Aloling Simalungun
  • Redaksi
  • Policy
  • Terms
  • Pedoman
Rabu, 8 Juli 2026
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi
No Result
View All Result
Aloling Simalungun
No Result
View All Result
  • SMSI
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi
Home Inspirasi

Penindakan Terhadap Geng Motor Anak Dibawah Umur di Medan

Penulis :  Michael Dionasius Panjaitan

by Redaksi
4 November 2024 | 08:17 WIB
in Inspirasi
A A
Konsep Otomatis
ADVERTISEMENT
122
SHARES
152
VIEWS

Medan merupakan kota terbesar ke-3 di Indonesia,setelah Surabaya,Jakarta. Namun dibalik label kota terbesar ke-3 itu ada berbagai macam persoalan di kota ini,salah satu nya adalah geng motor. Geng motor atau sering disebut gemot,merupakan sekumpulan orang orang yang hobi bersepeda motor dan melakukan konvoi atau touring secara bersama-sama.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Geng Motor adalah sekelompok remaja yang memiliki latar belakang  yang sama,seperti sekolah,daerah atau sosial.Menurut National Gang Intelligence Center (NGIC) di Amerika Serikat,geng sepeda motor adalah salah satu jenis geng yang dikategorikan. Jenis geng lainnya yang didefinisikan oleh NGIC adalah: Geng jalanan antar negara bagian,geng penjara,geng jalanan lokal.

Tindakan kriminal Geng Motor

Berbeda dengan pengertian geng motor pada umumnya,di kota ini geng motor atau yang disebut gemot banyak melakukan tindakan kriminalitas yang menganggu dan mengancam keamanan orang lain,seperti melakukan konvoi rame-rame di jalan sambil memegang senjata tajam,tawuran dengan geng motor yang lain,hingga melakukan pembegalan,perampokan dan lainya. Dilansir dari https://eportal.id/konvoi-geng-motor-mengacungkan-senjata-tajam/ merupakan kejadian konvoi geng motor di siang hari. Selain itu dilansir dari https://www.waspada.id/medan/tawuran-antar-geng-motor-di-sunggal-polisi-amankan-21-orang/ merupakan tawuran antar geng motor. Dari beberapa sumber diatas merupakan contoh dari perbuatan geng motor yang belakangan ini terjadi. Ini merupakan sebuah masalah yang harus diselesaikan pihak kepolisian,banyak orang yang terganggu,takut dan merasa terancam dengan keberadaan geng motor yang merajalela di kota medan. Ada puluhan kasus sampe ratusan kasus yang di perbuat dari geng motor ini,hal ini membuat masyarakat terganggu aktivitas sehari-hari.

Dampak Perbuatan Geng Motor

Banyak masyarakat merasa terancam ketika berada di dekat sekelompok geng motor ini, seperti pengguna jalan raya yang berpapasan dengan geng motor di jalan raya ,pedagang kaki lima  yang kehilangan omzet dikarenakan masyarakat takut keluar rumah untuk membeli makanan,pekerja jalanan,seperti ojek online (ojol) yang bisa jadi korban salah sasaran atau korban di jalan raya dari akibat penyerangan geng motor,dan para pekerja yang pulang kerja shift sore dan lainnya.

Upaya Penegakan Hukum

Ada banyak anggota geng motor yang sudah ditangkap oleh pihak kepolisian,namun diantara nya mayoritas anak dibawah umur yang masih bersekolah duduk di bangku smp dan sma. Hal ini yang menjadi sebuah permasalahan dalam melakukan penegakan hukum terhadap para anggota geng motor,sebab mereka masih belum cakap hukum atau masih dibawah umur. Diantara puluhan hingga ratusan anggota geng motor yang sudah di tangkap oleh pihak kepolisian,mereka hanya diberikan surat perjanjian tidak akan mengulangi perbuatannya dan memanggil orangtua dari anggota geng motor ini untuk melakukan permintaan maaf terhadap orangtua dan berjanji tidak akan mengulanginya. Namun upaya ini tidaklah maksimal dan memberikan efek jerah bagi anggota geng motor ini,masih banyak diantara mereka yang masih melakukan perbuatannya lagi,bahkan ketangkap berulang-ulang oleh pihak yang berwajib.

