Aloling Simalungun
  • Redaksi
  • Policy
  • Terms
  • Pedoman
Rabu, 8 Juli 2026
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi
No Result
View All Result
Aloling Simalungun
No Result
View All Result
  • SMSI
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi
Home Inspirasi

Masyarakat Butuh Kehadiran Polisi

Penulis :  Michael Dionasius Panjaitan

by Redaksi
1 November 2024 | 18:37 WIB
in Inspirasi
A A
Konsep Otomatis
ADVERTISEMENT
62
SHARES
77
VIEWS

POLRI adalah sebuah lembaga penegak hukum yang berfungsi untuk menjaga,mengamankan dan mengayomi masyarakat.Kepolisian Negara Republik Indonesia berdiri pada 11 September 1945 setelah Indonesia merdeka dari penjajahan Belanda belanda.,yang kemudian pemerintah menetapkan hari lahirnya Bhayangkara pada 1 Juli 1946.Polri identik dengan kedekatan dengan masyarakat,hal ini dikarenakan peran mereka lebih banyak berhubungan langsung dengan masyarakat.

Saat ini Kepolisian Negara Republik Indonesian, dipimpin oleh Jenderal bintang 4,dan memiliki naungan di setiap provinsi, kabupaten dan kota di seluruh Indonesia.Menurut Satjipto Raharjo polisi merupakan alat negara yang bertugas memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat,memberikan pengayoman,dan memberikan perlindungan kepada masyarakat (Satjipto Raharjo, 2009: 111).

Dari pengertian diatas penulis dapat mengambil kesimpulan bahwa polisi memiliki peran yang sangat vital di tengah tengah masyarakat, untuk memberikan rasa aman,dan terlindungi dari segala tindakan kejahatan yang berpotensi merugikan atau mengambil hak orang lain.

Kurangnya Peran polisi

Ada banyak berbagai kasus yang terjadi akibat dari kurang nya peran polisi untuk Hadi di tengah masyarakat, seperti baru baru ini.Dilansir dari https://www.detik.com/sumut/hukum-dan-kriminal/d-7600294/bentrok-diduga-gegara-lahan-di-deli-serdang-2-orang-tewas/amp,terjadi penyerangan oleh sekelompok orang yang berjumlah ratusan terhadap pemukiman masyarakat yang menewaskan 2 orang masyarakat.dari kasus ini dapat di lihat bahwa masyarakat butuh peran aktif pihak kepolisian dalam menjaga keamanan,dimana masyarakat sudah menunggu kedatangan  kedatangan pihak kepolisian,namun kedatangannya sangat lama sehingga membuat masyarakat kecewa dan memblokade akses masuk ke ke kampung tersebut.

Di sisi lain ada banyak kasus kasus juga terjadi karena kurang nya kehadiran polisi,seperti konvoi geng motor dilansir dari data https://eportal.id/konvoi-geng-motor-mengacungkan-senjata-tajam/ .Selain itu terdapat tawuran antar geng motor,,Di lansir  dari data https://www.waspada.id/medan/tawuran-antar-geng-motor-di-sunggal-polisi-amankan-21-orang/ dan masih banyak kasus kasus lainya.

Butuh Trobosan Baru

Berdasarkan data dan berita diatas mayoritas kejadian nya terjadi di siang hari,dan pelaku nya masih berstatus anak sekolah yang bergabung ke dalam geng motor.Berkaca dari kejadian yang meresahkan masyarakat ini,sudah seharusnya pihak kepolisian mengambil langkah yang tegas dan trobosan baru yang lebih efektif untuk meminimalisir kembali nya terjadi kejadian kejadian yang bisa merugikan dan menghilangkan rasa aman masyarakat.Pihak kepolisian tidak bisa bekerja sendirian,tetapi juga harus berkerja sama dengan beberapa stake holder terkait, seperti pemerintah,pihak sekolah dan orangtua.

