Aloling Simalungun
  • Redaksi
  • Policy
  • Terms
  • Pedoman
Jumat, 5 Juni 2026
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi
No Result
View All Result
Aloling Simalungun
No Result
View All Result
  • SMSI
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi
Home Wisata

Mengenal Maudu Lompoa dan Bungo Lado, tradisi Maulid Nabi di Sumbar dan Sulsel

by Redaksi
29 Oktober 2020 | 05:02 WIB
in Wisata
A A
ADVERTISEMENT
61
SHARES
76
VIEWS

Aloling Simalungun

Momen kelahiran Nabi Muhammad SAW pada 12 Rabiul Awwal diperingati oleh Muslim di seluruh dunia termasuk Indonesia dengan perayaan Maulid.

Tradisi Maulid Nabi di masing-masing daerah di Indonesia pun berbeda. Seperti di Yogyakarta dan Solo terdapat tradisi grebeg maulud, di Madura dengan tradisi muludhe, dan di Garut ada tradisi ngelungsur pusaka.

Selain itu, di luar Jawa pun juga memiliki tradisi Maulid Nabi yang berbeda-beda. Di Sulawesi Selatan memiliki tradisi Maudu Lompoa untuk merayakan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Sementara di Padang Pariaman, Sumatera Barat juga memiliki tradisi Bungo Lado.

Tradisi Maudu Lompoa di Sulawesi Selatan

Dirangkum dari laman NU online, Maudu Lompoa berarti Maulid Besar atau lebih dikenal sebagai puncak peringatan maulid.

Dalam perayaan ini, warga mengarak replika perahu Pinisi yang dihias beraneka ragam kain sarung dan dipamerkan di tepi sungai.

Setelah dipamerkan, replika perahu sepanjang lima meter tersebut diangkat dan diarak warga keliling desa.

Salah satu daerah yang terkenal dalam perayaan ini ialah Desa Cikoang, Kecamatan Laikang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.

Sepanjang acara, tabuhan gendang atau seni musik Gandra Bulo khas masyarakat lokal terus terdengar. Di dalam perahu, disimpan makanan nasi ketan khas Makassar atau biasa disebut Songkolo dan dihias telur berwarna-warni.

Sajian makanan ini melambangkan bahtera yang membawa berkah bagi masyarakat Cikoang. Setelah prosesi arak selesai, makanan ini dipersembahkan dalam puncak Maudu Lompoa di Baruga, yang dipimpin oleh pemimpin ritual yang biasa disebut Sayye.

Secara historis, perayaan Maudu Lompoa ini melambangkan sejarah masuknya agama Islam di wilayah selatan pulau Sulawesi yang dibawa oleh pedagang-pedagang Arab.

Peringatan Maudu Lompoa ini juga menjadikan Cikoang, yang berjarak 80 kilometer dari Makassar menjadi tujuan wisata budaya yang menarik bagi wisatawan.

Tradisi Bungo Lado di Padang Pariaman

Bungo Lado, tradisi Maulid Nabi di Padang Pariaman

Bungo Lado, tradisi Maulid Nabi di Padang Pariaman

Di Sumatra Barat tepatnya di Padang Pariaman dikenal tradisi bungo lado.

Dirangkum dari laman Indonesia.go.id, secara etimologi, bungo lado berasal dari bahasa Minang. Bungo artinya bunga, lado artinya lada atau cabe. Secara denotasi bermakna bunga cabe.

Tapi konotasi bungo lado ialah “pohon uang”. Tradisi perayaan Maulid Nabi ini dilakukan dengan cara membuat semacam pohon hias yang dihiasi oleh uang-uang kertas.

Perayaan dikoordinir oleh kapalo mudo atau ketua para pemuda. Lazimnya dilakukan oleh ketua Karang Taruna.

Kapalo mudo mengordinir masyarakat desa yang hendak mendonasikan uang mereka untuk perayaan tradisi Bungo Lado. Uang-uang tersebut dikumpulkan di tempat-tempat keramaian atau strategis seperti pos ronda hingga warung milik warga.

Setelah uang terkumpul, kapalo mudo berkoordinasi dengan perwakilan masyarakat untuk mencari dan menghias ranting-ranting pohon menjadi pohon uang.

Uang yang terkumpul bisa mencapai jutaan bahkan puluhan juta rupiah. Selanjutnya, bungo lado diarak menuju salah satu masjid atau surau.

