Aloling Simalungun
  • Redaksi
  • Policy
  • Terms
  • Pedoman
Rabu, 17 Juni 2026
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi
No Result
View All Result
Aloling Simalungun
No Result
View All Result
  • SMSI
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi
Home Inspirasi

LISA Cemberut dan Masuk Parit

Catan: Imran Nasution

by Redaksi
18 Juni 2022 | 03:36 WIB
in Inspirasi
A A
Konsep Otomatis
ADVERTISEMENT
34
SHARES
43
VIEWS

Program LISA (Lihat Sampah Ambil) yang digulirkan sekitar tiga bulan lalu dengan tujuan untuk kebersihan Siantar, mulai menuai berbagai pendapat. Bahkan, ada warga sepakat menganalogikannya bagai seorang gadis yang berwajah cemberut.

Cemberut bukan seperti bidadari cantik Nawangwulan dari kayangan yang turun ke bumi pakai pelangi sebagai tangga untuk mandi-mandi di telaga biru. Tapi, selesai mandi malah kehilangan selendang karena dicuri lelaki desa, Jaka Tarup seperti legenda Babat Tanah Jawi.

LISA cemberut karena udara panas membuat make up di wajahnya meleleh terkena keringat sendiri. Sehingga, pesonanya meluntur. Sementara, sapu tangan atau minimal tisu entah dimana untuk sekedar mengusap wajah sebelum dibersihkan dengan semestinya.

Rambut LISA yang semula hitam mayang, berangsur-angsur kusut bagai tak pernah disisir karena sisir juga entah dimana. Sorot bola matanya kuyu, tak lagi tajam menatap ruang remang sudut kota. Senyumnya hambar karena sepasang bibirnya yang semula merah delima, pucat mengering.

Gerak langkah kakinya yang saat louncing lincah melenggak-lenggokbagai pragawati di atas catwalk, melemah seperti tanpa arah. Sehingga, mata lelaki yang semula seperti tak ingin berkedip memandang, beralih ke arah langit yang ternyata berkelambu mendung.

Karena situasi itu, ada temannya teman saya berstatus lelaki tulen yang melangkah pelan di seberang jalan depan kantor DPRD, sempat bertanya kepada rerumput tanah lapang H Adam Malik yang bergoyang ditiup angin sepoi-sepoi, “Ada apa gerangan?”

Masalahnya, sampah mulai berserak di beberapa lokasi dan menjadi tempat yang nyaman bagi laler untuk kenduri sambil bersenda gurau. Dan, saat hujan tiba, genangan air di badan jalan, bingung mengalir kemana karena lobang saluran ke parit tersumbat.

Padahal, saat LISA diluncurkan, para Camat dan Lurah tak segan masuk parit. Korek tanah berlumpur dan sampah yang mendangkalkan parit. Tujuannya, agar air berwarna hitam bercampur minyak kotor dapat mengalir lancar dan tidak banjir. Sehingga, ikan gobi atau ikan buricak mudah berkembang dan bebas meliuk-liuk lincah.

Selanjutnya, di benak temannya teman saya yang semula bertanya “Ada apa gerangan?” itu, menemukan hipotesa di trotoar bahwa program LISA hanya musim-musiman. Selain para camat atau lurah mulai enggan lagi mengajak anggota turun ke jalan, LISA ternyata tidak didukung berbagai sarana dan prasarana. Terutama soal pengadaan tong sampah atau bak sampah yang mudah dijangkau.

Karena situasi tersebut, ada lagi temannya teman saya bilang bahwa temannya sempat bingung saat memungut sampah plastik bekas isi ikan asin di jalan yang tak jauh dari depan rumah dinas Wali Kota. Bingung karena tak tau kemana sampah dibuang.

Kalau dimasukkan ke saku, takut terjadi penyalahgunaan saku karena saku bukan tempat sampah. Apalagi baunya tidak enak dipenganggu. Tapi, mau di bawa-bawa untuk dibuang lagi ke tempat sampah, jaraknya jauh. Maka, daripada daripada dan dengan berat hati, terpaksa dibuang ke parit atau selokan.

Setelah sampah dibuang, temannya teman saya itu akhirnya berpikir sendiri sembari bertanya dalam hati, “Kalau banyak melakukan LISA dan sampah dibuang ke parit, kodok burtong tentu ramai bersuara untuk mengundang hujan yang kemudian mendatangkan banjir, terus bagaimana?”.
Pertanyaan itu akhirnya sulit dijawab sendiri. Namun, karena jawabannya menimbulkan Tanya dan tiada guna ditanay kepada rumput bergoyang di lapangan H Adam Malik, temannya teman saya itu akhirnya kembali bertanya, ”Jangan-jangan LISA hanya gerakan semusim?”.

