Aloling Simalungun
  • Redaksi
  • Policy
  • Terms
  • Pedoman
Sabtu, 6 Juni 2026
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi
No Result
View All Result
Aloling Simalungun
No Result
View All Result
  • SMSI
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi
Home Inspirasi

Arjuna Menuntut Darah

Oleh : Asmen, S.Pd.,MM

by Redaksi
5 Mei 2021 | 01:46 WIB
in Inspirasi
A A
ADVERTISEMENT
54
SHARES
67
VIEWS

LELAKI berbadan kekar tersebut sepertinya tidak dapat menahan kemarahannya, segala serapah ia tumpahkan kepada dua orang wanita yang berseragam putih yang ada didepannya. Meski kedua wanita muda tersebut sudah berkali- kali dengan sabar menjelaskan tentang hal yang dimaksud lelaki tersebut.

“Saya datang hanya mengharapkan satu kantong darah, anak saya sedang membutuhkannya, dia sedang sekarat di rumah sakit” kata lelaki tegap yang memakai kaos berlogo salah satu produk susu terkenal.

Dia adalah Arjuna, lelaki berusia empat puluhan. Dia memaksa agar pihak PMI segera menyediakan darah untuk transfusi bagi anaknya yang terkena serangan demam berdarah.

“Stok darah dari golongan darah anak bapak habis pak, kalau bapak berkenan cari orang yang darahnya segolongan dengan darah anak bapak yang bersedia diambil darahnya , bukan kami diskriminasi seperti yang bapak tuduhkan tadi” salah seorang perempuan berjilbab menjelaskan.

“Nih ! kartu saya bukti saya sudah berkali- kali secara sukarela donor darah di sini, sudah puluhan liter darah saya diambil kalian di sini, masak minta satu kantong saja kalian gak bisa usahakan, apa saja kerja kalian di sini? “ marahnya terus memuncak, kendati penjelasan sudah diberikan.

“Mulai hari ini saya gak sudi donor darah lagi, enak saja kalian sedot darah saya, tiba saatnya mendesak saya butuh untuk anak saya ternyata darah gak ada, alasan stok nihil, jadi gak ada gunanya saya selama ini menjadi pendonor, brengsek semua!” Itulah ungkapan terakhir lelaki itu sebelum meninggalkan tempat dan akhirnya pergi meninggalkan kantor PMI.

Ketika kekalutan dan kemarahan menyatu, maka sangat sulit bagi kita untuk berpikir normal dan sungguh berat untuk menerima penjelasan. Pada saat yang sama kita akan membenarkan segala pendapat kita sendiri, dengan ungkapan- ungkapan yang terkadang tidak pada tempatnya, pokoknya kita muntahkan semua kepada mereka yang seolah menjadi lawan kita.

Bila kita sadar, bahwa semua orang juga pernah mengalami hal yang sama dengan kita, pernah kalut karena sesuatu hal, pernah sakit, pernah kecewa, namun mengapa mereka dapat mengendalikan diri? Tak lain karena kesadaran, bahwa semua orang lemah seperti kita dan semua harapan dan keinginan tidak wajib terpenuhi. Karena kita bukan Tuhan yang bisa berbuat “KUN” fayakun, “JADI” maka terjadi.

Kita manusia dhaif yang sangat lemah dan membutuhkan pertolongan sesama, terlebih-lebih pertolongan Tuhan, melalui marah pertolongan tidak akan datang.
Hadits Nabi SAW , Dari Abu Hurairah RA, ia berkata.

Ada seorang lelaki meminta nasihat kepada Nabi SAW “Berilah aku wasiat” Nabi SAW menjawab “Janganlah engkau marah” lelaki itu mengulang- ulang permintaannya, namun jawaban Nabi tetap sama “Janganlah engkau marah” (HR.Bukhari).

Terkadang marah selalu menutup akal sehat, sehingga ketika marah itu reda, barulah muncul penyesalan atas segala tindakan kita ketika saat marah. Bahkan sampai bersumpah untuk tidak akan berbuat baik lagi.

Semua orang maklum, bahwa memberikan darah kepada orang lain merupakan amal sholeh, lalu jika kita bersumpah untuk tidak akan melakukan amal sholeh lagi, amu jadi apa kita.

