Aloling Simalungun
  • Redaksi
  • Policy
  • Terms
  • Pedoman
Rabu, 8 Juli 2026
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi
No Result
View All Result
Aloling Simalungun
No Result
View All Result
  • SMSI
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi
Home Inspirasi

7 Khasiat Luar Biasa Daun Pepaya, Bisa Lawan Kanker

by Redaksi
20 Januari 2021 | 14:43 WIB
in Inspirasi
A A
Konsep Otomatis
ADVERTISEMENT
41
SHARES
51
VIEWS

Aloling Simalungun

Daun pepaya menjadi salah satu olahan sajian yang umum dikonsumsi masyarakat Tanah Air. Bukan hanya memiliki rasa yang lezat jika diolah dengan benar, namun daun pepaya diketahui memiliki manfaat yang baik bagi kesehatan tubuh.

Daun pepaya diketahui, kaya akan enzim seperti papain dan chymopapain, yang membantu sistem pencernaan, mencegah kembung dan gangguan pencernaan lainnya.

Selain itu, daun pepaya juga mengandung senyawa alkaloid yang bekerja efektif melawan ketombe dan kebotakan. Daun pepaya juga mengandung vitamin A, C.E, K dan B.

Olahan daun pepaya, seperti teh, ekstrak, jus dan tablet sering digunakan untuk mengobati penyakit dan meningkatkan kesehatan.

Tidak hanya itu saja, berikut ini tujuh manfaat kesehatan dari jus daun pepaya dan cara mudah mengolahnya:

  1. Dapat mengobati gejala demam berdarah

Jus daun pepaya paling sering digunakan untuk mengobati gejala yang berhubungan dengan demam berdarah. Gejala umum demam berdarah meliputi demam, kelelahan, sakit kepala, mual, ruam kulit, dan muntah.

Dalam beberapa kasus yang parah, demam berdarah juga dapat menyebabkan penurunan kadar trombosit, yang dapat meningkatkan risiko perdarahan dan berpotensi fatal jika tidak ditangani. Diketahui, bahwa jus daun pepaya adalah salah satu metode pengobatan yang paling umum digunakan.

Berdasarkan tiga penelitian yang melibatkan ratusan orang yang menderita demam berdarah menemukan bahwa ekstrak daun pepaya membantu meningkatkan kadar trombosit darah secara drastis.

  1. Dapat membantu dalam menyeimbangkan kadar gula darah

Jus daun pepaya sering digunakan sebagai obat alami untuk mengobati diabetes dan meningkatkan kadar gula darah. Studi yang dilakukan pada tikus menemukan bahwa ekstrak daun pepaya penuh dengan antioksidan dan efek penurun gula darah.

Daun pepaya dapat membantu dengan melindungi sel penghasil insulin di pankreas dari kerusakan dan kematian dini. Tapi belum ada penelitian yang sama dilakukan pada manusia.

  1. Mendukung kesehatan pencernaan

Teh daun pepaya digunakan untuk meringankan gejala pencernaan seperti perut bergas, kembung dan mulas. Daun pepaya mengandung serat yang menunjang kesehatan pencernaan.

Daun pepaya diketahui dapat memecah protein besar menjadi lebih kecil dan lebih mudah untuk mencerna protein dan asam amino. Daun pepaya juga membantu dalam mengatasi masalah seperti sembelit, mulas dan mengurangi gejala pada orang dengan sindrom iritasi usus besar.

Namun, temuan ini terbatas pada laporan anekdot dan tidak ada jaminan bahwa ini akan meningkatkan pencernaan Anda. Tapi tidak ada salahnya untuk mencoba.

  1. Memiliki efek anti inflamasi

Daun pepaya juga dapat digunakan untuk mengobati berbagai kondisi peradangan internal dan eksternal, termasuk nyeri otot dan nyeri sendi.

Sebuah penelitian menemukan bahwa ekstrak daun pepaya secara signifikan mengurangi peradangan dan pembengkakan pada kaki tikus yang mengalami artritis.

  1. Dapat mendukung pertumbuhan rambut

Aplikasikan jus daun pepaya pada kulit kepala dapat meningkatkan pertumbuhan rambut dan kesehatan rambut. Tetapi bukti hal yang sama sangat terbatas. Studi menunjukkan bahwa tingkat stres oksidatif yang tinggi dalam tubuh dapat menyebabkan kerontokan rambut.

