Aloling Simalungun
  • Redaksi
  • Policy
  • Terms
  • Pedoman
Kamis, 5 November 2026
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi
No Result
View All Result
Aloling Simalungun
No Result
View All Result
  • SMSI
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi
Home Nasional

Corona Varian Delta Masih Ancam Pemulihan Ekonomi Indonesia

by Redaksi
9 Agustus 2021 | 12:22 WIB
in Nasional
A A
https://asset.barak.id/2026/10/VID-20261020-WA0003.mp4
ADVERTISEMENT
19
SHARES
24
VIEWS

Jakarta, Aloling Simalungun
Kasus pandemi virus corona masih tinggi. Pemerintah mengklaim lonjakan kasus sejalan dengan penyebaran varian delta. Sehingga memaksa pemerintah untuk mengeluarkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sejak awal Juli hingga saat ini.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan dampak varian asal India tersebut tentunya akan mengganggu pertumbuhan ekonomi di periode kedua tahun ini, terutama terhadap konsumsi rumah tangga dan ekspor.

Sri Mulyani menyampaikan, konsumsi rumah tangga  akan berimbas selama pengetatan PPKM akibat varian delta. Terutama bagi masyarakat ekonomi kelas menengah-atas yang konsumsinya akan tergantung dari pengendalian pandemi.

Dari sisi perdagangan, Menkeu mengatakan  bahwa Indonesia perlu mewaspadai kembali meluasnya penyebaran varian delta di negara mitra dagang RI. Hal ini dikhawatirkan akan kembali mengganggu kinerja ekspor Indonesia karena mempengaruhi sisi demand dan suplai dari negara mitra dagang Indonesia.

“China di Wuhan juga sudah melakukan pembatasan aktivitas, Amerika Serikat (AS) alami kenaikan kasus (covid-19 ), Korea Selatan pun sama. Jadi ini harus tetap kita waspadai  covid-19 varian delta yang akan mempengaruhi sisi demand melalui konsumsi dan ekspor,”tuturnya dalam Konferensi Pers, Jumat (6/8).

Dikhawatirkan lonjakan kasus Covid-19 akan mengganjal pengiriman barang-barang Indonesia ke luar negeri. Sebab, kinerja ekspor pada kuartal II-2021 sudha tercatat moncer yakni tumbuh 31,78% secara year on year (yoy).

Perbaikan kinerja ekspor tersebut didukung oleh pemulihan ekonomi global sehingga meningkatkan sisi permintaan dari negara mitra dagang terutama untuk produk unggulan Indonesia.

“Ekspor kita juga luar biasa tinggi dan terlihat karena ekonomi global yang mulai pulih. Dan kita lihat komoditas dari sisi jumlahnya meningkat baik itu ke negara-negara seperti China, AS, yang semuanya menunjukkan pemulihan ekonomi cukup tinggi dan ini menyebabkan kinerja ekspor kita mengalami kenaikan baik dari sisi volume dan harga-harga komoditas,” ungkap Sri.

Adapun India merupakan salah satu mitra dagang utama terbesar keenam di Indonesia dengan pangsa ekspor 5,5%, namun akibat lonjakan covid-19 dan adanya pengetatan di negara tersebut maka mempengaruhi sisi permintaan dari negara tersebut.

“Kita perlu diwaspadai dengan adanya virus delta yang sekarang juga menjalar ke seluruh dunia, yang kemudian menyebabkan ekonomi mengalami penurunan. Mungkin paling dramatis India, kemudian ekonominya juga mengalami dampak terlalu dalam. Jadi kita juga tidak boleh lengah,” ungkapnya.

Kendati demikian, Sri Mulyani mengatakan pemerintah akan mengoptimalkan belanja dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021 termasuk merealisasikan sisa anggaran program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di kuartal III-IV tahun ini.

