Aloling Simalungun
  • Redaksi
  • Policy
  • Terms
  • Pedoman
Rabu, 17 Juni 2026
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi
No Result
View All Result
Aloling Simalungun
No Result
View All Result
  • SMSI
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi
Home Inspirasi

Preman Jengkol

Oleh : Asmen,S.Pd.,MM

by Redaksi
29 April 2021 | 00:49 WIB
in Inspirasi
A A
Konsep Otomatis
ADVERTISEMENT
62
SHARES
78
VIEWS

TIDAK ada yang ingin berurusan dengan lelaki bertubuh gempal itu, rambutnya gondrong dengan kumis tebal dan badan penuh tato. Dalam kesehariannya suaranya selalu keras dan terkesan pemarah. Senyum sangat sulit terlihat padanya. Orang menggelarinya “Preman Jengkol”.

Aku sendiri tak tahu, apakah gelar itu mendapat restu darinya atau justeru beliau akan marah bila kita memanggilnya dengan gelar tersebut. Jika sudah demikian pasti sudah sulit urusannya. Karena yang kudengar orang memanggil namanya dengan sebutan “Bang Boy”. Aku sendiri tak tahu persis nama sebenarnya, asal usulnya atau umurnya. Namun kalau boleh ditaksir sekitar empat puluhan begitu.

Usut punya usut gelar “Preman Jengkol” tersebut didapat dari keberadaannya yang tetap hadir mangkal di pertigaan jalan Jengkol, yang menghubungkan desaku dengan Kota Pematangsiantar dan Tebing Tinggi.

Aku juga tidak tahu sejak kapan beliau mangkal di persimpangan tersebut, yang menjadi kegiatan rutinnya tiap hari. Yang semua orang kenal tentang statusnya adalah preman dengan segenap cap negatif kepremanannya. Baju biru yang sudah buram dan rompi kumal merah muda dengan celana jean yang memiliki lubang sana- sini dan berumbai, itulah ciri khasnya. Yang penting bagi semua orang berusaha untuk menghindar agar tak punya masalah dengannya.

Siang itu, ketika aku baru pulang dari kantor dan sudah pasti aku melewati pertigaan atau persimpangan Jalan Jengkol, pertigaan dimana preman sangar itu mangkal. Sejak dari kejauhan aku sudah merasa was-was dan jantungku berdegup kencang, karena terlihat olehku sang preman seram tersbut sudah memandangi aku, lalu apakah ada salahku dengan beliau, sepertinya beliau benar- benar ingin melampiaskan marahnya padaku.

Ingin rasanya aku menghindar dengan mencari jalan lain, namun tidak ada jalan alternatif yang dapat kulalui untuk pulang menuju rumahku. Aku melambatkan sepeda motorku, karena hendak berbelok ke kiri memasuki jalan arah ke desaku. Aku sudah pasrah dengan hal yang akan terjadi denganku.

“Halo bung!!!!” suaranya keras membentak “Apa sudah punya serap nyawa” lanjutnya, aku berhenti di dekatnya, sambil menelisik apa kesalahan yang kulakukan terhadapnya. Aku benar- benar shok dibuatnya dan sangat ketakutan.

“ Itu cagak standarmu masih menjulur, kalau sangkut lalu jatuh, mati kau. Bodoh gak hati- hati!”

Plong rasanya hatiku, memang aku lupa mengangkat cagak standar sepeda motorku, tadi aku terburu- buru ,ternyata dia menegur dan memberhentikan aku, agar aku mengangkat cagak tersebut.

“Terimakasih Bang, sudah diingatkan!” jawabku sambil mengangkat cagak tersebut dengan kakiku. Namun dengan tak acuh dia berpaling meninggalkanku dan akupun kembali menarik gas sepeda motorku untuk melanjutkan perjalananku.

Sungguh dugaanku salah selama ini, aku selalu berpikir, bahwa preman tidak memiliki rasa prikemanusiaan. Ternyata mereka juga masih seperti kita, masih ada rasa mencintai dan ingin menyelamatkan orang lain. Persoalan “Cagak Standar” adalah persoalan sepele, tapi begitu berbahayanya bagi pengendara apabila terlupa untuk mengangkatnya, bisa fatal, bisa terjatuh dan bisa pula mati.

