Aloling Simalungun
  • Redaksi
  • Policy
  • Terms
  • Pedoman
Kamis, 4 Juni 2026
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi
No Result
View All Result
Aloling Simalungun
No Result
View All Result
  • SMSI
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi
Home Inspirasi

Di Balik Cerita Amukan Angin Kencang, Mulai Warga Mengungsi, Tarian Bunga Rampai, Sampai Mengharap Bantuan

by Redaksi
9 Agustus 2022 | 02:14 WIB
in Inspirasi
A A
ADVERTISEMENT
53
SHARES
66
VIEWS

P. Siantar, Aloling Simalungun

Di balik kejadian angin kencang yang mengamuk merobohkan baliho, menumbangi pepohonan dan merusak banyak bangunan dan rumah, Sabtu (6/8), banyak fakta miris terungkap kepermukaan, Senin (8/8)2023).

Beberapa saat setelah angin kencang mengamuk itu reda, Plt Wali Kota Siantar turun ke lapangan melihat pepohonan yang bertumbangan. Dikatakan, bencana alam tersebut tentu tidak ada yang menginginkannya. “Semoga warga yang tertimpa musibah tetap tabah,” katanya.

Sementara, akibat kejadian yang hanya berlangsung sekitar setengah jam tersebut, ada warga mengalami luka serius ditimpa pohon dan masuk rumah sakit. Bahkan, ada yang meninggal. Kemudian, karena seng rumah warga beterbangan, malam harinya mengungsi untuk tidur di rumah keluarga. Termasuk ada yang sedang sakit, harus meninggalkan rumah yang hanya beratapkan langit.

Kemudian, akibat jaringan listrik seperti kabel banyak ditimpa pohon tumbang, membuat suasana kota Siantar di waktu malam terasa mencekam karena gelap. Pepohonan yang tumbang seperti dibiarkan rebah begitu saja karena personel dari Pemko tidak mampu berbuat banyak untuk menyisihkannya.

Sehari berikutnya, Minggu (7/8/2022) Plt Wali Kota DR Susanti Dewani bersama sejumlah pejabat Pemko, berangkat ke Padang mengikuti Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XV Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Tahun 2022.

Plt Wali Kota beserta Ketua Dekranasda Kota Siantar, H Kusma Erizal Ginting yang tiba di Bandara Internasional Minangkabau, jam 11.00 WIB disambut dan mendapat kalungan Kain Tenun khas Padang. Malam harinya, di Convention Center (PCC) Hotel Truntum Kota Padang berlangsung pagelaran seni dan Kebudayaan Indonesia City Expo (ICE).

Pada acara yang juga dihadiri para Wali Kota seluruh Indonesia itu, Kota Siantar menampilkan Tarian Multi Etnis. Termasuk dari Simalungun dengan Tari Sitalasari. Menceritakan tentang gadis-gadis Simalungun sedang memetik bunga rampai untuk hiasan sebagai simbol kesopanan.

Pasca angin kencang yang mengamuk itu, bilboar atau plang reklame yang menimpa mobil dan mengalami rusak ringan dan raiben retak di depan Hotel Sapadia, sudah diberesi pemilik bilboar. Sedangkan sopir bersama seorang anak di dalam mobil selamat.

Sedangkan batang-batang pepohonan yang bertumbangan dan ada melintang di badan jalan, ditambah dedauan yang berserakan, membuat Kota Siantar memprihatinkan. Demikian juga puluhan pepohonan yang tumbang di Tempat Pemakaman Umum (TPU ) etnis Tionghoa, Jalan Irma dan TPU Muslim, Jalan Seram, masih dibiarkan meski merusak banyak kuburan.

Sementara, korban yang mengalami luka berat pada bagian kepala sehingga harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Tiara, Nur Islamiah Siregar (22), warga Jalan Angkola, Gang Delima, Kelurahan Martoba, Kecamatan Siantar Utara, Kota Siantar.

Putri saya yang kepalanya yang mendapat 20 jahitan akibat ditimpa pohon tumbang di Jalan Sakti Lubis sedang kritis. Tadi kami sudah didata. Tapi, sampai sekarang belum ada perhatian apa-apa,” ujar Edi Siregar.

Korban meninggal dan sudah dikebumikan, Juwanda (29), warga Jalan Bola Kaki, Gang Prona, Kelurahan Banjar, Kecamatan Siantar Barat, Kota Siantar. Informasi dari adik kandung korban, Nanda (21), abangnya tertimpa batang kayu pohon yang tumbang di depan Korem, Jalan Asahan, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun.

Selanjutnya, pihak keluarga yang mengetahui kejadian itu memabwa korban ke rumah. Karena kepala korban terasa pening, dibawa ke rumahsakit Vita Insani. Ternyata, hasil analisa dokter, ada pembekuan darah pada bagian kepala. Kemudian, dirujuk ke rumah sakit Mitra Sejati di Medan, Minggu (7/8). Namun, sebelum dilakukan operasi, korban akhirnya meninggal dunia sekira jam 16.00 Wib.