Oleh karena itu, pemerintah tetap memberikan berbagai insentif dunia usaha tetap diteruskan seperti kebijakan listrik, insentif abonemen minimal, dan insentif perpajakan yang diperpanjang sampai akhir tahun sehingga memberikan cash flow bagi sektor usaha.

Tak hanya itu, insentif yang langsung dinikmati oleh pengusaha seperti insentif di bidang perpajakan termasuk pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) dinilai mampu memantik permintaan dan meningkatkan ketahanan sektor usaha.

Selain itu, pemerintah juga memberikan jaminan modal kerja diharapkan bisa  didorong terus meningkatkan kredit perbankan dan  penyehatan sektor-sektor korporasi. “Kita memberikan jaminan kredit modal kerja ini diharapkan memantik dan akan mengakselerasi pemulihan dan penyehatan sektor-sektor korporasi,” ucap Menkeu.

Untuk itu, pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi hingga akhir tahun 2021 akan bertengger di kisaran 3,7% sampai dengan 4,5% secara tahunan.

Ekonom Makrokonomi dan Pasar Keuangan Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia (UI) Teuku Riefky mengatakan dampak varian delta memang tidak bisa dihindari. Dari sisi konsumsi, Riefky menyarankan agar pemerintah memerhatian kualitas vaksin Covid-19.

Menurutnya, efikasi vaksin akan menentukan pengendalian virus corona yang terus bermutasi. Riefky mencontohkan di Inggris meski kasus harian per hari lebih tinggi dari Indonesia, tapi tingkat kematiannya rendah.

Karenanya Inggris menggunakan vaksin yang memiliki efikasi lebih dari 80%, sementara Indonesia mayoritas program vaksinasi dengan vaksin sinovac yang efikasinya di level 60%. Inilah yang membuat geliat aktivitas konsumsi di Inggris, namun tetap aman.

Sementara itu, dari sisi perdagangan, Riefky mengatakan neraca perdagangan tentunya akan terpengaruh. Tidak menuntut kemungkinan defisit perdagangan akan terjadi di periode kedua tahun ini. Meski demikian ia menilai selisih impor terhadap ekspor ke depan masih tipis.

“Untuk ekspor kita akan tergantung dari mitra dagang yang sebenarnya lebih hanya dengan intra ASEAN, ketimbang luar Asean. Masalahnya varian delta juga menyebar di Vietnam, Thailand, dan Malaysia,” kata Riefky kepada Kontan.co.id, Senin (9/8).

Proyeksi Riefky pertumbuhan ekonomi di kuartal III 2021 sebesar 2%-3% yoy dengan asumsi 1/3 konsumsi rumah tangga akan tumbuh melambat karena PPKM telah berlangsung hampir satu setengah bulan di kuartal III 2021.

Sedangkan di akhir 2021 pertumbuhan ekonomi diproyeksikan Riefky berada di kisaran 3%-4% yoy. Catatanya pada periode kuartal IV-2021 pengendalian pandemi sudah bisa diatasi dan mobilitas masyarakat meningkat.

“Karena kontribusi kuartal II-2021 yang tumbuh besar hingga 7,07% juga. Memang cara yang paling tepat saat ini yakni menekan kasus Covid-19, kemudian membuka secara perlahan kegiatan masyarakat. Jangan ada syarat-syarat vaksinasi dalam melakukan aktivitas masyarakat, karena implementasi di lapangan akan sulit,” ujar Riefky.(kontan.co.id)

Tags: coronadeltavarian
Share8Tweet5SendShare
ADVERTISEMENT

Berita Terkait

Nasional

Hari Pers Nasional Milik Semua Insan Pers di Tanah Air

by Redaksi
2 November 2026 | 11:42 WIB
0

Jakarta, Aloling Simalungun Lantaran mengusulkan agar Dewan Pers mempercayakan tangung jawab penyelenggaraan dan pelaksanaan Hari Pers Nasional Tahun 2027 kepada...