Bekerjasama dengan pemerintah,dengan melakukan sosialisasi di kelurahan terhadap orang tua dari pelajar sehingga orangtua lebih memperhatikan anak nya ketika jam pulang sekolah keluyuran sampe tengah malam.selain itu juga memberikan sosialisasi ke sekolah sekolah secara rutin sehingga para pelajar lebih mengetahui resiko resiko dari perbuatan dari geng motor yang meresahkan masyarakat.Selain itu juga polisi harus lebih giat melakukan patroli di jam jam rawan,baik itu siang dan malam,karena pada waktu ini sering terjadi tindakan kriminalitas, seperti yang di tekankan oleh bapak Kapolda Sumatra Utara, Irjen. Pol. Whisnu Hermawan Febrianto S.IK.,M.H. “Beliau dan jajaran Akan tegas dan keras untuk bisa memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat sekitarnya” pada konferensi pers pengungkapan dana penangkapan 11 orang yang terlibat kasus penyerangan dan pembunuhan di jalan selambo,Desa Amplas,Sumut pada senin(21/10) lalu.

Penulis menyarankan agar pihak kepolisian lebih sering untuk hadir di tengah masyarakat,melakukan patroli roda empat maupun roda dua baik siang dan malam.Selain itu Kepolisian lebih sering melakukan sosialisasi dan pembekalan,pembinaan terhadap anak remaja SMP maupun SMA,agar anak sekolah lebih tau tujuan mereka bersekolah untuk mencari ilmu bukan untuk membuat onar masyarakat,selain itu juga penulis mengharapkan pihak kepolisian membubarkan geng motor yang sudah tertangkap melakukan tindakan yang merugikan orang lain, seperti tawuran,dll.

Selain itu dibutuhkan juga fungsi orangtua untuk lebih mengawasi anaknya,memperhatikan tidak terlalu memberikan kebebasan kepada anaknya sehingga meminimalisir terjadinya tindakan kriminalitas yang merugikan oranglain.

Penulis mengingatkan untuk menyelesaikan persoalan ini tidak hanya peran kepolisian,tetapi stake holder terkait, pemerintah,orangtua,pihak sekolah untuk berkerjasama menyelesaikan persoalan yang sampai saat ini masih marak terjadi di kota ini.(***)

Penulis adalah Mahasiswa Fakultas Hukum, Universitas Katolik Santo Thomas

Share25Tweet16SendShare
ADVERTISEMENT

Berita Terkait

Inspirasi

PUSTAKA NOMMENSEN: Kebakaran Pasar Dwikora Bukan Hanya Musibah, tetapi Alarm Tata Kelola

by Redaksi
25 Juni 2026 | 20:47 WIB
0

P.Siantar, Aloling Simalungun Pusat Studi Kebijakan Publik dan Politik (PUSTAKA NOMMENSEN) Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar menilai kebakaran Pasar Dwikora harus...

Read more
Inspirasi

Dr.Sarmedi Purba SPOG Setuju Organisasi Adat Budaya dan Cendikiawan Simalungun Bersatu

by Redaksi
19 Juni 2026 | 09:29 WIB
0

P.Siantar, Aloling Simalungun Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Pemangku Adat dan Cendekiawan Simalungun (DPP-PACS) Dr.Sarmedi Purba mengatakan Setuju agar Organisasi...

Read more
Inspirasi

Drs.Johalim Purba Berharap Organisasi Adat Budaya dan Cendikiawan Simalungun Bersatu 

by Redaksi
18 Juni 2026 | 11:33 WIB
0

Simalungun, Aloling Simalungun Organisasi Adat Budaya dan Cendikiawan Simalungun yang pada awalnya berada dalam satu wadah Partuha Maujana Simalungun diharapkan...