Gambaran lain yang cukup miris sampai hari kedua pasca amukan angin kencang, Senin (8/8/2022), masyarakat dari keluarga prasejahtera (miskin) yang rumahnya rusak, tampak pasrah dan harus berjuang sendiri memulihkan situasi.

“Waktu hujan turun diiringi angin kencang itu, seng rumah kami beterbangan. Karena itu, kami terpaksa mengungsi tidur di rumah saudara,” ujar Rani (43) warga Gang Inpres, Jalan Nagur, Kelurahan Martoba, Kecamatan Siantar Utara.

Ibu rumah tangga dengan empat orang anak yang di antaranya masih di bawah umur dengan bersuami marga Nasution, bekerja di bengkel itu, kondisinya lemah karena sakit.”Kami sudah didata. Katanya akan mendapat bantuan. Tapi, nggak tau kapan bantuan kami terima,” ujarnya lemah.

Tetangganya, Wati yang juga pada malam pasca angin kencang itu, juga turut mengungsi karena seng rumahnya jug habis beterbangan. Sementara, warga lainnya yang masih berada di Gang Inpres mengatakan, mereka harus memperbaiki rumahnya dengan biaya sendiri.

Keluhan serupa juga disampaikan, Herwati Siagian sebagai pemilik warung kopi yang atap seng rumahnya habis diterbangkan angin kencang. Untuk mengantisipasi air saat hujan tiba, atas rumahnya terpaksa ditutupi pakai terpal terbuat dari plastik.

“Malam kejadian itu, kami memang tidak mengungsi. Tapi, terpaksa tidur di bagian depan warung yang tidak pakai dinding. Apa boleh buat,” ujarnya sembari mengatakan belum mampu memperbaiki rumah karena tidak punya biaya membeli seng.

Untuk itu, boru Siagian sangat mengharap bantuan Pemko. “Tadi juga sudah didata dan dipothoi-potho. Katanya akan mendapat bantuan. Tapi, nggak tau kapan,” ujarnya sembari mengatakan bahwa buffet pakaiannya juga rusak kena hujan.

“Kalau buffet sudah saya buang karena rusak berat. Televisi juga basah dan sudah dipindahkan ke rumah tetangga. Nggak tau apa masih bisa dipakai atau sudah rusak,” ujarnya sangat berharap Pemko segera memberi bantuan seng dan broti untuk penyangga seng.

Ketika harapan masyarakat agar mendapat bantuan dari Pemko Siantar dikonfirmasi kepada Robert Samosir sebagai Plt Kepala Badan Penanggulangan Bancana Daerah (BPBD) Kota Siantar, pihaknya saat inisedang melakukan pendataan dengan melibatkan Lurah yang akan disampaikan kepada pihak kecamatan. Selanjutnya, akan dibahas bantuan apa yang dibutuhkan masyarakat. “Pendataan sedang berlangsung termasuk melibatkan Dinas Sosial,” ujarnya.

Dijelaskan, saat ini BPBD Kota Siantar bersama PRKP dan PUPR serta Satpol PP sedang berupaya keras membersihkan Kota Siantar dengan menyisihkan pepohonan yang bertumbangan.”Saat ini, kita sedang bekerja keras membersihkan pepohonan yang tumbang,” ujarnya sembari mengatakan sedang berada di lingkungan RSUD karena ada pohon tumbang menimpa tempat parkir. Bahkan, ada mobil yang rusak kena timpa.

Informasi yang diperoleh pihak sekretariat Pemko Siantar, Pada Senin (8/8/2022), Plt Walikot bersama para pejabat terkait yang mengikuti Rakernas XV APEKSI Tahun 2022, belum tiba di Siantar. Namun, hari ini, Selasa (9/8/2022) diperkirakan sudah sampai Siantar. (In)