Memang kita selalu memberikan stigma negatif terhadap apapun yang ada di hadapan kita, kita selalu mengukur prilaku dan keberadaan seseorang sesuai keberadaan kita sendiri atau sesuai pengalaman kita. Maka alat ukur tersebut merupakan alat ukur yang relatif tak berimbang dan sangat tidak akurat.

Namun yang harus kita tanamkan dan yakinkan dalam hati kita, bahwa semua orang apapun profesi dan status sosialnya pasti masih memiliki rasa ingin berbuat baik. Seperti masalah kelupaan mengangkat cagak standar sepeda motor kita, terkadang ada orang yang bersusah payah mengejar dan mendahului kita untuk hanya sekedar mengingatkan “Cagak Mas!” Lalu orang itu berlalu tanpa mengharapkan imbalan, bahkan ungkapan terimakasih dari kitapun tak mereka harapkan.

Untuk itu, marilah kita mulai untuk selalu menghargai orang lain, memuliakan orang lain tidaklah akan menjadikan kita rendah. Dan tentu kita sudah maklum, bahwa orang yang tak punya beras tidak akan mampu memberikan beras kepada yang lain. Orang yang tidak punya uang, pasti tidak akan mampu memberikan uang kepada orang lain, maka begitu juga dengan orang yang tidak mampu menghargai orang lain, pasti karena mereka tidak punya harga diri. (***)

Asmen, S.Pd.,MM : Pengawas SMK Kemendikbud Sumatera Utara dan Pimpinan Ranting Muhammadiyah Dolok Maraja, Tapian Dolok, Simalungun