Dengan demikian, mengkonsumsi makanan kaya antioksidan dapat membantu mengurangi stres oksidatif dan meningkatkan pertumbuhan rambut. Selain itu, jus pepaya memiliki khasiat anti jamur, yang dapat mengendalikan jamur penyebab ketombe yang disebut Malassezia.

  1. Dapat meningkatkan kesehatan kulit

Daun pepaya diketahui memiliki enzim pelarut protein yang disebut papain yang bekerja sebagai exfoliant. Enzim ini dapat membantu menghilangkan debu dan sel kulit mati.

Daun pepaya juga membantu mengurangi terjadinya pori-pori yang tersumbat, rambut yang tumbuh ke dalam dan jerawat.

  1. Memiliki sifat anti kanker

Daun pepaya telah digunakan dalam praktek pengobatan tradisional untuk mencegah dan mengobati jenis kanker tertentu. Tetapi masih diperlukan lebih banyak penelitian untuk mengkonfirmasi hal yang sama.

 

Dalam sebuah studi tabung reaksi menunjukkan jus daun pepaya telah menunjukkan kemampuan yang kuat untuk menghambat pertumbuhan sel kanker prostat dan payudara. Tetapi tidak ada penelitian pada manusia atau hewan yang mereplikasi temuan ini.

Cara membuat jus daun pepaya

Untuk membuat jus, Anda membutuhkan daun pepaya segar dan air. Mulailah dengan memotong batangnya. Setelah itu, potong daunnya, seperti Anda memotong kubis dan masukkan ke dalam blender dengan sedikit air.

Untuk mengonsumsinya, Anda dapat mengonsumsi jus daun pepaya hingga 100 ml tiga kali dalam sehari untuk mengobati gejala demam berdarah. Anda bisa menambahkan sedikit garam atau gula untuk membuat jus terasa lebih enak.(sumber : Viva)

Tags: daunkhasiatpepaya
Share16Tweet10SendShare
ADVERTISEMENT

Berita Terkait

Inspirasi

PUSTAKA NOMMENSEN: Kebakaran Pasar Dwikora Bukan Hanya Musibah, tetapi Alarm Tata Kelola

by Redaksi
25 Juni 2026 | 20:47 WIB
0

P.Siantar, Aloling Simalungun Pusat Studi Kebijakan Publik dan Politik (PUSTAKA NOMMENSEN) Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar menilai kebakaran Pasar Dwikora harus...

Read more
Inspirasi

Dr.Sarmedi Purba SPOG Setuju Organisasi Adat Budaya dan Cendikiawan Simalungun Bersatu

by Redaksi
19 Juni 2026 | 09:29 WIB
0

P.Siantar, Aloling Simalungun Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Pemangku Adat dan Cendekiawan Simalungun (DPP-PACS) Dr.Sarmedi Purba mengatakan Setuju agar Organisasi...

Read more
Inspirasi

Drs.Johalim Purba Berharap Organisasi Adat Budaya dan Cendikiawan Simalungun Bersatu 

by Redaksi
18 Juni 2026 | 11:33 WIB
0

Simalungun, Aloling Simalungun Organisasi Adat Budaya dan Cendikiawan Simalungun yang pada awalnya berada dalam satu wadah Partuha Maujana Simalungun diharapkan...

