Aloling Simalungun
  • Redaksi
  • Policy
  • Terms
  • Pedoman
Selasa, 25 Agustus 2026
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi
No Result
View All Result
Aloling Simalungun
No Result
View All Result
  • SMSI
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi
Home Inspirasi

Prasasti Pengibaran Merah Putih Pertama di Siantar, Kesepian Di Antara Keramaian

Catatan: Imran Nasution

by Redaksi
15 Agustus 2022 | 12:49 WIB
in Inspirasi
A A
Konsep Otomatis
ADVERTISEMENT
267
SHARES
334
VIEWS

SEMASA Indonesia masih di bawah cengkraman Kolonial Belada dan setelah Indonesia Merdeka, Pematang Siantar (Siantar-red) merupakan salah satu kota penting yang tercatat dalam lembaran sejarah Kemerdekaan Republik Indonesia.

Disebut sebagai kota penting, Siantar yang dibelah sungai Bah Bolon disebut Kolonial Belanda sebagai “Paris van Sumatera”. Menjadi kota kembar (Twin City ) “Paris van Java” Bandung yang dibelah sungai Cikapundung.

Siantar dan Bandung yang sama-sama beriklim sejuk, pernah dikelilingi hamparan perkebunan teh nan hijau membentang sebagai kota peristrahatan para meneer & mevrouw (tuan dan nyonya) pejabat Kolonial setelah letih mengelilingi tanah jajahan.

Ketika Indonesia merdeka dan di Jakarta sebagai ibu kota Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), bendera pusaka Merah Putih pertama dikibarkan tanggal 17 Agustus 1945. Namun, di Kota Siantar malah baru berkibar tanggal 27 September 1945.

Dari gambaran tersebut, sebenarnya ada apa dengan Siantar sebelum Indonesia Merdeka yang sempat merupakan kerajaan Nagur, berkedudukan di pulau Holing yang sekarang, Pamatang Kelurahan Simalungun ?

Jawaban tersebut, ditemukan dalam lembaran buku berjudul “Siantar Berdarah” terbitan tahun 1992, buah karya H Erizal Kesuma Ginting. Kata pengantar ditulis Wali Kota Siantar saat dijabat Zulkifli Harahap, Bupati Simalungun Djabanten Damanik, Ketua DPRD Siantar Laurimba Saragih serta pejabat TNI/Polri.

Meski secara resmi Indonesia telah merdeka tanggal 17Agustus 1945, di sejumlah daerah masih tetap terjadi gejolak karena Kolonial Belanda masih berusaha mempertahankan tanah jajahan dan enggan angkat kaki dari bumi pertiwi.

Khusus di Kota Siantar, malah terjadi gejolak “membara”. Di sekitar Lapangan Merdeka (Taman Bunga), depan Balai Kota (kantor Wali Kota-red) Jalan Merdeka dan di belakangnya Hotel Siantar, Jalan Wage Rudolf Supratman.

Lokasi tersebut merupakan wilayah perbatasan (demarkasi) para pejuang Indonesia dengan KNIL Belanda yang waktu itu ditandai dengan peristiwa Polinesial tahun 1945. Kubu pejuang Indonesia berada di sekitar Balai Kota dan Gedung Juang samping lokasi parkir pariwisata sekarang. Sedangkan kubu KNIL Belanda di Siantar Hotel. Sehingga, perbatasannya adalah Lapangan Merdeka yang saat itu masih satu dengan lokasi parkir pariwisata.

Kemudian, tanggal 27 September 1945 terjadi kontak senjata. Saat itu ada dua anak muda bernama Muda Rajagukguk dan Ismail Situmorang, berusaha mengibarkan bendera kebangsaan Merah Putih. Namun, akhirnya gugur sebagai kesuma bangsa ditembak pasukan KNIL Belanda.

Untuk mengenang jasa kedua pahlawan muda gagah berani itu, dibangun prasasti di lokasi peristiwa berdarah tersebut. Persisnya di lapangan parkir pariwisata Jalan Merdeka di samping gedung Dekranasda Kota Siantar.

Bertuliskan, ”Tanggal 27 September 1945, di sekitar ini terjadi peristiwa upacara penggerekan/pengibaran bendera Merah Putih yang pertama di Kota Pematangsiantar/Simalungun. Oleh Pemuda Pribumi dan Kekuatan Rakyat Siantar/Simalungun”.