Tags: asmenjengkolpreman
Share25Tweet16SendShare
ADVERTISEMENT

Berita Terkait

Inspirasi

HPSI Gelar Sosialisasi Partuturan dan Pakaian Adat Simalungun kepada Siswa SMA GKPS Pamatang Raya Simalungun, Aloling Simalungun Harungguan Purba Simalungun Indonesia (HPSI) merasa terpanggil dan bertanggung jawab dalam mensosialisakan adat dan budaya simalungun kepada generasi penerus bangsa yang merupakan garda terdepan dalam melestarikan adat dan budaya. Bertempat di Gedung Aula SMA GKPS Pamatang Raya pada hari Jumat, 8 Mei 2026 acara tersebut dibuka langsung oleh Ketua Umum HPSI bapak Mangapul Purba, S.E,M.I.Kom yang juga ketua fraksi PDIP DPRD Sumatera Utara telah berlangsung dengan baik.Dalam sambutannya beliau menyatakan bahwa peradaban bangsa Indonesia tidak terlepas dari Kebudayaan Daerah, kebudayaan menjadi salah satu factor utama dalam pembangunan nasional Peserta sosialisasi terdiri dari Siswa dan Guru SMA GKPS Pematang Raya dibawah kepemimpinan Kepala Sekolah, Julven Purba, S.Pd, dalam sambutannya beliau sangat berterimakasih atas kegiatan ini sehingga dengan kegiatan ini kami semakin memahami bagaimana adat budaya Simalungun itu dilaksanakan pada kehidupan sehari-hari khusunya tentang partuturan Adat Budaya Simalungun yang setiap hari baik dilingkungan keluarga, lingkungan sekolah selalu diterapkan, tata karma bagi kami terkhusus siswa dapat diterapkan sebagaimana lazimnya pada budaya simalungun, demikin juga tentang pemakaian adat dan budaya Simalungun. Diawal acara dilaksanakan acara pangalo-aloan kepada Rombongan HPSI dengan tortor Simalungun yang ditampilkan oleh Siswa SMA GKPS, dilanjutkan dengan ibadah, kemudian acara nasional menyanyikan lagu Indonesia Raya dan acara Sosilasisasi. Rohdian Purba, S,Si,M.Si selaku Sekretaris DPP HPSI yang juga menjadi narasumber dengan Materi Partuturan Adat Budaya Simalungun menjelaskan bahwa pada saat sekarang ini anak-anak milenial sudah banyak tidak memahami tentang partuturan dalam adat budaya simalungun, sekarang ini akibat ketidak pahaman mereka maka banyhak bersalahan pada panggilan terhadap sesama, orangtua dan kerabat keluarga lainnya, bilama mana tidak kita tanamkan, sosialisasikan partuturan simalungun dimaksud dikwatirkan 10 sampai 20 tahun kedepan maka akan tergerus bahkan hilang sehingga berakibatkan hubungan kekerabatan yang baik selama ini akan menjadi masalah yang sangat besar, mengapa misalnya panggilan makela dalam adat simalungun saat ini sudah sering didengar oleh anak nak bukan lagi makela tapi sudah dipanggil kel, panggilang tulang sudah sering kita dengar disapa oleh anak-anak menjadi tul, ini sangat menyalaha, mengapa terjadi hal demikian karena anak-anak tidak memahami sebenarnya bagiamana peran serta Sananina, Tondong dan Boru dalam peradaban adat dan Budaya Simalungun. Bahkan dalam pergaulan sehari hari antara anak-anak kuda yang berajnak dewasa bisa mengkwatirkan dalam menuju jenjang perkawinan dimasa-masa berpacaran, karena dalam adat budaya simalungun walaupun marga berbeda tidak serta merta bisa menikah/kawan misalnya; borunya namboru kita (anak perempuan dari saudara perempuan bapak) itu tidak bisa kita nikahi. Tapi borunya (anak perempuan) dari tulang kita itu bisa dinikahi yang disebut marboru tulang, atau disebut pariban. Demikian jika ibu kita memilki saudara kandung perempuan dan memilki anak perempuan (boru), kita sebagai laki-laki juga tidak bisa menikahinya, hal-hal yang seperti ini juga perlu kita ajarkan kepada generasi milenial sekarang ,apalagi mereka setelah tammat dari Sekolah akan banyak pergi merantau jauh dari orang tua, dengan tidak memahami hal dimaksud diperantauan bisa berakibat tidak baik dalam peradaban budaya simalungun nantinya, dan banyak hal lagi akibatnya jika partururan dalam budaya Simalungun tidak mereka pahami, hal ini yang perlu sejak dini kita samapaikan buat anak-anak. Demikian juga tentang pakaian adat budaya simalungun yang disamapaikan bapak Djapaten Purba, BME bahwa sejak dini perlu ditanamkan kepada anak-anak milenial, karena pada saat ini sudah banyak kita lihat ditengah-tengah masyarakat dalam acara adat budaya simalungun baik suka maupu n duka sudah tidak sesuai lagi dengan sebenarnya, menurut beliau semua pemakaian hiou simalungun itu memiliki arti dan makna khsusus bagi kehidupan sehar-hari, baik itu gotong, bulang suri-suri, ragi cantik dll termasuk tata cara pemakaiannya misalnya jika seorang bapak memakai suri-suri itu berwarna hitam namu jika perempuan memakai suri-suri bisa warna bebas, demikain juga jika sudah memakai gotong, maka wajib memakai suri-suri dan abit/ragi panei atau ragi cantik untuk laki-laki demikian juga perempuan/ inang jika sudah memakai bulang, wajib memakai suri-suri dan abit. Diakhir acara siswa dan guru SMA GKPS Pamatang Raya sangat mengapresiasi kegiatan sosialisasi ini karena mereka lebih memahami tentang adat budaya simalungun yang bisa mereka terapkan pada kehidupan sehar-hari baik dilingkungan sekolah, keluarga dan kekerabatan dalam lingkungan keluarga mereka, yang diakhiri dengan pemberian cendramata oleh kepala sekolah kepada Ketua Umum HPSI dan kedua narasumber. (rel)

by Redaksi
9 Mei 2026 | 14:54 WIB
0

Simalungun, Aloling Simalungun Harungguan Purba Simalungun Indonesia (HPSI) merasa terpanggil dan bertanggung jawab dalam mensosialisakan adat dan budaya simalungun kepada...

