Aloling Simalungun
  • Redaksi
  • Policy
  • Terms
  • Pedoman
Rabu, 17 Juni 2026
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi
No Result
View All Result
Aloling Simalungun
No Result
View All Result
  • SMSI
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi
Home Inspirasi

Catatan 2022 Tentang Siantar Menuju 2023

Catatan: Imran Nasution

by Redaksi
1 Januari 2023 | 07:56 WIB
in Inspirasi
A A
Konsep Otomatis
ADVERTISEMENT
56
SHARES
70
VIEWS

Tahun 2023 meninggalkan berbagai kata tentang tahun 2022 yang dapat dirangkai sebagai catatan untuk digaris bawahi menjadi sebuah cermin. Namun, kalau ada catatan yang buram, jangan pecahkan cermin itu.

Berbagai catatan tentang hari kemarin dan kemarin kemarinnya lagi, bagi sebagian orang mungkin tidak penting, sebagian lagi kurang penting dan sangat penting pula bagi sebagian lainnnya. Jadi, tergantung dari sudut mana kelopak mata hati memandang.

Catatan-catatan itu bisa saja tentang hilangnya kicauan burung-burung di pepohonan rindang Taman Bunga atau Lapangan Merdeka yang kalah bersaing dengan suara deru odong-odong yang di bagian belakang hutan kota itu dijadikan sebagai pangkalan.

Padahal, kicauan burung meski tak semerdu murai batu atau kenari yang sering juara dalam lomba, sangat merdu dinikmati gendang telinga hati saat petang menjelang. Kemudian sepi saat sinar matahari diganti pancaran lampu warna-warni untuk mengucapkan selamat malam kepada alam.

Catatan itu, bukan pula ingin menyentuh areal-areal sensitif tentang seorang penggali parit yang membangun gorong-gorong, minta belikan es kepada Wali Kota dan permintaan itu diabaikan. Sementara, badan jalan di sejumlah lokasi selalu tergenang saat hujan tiba akibat drainase tidak berfungsi maksimal.

Catatan ini tidak juga ingin menggaris bawahi atau menebalkan kalimat pakai stabilo berwarna metalik tentang polisi tidur di depan Rumah Dinas Kapolres Siantar, Jalan Sutomo yang bagi pengendera tak mengetahui kondisi, jadi terkejut.

Bukan pula catatan tentang pengusaha kecil bawah yang tergusur, berusaha mengais-ngais rezeki di antara puing-puing asa akibat polusi kata tanpa makna yang menyesakkan paru-paru kota. Sehingga, sulit membedakan mana wacana dan mana fakta.

Lihatlah juga di sudut raut wajah kota, banyak orang menutup hidung saat berjalan di antara tumpukan sampah. Sehingga, slogan LISA (Lihat Sampah Ambil) malah senyap. Namun, ada menjadikan sampah sebagai sumber rezeki agar perut tidak keroncongan dan tidak bagai gendang bila ditalu karena lapar. Padahal, ikat pinggang sudah diketatkan sampai habis lobang.

Ada juga catatan tentang rakyat kelas sendal jepit yang harus antri panjang menunggu mendapatkan Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar plus tercatat sebagai peserta Program Keluarga Harapan meski penantian belum diketahui kapan berakhir. Karena pendataan cendrung selalu menuai tanda tanya.

Kemudian, tentang transaksi jual beli di Pasar Horas dan Pasar Dwikora atau Pajak Parluasan yang semakin ditinggalkan pembeli karena kumuh dan kotor. Apalagi pusat perbelanjaan moderen seperti mini market begitu mudah menjajah sampai tepi kelurahan. Membuat warung atau kedai-kedai kecil milik rakyat, menggelepar dan mati.

Begitu juga catatan tentang kenaikan berbagai harga kebutuhan pokok menjelang Natal dan Tahun Baru kemarin, mungkin tidak penting meski rakyat harus mengurangi belanjaan karena keuangan sedang seret. Padahal, soal kenaikan harga itu katanya dipantau tim inflasi meski tiada solusi. Karenanya, muncul pertanyaan apakah harga-harga kebutuhan pokok di tahun 2023 itu masih bagai balon gas putus tali sehingga terus melambung tinggi hingga akhirnya jatuh ke laut?