Firman Allah SWT “ Jangahlah kamu jadikan (nama) Allah dalam sumpahmu sebagai penghalang untuk berbuat kebajikan, bertakwa dan mengadakan ishlah(perdamaian) di antara manusia. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS: Al Baqarah ; 224).

JIka stok darah habis, berarti banyak orang butuh atau tidak ada orang yang sudi donor, jadi kita sedang dibutuhkan, maka menghindar atau kecewa tidak donor lagi bukan hal yang terpuji. Justeru di sanalah letak kemuliaan kita. Karena sudah seharusnya kita tak perlu menuntut atas jasa sosial kita, jika memang tak mungkin terpenuhi.

Rasul SAW bersabda “Bersedekahlah kamu kepada orang miskin dan orang yang kikir” Lalu apa hikmahnya bersedekah kepada kedua golongan ini.

Pertama: Bersedekah kepada orang miskin, supaya kita tidak menuntut balas. Apalagi agar mendapat imbalan yang lebih besar, untuk makan mereka saja mereka sudah kembang kempis. Sehingga kita ikhlas tanpa reserve.

Kedua : Bersedekah kepada orang kikir , sama juga halnya. Jika kita tahu mereka adalah kikir, maka otomatis kita maklum dan tidak mengharapkan balasannya. Namanya juga orang kikir sudah pasti susah digigit. Disamping itu juga akan menimbulkan kesadaran bagi si kikir “Aku pelit, namun mereka tetap bloboh (suka memberi: Jawa) kepadaku, nanti sekali-kali aku gantian memberi, terus-terusan diberi juga gak enak dan malu”.

Maka marilah kita terus berbuat baik di segenap kesempatan dan tempat, jangan bosan jadi orang baik, sebab dunia masih membutuhkan orang yang baik dan orang yang benar. Termasuk butuh kita dengan sentuhan- sentuhan yang manusiawi dan yang menyelamatkan semuanya. (***)

Asmen, S.Pd.,MM : Pengawas SMK Kemendikbud Provinsi Sumatera Utara dan Pimpinan Ranting Muhammadiyah Dolok Maraja, Tapian Dolok, Simalungun