Read more
Inspirasi

HPSI Gelar Sosialisasi Partuturan dan Pakaian Adat Simalungun kepada Siswa SMA GKPS Pamatang Raya Simalungun, Aloling Simalungun Harungguan Purba Simalungun Indonesia (HPSI) merasa terpanggil dan bertanggung jawab dalam mensosialisakan adat dan budaya simalungun kepada generasi penerus bangsa yang merupakan garda terdepan dalam melestarikan adat dan budaya. Bertempat di Gedung Aula SMA GKPS Pamatang Raya pada hari Jumat, 8 Mei 2026 acara tersebut dibuka langsung oleh Ketua Umum HPSI bapak Mangapul Purba, S.E,M.I.Kom yang juga ketua fraksi PDIP DPRD Sumatera Utara telah berlangsung dengan baik.Dalam sambutannya beliau menyatakan bahwa peradaban bangsa Indonesia tidak terlepas dari Kebudayaan Daerah, kebudayaan menjadi salah satu factor utama dalam pembangunan nasional Peserta sosialisasi terdiri dari Siswa dan Guru SMA GKPS Pematang Raya dibawah kepemimpinan Kepala Sekolah, Julven Purba, S.Pd, dalam sambutannya beliau sangat berterimakasih atas kegiatan ini sehingga dengan kegiatan ini kami semakin memahami bagaimana adat budaya Simalungun itu dilaksanakan pada kehidupan sehari-hari khusunya tentang partuturan Adat Budaya Simalungun yang setiap hari baik dilingkungan keluarga, lingkungan sekolah selalu diterapkan, tata karma bagi kami terkhusus siswa dapat diterapkan sebagaimana lazimnya pada budaya simalungun, demikin juga tentang pemakaian adat dan budaya Simalungun. Diawal acara dilaksanakan acara pangalo-aloan kepada Rombongan HPSI dengan tortor Simalungun yang ditampilkan oleh Siswa SMA GKPS, dilanjutkan dengan ibadah, kemudian acara nasional menyanyikan lagu Indonesia Raya dan acara Sosilasisasi. Rohdian Purba, S,Si,M.Si selaku Sekretaris DPP HPSI yang juga menjadi narasumber dengan Materi Partuturan Adat Budaya Simalungun menjelaskan bahwa pada saat sekarang ini anak-anak milenial sudah banyak tidak memahami tentang partuturan dalam adat budaya simalungun, sekarang ini akibat ketidak pahaman mereka maka banyhak bersalahan pada panggilan terhadap sesama, orangtua dan kerabat keluarga lainnya, bilama mana tidak kita tanamkan, sosialisasikan partuturan simalungun dimaksud dikwatirkan 10 sampai 20 tahun kedepan maka akan tergerus bahkan hilang sehingga berakibatkan hubungan kekerabatan yang baik selama ini akan menjadi masalah yang sangat besar, mengapa misalnya panggilan makela dalam adat simalungun saat ini sudah sering didengar oleh anak nak bukan lagi makela tapi sudah dipanggil kel, panggilang tulang sudah sering kita dengar disapa oleh anak-anak menjadi tul, ini sangat menyalaha, mengapa terjadi hal demikian karena anak-anak tidak memahami sebenarnya bagiamana peran serta Sananina, Tondong dan Boru dalam peradaban adat dan Budaya Simalungun. Bahkan dalam pergaulan sehari hari antara anak-anak kuda yang berajnak dewasa bisa mengkwatirkan dalam menuju jenjang perkawinan dimasa-masa berpacaran, karena dalam adat budaya simalungun walaupun marga berbeda tidak serta merta bisa menikah/kawan misalnya; borunya namboru kita (anak perempuan dari saudara perempuan bapak) itu tidak bisa kita nikahi. Tapi borunya (anak perempuan) dari tulang kita itu bisa dinikahi yang disebut marboru tulang, atau disebut pariban. Demikian jika ibu kita memilki saudara kandung perempuan dan memilki anak perempuan (boru), kita sebagai laki-laki juga tidak bisa menikahinya, hal-hal yang seperti ini juga perlu kita ajarkan kepada generasi milenial sekarang ,apalagi mereka setelah tammat dari Sekolah akan banyak pergi merantau jauh dari orang tua, dengan tidak memahami hal dimaksud diperantauan bisa berakibat tidak baik dalam peradaban budaya simalungun nantinya, dan banyak hal lagi akibatnya jika partururan dalam budaya Simalungun tidak mereka pahami, hal ini yang perlu sejak dini kita samapaikan buat anak-anak. Demikian juga tentang pakaian adat budaya simalungun yang disamapaikan bapak Djapaten Purba, BME bahwa sejak dini perlu ditanamkan kepada anak-anak milenial, karena pada saat ini sudah banyak kita lihat ditengah-tengah masyarakat dalam acara adat budaya simalungun baik suka maupu n duka sudah tidak sesuai lagi dengan sebenarnya, menurut beliau semua pemakaian hiou simalungun itu memiliki arti dan makna khsusus bagi kehidupan sehar-hari, baik itu gotong, bulang suri-suri, ragi cantik dll termasuk tata cara pemakaiannya misalnya jika seorang bapak memakai suri-suri itu berwarna hitam namu jika perempuan memakai suri-suri bisa warna bebas, demikain juga jika sudah memakai gotong, maka wajib memakai suri-suri dan abit/ragi panei atau ragi cantik untuk laki-laki demikian juga perempuan/ inang jika sudah memakai bulang, wajib memakai suri-suri dan abit. Diakhir acara siswa dan guru SMA GKPS Pamatang Raya sangat mengapresiasi kegiatan sosialisasi ini karena mereka lebih memahami tentang adat budaya simalungun yang bisa mereka terapkan pada kehidupan sehar-hari baik dilingkungan sekolah, keluarga dan kekerabatan dalam lingkungan keluarga mereka, yang diakhiri dengan pemberian cendramata oleh kepala sekolah kepada Ketua Umum HPSI dan kedua narasumber. (rel)

