Aloling Simalungun
  • Redaksi
  • Policy
  • Terms
  • Pedoman
Rabu, 22 Juli 2026
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi
No Result
View All Result
Aloling Simalungun
No Result
View All Result
  • SMSI
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi
Home Inspirasi

Berburu Tongkat Musa

Oleh : Asmen,S.Pd.,MM

by Redaksi
3 Mei 2021 | 01:21 WIB
in Inspirasi
A A
Konsep Otomatis
ADVERTISEMENT
54
SHARES
67
VIEWS

KETIKA Musa AS memasuki “Lembah Tuah” lalu Allah bertanya kepada Musa “Wahai Musa, apa yang berada di tanganmu?” Tuhan bertanya bukan berarti Tuhan tidak tahu, sungguh Dia Maha Tahu.

Tuhan hanya ingin menegaskan agar Musa fokus pada pembicaraan yang sedang dilakukan. “Ini adalah tongkat yang aku bertelekan padanya dan kupakai memukul dedaunan untuk makan kambingku” jawab Musa, karena memang tak sedikitpun bagi Musa tahu jika tongkat itu merupakan salah satu mukjizat yang Allah berikan kepadanya untuk menguatkan kenabiannya.

“Wahai Musa, coba kau lemparkan tongkatmu itu!” perintah Allah kepada Musa, lalu sekonyong- konyong tongkat itu menjadi ular besar yang sangat gesit dengan menjulur –julurkan lidahnya.

Lalu Allah perintahkan Musa AS untuk menda’wahi Fir’aun dengan membawa bukti –bukti kerasulannya dan mu’jizat tongkat yang sudah diketahui Musa. Ketika Musa berhadapan dengan para penyihir yang telah dikumpulkan Fir’aun untuk mengalahkan hujjah Nabi Musa, maka para penyihir itu melemparkan tali- tali dan langsung berubah menjadi ular yang berserakan dan siap memangsa apa saja sesuai keinginan sang penyihir. Hati Musa kecut, Musa tidak akan bertindak gegabah sebelum mendapat perintah Tuhannya untuk bertindak. Musa tidak seperti para dukun gadungan yang setiap kali untuk melakukan aksinyadengan menggunakan jin maupun Iblis cukup mengatakan “adakadabra” langsung muncul apa yang dikehendaki.

Musa tetap tunggu perintah Tuhan. “ Lemparkan tongkatmu!” kata Allah, lalu tongkat berubah menjadi ular besar dan menelan semua makhluq jelmaan tali temali menjadi ular tersebut.

Demikian pula Musa dan pengikutnya terdesak dan mentok tak ada jalan ketika berhadapan dengan Laut Merah di depan dan pasukan Fir’aun di belakang.

Perintah Allah “Pukulkan tongkatmu” Dari perjalanan kerasulan Musa, salah satu mu’jizat andalannya adalah tongkat tersebut. Memang mu’jizat seperti itu pada zamannya sangat dibutuhkan.

Ketika Rasul Muhammad SAW diutus oleh Allah SWT, sebagai Nabi dan Rasul “Khataman Nabiyyin” , nabi penutup, Allah memberikan mu’jizat andalan dan terbesar adalah Al Qur’an. Di zaman akhir ini memang sangat sesuai Al Qur’an diturunkan. Dimana orang saat ini membutuhkan referensi sebagai landasan keilmuan.

Maka Al Qur’an hadir sebagai referensi yang tertulis dan yang terjaga keontentikannya sepanjang masa. Salah satu menjaga keotentikannya sampai kini adalah Allah menebarkan para hafizh (penghafal) Al Qur’an.

Firman Allah ,“ Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya”.(QS : Al Hijr ; 9)

Di zaman akhir kekuatan fisik tidak dapat menjadi andalan, tetapi kekuatan mental dan pengembangan fikiran menjadi hal yang sangat urgen, maka Al Qur’an sangat sesuai untuk mencari solusi dalam menghadapi problema- problema kekinian.