Penulis menyarankan untuk dapat mengurangi jumlah kriminalitas yang dilakukan oleh anggota geng motor yaitu dengan pemberian efek jerah dan pembinaan mental,psikologi dan rohani terhadap anggota geng motor. Para anggota geng motor yang terlibat dan tertangkap ketika melakukan konvoi,atau tawuran yang menggunakan senjata tajam,dimana sang anak masih duduk di bangku sekolah,dapat dilakukan pembinaan yang tetap di bawah kordinir oleh pihak kepolisian,dengan melakukan pendekatan humanis tentang dampak perbuatannya,pendampingan penyuluhan mental,serta melakukan kerjasama dengan pihak sekolah serta orang tua untuk lebih peduli dan perhatian terhadap anaknya. Terhadap mereka yang melakukan perbuatan yang usia nya sudah cukup umur di berikan sanksi pidana sesuai dengan tindakan apa yang dilakukan nya tanpa pandang bulu sehingga diharapkan dapat memberikan efek jerah supaya tidak melakukan perbuatan yang berulang-ulang, sehingga masyarakat dapat merasa aman dalam melakukan aktivitas nya. Selain tindakan preventif,patroli di siang dan malam hari,penulis juga menyarankan agar pihak kepolisian lebih sering dalam memberikan sosialisasi ke sekolah untuk meminalisir terjadinya kriminalitas yang disebabkan oleh geng motor,sehingga tercipta kamtibmas yang aman.(***)

Penulis adalah Mahasiswa Fakultas Hukum, Universitas Katolik Santo Thomas

Tags: genkkamtibmasmedan
Share49Tweet31SendShare
ADVERTISEMENT

Berita Terkait

Inspirasi

PUSTAKA NOMMENSEN: Kebakaran Pasar Dwikora Bukan Hanya Musibah, tetapi Alarm Tata Kelola

by Redaksi
25 Juni 2026 | 20:47 WIB
0

P.Siantar, Aloling Simalungun Pusat Studi Kebijakan Publik dan Politik (PUSTAKA NOMMENSEN) Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar menilai kebakaran Pasar Dwikora harus...

Read more
Inspirasi

Dr.Sarmedi Purba SPOG Setuju Organisasi Adat Budaya dan Cendikiawan Simalungun Bersatu

by Redaksi
19 Juni 2026 | 09:29 WIB
0

P.Siantar, Aloling Simalungun Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Pemangku Adat dan Cendekiawan Simalungun (DPP-PACS) Dr.Sarmedi Purba mengatakan Setuju agar Organisasi...

Read more
Inspirasi

Drs.Johalim Purba Berharap Organisasi Adat Budaya dan Cendikiawan Simalungun Bersatu 

by Redaksi
18 Juni 2026 | 11:33 WIB
0

Simalungun, Aloling Simalungun Organisasi Adat Budaya dan Cendikiawan Simalungun yang pada awalnya berada dalam satu wadah Partuha Maujana Simalungun diharapkan...