Read more
Inspirasi

Rohdian Purba : “Kemajuan USI Melekat Keinginan Hati untuk Memajukannya”

by Redaksi
8 Mei 2026 | 16:37 WIB
0

P.Siantar, Aloling Simalungun Terkait untuk memajukan Yayasan Universitas Simalungun diutamakan adanya keinginan hati untuk bekerja maksimal dalam memajukan sekolah dan...

Read more
Inspirasi

Hari Pendidikan Nasional 2026 di SMA Negeri 1 Pematangsiantar,  August Sinaga Tekankan Peningkatan Kualitas Di Dalam Kelas

by Redaksi
2 Mei 2026 | 10:47 WIB
0

P.Siantar, Aloling Simalungun Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI Provinsi Sumatera Utara (Siantar-Simalungun) Hardiknas tidak hanya sekadar ajang seremonial, tetapi...

Read more
Inspirasi

Bedah Buku Diutus Melintasi Batas, Biografi Marie Claire Barth Frommel

by Redaksi
22 April 2026 | 08:45 WIB
0

P.Siantar, Aloling Simalungun GMKI Siantar-Simalungun dan STT HKBP P.Siantar menggelar acara Bedah Buku Diutus Melintasi Batas, Biografi Marie Claire Barth...

Read more

Discussion about this post

Berita Terbaru

Entertainment

Masa Perkenalan (MAPER) Gel. III 2026 GMKI Pematangsiantar-Simalungun Sukses Terlaksana

16 Juni 2026 | 20:51 WIB
Nasional

Indonesia Butuh Investasi Rp 54 Triliun untuk Infrastruktur Sampah & Waste-to-Energy 

16 Juni 2026 | 15:27 WIB
Nasional

Harga Emas Dunia Naik ke Level Tertinggi Sepekan, Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran 

15 Juni 2026 | 15:10 WIB
Nasional

INDEF: Kebocoran 1% Anggaran MBG Berpotensi Rugikan Negara Lebih dari Rp 2,6 Triliun 

14 Juni 2026 | 17:25 WIB
Regional

Gelar Nobar Bersama TP.PKK, Wali Kota Tebing Tinggi Apresiasi Pesan Moral Parodi Edukatif”Kampung Durian Gak Jadi Runtuh”

13 Juni 2026 | 08:16 WIB
Siantar - Simalungun

Pemkab Simalungun Gelar Sosialisasi Pemenuhan Hak Anak dan Deklarasi Relawan Perlindungan Anak

12 Juni 2026 | 08:14 WIB
Regional

Wujudkan Kemudahan Akses Pelayanan Hukum Bagi Masyarakat, Walikota Tebing Tinggi Terima Penghargaan dari Kementerian Hukum RI

11 Juni 2026 | 17:12 WIB
Siantar - Simalungun

Bupati Simalungun Bersama Wakil Bupati dan Jajaran Forkopimda Hadiri Acara Pisah Sambut Dandim 0207/Sml

11 Juni 2026 | 09:09 WIB
Uncategorized

Peningkatan 9 Ruas Jalan Provinsi di Wilayah Kabupaten Simalungun Segera Dimulai

10 Juni 2026 | 20:25 WIB
Siantar - Simalungun

DPRD Simalungun Sampaikan Rekomendasi Terhadap LKPj Bupati Simalungun Tahun 2025

10 Juni 2026 | 08:24 WIB
Siantar - Simalungun

Akselerasi Transformasi Digital Pemko Tebing Tinggi dan Bank Sumut Siap Luncurkan QRIS Dinamis 

9 Juni 2026 | 21:46 WIB
Siantar - Simalungun

Sosialisasi 6 SPM di Kecamatan Bandar Huluan: Dekatkan Pelayanan dan Tingkatkan Kualitas Hidup Masyarakat

9 Juni 2026 | 21:02 WIB
  • Redaksi
  • Policy
  • Terms
  • Pedoman

© 2020-2024 Aloling Simalungun

rotasi barak berita hari ini danau toba berita simalungun

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi

© 2020-2024 Aloling Simalungun

rotasi barak berita hari ini danau toba berita simalungun