Aloling Simalungun
  • Redaksi
  • Policy
  • Terms
  • Pedoman
Jumat, 23 Oktober 2026
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi
No Result
View All Result
Aloling Simalungun
No Result
View All Result
  • SMSI
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi
Home Inspirasi

Hilangnya Sensitifitas Terhadap Ramadhan

Oleh : Asmen, S.Pd.MM

by Redaksi
13 April 2021 | 02:35 WIB
in Inspirasi
A A
https://asset.barak.id/2026/10/VID-20261020-WA0003.mp4
ADVERTISEMENT
54
SHARES
68
VIEWS

KETIKA seseorang sering dan selalu berinteraksi, maka biasanya dia akan kehilangan sensitifitas. Begitu pertamakali seseorang berkunjung ke Kota Turis Perapat, maka ia akan terenyuh menikmati indahnya panorama Danau Toba yang sejuk temaram.

Biaya mahal bayar ongkos berkunjung terasa terbayar dengan pemandangan tersebut.

Lalu bagaiman dengan penduduk Parapat itu sendiri, seperti para pedagang buah atau penjaja makanan yang kian ke sana ke mari.

Mereka biasa saja, seolah tak ada hal yang istimewa dengan kota tersebut.

Seseorang yang baru pertama kali mengunjungi Ka’bah untuk Ibadah Haji atau Umrah, biasanya ketika ia melihat Ka’bah ia menangis dan tak hendak beranjak dari Masjidil Haram.

Ia terus memandangi batu tua bangunan Nabi Ibrahim AS, tempat menyatukan arah kiblat shalat umat Islam.

Dengan uang puluhan juta rupiah biaya ke sana seolah tak ada apa–apanya dibanding kepuasan berada di sekitar Ka’bah.

Dan hal itu ia ikhlaskan dengan sepenuh hati.

Dan semua umat Islam tahu, bahwa ibadah di Masjidil Haram memiliki nilai besar di hadapan Allah SWT.

Sehingga mengunjunginya dan beribadah di dalamnya menjadi dambaan dan cita- cita semua umat Islam.

Lalu coba kita lihat para pedagang di sekitaran Masjidil Haram, benar mereka menutup toko dagangannya ketika azan berkumandang memanggil umat untuk shalat fardhu.

Namun apakah mereka beranjak shalat masuk ke Masjidil Haram, Tidak! Mereka shalat di depan toko mereka.

Bagi kita butuh puluhan juta untuk shalat di Masjidil Haram, bagi mereka dengan merangkak (ngesot : bhs Jawa) pun bisa. Namun mengapa mereka tidak mau melakukannya? Jawabannya mereka terlalu sering berinteraksi dengan Ka’bah, sehingga mereka kehilangan sensitifitas.

Mereka menganggap, bahwa hal itu biasa- biasa saja dan seolah tak ada yang berbeda, mereka kehilangan rasa nilai terhadap ibadah di dalam Masjidil Haram.

Boleh jadi kita semua sudah sangat sering berinteraksi dengan Ramadhan, sudah puluhan kali barangkali, yang kita khawatirkan seperti deretan peristiwa yang kita tulis di atas.

Kita juga kehilangan sensitifitas terhadap bulan Ramadhan yang Allah SWT muliakan ini.

Ramadhan hadir kita masih menganggap seperti bulan- bulan Ramadhan yang lalu atau bahkan seperti layaknya bulan- bulan yang lain selain Ramadhan.

Kita masih beranggapan Ramadhan bulan ampunan, bulan barokah, bulan terbelenggunya syaithan, tertutupnya pintu neraka dan terbukanya pintu surga.

Lalu ampunan yang mana hendak kita gapai, barokah mana yang hendak kita rengkuh dan syaithan mana yang dibelenggu? Jika kita masih berkutat pada aktifitas yang jauh dari hal itu.

Shalat wajib belum berubah menjadi lebih khusyu’, tetangga yang lapar masih belum tersentuh bantuan kita, anak yatim belum kita perhatikan, bacaQur’an sebatas kalau ada kesempatan.

Ngrumpi dan menggunjing masih jadi hobby, benar syaithan dibelenggu, tapi justeru kita yang mewakili dan melanjutkan aktifitas Syaithan tersebut.

Kalau sudah begitu, lalu surga mana yang terbuka pintunya?

Maka marilah kita tetap menjaga sensitifitas kita terhadap kehadiran Ramadhan ini. Kita belum tahu bagaimana perjalanan langkah hudup kita ke depan.

Jangan- jangan Ramadhan ini Ramadhan terakhir yang dapat kita temui dalam hidup kita. Untuk itu mari kita isi dengan segenap kemampuan untuk beribadah kepadaNya. Semoga (***)

Asmen,S.Pd,MM : Pengawas SMK Kemendikbud Provinsi Sumatera Utara dan Pimpinan Ranting Muhammadiyah Dolok Maraja, Tapian Dolok, Simalungun.