Jika mu’jizat yang hadir sebagai andalan di zaman kini adalah tongkat Nabi Musa, saya tidak tahu bagaimana membayangkannya, pasti akan terjadi pertumpahan darah besar-besaran, dimana semua orang akan berburu tongkat tersebut untuk memilikinya, karena seolah tongkat itu punya kesaktian (padahal tidak ada apa-apanya kalau Allah tak menghendaki).

Antar Negara juga akan saling serbu demi mendapatkan tongkat sakti itu. Yang tidak ketinggalan mengeruk keuntungan dalam perburuan ini adalah para pemalsu barang- barang.

Mereka akan membuat tongkat Musa yang sangat mirip dengan aslinya namun palsu, tongkat Musa KW. Sehingga menelisik mana yang asli dengan yang palsu sangat susah. Anehnya semua mengklaim, bahwa yang mereka pegang adalah yang asli.

Namun, Allah yang Maha Kuasa yang menguasai segala zaman, Dia Maha Tahu apa yang sedang dibutuhkan hambaNya pada zamannya. Maka Allah SWT menurunkan Al Qur’an dan semua kita diharapkan agar segera memburunya, menelisiknya, mengobral kebenaran yang ada di dalamnya untuk semua umat manusia.

Kita diwajibkan memilikinya dan menghunjamkan maksud yang termaktub di dalamnya ke dalam kalbu kita. Hari ini, besok dan hari- hari berikutnya.(***)

Asmen, S.Pd.,MM : Pengawas SMK Kemendikbud Sumatera Utara dan Pimpinan Ranting Muhammadiyah Dolok Maraja, Tapian Dolok, Simalungun

Tags: berburumusatongkat
Share22Tweet14SendShare
ADVERTISEMENT

Berita Terkait

Inspirasi

PUSTAKA NOMMENSEN: Kebakaran Pasar Dwikora Bukan Hanya Musibah, tetapi Alarm Tata Kelola

by Redaksi
25 Juni 2026 | 20:47 WIB
0

P.Siantar, Aloling Simalungun Pusat Studi Kebijakan Publik dan Politik (PUSTAKA NOMMENSEN) Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar menilai kebakaran Pasar Dwikora harus...

Read more
Inspirasi

Dr.Sarmedi Purba SPOG Setuju Organisasi Adat Budaya dan Cendikiawan Simalungun Bersatu

by Redaksi
19 Juni 2026 | 09:29 WIB
0

P.Siantar, Aloling Simalungun Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Pemangku Adat dan Cendekiawan Simalungun (DPP-PACS) Dr.Sarmedi Purba mengatakan Setuju agar Organisasi...

Read more
Inspirasi

Drs.Johalim Purba Berharap Organisasi Adat Budaya dan Cendikiawan Simalungun Bersatu 

by Redaksi
18 Juni 2026 | 11:33 WIB
0

Simalungun, Aloling Simalungun Organisasi Adat Budaya dan Cendikiawan Simalungun yang pada awalnya berada dalam satu wadah Partuha Maujana Simalungun diharapkan...