Tags: amukanangindibalik cerita
Share21Tweet13SendShare
ADVERTISEMENT

Berita Terkait

Inspirasi

HPSI Gelar Sosialisasi Partuturan dan Pakaian Adat Simalungun kepada Siswa SMA GKPS Pamatang Raya Simalungun, Aloling Simalungun Harungguan Purba Simalungun Indonesia (HPSI) merasa terpanggil dan bertanggung jawab dalam mensosialisakan adat dan budaya simalungun kepada generasi penerus bangsa yang merupakan garda terdepan dalam melestarikan adat dan budaya. Bertempat di Gedung Aula SMA GKPS Pamatang Raya pada hari Jumat, 8 Mei 2026 acara tersebut dibuka langsung oleh Ketua Umum HPSI bapak Mangapul Purba, S.E,M.I.Kom yang juga ketua fraksi PDIP DPRD Sumatera Utara telah berlangsung dengan baik.Dalam sambutannya beliau menyatakan bahwa peradaban bangsa Indonesia tidak terlepas dari Kebudayaan Daerah, kebudayaan menjadi salah satu factor utama dalam pembangunan nasional Peserta sosialisasi terdiri dari Siswa dan Guru SMA GKPS Pematang Raya dibawah kepemimpinan Kepala Sekolah, Julven Purba, S.Pd, dalam sambutannya beliau sangat berterimakasih atas kegiatan ini sehingga dengan kegiatan ini kami semakin memahami bagaimana adat budaya Simalungun itu dilaksanakan pada kehidupan sehari-hari khusunya tentang partuturan Adat Budaya Simalungun yang setiap hari baik dilingkungan keluarga, lingkungan sekolah selalu diterapkan, tata karma bagi kami terkhusus siswa dapat diterapkan sebagaimana lazimnya pada budaya simalungun, demikin juga tentang pemakaian adat dan budaya Simalungun. Diawal acara dilaksanakan acara pangalo-aloan kepada Rombongan HPSI dengan tortor Simalungun yang ditampilkan oleh Siswa SMA GKPS, dilanjutkan dengan ibadah, kemudian acara nasional menyanyikan lagu Indonesia Raya dan acara Sosilasisasi. Rohdian Purba, S,Si,M.Si selaku Sekretaris DPP HPSI yang juga menjadi narasumber dengan Materi Partuturan Adat Budaya Simalungun menjelaskan bahwa pada saat sekarang ini anak-anak milenial sudah banyak tidak memahami tentang partuturan dalam adat budaya simalungun, sekarang ini akibat ketidak pahaman mereka maka banyhak bersalahan pada panggilan terhadap sesama, orangtua dan kerabat keluarga lainnya, bilama mana tidak kita tanamkan, sosialisasikan partuturan simalungun dimaksud dikwatirkan 10 sampai 20 tahun kedepan maka akan tergerus bahkan hilang sehingga berakibatkan hubungan kekerabatan yang baik selama ini akan menjadi masalah yang sangat besar, mengapa misalnya panggilan makela dalam adat simalungun saat ini sudah sering didengar oleh anak nak bukan lagi makela tapi sudah dipanggil kel, panggilang tulang sudah sering kita dengar disapa oleh anak-anak menjadi tul, ini sangat menyalaha, mengapa terjadi hal demikian karena anak-anak tidak memahami sebenarnya bagiamana peran serta Sananina, Tondong dan Boru dalam peradaban adat dan Budaya Simalungun. Bahkan dalam pergaulan sehari hari antara anak-anak kuda yang berajnak dewasa bisa mengkwatirkan dalam menuju jenjang perkawinan dimasa-masa berpacaran, karena dalam adat budaya simalungun walaupun marga berbeda tidak serta merta bisa menikah/kawan misalnya; borunya namboru kita (anak perempuan dari saudara perempuan bapak) itu tidak bisa kita nikahi. Tapi borunya (anak perempuan) dari tulang kita itu bisa dinikahi yang disebut marboru tulang, atau disebut pariban. Demikian jika ibu kita memilki saudara kandung perempuan dan memilki anak perempuan (boru), kita sebagai laki-laki juga tidak bisa menikahinya, hal-hal yang seperti ini juga perlu kita ajarkan kepada generasi milenial sekarang ,apalagi mereka setelah tammat dari Sekolah akan banyak pergi merantau jauh dari orang tua, dengan tidak memahami hal dimaksud diperantauan bisa berakibat tidak baik dalam peradaban budaya simalungun nantinya, dan banyak hal lagi akibatnya jika partururan dalam budaya Simalungun tidak mereka pahami, hal ini yang perlu sejak dini kita samapaikan buat anak-anak. Demikian juga tentang pakaian adat budaya simalungun yang disamapaikan bapak Djapaten Purba, BME bahwa sejak dini perlu ditanamkan kepada anak-anak milenial, karena pada saat ini sudah banyak kita lihat ditengah-tengah masyarakat dalam acara adat budaya simalungun baik suka maupu n duka sudah tidak sesuai lagi dengan sebenarnya, menurut beliau semua pemakaian hiou simalungun itu memiliki arti dan makna khsusus bagi kehidupan sehar-hari, baik itu gotong, bulang suri-suri, ragi cantik dll termasuk tata cara pemakaiannya misalnya jika seorang bapak memakai suri-suri itu berwarna hitam namu jika perempuan memakai suri-suri bisa warna bebas, demikain juga jika sudah memakai gotong, maka wajib memakai suri-suri dan abit/ragi panei atau ragi cantik untuk laki-laki demikian juga perempuan/ inang jika sudah memakai bulang, wajib memakai suri-suri dan abit. Diakhir acara siswa dan guru SMA GKPS Pamatang Raya sangat mengapresiasi kegiatan sosialisasi ini karena mereka lebih memahami tentang adat budaya simalungun yang bisa mereka terapkan pada kehidupan sehar-hari baik dilingkungan sekolah, keluarga dan kekerabatan dalam lingkungan keluarga mereka, yang diakhiri dengan pemberian cendramata oleh kepala sekolah kepada Ketua Umum HPSI dan kedua narasumber. (rel)