Uang tersebut disumbangkan untuk surau guna menambah dana kegiatan keagamaan. Selain bungo lado, prosesi arakan juga disertai tersajinya makanan khas bernama jamba, yang dimasak oleh masyarakat desa.(kontan.co.id)

 

 

Share24Tweet15SendShare
ADVERTISEMENT

Berita Terkait

Candi Muaro Jambi yang menjadi candi perpaduan Hindu-Buddha se-Asia Tenggara juga merupakan peninggalan Kerajaan Sriwijaya (Eddy Purwanto/NurPhoto via Getty Images)
Wisata

Sejarah Kemunduran Kerajaan Sriwijaya dan Bangkitnya Kerajaan Malayu

by Redaksi
20 Juli 2021 | 02:43 WIB
0

Aloling Simalungun - Kerajaan Sriwijaya adalah salah satu Kerajaan bercorak Hindu Buddha yang pernah berdiri di Indonesia. Kerajaan ini dipercaya...

Read more
Wisata

Kadis Pariwisata Siantar Kusdianto SH: “Pemandian Pulau Batu Siantar Destinasi Wisata yang Alami’

by Redaksi
29 Maret 2021 | 09:19 WIB
0

P.Siantar, Aloling Simalungun Pemandian Pulau (Pulbat) adalah salah satu destinasi wisata bagi masyarakat Siantar bahkan luar Siantar. Pulbat yang berlokasi...

Read more
Wisata

Focus Farm Tempat Rekreasi Sambil Belajar Bisnis Pertanian

by Redaksi
27 November 2020 | 06:28 WIB
0

Karo, Aloling Simalungun Suasana sejuk dengan pemandangan gunung Sinabung, Focus Farm layak untuk dikunjungi. Selain berekreasi, kawasan daerah pertanian tanaman...

Read more
Wisata

Kawah Putih Ciwidey, Destinasi Wisata Alam Dengan Harga Tiket Masuk Terjangkau

by Redaksi
3 November 2020 | 14:16 WIB
0

Aloling Simalungun. Kawah Putih Ciwidey merupakan destinasi wisata alam dengan harga tiket masuk terjangkau. Tempat wisata ini berlokasi di Jalan...

Read more

Discussion about this post

Berita Terbaru

Siantar - Simalungun

Pangulu Bandar Betsy Gerak Cepat Selesaikan Polemik Penyaluran BLT

4 Juni 2026 | 10:20 WIB
Regional

Tekan Resiko Kecelakaan Perlintasan Sebidang Kereta Api, Pemko Tebing Tinggi Siapkan Langkah Konkret

3 Juni 2026 | 17:55 WIB
Nasional

ABPEDNAS Cetak Sejarah, Raih 100 Ribu Anggota Bertepatan Hari Lahir Pancasila 2026

2 Juni 2026 | 19:24 WIB
Entertainment

Parsadaan Purba Pakpak Boru Panogolan (P3BP) Gelar Rakernas di Siantar  

1 Juni 2026 | 20:17 WIB
Siantar - Simalungun

ASN Pemkab Simalungun Melaksanakan Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026: Refleksi Memastikan Pancasila Tetap Menyala

1 Juni 2026 | 20:09 WIB
Entertainment

Erik Tarigan : Anak Siantar Abetnego Tarigan Sangat Perduli dengan Siantar – Simalungun 

1 Juni 2026 | 10:35 WIB
Regional

Pemko Tebing Tinggi Raih Opini WTP Delapan Kali Berturut-Turut, Walikota: Jadikan Motivasi Pembangunan Kota yang Lebih Baik 

29 Mei 2026 | 18:50 WIB
Entertainment

Anak Siantar David Sotar Karter Pardosi Pengusaha Muda  yang Merambah Hingga ke Luar Pulau Sumatera 

28 Mei 2026 | 18:57 WIB
Siantar - Simalungun

Penyembelihan Hewan Qurban Warga Lingkungan III Kelurahan Simarito Berjalan Lancar

28 Mei 2026 | 09:28 WIB
Entertainment

Pengurus Lokal Badan Kerjasama PGI-GMKI Pematang Siantar-Simalungun Periode 2026-2031 Resmi Dilantik

25 Mei 2026 | 20:53 WIB
Siantar - Simalungun

Terima Kunjungan Pemkab Aceh Utara, Pemkab Simalungun Bantu Penanganan Bencana

25 Mei 2026 | 17:37 WIB
Regional

Perkuat Pelayanan Publik Berbasis Digital, Pemko Tebing Tinggi dan Pemko Tanjung Balai Jalin Kerjasama Strategis

22 Mei 2026 | 20:06 WIB
  • Redaksi
  • Policy
  • Terms
  • Pedoman

© 2020-2024 Aloling Simalungun

rotasi barak berita hari ini danau toba berita simalungun

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi

© 2020-2024 Aloling Simalungun

rotasi barak berita hari ini danau toba berita simalungun