 

Tags: hilangnyaramadhansensifitas
Share22Tweet14SendShare
ADVERTISEMENT

Berita Terkait

Inspirasi

Greenpeace: Krisis Iklim Tekan Daya Beli di Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran 

by Redaksi
20 Oktober 2026 | 12:02 WIB
0

Jakarta, Aloling Simalungun Greenpeace Indonesia menyoroti dampak krisis iklim terhadap daya beli masyarakat selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto...

Read more
Inspirasi

Kabut Asap Mengepung Pematangsiantar Dan Simalungun, GMKI Desak Langkah Nyata Bukan Sekedar Himbauan!

by Redaksi
15 Oktober 2026 | 13:27 WIB
0

P.Siantar, Aloling Simalungun Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Pematangsiantar-Simalungun mendesak Pemerintah Kota Pematangsiantar dan Pemerintah Kabupaten Simalungun agar segera...

Read more
Inspirasi

Pembangunan Tembok Pagar SMP Negeri 2 Girsang Sipangan Bolon Disambut Positif Warga

by Redaksi
13 Oktober 2026 | 15:43 WIB
0

Simalungun, Aloling Simalungun Pembangunan tembok pagar SMP Negeri 2 Girsang Sipangan Bolon disambut positif warga dinilai bisa semakin meningkatkan kualitas...

Read more
Inspirasi

Fragmen Teaterikal Peristiwa Bandar Betsy Mengheningkan Ribuan Masyarakat di Peringatan Hari Kesaktian Pancasila

by Redaksi
1 Oktober 2026 | 20:57 WIB
0

Simalungun, Aloling Simalungun Peristiwa kelam yang terjadi di Bandar Betsy, Kecamatan Bandar Huluan, Kabupaten Simalungun pada tahun 1965 terkait Gerakan...

Read more

Discussion about this post

Berita Terbaru

Siantar - Simalungun

Jaga Ketersediaan dan Pasokan Cabai, Pemkab Simalungun Laksanakan Gerakan Tanam Cabai Merah Serentak

22 Oktober 2026 | 10:01 WIB
Siantar - Simalungun

Kejari Simalungun Serahkan Legal Opinion Terkait Harmonisasi Perda dengan KUHP Nasional 

22 Oktober 2026 | 09:56 WIB
Regional

Raih Predikat Informatif Ki Sumut Award 2026,Pemko Tebing Tinggi Tegaskan Komitmen Transparansi Pelayanan Publik

22 Oktober 2026 | 09:16 WIB
Siantar - Simalungun

Pemkab Simalungun Kembali Raih Penghargaan Kategori Badan Publik Informatif Tahun 2026

21 Oktober 2026 | 19:47 WIB
Nasional

 Resmi! Inilah Jadwal Haji 2027: Berangkat Mulai 11 April, Wukuf 15 Mei 2027

21 Oktober 2026 | 10:28 WIB
Siantar - Simalungun

Perkuat Koordinasi dan Kebersamaan, Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Simalungun Gelar Rapat Koordinasi

21 Oktober 2026 | 08:42 WIB
Inspirasi

Greenpeace: Krisis Iklim Tekan Daya Beli di Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran 

20 Oktober 2026 | 12:02 WIB
Siantar - Simalungun

Jaga Kesehatan Masyarakat, Pemkab Simalungun Lakukan Pengujian Kualitas Udara di Sejumlah Wilayah

20 Oktober 2026 | 08:21 WIB
Entertainment

Rehab Bangunan  SD Negeri 098145 Karang Sari Kecamatan Gunung Maligas Disambut Positif 

19 Oktober 2026 | 15:21 WIB
Siantar - Simalungun

Wali Kota Tebing Tinggi Apresiasi Pemerintah Pusat Atas Revitalisasi Belasan SD dan SMP 

19 Oktober 2026 | 10:44 WIB
Siantar - Simalungun

Bupati Simalungun Resmikan Rumah Peradaban Tahfiz Qur’an Haji Dr. Sugiat Santoso di Peringatan Haul ke-17 Tuan Guru Batak

19 Oktober 2026 | 08:30 WIB
Siantar - Simalungun

Pemkab Simalungun Seriusi Perbaikan Jalan Penghubung Huta Bayu Raja–Bosar Maligas

17 Oktober 2026 | 18:47 WIB
  • Redaksi
  • Policy
  • Terms
  • Pedoman

© 2020-2024 Aloling Simalungun

rotasi barak berita hari ini danau toba berita simalungun

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi

© 2020-2024 Aloling Simalungun

rotasi barak berita hari ini danau toba berita simalungun