proses penyuburan tanah harus berlangsung secara konsisten, tentu butuh waktu dan proses sehingga SDM dan keterampian petani perlu dibangun terlebih dahulu, tanpa adanya itu maka petani akan selalu ketergantungan Pestisida, tanah perlahan akan kronis, kehidupan eksosistem mikroba di dalam tanah bisa punah, modal bertani akan semakin mahal sementara harga jual relatif semakin turun.

Komoditi pertanian jika dikonsumsi tentu tidak akan menyehatkan, kesehatan akan terganggu dan kesejahteraan petani juga akan semakin sulit tercapai

Tulisan saya ini sebagai sebuah renungan bersama bukan hanya bagi petani jeruk saja tetapi juga untuk semua petani termasuk kepada Pemerintah juga.

Harapan saya sebagai salah satu Penyuluh Swadaya Petani Padi Indonesia adalah agar SDM petani dibangun kembali, masalah SDM petani adalah tanggung jawab kita bersama, keterampilan petani harus dibangun agar kehidupan petani bisa lebih baik lagi, sejahtera dan masyarakat yang mengkonsumsi hasil komoditi pertanian bisa lebih sehat lagi. (Penulis Penyuluh Swadaya Petani Padi Indonesia)

Tags: jerukpestisidasimalungun
Share74Tweet46SendShare
ADVERTISEMENT

Berita Terkait

Inspirasi

Anggota Dewan Pembina USI Dr. (Hc) Minten Saragih : Rektor dan Pengurus Yayasan USI adalah Mereka yang Paham Pendidikan 

by Redaksi
13 Agustus 2026 | 20:50 WIB
0

P.Siantar, Aloling Simalungun Siapapun yang ingin menjadi Rektor atau Pengurus di Universitas Simalungun adalah mereka yang Paham bidang pendidikan, ucap...

Read more
oppo_1026
Inspirasi

Ditetapkan, Tiga Orang Calon Rektor USI 2026-2030 : Dr.Rohdearni Wati Sipayung M.Hum, Dr.M.Ade Kurnia Harahap,MT, Prof.Dr.Sarintan Efratani Damanik S.Hut.

by Redaksi
10 Agustus 2026 | 12:09 WIB
0

P.Siantar, Aloling Simalungun Tiga Orang Bakal Calon Rektor Universitas Simalungun (USI) masa jabatan 2026-2030 yaitu  Dr.Rohdearni Wati Sipayung M.Hum, Dr.M.Ade...

Read more
Inspirasi

Penjaringan Pengurus dan Pengawas Yayasan USI Ditutup Yang Mendaftar 14 Bakal Calon Pengurus dan 8 Bakal Calon Pengawas 

by Redaksi
30 Juli 2026 | 18:43 WIB
0

P.Siantar, Aloling Simalungun Sebanyak 14 orang Bakal Calon Pengurus dan 8 Bakal Calon Pengawas Yayasan Universitas Simalungun (USI) telah mendaftar...

Read more
Inspirasi

Ence br Damanik Warga Kelurahan Bukit Sofa Juara Lomba Ordou -Ordou 

by Redaksi
27 Juli 2026 | 11:58 WIB
0

P.Siantar, Aloling Simalungun Dalam rangka Hari Anak Nasional tahun 2026, Senin (31/7/2026) terselenggara lomba Ordou -Ordou. Pertandingan ini dilakukan dengan...

Read more

Discussion about this post

Berita Terbaru

Siantar - Simalungun

Sambut Hangat Kunjungan Kompolnas, Wakil Bupati Simalungun: Kolaborasi Polri dan Pemerintah Hasilkan Kebaikan Bagi Masyarakat

19 Agustus 2026 | 19:51 WIB
Regional

Serahkan SK Program Indonesia Pintar, Wali Kota Tebing Tinggi Minta Kepala Sekolah Bekerja Adaptif dan Berintegritas 

19 Agustus 2026 | 19:50 WIB
Siantar - Simalungun

Wakil Bupati Simalungun Sambut Hangat Kunjungan Kerja Pangdam I/Bukit Barisan: Pererat Hubungan Pemerintah dan TNI

19 Agustus 2026 | 16:44 WIB
Siantar - Simalungun

Dua Hari Pencarian, Korban Hanyut di Sungai Tanjung Pinggir Berhasil Ditemukan

19 Agustus 2026 | 16:37 WIB
Siantar - Simalungun

BPBD Simalungun Gerak Cepat Bantu Tim Gabungan Pencarian Anak Hanyut di Sungai Tanjung Pinggir

18 Agustus 2026 | 20:40 WIB
Regional

Serahkan SK Program Indonesia Pintar, Wali Kota Tebing Tinggi Minta Kepala Sekolah Bekerja Adaptif dan Berintegritas 

18 Agustus 2026 | 18:55 WIB
Siantar - Simalungun

Bupati Simalungun Apresiasi Paskibraka 2026, Sukses Laksanakan Tugas

18 Agustus 2026 | 06:13 WIB
Regional

Wali Kota Tebing Tinggi Pimpinan Upacara Peringatan HUT RI ke 81 di Lapangan Merdeka 

17 Agustus 2026 | 18:46 WIB
Siantar - Simalungun

Upacara Peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI di Kabupaten Simalungun Berjalan Khidmat, Disaksikan Ribuan Masyarakat

17 Agustus 2026 | 15:58 WIB
Regional

Semarak HUT RI ke 81, Ribuan Warga Tebing Tinggi Padati Lapangan Merdeka 

16 Agustus 2026 | 18:39 WIB
Siantar - Simalungun

Bupati Simalungun Hadiri Rapat Paripurna DPRD, Simak Pidato Presiden RI

14 Agustus 2026 | 18:45 WIB
Siantar - Simalungun

Kukuhkan 50 Anggota Paskibra, Bupati Simalungun: Laksanakan Tugas dengan Penuh Tanggung Jawab

14 Agustus 2026 | 18:38 WIB
  • Redaksi
  • Policy
  • Terms
  • Pedoman

© 2020-2024 Aloling Simalungun

rotasi barak berita hari ini danau toba berita simalungun

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi

© 2020-2024 Aloling Simalungun

rotasi barak berita hari ini danau toba berita simalungun