Aloling Simalungun
  • Redaksi
  • Policy
  • Terms
  • Pedoman
Senin, 21 September 2026
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi
No Result
View All Result
Aloling Simalungun
No Result
View All Result
  • SMSI
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi
Home Inspirasi

Terobosan Pemerintah di Bidang Pertanian, Food Estate, Corporate Farming dan Rice Estate untuk Meraih Swasembada Beras

Oleh : Tonny Saritua Purba

by Redaksi
8 April 2021 | 00:48 WIB
in Inspirasi
A A
65
SHARES
81
VIEWS

Diprediksi jumlah penduduk Indonesia tahun 2045 sekitar 319 juta jiwa, saat ini tahun 2021 jumlah penduduk Indonesia sudah 271 juta jiwa, kebutuhan beras diperkirakanper sebanyak 2,7 juta ton beras per bulan. Pertanyaan sekarang adalah berapa kebutuhan beras tahun 2045 dengan jumlah penduduk Indonesia diperkirakan 319 juta jiwa ?

Di sisi lain luas lahan sawah setiap tahun selalu berkurang karena terkonversi untuk berbagai macam kepentingan, seperti membangun infrastruktur jalan tol, daerah industri, perumahan, pertokoan dan juga bisa sebagai warisan yang dijual petani kepada pihak ketiga, sementara kebutuhan konsumsi beras per bulan selalu bertambah karena bertambah pula jumlah penduduk Indonesia. Oleh karena itu pemerintah perlu melakukan sebuah upaya dan terobosan baru di bidang pertanian agar produksi beras bisa meningkat dengan tujuan agar kebutuhan konsumsi beras secara nasional bisa tercukupi.

Istilah Food Estate, Corporate Farming dan Rice Estate saat ini sering dijelaskan di media sosial, Presiden, Menko Bidang Perekonomian, Menteri Pertanian dan Menteri Pertahanan juga sudah survey dan mengunjungi daerah di Kalimantan Tengah yang dijadikan menjadi kawasan Food Estate.

Apa sebenarnya arti dan tujuan dari program yang sudah dicanangkan oleh Pemerintah seperti Food Estate, Corporate Farming dan Rice Estate ?

Food Estate merupakan sebuah konsep pengembangan pangan yang dilakukan secara terintegrasi mencakup pertanian, perkebunan, peternakan di suatu kawasan yang bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional.

Sedangkan Corporate Farming adalah bentuk kerjasama ekonomi dari sekelompok petani padi yang bertujuan membentuk sebuah usaha agribisnis melalui kerjasama pengelolaan lahan yang sehamparan. Penerapan Corporate Farming ditujukan agar ada pengelolaan lahan pertanian yang profesional. Bagi petani yang memiliki lahan terbatas dapat sinergi, bekerja sama dengan petani lainnya, lalu mengolah lahan mereka dalam pola manajemen yang lebih terstruktur.

Pengembangan Corporate Farming memiliki tujuan jangka panjang yaitu pemerintah ingin agar produksi beras nasional bisa meningkat, cita-cita swasembada beras bisa tercapai dan mensejahterakan petani padi sehingga pemerintah perlu mewujudkan suatu usaha pertanian yang mandiri, berdaya saing dan berkesinambungan melalui pengelolaan lahan secara corporasi.

Program pemerintah lainnya adalah Rice Estate, sebuah strategi pengembangan sistem pertanian kususnya tanaman padi secara luas dengan full mekanis yang di dalamnya terdapat Rice Mill Unit, pabrik penggilingan beras mulai dari proses gabah hasil panen, pengeringan, proses gabah kering menjadi Brown Rice sampai kepada proses beras premium yang terintegrasi, ada peternakan dengan prinsip ekologis dan zero waste, limbah tanaman padi dan kotoran hewan sapi bisa dimanfaatkan menjadi food, feed, fertilizer dan fuel.

Dari penjelasan di atas, strategi apakah yang efektif dilakukan agar swasembada beras bisa tercapai dan import beras bisa diminimalisir agar tujuan pemerintah untuk meraih swasembada beras, apakah progran Food Estate, Corporate Farming atau Rice Estate ?

Pemerintah akan tau hasilnya setelah mengimplementasikan program tersebut terlebih dahulu, fakta sejarah sudah mencatat bahwa program Food Estate dan Corporate Farming sudah pernah dilakukan, tidak mudah mengimplementasikannya, hasilnya adalah sebuah kegagalan, sementara program Rice Estate belum pernah dilakukan oleh pemerintah.

Bicara pertanian tidak bisa dipisahkan dari bicara lahan dan jumlah pelaku tani. Mengapa program Food Estate dan Corporate Farming gagal ? Karena lahan pertanian sangat terbatas, harus mencetak sawah terlebih dahulu dan harus memiliki irigasi tehnis. Kedua faktor tersebut tidak mudah dilakukan oleh pemerintah, demikian juga dengan program Corporate Farming harus melibatkan lahan sawah milik petani padi. Selama lahan sawah tidak tersedia maka program Food Estate dan Corporate yang sudah dicanangkan oleh pemerintah akan sulit untuk berhasil.

Potensi yang sangat besar adalah memanfaatkan lahan perkebunan, lahan tidur atau lahan kering yang dimiliki oleh pemerintah, jika potensi itu bisa diberdayakan maka program Rice Estate sangat efektif untuk dilakukan. Sistem pertanian skala luas bisa diciptakan, mesin juga dengan mudah untuk dioperasikan termasuk membangun Rice Mill Unit dan peternakan sapi di dalamnya.