Read more
Inspirasi

HPSI Gelar Sosialisasi Partuturan dan Pakaian Adat Simalungun kepada Siswa SMA GKPS Pamatang Raya Simalungun, Aloling Simalungun Harungguan Purba Simalungun Indonesia (HPSI) merasa terpanggil dan bertanggung jawab dalam mensosialisakan adat dan budaya simalungun kepada generasi penerus bangsa yang merupakan garda terdepan dalam melestarikan adat dan budaya. Bertempat di Gedung Aula SMA GKPS Pamatang Raya pada hari Jumat, 8 Mei 2026 acara tersebut dibuka langsung oleh Ketua Umum HPSI bapak Mangapul Purba, S.E,M.I.Kom yang juga ketua fraksi PDIP DPRD Sumatera Utara telah berlangsung dengan baik.Dalam sambutannya beliau menyatakan bahwa peradaban bangsa Indonesia tidak terlepas dari Kebudayaan Daerah, kebudayaan menjadi salah satu factor utama dalam pembangunan nasional Peserta sosialisasi terdiri dari Siswa dan Guru SMA GKPS Pematang Raya dibawah kepemimpinan Kepala Sekolah, Julven Purba, S.Pd, dalam sambutannya beliau sangat berterimakasih atas kegiatan ini sehingga dengan kegiatan ini kami semakin memahami bagaimana adat budaya Simalungun itu dilaksanakan pada kehidupan sehari-hari khusunya tentang partuturan Adat Budaya Simalungun yang setiap hari baik dilingkungan keluarga, lingkungan sekolah selalu diterapkan, tata karma bagi kami terkhusus siswa dapat diterapkan sebagaimana lazimnya pada budaya simalungun, demikin juga tentang pemakaian adat dan budaya Simalungun. Diawal acara dilaksanakan acara pangalo-aloan kepada Rombongan HPSI dengan tortor Simalungun yang ditampilkan oleh Siswa SMA GKPS, dilanjutkan dengan ibadah, kemudian acara nasional menyanyikan lagu Indonesia Raya dan acara Sosilasisasi. Rohdian Purba, S,Si,M.Si selaku Sekretaris DPP HPSI yang juga menjadi narasumber dengan Materi Partuturan Adat Budaya Simalungun menjelaskan bahwa pada saat sekarang ini anak-anak milenial sudah banyak tidak memahami tentang partuturan dalam adat budaya simalungun, sekarang ini akibat ketidak pahaman mereka maka banyhak bersalahan pada panggilan terhadap sesama, orangtua dan kerabat keluarga lainnya, bilama mana tidak kita tanamkan, sosialisasikan partuturan simalungun dimaksud dikwatirkan 10 sampai 20 tahun kedepan maka akan tergerus bahkan hilang sehingga berakibatkan hubungan kekerabatan yang baik selama ini akan menjadi masalah yang sangat besar, mengapa misalnya panggilan makela dalam adat simalungun saat ini sudah sering didengar oleh anak nak bukan lagi makela tapi sudah dipanggil kel, panggilang tulang sudah sering kita dengar disapa oleh anak-anak menjadi tul, ini sangat menyalaha, mengapa terjadi hal demikian karena anak-anak tidak memahami sebenarnya bagiamana peran serta Sananina, Tondong dan Boru dalam peradaban adat dan Budaya Simalungun. Bahkan dalam pergaulan sehari hari antara anak-anak kuda yang berajnak dewasa bisa mengkwatirkan dalam menuju jenjang perkawinan dimasa-masa berpacaran, karena dalam adat budaya simalungun walaupun marga berbeda tidak serta merta bisa menikah/kawan misalnya; borunya namboru kita (anak perempuan dari saudara perempuan bapak) itu tidak bisa kita nikahi. Tapi borunya (anak perempuan) dari tulang kita itu bisa dinikahi yang disebut marboru tulang, atau disebut pariban. Demikian jika ibu kita memilki saudara kandung perempuan dan memilki anak perempuan (boru), kita sebagai laki-laki juga tidak bisa menikahinya, hal-hal yang seperti ini juga perlu kita ajarkan kepada generasi milenial sekarang ,apalagi mereka setelah tammat dari Sekolah akan banyak pergi merantau jauh dari orang tua, dengan tidak memahami hal dimaksud diperantauan bisa berakibat tidak baik dalam peradaban budaya simalungun nantinya, dan banyak hal lagi akibatnya jika partururan dalam budaya Simalungun tidak mereka pahami, hal ini yang perlu sejak dini kita samapaikan buat anak-anak. Demikian juga tentang pakaian adat budaya simalungun yang disamapaikan bapak Djapaten Purba, BME bahwa sejak dini perlu ditanamkan kepada anak-anak milenial, karena pada saat ini sudah banyak kita lihat ditengah-tengah masyarakat dalam acara adat budaya simalungun baik suka maupu n duka sudah tidak sesuai lagi dengan sebenarnya, menurut beliau semua pemakaian hiou simalungun itu memiliki arti dan makna khsusus bagi kehidupan sehar-hari, baik itu gotong, bulang suri-suri, ragi cantik dll termasuk tata cara pemakaiannya misalnya jika seorang bapak memakai suri-suri itu berwarna hitam namu jika perempuan memakai suri-suri bisa warna bebas, demikain juga jika sudah memakai gotong, maka wajib memakai suri-suri dan abit/ragi panei atau ragi cantik untuk laki-laki demikian juga perempuan/ inang jika sudah memakai bulang, wajib memakai suri-suri dan abit. Diakhir acara siswa dan guru SMA GKPS Pamatang Raya sangat mengapresiasi kegiatan sosialisasi ini karena mereka lebih memahami tentang adat budaya simalungun yang bisa mereka terapkan pada kehidupan sehar-hari baik dilingkungan sekolah, keluarga dan kekerabatan dalam lingkungan keluarga mereka, yang diakhiri dengan pemberian cendramata oleh kepala sekolah kepada Ketua Umum HPSI dan kedua narasumber. (rel)