Sejumlah catatan yang terpapar itu, mungkin tidak penting diperdebatkan sampai urat leher keluar bagai kawat apalagi sampai kelopak mata merah saga. Sehingga, tak perlu digaris bawahi untuk dievaluasi karena tiada yang perduli meski akhirnya menjadi tanda tanya yang tidak perlu dijawab. Apalagi jawabannya juga selalu klasik.

Atau terlalu remeh temeh menggaris bawahi berbagai catatan itu. Padahal, kalau dibiarkan dapat menjadi duri yang menusuk telapak kaki. Namun, kalau bisul dibiarkan berpotensi mengundang panas dingin karena demam. Sementara, untuk menyembuhkan panas dingin atau meriang, bisul harus lebih dulu dibasmi.

EKSEKUTIF DAN LEGISLATIF

Memasuki tahun 2023 atau di penghujung tahun 2022 ini, ada beberapa catatan lain yang dapat menembus ruang dan waktu. Khususnya tentang Wali Kota di lembaga eksikutif sebagai pejabat politik. Dan, tentang para anggota DPRD di legislatif sebagai lembaga politik. Meski catatan itu termasuk sensitif, tetap perlu digaris bawahi untuk melawan lupa. Karena, pejabat politik di legislatif maupun eksikutif, tetap butuh rakyat untuk memilih mereka nanti.

Masih jelas dalam ingatan soal suara wacana Hak Interpelasi anggota dewan beberapa waktu lalu kepada Wali Kota karena ada kebijakannya yang dinilai tidak pas. Antara lain, tentang GOR yang pembangunan dan penyerahannya kepada pihak ketiga dituding tidak transparan.

Namun, meski wacana Hak Interpelasi itu sempat diperdebatkan sampai mengarah kepada hak angket dan seterusnya dan seterusnya, ujung-ujungnya lenyap bagai debu yang rahib entah kemana. Sehingga ada berasumsi seperti keras-keras kerak yang kalau disiram ternyata lembut juga.

Kemudian, terkait pemilihan Wakil Wali Kota sebagai pendamping Wali Kota belum juga dilakukan sesuai ketentuan meski tanpa Wakil Wali Kota pemerintahan tetap jalan. Namun, publik bertanya-tanya mengapa begitu?

Untuk menjawabnya, bermunculan pendapat beragam yang apresiasinya juga macam-macam. Dan, apakah tetap tanpa Wakil Wali Kota sampai masa jabatan Wali Kota berakhir setelah Pilkada selesai digelar 2024?

Belum lagi soal pelantikan para pejabat yang diharap pejabat itu akhairnya tidak seperti sopir angkot yanag harus kejar setoran karena sebelumnya mengeluarkan uang untuk beli pulsa, isi bensin dan oli pelicin. Sementara, pengeluaran yang dilakukan itu diperoleh dari hasil menghutang.

Kemudian, masih jelas dalam ingatan tentang struktur APBD Siantar 2024 yang dijadikan penyertaan modal di Bank Sumut sebesar Rp 85 miliar. Meski setelah dieksaminasi Gubernur dan hanya Rp 5 miliar sebagai penyertaan modal untuk pembangunan infrastruktur yang prioritas untuk diperbaiki, muncul pertanyaan mengapa itu bisa terjadi?

Masalahnya sekarang, Rp 80 miliar yang dikembalikan ke Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang sebelumnya telah mengusulkan program sangat perlu dicatat. Khususnya terkait pelaksanaan teknis penggunaan anggaran di OPD wajib dipelototi karena bukan tidak mungkin penentuannya sesuai selera para elite politik.

Ada lagi catatan yang perlu digaris bawahi. Tentang kenaikan Nilai Jual Objek Pajak 1000 Persen yang membuat rakyat seperti melongo. Ketika ada berteriak sampai suaranya serak, suara itu ternyata senyap di antara telinga-telinga yang pekak. Ditambah lagi dengan pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) kedaluarsa tetap dipungut.