Saat ini, Prasasti Pengibaran Bendera Merah Putih Pertama di Kota Siantar itu telah direnovasi Pemko Siantar tahun 2021 lalu. Di depannya, ada empat tiang bendera. Di sebelahnya lagi, berdiri tembok seperti plang dengan permukaan keramik hitam setinggi sekitar 3 meter dan lebar 1,5 meter.

Di permukaan batu hitam itu ditulis teks proklamasi yang hurufnya ada sudah lepas. “Proklamasi. Kami Bangsa Indonesia dengan ini menyatakan Kemerdekaan Indonesia. Hal-hal yang mengenai pemindahan dan kekoeasaan dll, Diselenggarakan dengan Tjara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Djakarta, Di hari 17, Boelan 08 Tahoen 45. Atas Nama Bangsa Indonesia. Soekarno-Hatta”.

KESEPIAN DI ANTARA KERAMAIAN

Karena, dihalangi pentas yang bentuknya seperti tratak dan tanpa estetika yang berada di lokasi lapangan parkIr, Prasasti Pengibaran Merah Putih Pertama di Kota Siantar itu seperti tersembunyi kalau dipandang dari Jalan Merdeka.

Kusdianto sebagai Kadis Pariwisata yang kebetulan berada di depan prasasti mengamati pentas yang akan direnovasi mengatakan, pada Malam Renungan, tanggal 16 Agustus 2022 dan pada perayaan puncak Dirgahayu Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2022, tidak ada upacara khusus dilakukan di sekitar lokasi prasasti itu.

“Informasi yang saya terima dari Kesbanglinmas, tidak ada kegiatan terkait perayaan kemerdekaan di sekitar prasasti atau lapangan parkir pariwisata ini,” ujar Kusdianto singkat sembari mengatakan kalau penulis punya ide, pihaknya mengatakan siap melakukan kegiatan. untuk tahun depan atau 2023 mendatang.

Sementara, hasil jejak pendapat penulis, Senin (15/8/2022) dengan sejumlah pelajar, mahasiswa atau generasi muda milenial, mereka ternyata tidak mengetahui tentang keberadaan Prasasti Pengibaran Bendera Merah Putih Pertama di Kota Siantar itu.

“Betul nggak tau karena tidak ada informasi selama ini. Saya malah tau baru saat abang ceritakan,” ujar salah seorang pelajar yang baru pulang sekolah dari SMA Swasta di Jalan Kartini, Kecamatan Siantar Barat, bersama dua orang temannya.

Pengamatan penulis, di antara masyarakat yang berlalu lalang di sekitar lokasi parkir pariwisata itu, tiada yang tampak menoleh ke Prasasti Pengibaran Bendera Merah Putih Pertama di Siantar tersebut. Sehingga, keberadaannya seperti kesepian di antara keramaian.

Kemudian, bendera Merah Putih yang dipasang pada empat tiang di depan prasasti, tampak berkibar seperti malu-malu saat ditiup angin sepoi-sepoi yang berhembus sahdu. Padahal, saat angin kencang berhembus, kibarannya begitu gagah berani.

PENUTUP

Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa-jasa para pahlawannya. Gugur sebagai kesuma bangsa sambil berteriak, Merdeka!
(Tulisan ini untuk lomba menulis Dirgahayu Kemerdekaan RI 2022)

Tags: keramaiankesepianprasasti
Share107Tweet67SendShare
ADVERTISEMENT

Berita Terkait

Inspirasi

Ketum HIMAPSI Dian G Purba Tambak MSi Nilai Kapolres Siantar Belum Tunjukkan Pemahaman akan Budaya 

by Redaksi
23 Agustus 2026 | 13:05 WIB
0

P.Siantar, Aloling Simalungun Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa dan Pemuda Simalungun (DPP HIMAPSI) Dian G Purba Tambak, MSi...

Read more
Inspirasi

Anggota Dewan Pembina USI Dr. (Hc) Minten Saragih : Rektor dan Pengurus Yayasan USI adalah Mereka yang Paham Pendidikan 

by Redaksi
13 Agustus 2026 | 20:50 WIB
0

P.Siantar, Aloling Simalungun Siapapun yang ingin menjadi Rektor atau Pengurus di Universitas Simalungun adalah mereka yang Paham bidang pendidikan, ucap...