Read more
Inspirasi

HPSI Gelar Sosialisasi Partuturan dan Pakaian Adat Simalungun kepada Siswa SMA GKPS Pamatang Raya Simalungun, Aloling Simalungun Harungguan Purba Simalungun Indonesia (HPSI) merasa terpanggil dan bertanggung jawab dalam mensosialisakan adat dan budaya simalungun kepada generasi penerus bangsa yang merupakan garda terdepan dalam melestarikan adat dan budaya. Bertempat di Gedung Aula SMA GKPS Pamatang Raya pada hari Jumat, 8 Mei 2026 acara tersebut dibuka langsung oleh Ketua Umum HPSI bapak Mangapul Purba, S.E,M.I.Kom yang juga ketua fraksi PDIP DPRD Sumatera Utara telah berlangsung dengan baik.Dalam sambutannya beliau menyatakan bahwa peradaban bangsa Indonesia tidak terlepas dari Kebudayaan Daerah, kebudayaan menjadi salah satu factor utama dalam pembangunan nasional Peserta sosialisasi terdiri dari Siswa dan Guru SMA GKPS Pematang Raya dibawah kepemimpinan Kepala Sekolah, Julven Purba, S.Pd, dalam sambutannya beliau sangat berterimakasih atas kegiatan ini sehingga dengan kegiatan ini kami semakin memahami bagaimana adat budaya Simalungun itu dilaksanakan pada kehidupan sehari-hari khusunya tentang partuturan Adat Budaya Simalungun yang setiap hari baik dilingkungan keluarga, lingkungan sekolah selalu diterapkan, tata karma bagi kami terkhusus siswa dapat diterapkan sebagaimana lazimnya pada budaya simalungun, demikin juga tentang pemakaian adat dan budaya Simalungun. Diawal acara dilaksanakan acara pangalo-aloan kepada Rombongan HPSI dengan tortor Simalungun yang ditampilkan oleh Siswa SMA GKPS, dilanjutkan dengan ibadah, kemudian acara nasional menyanyikan lagu Indonesia Raya dan acara Sosilasisasi. Rohdian Purba, S,Si,M.Si selaku Sekretaris DPP HPSI yang juga menjadi narasumber dengan Materi Partuturan Adat Budaya Simalungun menjelaskan bahwa pada saat sekarang ini anak-anak milenial sudah banyak tidak memahami tentang partuturan dalam adat budaya simalungun, sekarang ini akibat ketidak pahaman mereka maka banyhak bersalahan pada panggilan terhadap sesama, orangtua dan kerabat keluarga lainnya, bilama mana tidak kita tanamkan, sosialisasikan partuturan simalungun dimaksud dikwatirkan 10 sampai 20 tahun kedepan maka akan tergerus bahkan hilang sehingga berakibatkan hubungan kekerabatan yang baik selama ini akan menjadi masalah yang sangat besar, mengapa misalnya panggilan makela dalam adat simalungun saat ini sudah sering didengar oleh anak nak bukan lagi makela tapi sudah dipanggil kel, panggilang tulang sudah sering kita dengar disapa oleh anak-anak menjadi tul, ini sangat menyalaha, mengapa terjadi hal demikian karena anak-anak tidak memahami sebenarnya bagiamana peran serta Sananina, Tondong dan Boru dalam peradaban adat dan Budaya Simalungun. Bahkan dalam pergaulan sehari hari antara anak-anak kuda yang berajnak dewasa bisa mengkwatirkan dalam menuju jenjang perkawinan dimasa-masa berpacaran, karena dalam adat budaya simalungun walaupun marga berbeda tidak serta merta bisa menikah/kawan misalnya; borunya namboru kita (anak perempuan dari saudara perempuan bapak) itu tidak bisa kita nikahi. Tapi borunya (anak perempuan) dari tulang kita itu bisa dinikahi yang disebut marboru tulang, atau disebut pariban. Demikian jika ibu kita memilki saudara kandung perempuan dan memilki anak perempuan (boru), kita sebagai laki-laki juga tidak bisa menikahinya, hal-hal yang seperti ini juga perlu kita ajarkan kepada generasi milenial sekarang ,apalagi mereka setelah tammat dari Sekolah akan banyak pergi merantau jauh dari orang tua, dengan tidak memahami hal dimaksud diperantauan bisa berakibat tidak baik dalam peradaban budaya simalungun nantinya, dan banyak hal lagi akibatnya jika partururan dalam budaya Simalungun tidak mereka pahami, hal ini yang perlu sejak dini kita samapaikan buat anak-anak. Demikian juga tentang pakaian adat budaya simalungun yang disamapaikan bapak Djapaten Purba, BME bahwa sejak dini perlu ditanamkan kepada anak-anak milenial, karena pada saat ini sudah banyak kita lihat ditengah-tengah masyarakat dalam acara adat budaya simalungun baik suka maupu n duka sudah tidak sesuai lagi dengan sebenarnya, menurut beliau semua pemakaian hiou simalungun itu memiliki arti dan makna khsusus bagi kehidupan sehar-hari, baik itu gotong, bulang suri-suri, ragi cantik dll termasuk tata cara pemakaiannya misalnya jika seorang bapak memakai suri-suri itu berwarna hitam namu jika perempuan memakai suri-suri bisa warna bebas, demikain juga jika sudah memakai gotong, maka wajib memakai suri-suri dan abit/ragi panei atau ragi cantik untuk laki-laki demikian juga perempuan/ inang jika sudah memakai bulang, wajib memakai suri-suri dan abit. Diakhir acara siswa dan guru SMA GKPS Pamatang Raya sangat mengapresiasi kegiatan sosialisasi ini karena mereka lebih memahami tentang adat budaya simalungun yang bisa mereka terapkan pada kehidupan sehar-hari baik dilingkungan sekolah, keluarga dan kekerabatan dalam lingkungan keluarga mereka, yang diakhiri dengan pemberian cendramata oleh kepala sekolah kepada Ketua Umum HPSI dan kedua narasumber. (rel)