Memang, LISA sedang hangat diperbincangkan meski tak sehangat isu mutasi di lingkungan Pemko yang kabar-kabarnya akan dilakukan dalam waktu dekat. Pasalnya, isu itu hanya untuk kalangan internal tetapi akhirnya tercium keluar karena ada buang angin.

Selanjutnya, angin menyebar ke delapan penjuru. Meski terasa tidak nyaman dipenganggu, kalangan tertentu di internal itu tetap antusias mengamati arah angin karena siapa tau namanya ada disebut-sebut meski itu juga masih khabar angina. Padahal, angin tak terlihat tetapi terasa saat berhembus.

Kembali kepada masalah LISA. dari delapan kecamatan se Kota Siantar, yang masih tampak bergairah sebenarnya di Kecamatan Siantar Barat. Bahkan, sebutan “Ojo Kendor” tidak hanya slogan semata. Siang dan malam hari, malah tetap melakukan kegiatan.

Namun, kalau hanya memungut sampah, tentu kurang atau malah tidak ideal membersihkan kota Siantar karena berapalah kemampuan genggaman tangan memungut. Kemudian, berapa banyak juga warga Siantar bersedia melakukan LISA. Sedangkan masyarakat juga masih ditemukan seenaknya membuang sampah di tempat sembarang.

Kemudian, kalau program LISA targetnya mengarah untuk meraih piala Adipura sebagai lambang supremasi kota terbersih se Indonesia, tentu perlu didukung. Hanya saja, bicara Adipura bukan hanya soal kebersihan. Tapi termasuk menata kesemrautan. Sehingga, target meraih Adipura tidak hanya pura-pura.

Terlepas dari ada kura-kura dalam perahu dan kura-kura jangan diganti dengan kambing hitam, perbincangan warga Siantar mengkritisi soal LISA, sejatinya karena memang perduli kebersihan. Tak ingin make up di wajah LISA yang luntur karena keringat sendiri, dibiarkan hingga akhirnya menjadi daki. Sehingga, tampak semakin cemberut dan masuk parit.

Kalaupun ada sapu tangan atau tisu untuk membersihkan make up di wajah LISA yang dianalogikan sebagai seorang gadis, jangan pakai sapu tangan atau tisu kotor berdebu. Karena, wajah itu bukannya bersih. Sebaliknya, semakin kotor.

PENUTUP

Andai LISA sepakat dianalogikan sebagai seorang gadis, usianya memang masih belia. Tapi, kalau menyinggung tentang gadis belia, jadi teringat lagu Band Jamrut beraliran cadas sedikit underground yang sempat edengan penggalan lirik bait pertama, ”Putri/Gadis belia yang baru melek/Jadi liar karena ingin keren/Dan dibilang trendi”. (Penulis alumni Fisip Komunikasi UISU)