Read more
oppo_1026
Inspirasi

Ditetapkan, Tiga Orang Calon Rektor USI 2026-2030 : Dr.Rohdearni Wati Sipayung M.Hum, Dr.M.Ade Kurnia Harahap,MT, Prof.Dr.Sarintan Efratani Damanik S.Hut.

by Redaksi
10 Agustus 2026 | 12:09 WIB
0

P.Siantar, Aloling Simalungun Tiga Orang Bakal Calon Rektor Universitas Simalungun (USI) masa jabatan 2026-2030 yaitu  Dr.Rohdearni Wati Sipayung M.Hum, Dr.M.Ade...

Read more
Inspirasi

Penjaringan Pengurus dan Pengawas Yayasan USI Ditutup Yang Mendaftar 14 Bakal Calon Pengurus dan 8 Bakal Calon Pengawas 

by Redaksi
30 Juli 2026 | 18:43 WIB
0

P.Siantar, Aloling Simalungun Sebanyak 14 orang Bakal Calon Pengurus dan 8 Bakal Calon Pengawas Yayasan Universitas Simalungun (USI) telah mendaftar...

Read more

Discussion about this post

Berita Terbaru

Inspirasi

Ketum HIMAPSI Dian G Purba Tambak MSi Nilai Kapolres Siantar Belum Tunjukkan Pemahaman akan Budaya 

23 Agustus 2026 | 13:05 WIB
Regional

Yonif TP 905–Nommensen Bersinergi Mengembangkan Potensi Garam Rakyat untuk Ketahanan Pangan

22 Agustus 2026 | 20:42 WIB
Regional

SMSI Sumut Apresiasi Tim Riset UMA dan UISU Terkait Implementasi SEO Hasilkan Desain Model UKW Media Siber

22 Agustus 2026 | 16:14 WIB
Siantar - Simalungun

Pemkab Simalungun Jadi Tuan Rumah Launching Pemutakhiran Data Keluarga Provinsi Sumatera Utara di Aplikasi SIGA Tahun 2026

20 Agustus 2026 | 18:21 WIB
Siantar - Simalungun

Sambut Hangat Kunjungan Kompolnas, Wakil Bupati Simalungun: Kolaborasi Polri dan Pemerintah Hasilkan Kebaikan Bagi Masyarakat

19 Agustus 2026 | 19:51 WIB
Regional

Serahkan SK Program Indonesia Pintar, Wali Kota Tebing Tinggi Minta Kepala Sekolah Bekerja Adaptif dan Berintegritas 

19 Agustus 2026 | 19:50 WIB
Siantar - Simalungun

Peran Lintas Sektor Sangat Strategis untuk Memberikan Perlindungan Terhadap Anak

19 Agustus 2026 | 18:17 WIB
Siantar - Simalungun

Peran Lintas Sektor Sangat Strategis untuk Memberikan Perlindungan Terhadap Anak

19 Agustus 2026 | 18:14 WIB
Siantar - Simalungun

Pemkab Simalungun Jadi Tuan Rumah Launching Pemutakhiran Data Keluarga Provinsi Sumatera Utara di Aplikasi SIGA Tahun 2026

19 Agustus 2026 | 17:30 WIB
Siantar - Simalungun

Wakil Bupati Simalungun Sambut Hangat Kunjungan Kerja Pangdam I/Bukit Barisan: Pererat Hubungan Pemerintah dan TNI

19 Agustus 2026 | 16:44 WIB
Siantar - Simalungun

Dua Hari Pencarian, Korban Hanyut di Sungai Tanjung Pinggir Berhasil Ditemukan

19 Agustus 2026 | 16:37 WIB
Siantar - Simalungun

BPBD Simalungun Gerak Cepat Bantu Tim Gabungan Pencarian Anak Hanyut di Sungai Tanjung Pinggir

18 Agustus 2026 | 20:40 WIB
  • Redaksi
  • Policy
  • Terms
  • Pedoman

© 2020-2024 Aloling Simalungun

rotasi barak berita hari ini danau toba berita simalungun

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi

© 2020-2024 Aloling Simalungun

rotasi barak berita hari ini danau toba berita simalungun