Tags: arjunadarahmenuntut
Share22Tweet14SendShare
ADVERTISEMENT

Berita Terkait

Inspirasi

HPSI Gelar Sosialisasi Partuturan dan Pakaian Adat Simalungun kepada Siswa SMA GKPS Pamatang Raya Simalungun, Aloling Simalungun Harungguan Purba Simalungun Indonesia (HPSI) merasa terpanggil dan bertanggung jawab dalam mensosialisakan adat dan budaya simalungun kepada generasi penerus bangsa yang merupakan garda terdepan dalam melestarikan adat dan budaya. Bertempat di Gedung Aula SMA GKPS Pamatang Raya pada hari Jumat, 8 Mei 2026 acara tersebut dibuka langsung oleh Ketua Umum HPSI bapak Mangapul Purba, S.E,M.I.Kom yang juga ketua fraksi PDIP DPRD Sumatera Utara telah berlangsung dengan baik.Dalam sambutannya beliau menyatakan bahwa peradaban bangsa Indonesia tidak terlepas dari Kebudayaan Daerah, kebudayaan menjadi salah satu factor utama dalam pembangunan nasional Peserta sosialisasi terdiri dari Siswa dan Guru SMA GKPS Pematang Raya dibawah kepemimpinan Kepala Sekolah, Julven Purba, S.Pd, dalam sambutannya beliau sangat berterimakasih atas kegiatan ini sehingga dengan kegiatan ini kami semakin memahami bagaimana adat budaya Simalungun itu dilaksanakan pada kehidupan sehari-hari khusunya tentang partuturan Adat Budaya Simalungun yang setiap hari baik dilingkungan keluarga, lingkungan sekolah selalu diterapkan, tata karma bagi kami terkhusus siswa dapat diterapkan sebagaimana lazimnya pada budaya simalungun, demikin juga tentang pemakaian adat dan budaya Simalungun. Diawal acara dilaksanakan acara pangalo-aloan kepada Rombongan HPSI dengan tortor Simalungun yang ditampilkan oleh Siswa SMA GKPS, dilanjutkan dengan ibadah, kemudian acara nasional menyanyikan lagu Indonesia Raya dan acara Sosilasisasi. Rohdian Purba, S,Si,M.Si selaku Sekretaris DPP HPSI yang juga menjadi narasumber dengan Materi Partuturan Adat Budaya Simalungun menjelaskan bahwa pada saat sekarang ini anak-anak milenial sudah banyak tidak memahami tentang partuturan dalam adat budaya simalungun, sekarang ini akibat ketidak pahaman mereka maka banyhak bersalahan pada panggilan terhadap sesama, orangtua dan kerabat keluarga lainnya, bilama mana tidak kita tanamkan, sosialisasikan partuturan simalungun dimaksud dikwatirkan 10 sampai 20 tahun kedepan maka akan tergerus bahkan hilang sehingga berakibatkan hubungan kekerabatan yang baik selama ini akan menjadi masalah yang sangat besar, mengapa misalnya panggilan makela dalam adat simalungun saat ini sudah sering didengar oleh anak nak bukan lagi makela tapi sudah dipanggil kel, panggilang tulang sudah sering kita dengar disapa oleh anak-anak menjadi tul, ini sangat menyalaha, mengapa terjadi hal demikian karena anak-anak tidak memahami sebenarnya bagiamana peran serta Sananina, Tondong dan Boru dalam peradaban adat dan Budaya Simalungun. Bahkan dalam pergaulan sehari hari antara anak-anak kuda yang berajnak dewasa bisa mengkwatirkan dalam menuju jenjang perkawinan dimasa-masa berpacaran, karena dalam adat budaya simalungun walaupun marga berbeda tidak serta merta bisa menikah/kawan misalnya; borunya namboru kita (anak perempuan dari saudara perempuan bapak) itu tidak bisa kita nikahi. Tapi borunya (anak perempuan) dari tulang kita itu bisa dinikahi yang disebut marboru tulang, atau disebut pariban. Demikian jika ibu kita memilki saudara kandung perempuan dan memilki anak perempuan (boru), kita sebagai laki-laki juga tidak bisa menikahinya, hal-hal yang seperti ini juga perlu kita ajarkan kepada generasi milenial sekarang ,apalagi mereka setelah tammat dari Sekolah akan banyak pergi merantau jauh dari orang tua, dengan tidak memahami hal dimaksud diperantauan bisa berakibat tidak baik dalam peradaban budaya simalungun nantinya, dan banyak hal lagi akibatnya jika partururan dalam budaya Simalungun tidak mereka pahami, hal ini yang perlu sejak dini kita samapaikan buat anak-anak. Demikian juga tentang pakaian adat budaya simalungun yang disamapaikan bapak Djapaten Purba, BME bahwa sejak dini perlu ditanamkan kepada anak-anak milenial, karena pada saat ini sudah banyak kita lihat ditengah-tengah masyarakat dalam acara adat budaya simalungun baik suka maupu n duka sudah tidak sesuai lagi dengan sebenarnya, menurut beliau semua pemakaian hiou simalungun itu memiliki arti dan makna khsusus bagi kehidupan sehar-hari, baik itu gotong, bulang suri-suri, ragi cantik dll termasuk tata cara pemakaiannya misalnya jika seorang bapak memakai suri-suri itu berwarna hitam namu jika perempuan memakai suri-suri bisa warna bebas, demikain juga jika sudah memakai gotong, maka wajib memakai suri-suri dan abit/ragi panei atau ragi cantik untuk laki-laki demikian juga perempuan/ inang jika sudah memakai bulang, wajib memakai suri-suri dan abit. Diakhir acara siswa dan guru SMA GKPS Pamatang Raya sangat mengapresiasi kegiatan sosialisasi ini karena mereka lebih memahami tentang adat budaya simalungun yang bisa mereka terapkan pada kehidupan sehar-hari baik dilingkungan sekolah, keluarga dan kekerabatan dalam lingkungan keluarga mereka, yang diakhiri dengan pemberian cendramata oleh kepala sekolah kepada Ketua Umum HPSI dan kedua narasumber. (rel)

by Redaksi
9 Mei 2026 | 14:54 WIB
0

Simalungun, Aloling Simalungun Harungguan Purba Simalungun Indonesia (HPSI) merasa terpanggil dan bertanggung jawab dalam mensosialisakan adat dan budaya simalungun kepada...