by Redaksi
9 Mei 2026 | 14:54 WIB
0

Simalungun, Aloling Simalungun Harungguan Purba Simalungun Indonesia (HPSI) merasa terpanggil dan bertanggung jawab dalam mensosialisakan adat dan budaya simalungun kepada...

Read more
Inspirasi

Rohdian Purba : “Kemajuan USI Melekat Keinginan Hati untuk Memajukannya”

by Redaksi
8 Mei 2026 | 16:37 WIB
0

P.Siantar, Aloling Simalungun Terkait untuk memajukan Yayasan Universitas Simalungun diutamakan adanya keinginan hati untuk bekerja maksimal dalam memajukan sekolah dan...

Read more
Inspirasi

Hari Pendidikan Nasional 2026 di SMA Negeri 1 Pematangsiantar,  August Sinaga Tekankan Peningkatan Kualitas Di Dalam Kelas

by Redaksi
2 Mei 2026 | 10:47 WIB
0

P.Siantar, Aloling Simalungun Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI Provinsi Sumatera Utara (Siantar-Simalungun) Hardiknas tidak hanya sekadar ajang seremonial, tetapi...

Read more
Inspirasi

Bedah Buku Diutus Melintasi Batas, Biografi Marie Claire Barth Frommel

by Redaksi
22 April 2026 | 08:45 WIB
0

P.Siantar, Aloling Simalungun GMKI Siantar-Simalungun dan STT HKBP P.Siantar menggelar acara Bedah Buku Diutus Melintasi Batas, Biografi Marie Claire Barth...

Read more

Discussion about this post

Berita Terbaru

Siantar - Simalungun

Pangulu Bandar Betsy Gerak Cepat Selesaikan Polemik Penyaluran BLT

4 Juni 2026 | 10:20 WIB
Regional

Tekan Resiko Kecelakaan Perlintasan Sebidang Kereta Api, Pemko Tebing Tinggi Siapkan Langkah Konkret

3 Juni 2026 | 17:55 WIB
Nasional

ABPEDNAS Cetak Sejarah, Raih 100 Ribu Anggota Bertepatan Hari Lahir Pancasila 2026

2 Juni 2026 | 19:24 WIB
Entertainment

Parsadaan Purba Pakpak Boru Panogolan (P3BP) Gelar Rakernas di Siantar  

1 Juni 2026 | 20:17 WIB
Siantar - Simalungun

ASN Pemkab Simalungun Melaksanakan Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026: Refleksi Memastikan Pancasila Tetap Menyala

1 Juni 2026 | 20:09 WIB
Entertainment

Erik Tarigan : Anak Siantar Abetnego Tarigan Sangat Perduli dengan Siantar – Simalungun 

1 Juni 2026 | 10:35 WIB
Regional

Pemko Tebing Tinggi Raih Opini WTP Delapan Kali Berturut-Turut, Walikota: Jadikan Motivasi Pembangunan Kota yang Lebih Baik 

29 Mei 2026 | 18:50 WIB
Entertainment

Anak Siantar David Sotar Karter Pardosi Pengusaha Muda  yang Merambah Hingga ke Luar Pulau Sumatera 

28 Mei 2026 | 18:57 WIB
Siantar - Simalungun

Penyembelihan Hewan Qurban Warga Lingkungan III Kelurahan Simarito Berjalan Lancar

28 Mei 2026 | 09:28 WIB
Entertainment

Pengurus Lokal Badan Kerjasama PGI-GMKI Pematang Siantar-Simalungun Periode 2026-2031 Resmi Dilantik

25 Mei 2026 | 20:53 WIB
Siantar - Simalungun

Terima Kunjungan Pemkab Aceh Utara, Pemkab Simalungun Bantu Penanganan Bencana

25 Mei 2026 | 17:37 WIB
Regional

Perkuat Pelayanan Publik Berbasis Digital, Pemko Tebing Tinggi dan Pemko Tanjung Balai Jalin Kerjasama Strategis

22 Mei 2026 | 20:06 WIB
  • Redaksi
  • Policy
  • Terms
  • Pedoman

© 2020-2024 Aloling Simalungun

rotasi barak berita hari ini danau toba berita simalungun

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi

© 2020-2024 Aloling Simalungun

rotasi barak berita hari ini danau toba berita simalungun