Read more
Inspirasi

HPSI Gelar Sosialisasi Partuturan dan Pakaian Adat Simalungun kepada Siswa SMA GKPS Pamatang Raya Simalungun, Aloling Simalungun Harungguan Purba Simalungun Indonesia (HPSI) merasa terpanggil dan bertanggung jawab dalam mensosialisakan adat dan budaya simalungun kepada generasi penerus bangsa yang merupakan garda terdepan dalam melestarikan adat dan budaya. Bertempat di Gedung Aula SMA GKPS Pamatang Raya pada hari Jumat, 8 Mei 2026 acara tersebut dibuka langsung oleh Ketua Umum HPSI bapak Mangapul Purba, S.E,M.I.Kom yang juga ketua fraksi PDIP DPRD Sumatera Utara telah berlangsung dengan baik.Dalam sambutannya beliau menyatakan bahwa peradaban bangsa Indonesia tidak terlepas dari Kebudayaan Daerah, kebudayaan menjadi salah satu factor utama dalam pembangunan nasional Peserta sosialisasi terdiri dari Siswa dan Guru SMA GKPS Pematang Raya dibawah kepemimpinan Kepala Sekolah, Julven Purba, S.Pd, dalam sambutannya beliau sangat berterimakasih atas kegiatan ini sehingga dengan kegiatan ini kami semakin memahami bagaimana adat budaya Simalungun itu dilaksanakan pada kehidupan sehari-hari khusunya tentang partuturan Adat Budaya Simalungun yang setiap hari baik dilingkungan keluarga, lingkungan sekolah selalu diterapkan, tata karma bagi kami terkhusus siswa dapat diterapkan sebagaimana lazimnya pada budaya simalungun, demikin juga tentang pemakaian adat dan budaya Simalungun. Diawal acara dilaksanakan acara pangalo-aloan kepada Rombongan HPSI dengan tortor Simalungun yang ditampilkan oleh Siswa SMA GKPS, dilanjutkan dengan ibadah, kemudian acara nasional menyanyikan lagu Indonesia Raya dan acara Sosilasisasi. Rohdian Purba, S,Si,M.Si selaku Sekretaris DPP HPSI yang juga menjadi narasumber dengan Materi Partuturan Adat Budaya Simalungun menjelaskan bahwa pada saat sekarang ini anak-anak milenial sudah banyak tidak memahami tentang partuturan dalam adat budaya simalungun, sekarang ini akibat ketidak pahaman mereka maka banyhak bersalahan pada panggilan terhadap sesama, orangtua dan kerabat keluarga lainnya, bilama mana tidak kita tanamkan, sosialisasikan partuturan simalungun dimaksud dikwatirkan 10 sampai 20 tahun kedepan maka akan tergerus bahkan hilang sehingga berakibatkan hubungan kekerabatan yang baik selama ini akan menjadi masalah yang sangat besar, mengapa misalnya panggilan makela dalam adat simalungun saat ini sudah sering didengar oleh anak nak bukan lagi makela tapi sudah dipanggil kel, panggilang tulang sudah sering kita dengar disapa oleh anak-anak menjadi tul, ini sangat menyalaha, mengapa terjadi hal demikian karena anak-anak tidak memahami sebenarnya bagiamana peran serta Sananina, Tondong dan Boru dalam peradaban adat dan Budaya Simalungun. Bahkan dalam pergaulan sehari hari antara anak-anak kuda yang berajnak dewasa bisa mengkwatirkan dalam menuju jenjang perkawinan dimasa-masa berpacaran, karena dalam adat budaya simalungun walaupun marga berbeda tidak serta merta bisa menikah/kawan misalnya; borunya namboru kita (anak perempuan dari saudara perempuan bapak) itu tidak bisa kita nikahi. Tapi borunya (anak perempuan) dari tulang kita itu bisa dinikahi yang disebut marboru tulang, atau disebut pariban. Demikian jika ibu kita memilki saudara kandung perempuan dan memilki anak perempuan (boru), kita sebagai laki-laki juga tidak bisa menikahinya, hal-hal yang seperti ini juga perlu kita ajarkan kepada generasi milenial sekarang ,apalagi mereka setelah tammat dari Sekolah akan banyak pergi merantau jauh dari orang tua, dengan tidak memahami hal dimaksud diperantauan bisa berakibat tidak baik dalam peradaban budaya simalungun nantinya, dan banyak hal lagi akibatnya jika partururan dalam budaya Simalungun tidak mereka pahami, hal ini yang perlu sejak dini kita samapaikan buat anak-anak. Demikian juga tentang pakaian adat budaya simalungun yang disamapaikan bapak Djapaten Purba, BME bahwa sejak dini perlu ditanamkan kepada anak-anak milenial, karena pada saat ini sudah banyak kita lihat ditengah-tengah masyarakat dalam acara adat budaya simalungun baik suka maupu n duka sudah tidak sesuai lagi dengan sebenarnya, menurut beliau semua pemakaian hiou simalungun itu memiliki arti dan makna khsusus bagi kehidupan sehar-hari, baik itu gotong, bulang suri-suri, ragi cantik dll termasuk tata cara pemakaiannya misalnya jika seorang bapak memakai suri-suri itu berwarna hitam namu jika perempuan memakai suri-suri bisa warna bebas, demikain juga jika sudah memakai gotong, maka wajib memakai suri-suri dan abit/ragi panei atau ragi cantik untuk laki-laki demikian juga perempuan/ inang jika sudah memakai bulang, wajib memakai suri-suri dan abit. Diakhir acara siswa dan guru SMA GKPS Pamatang Raya sangat mengapresiasi kegiatan sosialisasi ini karena mereka lebih memahami tentang adat budaya simalungun yang bisa mereka terapkan pada kehidupan sehar-hari baik dilingkungan sekolah, keluarga dan kekerabatan dalam lingkungan keluarga mereka, yang diakhiri dengan pemberian cendramata oleh kepala sekolah kepada Ketua Umum HPSI dan kedua narasumber. (rel)