Read more
Inspirasi

Rohdian Purba : “Kemajuan USI Melekat Keinginan Hati untuk Memajukannya”

by Redaksi
8 Mei 2026 | 16:37 WIB
0

P.Siantar, Aloling Simalungun Terkait untuk memajukan Yayasan Universitas Simalungun diutamakan adanya keinginan hati untuk bekerja maksimal dalam memajukan sekolah dan...

Read more
Inspirasi

Hari Pendidikan Nasional 2026 di SMA Negeri 1 Pematangsiantar,  August Sinaga Tekankan Peningkatan Kualitas Di Dalam Kelas

by Redaksi
2 Mei 2026 | 10:47 WIB
0

P.Siantar, Aloling Simalungun Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI Provinsi Sumatera Utara (Siantar-Simalungun) Hardiknas tidak hanya sekadar ajang seremonial, tetapi...

Read more
Inspirasi

Bedah Buku Diutus Melintasi Batas, Biografi Marie Claire Barth Frommel

by Redaksi
22 April 2026 | 08:45 WIB
0

P.Siantar, Aloling Simalungun GMKI Siantar-Simalungun dan STT HKBP P.Siantar menggelar acara Bedah Buku Diutus Melintasi Batas, Biografi Marie Claire Barth...

Read more

Discussion about this post

Berita Terbaru

Siantar - Simalungun

Oknum Ketua OKP Ganggu Pengusaha di Pekarangan RSUD Parapat 

5 Juni 2026 | 12:57 WIB
Siantar - Simalungun

Pangulu Bandar Betsy Gerak Cepat Selesaikan Polemik Penyaluran BLT

4 Juni 2026 | 10:20 WIB
Regional

Tekan Resiko Kecelakaan Perlintasan Sebidang Kereta Api, Pemko Tebing Tinggi Siapkan Langkah Konkret

3 Juni 2026 | 17:55 WIB
Nasional

ABPEDNAS Cetak Sejarah, Raih 100 Ribu Anggota Bertepatan Hari Lahir Pancasila 2026

2 Juni 2026 | 19:24 WIB
Entertainment

Parsadaan Purba Pakpak Boru Panogolan (P3BP) Gelar Rakernas di Siantar  

1 Juni 2026 | 20:17 WIB
Siantar - Simalungun

ASN Pemkab Simalungun Melaksanakan Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026: Refleksi Memastikan Pancasila Tetap Menyala

1 Juni 2026 | 20:09 WIB
Entertainment

Erik Tarigan : Anak Siantar Abetnego Tarigan Sangat Perduli dengan Siantar – Simalungun 

1 Juni 2026 | 10:35 WIB
Regional

Pemko Tebing Tinggi Raih Opini WTP Delapan Kali Berturut-Turut, Walikota: Jadikan Motivasi Pembangunan Kota yang Lebih Baik 

29 Mei 2026 | 18:50 WIB
Entertainment

Anak Siantar David Sotar Karter Pardosi Pengusaha Muda  yang Merambah Hingga ke Luar Pulau Sumatera 

28 Mei 2026 | 18:57 WIB
Siantar - Simalungun

Penyembelihan Hewan Qurban Warga Lingkungan III Kelurahan Simarito Berjalan Lancar

28 Mei 2026 | 09:28 WIB
Entertainment

Pengurus Lokal Badan Kerjasama PGI-GMKI Pematang Siantar-Simalungun Periode 2026-2031 Resmi Dilantik

25 Mei 2026 | 20:53 WIB
Siantar - Simalungun

Terima Kunjungan Pemkab Aceh Utara, Pemkab Simalungun Bantu Penanganan Bencana

25 Mei 2026 | 17:37 WIB
  • Redaksi
  • Policy
  • Terms
  • Pedoman

© 2020-2024 Aloling Simalungun

rotasi barak berita hari ini danau toba berita simalungun

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi

© 2020-2024 Aloling Simalungun

rotasi barak berita hari ini danau toba berita simalungun