by Redaksi
9 Mei 2026 | 14:54 WIB
0

Simalungun, Aloling Simalungun Harungguan Purba Simalungun Indonesia (HPSI) merasa terpanggil dan bertanggung jawab dalam mensosialisakan adat dan budaya simalungun kepada...

Read more

Discussion about this post

Berita Terbaru

Siantar - Simalungun

Penyelesaian Surat BPHTB Wajib, lunas PBB

22 Juli 2026 | 11:33 WIB
Siantar - Simalungun

Tinjau Lokasi Peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI, Sekda Simalungun Pastikan Semua Aspek Pendukung Optimal

22 Juli 2026 | 11:24 WIB
Regional

Buka Sosialisasi Desa Binaan Imigrasi Sekda Tebing Tinggi Minta Lurah Mampu Deteksi Dini Modus TPPO dan TPPM

21 Juli 2026 | 18:18 WIB
Siantar - Simalungun

Nobar Final Piala Dunia 2026 Pemkab Simalungun Penuh Semangat Kebersamaan

20 Juli 2026 | 12:11 WIB
Entertainment

PP 59 Siantar–Simalungun Resmi Dilantik, Siap Bersinergi Membangun Daerah

18 Juli 2026 | 18:14 WIB
Entertainment

Berkunjung ke Kecamatan Hatonduhan, Bupati Simalungun Siapkan Program Prioritas

17 Juli 2026 | 18:26 WIB
Entertainment

Berkunjung ke Kecamatan Raya: Bupati Simalungun Luncurkan Program Prioritas

16 Juli 2026 | 19:59 WIB
Siantar - Simalungun

Tim Monitoring Kemendagri Berikan Apresiasi Realisasi TKD di Kabupaten Simalungun

16 Juli 2026 | 18:16 WIB
Entertainment

Berkunjung ke Kecamatan Dolok Masagal, Bupati Simalungun Kucurkan Anggaran Infrastruktur dan Hadirkan Pelayanan Terpadu

16 Juli 2026 | 15:46 WIB
Entertainment

Tertibkan Kenderaan Dinas, Pemkab Simalungun Gelar Apel Kendaraan

15 Juli 2026 | 20:13 WIB
Entertainment

Persiapan HUT ke-81 Kemerdekaan RI Tahun 2026: Pemkab Simalungun Rencanakan Upacara Digelar di Kecamatan Dolok Batu Nanggar

15 Juli 2026 | 18:07 WIB
Entertainment

FGD dan Penanaman Pohon di Panombeian Panei: GMKI, GAMKI, dan PIKI Perkuat Sinergi Pemuda Mengawal Pembangunan Pertanian Berkelanjutan

15 Juli 2026 | 11:46 WIB
  • Redaksi
  • Policy
  • Terms
  • Pedoman

© 2020-2024 Aloling Simalungun

rotasi barak berita hari ini danau toba berita simalungun

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi

© 2020-2024 Aloling Simalungun

rotasi barak berita hari ini danau toba berita simalungun