Read more
Nasional

SMSI-RRI Bersatu Lawan Hoaks, Perkuat Kompetensi dan Informasi Pembangunan

by Redaksi
26 Oktober 2026 | 20:28 WIB
0

Jakarta, Aloling Simalungun Peredaran informasi palsu atau hoaks yang semakin deras di ruang digital mendorong Serikat Media Siber Indonesia (SMSI)...

Read more
Nasional

Jon Heri, Pemberhentian Firdaus Pelanggaran HAM Dan Ancaman Demokrasi

by Redaksi
26 Oktober 2026 | 08:24 WIB
0

Jakarta, Aloling Simalungun Polemik pemberhentian penuh Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat, Firdaus, dari keanggotaan Persatuan Wartawan Indonesia...

Read more
Nasional

 Resmi! Inilah Jadwal Haji 2027: Berangkat Mulai 11 April, Wukuf 15 Mei 2027

by Redaksi
21 Oktober 2026 | 10:28 WIB
0

Jakarta, Aloling Simalungun Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) telah menetapkan jadwal penyelenggaraan ibadah haji 2027 atau 1448 Hijriah. Berdasarkan rencana...

Read more

Discussion about this post

Berita Terbaru

Inspirasi

Kajari Simalungun Raih Tiga Penghargaan Atas  Kontribusi dalam Pembangunan Daerah 

4 November 2026 | 20:57 WIB
Siantar - Simalungun

Lantik 15 Pangulu dan 93 Anggota Maujana Nagori, Bupati Simalungun Ajak Bangun Sinergi Nyata untuk Kemajuan Nagori

4 November 2026 | 20:04 WIB
Siantar - Simalungun

Peserta FORENAS PELKESI Se-Indonesia Kunjungi RS Vita Insani, Apresiasi Kemajuan dan Pelayanan Rumah Sakit

4 November 2026 | 18:24 WIB
Regional

Wali Kota Tebing Tinggi Apresiasi Penyaluran CSR Bank Sumut Senilai Rp.375 juta untuk Rumah Ibadah dan Panti Asuhan 

4 November 2026 | 17:49 WIB
Regional

Wali Kota Tebing Tinggi Pimpin Apel  Gabungan ASN, Tekankan Lima Poin Penting untuk Peningkatan Kinerja 

4 November 2026 | 17:38 WIB
Entertainment

Kawal Dana Desa, Perkuat Integritas Nagori Kejari Simalungun Hadir Melalui Program Jaga Desa dan Pendampingan Hukum TA 2026 di Bosar Maligas 

2 November 2026 | 17:38 WIB
Nasional

Hari Pers Nasional Milik Semua Insan Pers di Tanah Air

2 November 2026 | 11:42 WIB
Regional

Walikota Tebing Tinggi Dukung Ajang Speed Grasstrack 2026, Ajang Salurkan Bakat dan Tekan Balap Liar 

31 Oktober 2026 | 16:14 WIB
Siantar - Simalungun

Luncurkan QRISPATI di Swembath Bahapal, Pemkab Simalungun Dorong Digitalisasi Pariwisata dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

31 Oktober 2026 | 15:12 WIB
Entertainment

Pengurus DP MUI Simalungun Masa Bhakti 2026‑2031 Dikukuhkan, Bupati Simalungun Ajak MUI Jaga Kerukunan Umat

31 Oktober 2026 | 15:06 WIB
Inspirasi

Sukses, Orientasi Politik, Pengukuhan Pengurus DPC dan MUKERJAB PAC PKB Simalungun 

30 Oktober 2026 | 19:10 WIB
Siantar - Simalungun

Bupati dan Wakil Bupati Simalungun Sambut Hangat Kunjungan Kerja Menteri Lingkungan Hidup RI

29 Oktober 2026 | 22:17 WIB
  • Redaksi
  • Policy
  • Terms
  • Pedoman

© 2020-2024 Aloling Simalungun

rotasi barak berita hari ini danau toba berita simalungun

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi

© 2020-2024 Aloling Simalungun

rotasi barak berita hari ini danau toba berita simalungun