Tags: cemberutlisaparit
Share14Tweet9SendShare
ADVERTISEMENT

Berita Terkait

Inspirasi

HPSI Gelar Sosialisasi Partuturan dan Pakaian Adat Simalungun kepada Siswa SMA GKPS Pamatang Raya Simalungun, Aloling Simalungun Harungguan Purba Simalungun Indonesia (HPSI) merasa terpanggil dan bertanggung jawab dalam mensosialisakan adat dan budaya simalungun kepada generasi penerus bangsa yang merupakan garda terdepan dalam melestarikan adat dan budaya. Bertempat di Gedung Aula SMA GKPS Pamatang Raya pada hari Jumat, 8 Mei 2026 acara tersebut dibuka langsung oleh Ketua Umum HPSI bapak Mangapul Purba, S.E,M.I.Kom yang juga ketua fraksi PDIP DPRD Sumatera Utara telah berlangsung dengan baik.Dalam sambutannya beliau menyatakan bahwa peradaban bangsa Indonesia tidak terlepas dari Kebudayaan Daerah, kebudayaan menjadi salah satu factor utama dalam pembangunan nasional Peserta sosialisasi terdiri dari Siswa dan Guru SMA GKPS Pematang Raya dibawah kepemimpinan Kepala Sekolah, Julven Purba, S.Pd, dalam sambutannya beliau sangat berterimakasih atas kegiatan ini sehingga dengan kegiatan ini kami semakin memahami bagaimana adat budaya Simalungun itu dilaksanakan pada kehidupan sehari-hari khusunya tentang partuturan Adat Budaya Simalungun yang setiap hari baik dilingkungan keluarga, lingkungan sekolah selalu diterapkan, tata karma bagi kami terkhusus siswa dapat diterapkan sebagaimana lazimnya pada budaya simalungun, demikin juga tentang pemakaian adat dan budaya Simalungun. Diawal acara dilaksanakan acara pangalo-aloan kepada Rombongan HPSI dengan tortor Simalungun yang ditampilkan oleh Siswa SMA GKPS, dilanjutkan dengan ibadah, kemudian acara nasional menyanyikan lagu Indonesia Raya dan acara Sosilasisasi. Rohdian Purba, S,Si,M.Si selaku Sekretaris DPP HPSI yang juga menjadi narasumber dengan Materi Partuturan Adat Budaya Simalungun menjelaskan bahwa pada saat sekarang ini anak-anak milenial sudah banyak tidak memahami tentang partuturan dalam adat budaya simalungun, sekarang ini akibat ketidak pahaman mereka maka banyhak bersalahan pada panggilan terhadap sesama, orangtua dan kerabat keluarga lainnya, bilama mana tidak kita tanamkan, sosialisasikan partuturan simalungun dimaksud dikwatirkan 10 sampai 20 tahun kedepan maka akan tergerus bahkan hilang sehingga berakibatkan hubungan kekerabatan yang baik selama ini akan menjadi masalah yang sangat besar, mengapa misalnya panggilan makela dalam adat simalungun saat ini sudah sering didengar oleh anak nak bukan lagi makela tapi sudah dipanggil kel, panggilang tulang sudah sering kita dengar disapa oleh anak-anak menjadi tul, ini sangat menyalaha, mengapa terjadi hal demikian karena anak-anak tidak memahami sebenarnya bagiamana peran serta Sananina, Tondong dan Boru dalam peradaban adat dan Budaya Simalungun. Bahkan dalam pergaulan sehari hari antara anak-anak kuda yang berajnak dewasa bisa mengkwatirkan dalam menuju jenjang perkawinan dimasa-masa berpacaran, karena dalam adat budaya simalungun walaupun marga berbeda tidak serta merta bisa menikah/kawan misalnya; borunya namboru kita (anak perempuan dari saudara perempuan bapak) itu tidak bisa kita nikahi. Tapi borunya (anak perempuan) dari tulang kita itu bisa dinikahi yang disebut marboru tulang, atau disebut pariban. Demikian jika ibu kita memilki saudara kandung perempuan dan memilki anak perempuan (boru), kita sebagai laki-laki juga tidak bisa menikahinya, hal-hal yang seperti ini juga perlu kita ajarkan kepada generasi milenial sekarang ,apalagi mereka setelah tammat dari Sekolah akan banyak pergi merantau jauh dari orang tua, dengan tidak memahami hal dimaksud diperantauan bisa berakibat tidak baik dalam peradaban budaya simalungun nantinya, dan banyak hal lagi akibatnya jika partururan dalam budaya Simalungun tidak mereka pahami, hal ini yang perlu sejak dini kita samapaikan buat anak-anak. Demikian juga tentang pakaian adat budaya simalungun yang disamapaikan bapak Djapaten Purba, BME bahwa sejak dini perlu ditanamkan kepada anak-anak milenial, karena pada saat ini sudah banyak kita lihat ditengah-tengah masyarakat dalam acara adat budaya simalungun baik suka maupu n duka sudah tidak sesuai lagi dengan sebenarnya, menurut beliau semua pemakaian hiou simalungun itu memiliki arti dan makna khsusus bagi kehidupan sehar-hari, baik itu gotong, bulang suri-suri, ragi cantik dll termasuk tata cara pemakaiannya misalnya jika seorang bapak memakai suri-suri itu berwarna hitam namu jika perempuan memakai suri-suri bisa warna bebas, demikain juga jika sudah memakai gotong, maka wajib memakai suri-suri dan abit/ragi panei atau ragi cantik untuk laki-laki demikian juga perempuan/ inang jika sudah memakai bulang, wajib memakai suri-suri dan abit. Diakhir acara siswa dan guru SMA GKPS Pamatang Raya sangat mengapresiasi kegiatan sosialisasi ini karena mereka lebih memahami tentang adat budaya simalungun yang bisa mereka terapkan pada kehidupan sehar-hari baik dilingkungan sekolah, keluarga dan kekerabatan dalam lingkungan keluarga mereka, yang diakhiri dengan pemberian cendramata oleh kepala sekolah kepada Ketua Umum HPSI dan kedua narasumber. (rel)

by Redaksi
9 Mei 2026 | 14:54 WIB
0

Simalungun, Aloling Simalungun Harungguan Purba Simalungun Indonesia (HPSI) merasa terpanggil dan bertanggung jawab dalam mensosialisakan adat dan budaya simalungun kepada...