by Redaksi
9 Mei 2026 | 14:54 WIB
0

Simalungun, Aloling Simalungun Harungguan Purba Simalungun Indonesia (HPSI) merasa terpanggil dan bertanggung jawab dalam mensosialisakan adat dan budaya simalungun kepada...

Read more

Berita Terbaru

Siantar - Simalungun

Hadiri Women Program APKASI 2026, Ketua TP PKK Simalungun: Perempuan Berperan Penting dalam Pembangunan untuk Tingkatkan Daya Saing Daerah

2 Juli 2026 | 18:33 WIB
Regional

Peringatan Hari Jadi Ke 109 Kota Tebing Tinggi : Wali Kota Paparkan Capaian Strategis dalam Paripurna DPRD Hingga Penyerahan Bantuan Pertanian 

2 Juli 2026 | 12:54 WIB
Siantar - Simalungun

Hadiri Syukuran Hari Bhayangkara ke-80, Bupati Simalungun: Kolaborasi yang Solid Akan Memperkuat Stabilitas Daerah

1 Juli 2026 | 17:26 WIB
Siantar - Simalungun

Bupati Simalungun Wujudkan Harapan Masyarakat: Ujung Padang Dapat Pembangunan Jalan Terbesar dalam Sejarah

27 Juni 2026 | 18:31 WIB
Siantar - Simalungun

Sekda Simalungun Buka Business Marching Kemitraan SPPG dan UMKM Pematang Siantar-Kabupaten Simalungun

26 Juni 2026 | 18:23 WIB
Inspirasi

PUSTAKA NOMMENSEN: Kebakaran Pasar Dwikora Bukan Hanya Musibah, tetapi Alarm Tata Kelola

25 Juni 2026 | 20:47 WIB
Siantar - Simalungun

Stand Terbaik Nasional, Kabupaten Simalungun Raih Juara I Lomba Stand PENAS XVII 2026 di Gorontalo

25 Juni 2026 | 20:32 WIB
Siantar - Simalungun

Bupati Simalungun Hadir di Nagori Pamatang Gajing: Pastikan Pelayanan Publik dan Pembangunan Menjangkau Hingga Nagori

25 Juni 2026 | 19:25 WIB
Regional

Buka Rakerda Kadin 2026, Wali Kota Tebing Tinggi Tekankan Kolaborasi Atasi Tantangan Ekonomi Daerah 

25 Juni 2026 | 18:07 WIB
Siantar - Simalungun

Kwarcab Gerakan Pramuka Simalungun Gelar Muscab 2026, Sekda: Gerakan Pramuka Harus Menjadi Benteng Pertahanan Moril

25 Juni 2026 | 17:20 WIB
Siantar - Simalungun

Sekda Simalungun Ajak Pelajar Mulai Menabung Sejak Dini

24 Juni 2026 | 18:12 WIB
Siantar - Simalungun

Bupati Simalungun Apresiasi Penguatan UMKM dan Ekonomi Kerakyatan di Acara Pembukaan Street Food Jilid 3 Kota Tua Gorontalo

22 Juni 2026 | 07:20 WIB
  • Redaksi
  • Policy
  • Terms
  • Pedoman

© 2020-2024 Aloling Simalungun

rotasi barak berita hari ini danau toba berita simalungun

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi

© 2020-2024 Aloling Simalungun

rotasi barak berita hari ini danau toba berita simalungun