by Redaksi
9 Mei 2026 | 14:54 WIB
0

Simalungun, Aloling Simalungun Harungguan Purba Simalungun Indonesia (HPSI) merasa terpanggil dan bertanggung jawab dalam mensosialisakan adat dan budaya simalungun kepada...

Read more

Discussion about this post

Berita Terbaru

Siantar - Simalungun

Bupati Simalungun Kunker ke Kecamatan Siantar: Alokasikan Anggaran Rp15 Miliar Lebih untuk Rekonstruksi Jalan Perumnas Batu VI – Karang Sari

6 Juli 2026 | 19:52 WIB
Siantar - Simalungun

Pemkab Percepat Pemanfaatan Pasar Relokasi Serbalawan untuk Pemulihan Ekonomi Pedagang Pascakebakaran

6 Juli 2026 | 19:44 WIB
Siantar - Simalungun

Penuh Haru, Bupati Simalungun Tinjau Korban Puting Beliung di Pematang Bandar dan Berikan Bantuan

6 Juli 2026 | 18:37 WIB
Siantar - Simalungun

Hadiri Women Program APKASI 2026, Ketua TP PKK Simalungun: Perempuan Berperan Penting dalam Pembangunan untuk Tingkatkan Daya Saing Daerah

2 Juli 2026 | 18:33 WIB
Regional

Peringatan Hari Jadi Ke 109 Kota Tebing Tinggi : Wali Kota Paparkan Capaian Strategis dalam Paripurna DPRD Hingga Penyerahan Bantuan Pertanian 

2 Juli 2026 | 12:54 WIB
Siantar - Simalungun

Hadiri Syukuran Hari Bhayangkara ke-80, Bupati Simalungun: Kolaborasi yang Solid Akan Memperkuat Stabilitas Daerah

1 Juli 2026 | 17:26 WIB
Siantar - Simalungun

Bupati Simalungun Wujudkan Harapan Masyarakat: Ujung Padang Dapat Pembangunan Jalan Terbesar dalam Sejarah

27 Juni 2026 | 18:31 WIB
Siantar - Simalungun

Sekda Simalungun Buka Business Marching Kemitraan SPPG dan UMKM Pematang Siantar-Kabupaten Simalungun

26 Juni 2026 | 18:23 WIB
Inspirasi

PUSTAKA NOMMENSEN: Kebakaran Pasar Dwikora Bukan Hanya Musibah, tetapi Alarm Tata Kelola

25 Juni 2026 | 20:47 WIB
Siantar - Simalungun

Stand Terbaik Nasional, Kabupaten Simalungun Raih Juara I Lomba Stand PENAS XVII 2026 di Gorontalo

25 Juni 2026 | 20:32 WIB
Siantar - Simalungun

Bupati Simalungun Hadir di Nagori Pamatang Gajing: Pastikan Pelayanan Publik dan Pembangunan Menjangkau Hingga Nagori

25 Juni 2026 | 19:25 WIB
Regional

Buka Rakerda Kadin 2026, Wali Kota Tebing Tinggi Tekankan Kolaborasi Atasi Tantangan Ekonomi Daerah 

25 Juni 2026 | 18:07 WIB
  • Redaksi
  • Policy
  • Terms
  • Pedoman

© 2020-2024 Aloling Simalungun

rotasi barak berita hari ini danau toba berita simalungun

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi

© 2020-2024 Aloling Simalungun

rotasi barak berita hari ini danau toba berita simalungun