Read more
Inspirasi

Rohdian Purba : “Kemajuan USI Melekat Keinginan Hati untuk Memajukannya”

by Redaksi
8 Mei 2026 | 16:37 WIB
0

P.Siantar, Aloling Simalungun Terkait untuk memajukan Yayasan Universitas Simalungun diutamakan adanya keinginan hati untuk bekerja maksimal dalam memajukan sekolah dan...

Read more
Inspirasi

Hari Pendidikan Nasional 2026 di SMA Negeri 1 Pematangsiantar,  August Sinaga Tekankan Peningkatan Kualitas Di Dalam Kelas

by Redaksi
2 Mei 2026 | 10:47 WIB
0

P.Siantar, Aloling Simalungun Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI Provinsi Sumatera Utara (Siantar-Simalungun) Hardiknas tidak hanya sekadar ajang seremonial, tetapi...

Read more
Inspirasi

Bedah Buku Diutus Melintasi Batas, Biografi Marie Claire Barth Frommel

by Redaksi
22 April 2026 | 08:45 WIB
0

P.Siantar, Aloling Simalungun GMKI Siantar-Simalungun dan STT HKBP P.Siantar menggelar acara Bedah Buku Diutus Melintasi Batas, Biografi Marie Claire Barth...

Read more

Discussion about this post

Berita Terbaru

Entertainment

Masa Perkenalan (MAPER) Gel. III 2026 GMKI Pematangsiantar-Simalungun Sukses Terlaksana

16 Juni 2026 | 20:51 WIB
Nasional

Indonesia Butuh Investasi Rp 54 Triliun untuk Infrastruktur Sampah & Waste-to-Energy 

16 Juni 2026 | 15:27 WIB
Nasional

Harga Emas Dunia Naik ke Level Tertinggi Sepekan, Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran 

15 Juni 2026 | 15:10 WIB
Nasional

INDEF: Kebocoran 1% Anggaran MBG Berpotensi Rugikan Negara Lebih dari Rp 2,6 Triliun 

14 Juni 2026 | 17:25 WIB
Regional

Gelar Nobar Bersama TP.PKK, Wali Kota Tebing Tinggi Apresiasi Pesan Moral Parodi Edukatif”Kampung Durian Gak Jadi Runtuh”

13 Juni 2026 | 08:16 WIB
Siantar - Simalungun

Pemkab Simalungun Gelar Sosialisasi Pemenuhan Hak Anak dan Deklarasi Relawan Perlindungan Anak

12 Juni 2026 | 08:14 WIB
Regional

Wujudkan Kemudahan Akses Pelayanan Hukum Bagi Masyarakat, Walikota Tebing Tinggi Terima Penghargaan dari Kementerian Hukum RI

11 Juni 2026 | 17:12 WIB
Siantar - Simalungun

Bupati Simalungun Bersama Wakil Bupati dan Jajaran Forkopimda Hadiri Acara Pisah Sambut Dandim 0207/Sml

11 Juni 2026 | 09:09 WIB
Uncategorized

Peningkatan 9 Ruas Jalan Provinsi di Wilayah Kabupaten Simalungun Segera Dimulai

10 Juni 2026 | 20:25 WIB
Siantar - Simalungun

DPRD Simalungun Sampaikan Rekomendasi Terhadap LKPj Bupati Simalungun Tahun 2025

10 Juni 2026 | 08:24 WIB
Siantar - Simalungun

Akselerasi Transformasi Digital Pemko Tebing Tinggi dan Bank Sumut Siap Luncurkan QRIS Dinamis 

9 Juni 2026 | 21:46 WIB
Siantar - Simalungun

Sosialisasi 6 SPM di Kecamatan Bandar Huluan: Dekatkan Pelayanan dan Tingkatkan Kualitas Hidup Masyarakat

9 Juni 2026 | 21:02 WIB
  • Redaksi
  • Policy
  • Terms
  • Pedoman

© 2020-2024 Aloling Simalungun

rotasi barak berita hari ini danau toba berita simalungun

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi

© 2020-2024 Aloling Simalungun

rotasi barak berita hari ini danau toba berita simalungun