Rakyat kelas sandal jepit banyak tidak mengetahui atau tidak mau tau tentang berbagai catatan-catatan di atas dan diperkirakan masih banyak catatan lain luput dari pandangan dan pendengaran. Masalahnya, rakyat kelas sandal jepit juga terlalu sibuk mengurus sejengkal perut dan berjengkal-jengkal perut anggota keluarga di rumah apalagi anak-anak butuh biaya sekolah.

Namun demikian, para elit politik di legislatif dan di eksikutif harus ingat, rakyat bukan tungkul kayu apalagi ulat di antara tumpukan sampah yang bau karena telat diangkut. Rakyat itu berdaulat dan tahun 2023 sudah mulai memasuki tahun politik menuju tahapan Pemilu Legislatif yang berdekatan dengan Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) 2024.

Rakyat yang berdaulat semakin cerdas dan semakin lebih cerdas pula saat suara mereka dianggap bagai gongongan anjing kaleng yang meminta tulang karena tidak ada lagi daging untuk dijadikan makan siang.

Selamat Tinggal 2022! Semoga rakyat tetap ingat tentang berbagai catatan buram yang telah digaris bawahi untuk menilai apa dan bagaimana para elite politik kota. Karena, banyak jejak-jejak digital yang dapat dibuka untuk melawan lupa.

Harapan rakyat, tahun 2023 lebih baik dari tahun sebelumnya. Itupun kalau para elite politik kota mau menjadikan berbagai catatan buram itu sebagai cermin. Kalau tidak, atau cermin itu malah dipecahkan, tunggu saat Pemilu Legislatif dan Pilkada 2024!

Sementara, akan banyak kompor yang selalu menunggu dan siap memanaskan situasi yang semuanya demi kepentingan politik jua. (Penulis Alumni Fisip Komunikasi UISU Medan)