Sebenarnya menanam padi di lahan kering sudah dilakukan oleh leluhur kita dengan menanam padi di saat awal musim hujan seperti yang selama ini dilakukan oleh petani padi tadah hujan, bedanya adalah dalam hal varietas, tidak adanya genangan air, ditanam di hamparan lahan kering, benih padi langsung ditanam tanpa melakukan persemaian terlebih dahulu.

Konsep Rice Estate bisa berhasil asal dilakukan lahan hamparan luas di lahan kering, jika program ini berhasil, saya prediksi lima tahun ke depan akan banyak pengusaha yang mau berinvestasi untuk mendirikan Rice Estate yang di dalamnya ada Rice Mill Unit dan terintegrasi dengan peternakan sapi.(***)

Penulis adalah Penyuluh Swadaya Petani Padi Indonesia.

Tags: bidangpertanianpemerintahterobosan
Share26Tweet16SendShare
ADVERTISEMENT

Berita Terkait

Inspirasi

Disabilitas Bantu Disabilitas, Aksi Reinhard Raji Manurung di Hatonduhan Simalungun Tuai Inspirasi

by Redaksi
19 September 2026 | 18:15 WIB
0

Simalungun, Aloling Simalungun Kepedulian terhadap penyandang disabilitas kembali diwujudkan pemuda asal Simalungun, Reinhard Raji Manurung dengan menyalurkan bantuan beras kepada...

Read more
Inspirasi

Kapolres Pematang Siantar Silaturahmi dengan Tokoh Adat Simalungun. 

by Redaksi
2 September 2026 | 08:08 WIB
0

P.Siantar, Aloling Simalungun Kapolres Pematang Siantar AKBP Sah Udur Togi Marito Sitinjak bersilaturahmi dengan Tokoh Adat Simalungun Senin 31 Agustus...

Read more
Inspirasi

HUT ke 62 GKPI Siantar Kota, Partisipasi Jemaat Luar Biasa,  Syabas Mar GKPI

by Redaksi
1 September 2026 | 13:58 WIB
0

P.Siantar, Aloling Simalungun Partisipasi warga Jemaat GKPI Jemaat Khusus Siantar Kota sungguh luar biasa pada perayaan Hari Ulang Tahun (HUT)...

Read more
Inspirasi

Menurut Dr.Sarmedi Purba SPOG Sebaiknya Kepemimpinan Prof.Dr.Sarintan Damanik S.hut sebagai Rektor USI Dilanjutkan 

by Redaksi
27 Agustus 2026 | 10:00 WIB
0

P.Siantar, Aloling Simalungun Menurut saya kepemimpinan Prof Sarintan Damanik S.hut sebagai Rektor Universitas Simalungun (USI) baiknya diteruskan karena selama ini...

Read more

Discussion about this post

Berita Terbaru

Entertainment

Pemuda Siantar Bersatu, KNPI Konsolidasikan OKP dan Ormas Lewat Ngopi Bareng

20 September 2026 | 23:46 WIB
Entertainment

Puncaki Group B, Kejari Simalungun Lolos ke Perempat Final Adhyaksa Cup 2026 

20 September 2026 | 20:35 WIB
Siantar - Simalungun

KONI Siantar Lepas Peserta Kejurda Sumut 

20 September 2026 | 12:14 WIB
Entertainment

Kejari Simalungun Taklukkan Kejari Langkat 2 Gol Tanpa Balas di Adhyaksa Cup 2026

19 September 2026 | 20:34 WIB
Entertainment

Proyek Irigasi di Pematang Kerasaan Rejo Diduga Siluman

19 September 2026 | 18:25 WIB
Inspirasi

Disabilitas Bantu Disabilitas, Aksi Reinhard Raji Manurung di Hatonduhan Simalungun Tuai Inspirasi

19 September 2026 | 18:15 WIB
Entertainment

Hadiri Pisah Sambut Kapolres Simalungun: Bupati Tegaskan Sinergi untuk Masyarakat Harus Terus Diperkuat

18 September 2026 | 18:39 WIB
Entertainment

Hadiri Pisah Sambut Kapolres Simalungun: Bupati Tegaskan Sinergi untuk Masyarakat Harus Terus Diperkuat

18 September 2026 | 17:44 WIB
Entertainment

Tembok Penahan Dibangun Warga Berterima Kasih 

18 September 2026 | 12:57 WIB
Siantar - Simalungun

Tak Sekadar Maulid, Pemkab Simalungun Gelar Cek Kesehatan hingga Sunat Massal

17 September 2026 | 14:15 WIB
Siantar - Simalungun

Pemkab Simalungun Terus Berupaya untuk Ketersediaan Lapangan Kerja 

16 September 2026 | 22:33 WIB
Siantar - Simalungun

Pemkab Simalungun Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Tapian Dolok, Perkuat Kerukunan dan Teladani Akhlak Rasulullah

15 September 2026 | 19:30 WIB
  • Redaksi
  • Policy
  • Terms
  • Pedoman

© 2020-2024 Aloling Simalungun

rotasi barak berita hari ini danau toba berita simalungun

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi

© 2020-2024 Aloling Simalungun

rotasi barak berita hari ini danau toba berita simalungun