by Redaksi
9 Mei 2026 | 14:54 WIB
0

Simalungun, Aloling Simalungun Harungguan Purba Simalungun Indonesia (HPSI) merasa terpanggil dan bertanggung jawab dalam mensosialisakan adat dan budaya simalungun kepada...

Read more

Berita Terbaru

Siantar - Simalungun

Hadiri Women Program APKASI 2026, Ketua TP PKK Simalungun: Perempuan Berperan Penting dalam Pembangunan untuk Tingkatkan Daya Saing Daerah

2 Juli 2026 | 18:33 WIB
Regional

Peringatan Hari Jadi Ke 109 Kota Tebing Tinggi : Wali Kota Paparkan Capaian Strategis dalam Paripurna DPRD Hingga Penyerahan Bantuan Pertanian 

2 Juli 2026 | 12:54 WIB
Siantar - Simalungun

Hadiri Syukuran Hari Bhayangkara ke-80, Bupati Simalungun: Kolaborasi yang Solid Akan Memperkuat Stabilitas Daerah

1 Juli 2026 | 17:26 WIB
Siantar - Simalungun

Bupati Simalungun Wujudkan Harapan Masyarakat: Ujung Padang Dapat Pembangunan Jalan Terbesar dalam Sejarah

27 Juni 2026 | 18:31 WIB
Siantar - Simalungun

Sekda Simalungun Buka Business Marching Kemitraan SPPG dan UMKM Pematang Siantar-Kabupaten Simalungun

26 Juni 2026 | 18:23 WIB
Inspirasi

PUSTAKA NOMMENSEN: Kebakaran Pasar Dwikora Bukan Hanya Musibah, tetapi Alarm Tata Kelola

25 Juni 2026 | 20:47 WIB
Siantar - Simalungun

Stand Terbaik Nasional, Kabupaten Simalungun Raih Juara I Lomba Stand PENAS XVII 2026 di Gorontalo

25 Juni 2026 | 20:32 WIB
Siantar - Simalungun

Bupati Simalungun Hadir di Nagori Pamatang Gajing: Pastikan Pelayanan Publik dan Pembangunan Menjangkau Hingga Nagori

25 Juni 2026 | 19:25 WIB
Regional

Buka Rakerda Kadin 2026, Wali Kota Tebing Tinggi Tekankan Kolaborasi Atasi Tantangan Ekonomi Daerah 

25 Juni 2026 | 18:07 WIB
Siantar - Simalungun

Kwarcab Gerakan Pramuka Simalungun Gelar Muscab 2026, Sekda: Gerakan Pramuka Harus Menjadi Benteng Pertahanan Moril

25 Juni 2026 | 17:20 WIB
Siantar - Simalungun

Sekda Simalungun Ajak Pelajar Mulai Menabung Sejak Dini

24 Juni 2026 | 18:12 WIB
Siantar - Simalungun

Bupati Simalungun Apresiasi Penguatan UMKM dan Ekonomi Kerakyatan di Acara Pembukaan Street Food Jilid 3 Kota Tua Gorontalo

22 Juni 2026 | 07:20 WIB
  • Redaksi
  • Policy
  • Terms
  • Pedoman

© 2020-2024 Aloling Simalungun

rotasi barak berita hari ini danau toba berita simalungun

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi

© 2020-2024 Aloling Simalungun

rotasi barak berita hari ini danau toba berita simalungun