Tags: menujusiantartahun2023
Share22Tweet14SendShare
ADVERTISEMENT

Berita Terkait

Inspirasi

HPSI Gelar Sosialisasi Partuturan dan Pakaian Adat Simalungun kepada Siswa SMA GKPS Pamatang Raya Simalungun, Aloling Simalungun Harungguan Purba Simalungun Indonesia (HPSI) merasa terpanggil dan bertanggung jawab dalam mensosialisakan adat dan budaya simalungun kepada generasi penerus bangsa yang merupakan garda terdepan dalam melestarikan adat dan budaya. Bertempat di Gedung Aula SMA GKPS Pamatang Raya pada hari Jumat, 8 Mei 2026 acara tersebut dibuka langsung oleh Ketua Umum HPSI bapak Mangapul Purba, S.E,M.I.Kom yang juga ketua fraksi PDIP DPRD Sumatera Utara telah berlangsung dengan baik.Dalam sambutannya beliau menyatakan bahwa peradaban bangsa Indonesia tidak terlepas dari Kebudayaan Daerah, kebudayaan menjadi salah satu factor utama dalam pembangunan nasional Peserta sosialisasi terdiri dari Siswa dan Guru SMA GKPS Pematang Raya dibawah kepemimpinan Kepala Sekolah, Julven Purba, S.Pd, dalam sambutannya beliau sangat berterimakasih atas kegiatan ini sehingga dengan kegiatan ini kami semakin memahami bagaimana adat budaya Simalungun itu dilaksanakan pada kehidupan sehari-hari khusunya tentang partuturan Adat Budaya Simalungun yang setiap hari baik dilingkungan keluarga, lingkungan sekolah selalu diterapkan, tata karma bagi kami terkhusus siswa dapat diterapkan sebagaimana lazimnya pada budaya simalungun, demikin juga tentang pemakaian adat dan budaya Simalungun. Diawal acara dilaksanakan acara pangalo-aloan kepada Rombongan HPSI dengan tortor Simalungun yang ditampilkan oleh Siswa SMA GKPS, dilanjutkan dengan ibadah, kemudian acara nasional menyanyikan lagu Indonesia Raya dan acara Sosilasisasi. Rohdian Purba, S,Si,M.Si selaku Sekretaris DPP HPSI yang juga menjadi narasumber dengan Materi Partuturan Adat Budaya Simalungun menjelaskan bahwa pada saat sekarang ini anak-anak milenial sudah banyak tidak memahami tentang partuturan dalam adat budaya simalungun, sekarang ini akibat ketidak pahaman mereka maka banyhak bersalahan pada panggilan terhadap sesama, orangtua dan kerabat keluarga lainnya, bilama mana tidak kita tanamkan, sosialisasikan partuturan simalungun dimaksud dikwatirkan 10 sampai 20 tahun kedepan maka akan tergerus bahkan hilang sehingga berakibatkan hubungan kekerabatan yang baik selama ini akan menjadi masalah yang sangat besar, mengapa misalnya panggilan makela dalam adat simalungun saat ini sudah sering didengar oleh anak nak bukan lagi makela tapi sudah dipanggil kel, panggilang tulang sudah sering kita dengar disapa oleh anak-anak menjadi tul, ini sangat menyalaha, mengapa terjadi hal demikian karena anak-anak tidak memahami sebenarnya bagiamana peran serta Sananina, Tondong dan Boru dalam peradaban adat dan Budaya Simalungun. Bahkan dalam pergaulan sehari hari antara anak-anak kuda yang berajnak dewasa bisa mengkwatirkan dalam menuju jenjang perkawinan dimasa-masa berpacaran, karena dalam adat budaya simalungun walaupun marga berbeda tidak serta merta bisa menikah/kawan misalnya; borunya namboru kita (anak perempuan dari saudara perempuan bapak) itu tidak bisa kita nikahi. Tapi borunya (anak perempuan) dari tulang kita itu bisa dinikahi yang disebut marboru tulang, atau disebut pariban. Demikian jika ibu kita memilki saudara kandung perempuan dan memilki anak perempuan (boru), kita sebagai laki-laki juga tidak bisa menikahinya, hal-hal yang seperti ini juga perlu kita ajarkan kepada generasi milenial sekarang ,apalagi mereka setelah tammat dari Sekolah akan banyak pergi merantau jauh dari orang tua, dengan tidak memahami hal dimaksud diperantauan bisa berakibat tidak baik dalam peradaban budaya simalungun nantinya, dan banyak hal lagi akibatnya jika partururan dalam budaya Simalungun tidak mereka pahami, hal ini yang perlu sejak dini kita samapaikan buat anak-anak. Demikian juga tentang pakaian adat budaya simalungun yang disamapaikan bapak Djapaten Purba, BME bahwa sejak dini perlu ditanamkan kepada anak-anak milenial, karena pada saat ini sudah banyak kita lihat ditengah-tengah masyarakat dalam acara adat budaya simalungun baik suka maupu n duka sudah tidak sesuai lagi dengan sebenarnya, menurut beliau semua pemakaian hiou simalungun itu memiliki arti dan makna khsusus bagi kehidupan sehar-hari, baik itu gotong, bulang suri-suri, ragi cantik dll termasuk tata cara pemakaiannya misalnya jika seorang bapak memakai suri-suri itu berwarna hitam namu jika perempuan memakai suri-suri bisa warna bebas, demikain juga jika sudah memakai gotong, maka wajib memakai suri-suri dan abit/ragi panei atau ragi cantik untuk laki-laki demikian juga perempuan/ inang jika sudah memakai bulang, wajib memakai suri-suri dan abit. Diakhir acara siswa dan guru SMA GKPS Pamatang Raya sangat mengapresiasi kegiatan sosialisasi ini karena mereka lebih memahami tentang adat budaya simalungun yang bisa mereka terapkan pada kehidupan sehar-hari baik dilingkungan sekolah, keluarga dan kekerabatan dalam lingkungan keluarga mereka, yang diakhiri dengan pemberian cendramata oleh kepala sekolah kepada Ketua Umum HPSI dan kedua narasumber. (rel)

by Redaksi
9 Mei 2026 | 14:54 WIB
0

Simalungun, Aloling Simalungun Harungguan Purba Simalungun Indonesia (HPSI) merasa terpanggil dan bertanggung jawab dalam mensosialisakan adat dan budaya simalungun kepada...

Read more
Inspirasi

Rohdian Purba : “Kemajuan USI Melekat Keinginan Hati untuk Memajukannya”

by Redaksi
8 Mei 2026 | 16:37 WIB
0

P.Siantar, Aloling Simalungun Terkait untuk memajukan Yayasan Universitas Simalungun diutamakan adanya keinginan hati untuk bekerja maksimal dalam memajukan sekolah dan...

Read more
Inspirasi

Hari Pendidikan Nasional 2026 di SMA Negeri 1 Pematangsiantar,  August Sinaga Tekankan Peningkatan Kualitas Di Dalam Kelas

by Redaksi
2 Mei 2026 | 10:47 WIB
0

P.Siantar, Aloling Simalungun Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI Provinsi Sumatera Utara (Siantar-Simalungun) Hardiknas tidak hanya sekadar ajang seremonial, tetapi...

Read more
Inspirasi

Bedah Buku Diutus Melintasi Batas, Biografi Marie Claire Barth Frommel

by Redaksi
22 April 2026 | 08:45 WIB
0

P.Siantar, Aloling Simalungun GMKI Siantar-Simalungun dan STT HKBP P.Siantar menggelar acara Bedah Buku Diutus Melintasi Batas, Biografi Marie Claire Barth...

Read more

Discussion about this post

Berita Terbaru

Entertainment

Kejuaraan Rally Pasifik 2026 Akan Berlangsung di Kabupaten Simalungun pada Agustus Mendatang

17 Juni 2026 | 18:18 WIB
Entertainment

Masa Perkenalan (MAPER) Gel. III 2026 GMKI Pematangsiantar-Simalungun Sukses Terlaksana

16 Juni 2026 | 20:51 WIB
Nasional

Indonesia Butuh Investasi Rp 54 Triliun untuk Infrastruktur Sampah & Waste-to-Energy 

16 Juni 2026 | 15:27 WIB
Nasional

Harga Emas Dunia Naik ke Level Tertinggi Sepekan, Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran 

15 Juni 2026 | 15:10 WIB
Nasional

INDEF: Kebocoran 1% Anggaran MBG Berpotensi Rugikan Negara Lebih dari Rp 2,6 Triliun 

14 Juni 2026 | 17:25 WIB
Regional

Gelar Nobar Bersama TP.PKK, Wali Kota Tebing Tinggi Apresiasi Pesan Moral Parodi Edukatif”Kampung Durian Gak Jadi Runtuh”

13 Juni 2026 | 08:16 WIB
Siantar - Simalungun

Pemkab Simalungun Gelar Sosialisasi Pemenuhan Hak Anak dan Deklarasi Relawan Perlindungan Anak

12 Juni 2026 | 08:14 WIB
Regional

Wujudkan Kemudahan Akses Pelayanan Hukum Bagi Masyarakat, Walikota Tebing Tinggi Terima Penghargaan dari Kementerian Hukum RI

11 Juni 2026 | 17:12 WIB
Siantar - Simalungun

Bupati Simalungun Bersama Wakil Bupati dan Jajaran Forkopimda Hadiri Acara Pisah Sambut Dandim 0207/Sml

11 Juni 2026 | 09:09 WIB
Uncategorized

Peningkatan 9 Ruas Jalan Provinsi di Wilayah Kabupaten Simalungun Segera Dimulai

10 Juni 2026 | 20:25 WIB
Siantar - Simalungun

DPRD Simalungun Sampaikan Rekomendasi Terhadap LKPj Bupati Simalungun Tahun 2025

10 Juni 2026 | 08:24 WIB
Siantar - Simalungun

Akselerasi Transformasi Digital Pemko Tebing Tinggi dan Bank Sumut Siap Luncurkan QRIS Dinamis 

9 Juni 2026 | 21:46 WIB
  • Redaksi
  • Policy
  • Terms
  • Pedoman

© 2020-2024 Aloling Simalungun

rotasi barak berita hari ini danau toba berita simalungun

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi

© 2020-2024 Aloling Simalungun

rotasi barak berita hari ini danau toba berita simalungun