Aloling Simalungun
  • Redaksi
  • Policy
  • Terms
  • Pedoman
Rabu, 8 Juli 2026
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi
No Result
View All Result
Aloling Simalungun
No Result
View All Result
  • SMSI
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi
Home Inspirasi

Antara 1001 Usulan & 1001 Malam

Catatan: Imran Nasution

by Redaksi
18 April 2022 | 04:52 WIB
in Inspirasi
A A
Konsep Otomatis
ADVERTISEMENT
43
SHARES
54
VIEWS

Masyarakat Siantar, apalagi masyarakat kelas sendal jepit tentu tidak memahami tentang “1001 Usulan”. Karena yang memahaminya hanya kalangan tertentu dari lingkungan Pemko Siantar. Itupun yang mengurusi soal perencanaan pembangunan Siantar 2023 mendatang.

Pastinya, tentang “1001 Usulan” yang mencuat bulan lalu dan mungkin nyaris terlupa itu, merupakan aspirasi masyarakat melalui Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat kelurahan. Kemudian, diusung lagi ke tingkat kecamatan. Baik berbentuk pembangunan fisik maupun non fisik.

Selanjutnya, pada Maret 2022 lalu, disampaikan kepada Pemko Siantar dan dikumpul melalui Musrenbang Rencana Kerja Pimpinan Daerah (RKPD) di tingkat kota tahun 2022 dengan tema, “Peningkatan Produktivitas untuk Transformasi Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan”. Kemudian, akan ditindaklanjuti menjadi pembangunan dengan menggunakan dana APBD Siantar 2023.

Perlu diketahui, “1001 Usulan” itu berbeda dengan “1001 Malam” yang identik dengan kota Bagdad di Irak sebagai “Negeri 1001 Malam”, berdiri tahun 762 silam. Menyimpan banyak budaya dan melahirkan para pemikir. Bahkan, karena menjadi tonggak sejarah terhadap disain sebuah kota, pernah disebut kota paling beradab di muka bumi.

Tapi, itu dahulu kala. Akibat kejamnya perang, bombardier tentera AS di masa rezim Sadam Husein membuat pesona Negeri 1001 malam itu hilang. Gemerlap Bagdad meredup. Bahkan, saat ini identik sebagai kota tak beradab karena kasus kriminalnya tertinggi di dunia.

Sekarang, dengan adanya abraksi tentang “1001 Malam” dengan “1001 Usulan”, berarti membahas “Negeri 1001 Malam” Bagdad yang dibelah sungai Tigris tidak penting. Lebih penting membahas “1001 Usulan” karena berkaitan langsung dengan kota Siantar yang dibelah sungai Bah Bolon.

Pada suatu kesempatan, temannya teman saya teringat dengan Musrenbang tingkat kelurahan. Dihadiri pejabat tingkat RT/RW, paling banter Camat atau mewakili. Berlangsung di kantor kelurahan. Masyarakat sebagai peserta duduk di kursi kayu, disajikan kue atau roti dan air mineral ala kadarnya.

Dari Musrenbang Kelurahan, usulan digiring ke Musrenbang Kecamatan yang dihadiri Camat, anggota dewan dan Plt Wali Kota atau diwakilkan. Lokasi dan kue yang disajikan tentu lebih baik dibanding dari Musrenbang tingkat kelurahan .

Pada acara pembukaan, Camat memaparkan berapa banyak usulan dari Musrenbang sejumlah kelurahan. Selanjutnya, anggota dewan melalui sambutannya menekankan agar Musrenbang tidak hanya acara rutinitas tahunan. Artinya, usulan masyarakat harus dicermati dengan seksama untuk kemudian dibawa ke Musrenbang tingkat kota.

Pastinya, suasana Musrenbang tingkat kelurahan dan kecamatan yang digelar di ruangan tanpa AC, berbeda dengan Musrenbang tingkat kota yang berlangsung di ruangan ber AC, lengkap dengan kue kotak dan nasi kotak berkualitas.

Namun, tentang 1001 Usulan yang sudah diverifikasi dan divalidasi tentu akan terlupa kalau tidak diingat-ingatkan meski banyak akan dibuang kalau tidak punya benang merah dengan visi dan misi Wali Kota “Sehat, Sejahtera dan Berkualitas”.

Apalagi besaran APBD Siantar 2023 terbatas dan tidak mampu menampung semua usulan.

Sebenarnya dan bukan mengada-ada, antara 1001 Malam dengan 1001 Usulan, jelas tidak punya benang merah atau hubungan meski bisa dihubung-hubungkan. Dan, antara keduanya bisa saling bernasib serupa. Sama-sama lenyap akibat suatu keinginan yang dipaksa.

Kalau gemerlap Bagdad sebagai Negeri 1001 Malam telah lenyap dengan gencarnya bombardier, 1001 Usulan yang berasal dari rakyat (butonup) juga berpotensi dan sangat memungkinkan lenyap juga ditimpa gencarnya usulan pejabat. Termasuk harus mengedepankan visi dan misi Wali Kota (topdown) sebagai hutang politik.

Selain itu, bukan mustahil para wakil rakyat lupa dengan apa yang pernah diketahui melalui Musrenbang pada bulan Maret 2022 lalu itu. Ditambah lagi adanya pokok pikiran (Pokir) para personel di lembaga legislatif untuk ditampung pada APBD Siantar 2023 mendatang.

Memang, lain padang lain belalang. Analoginya, lain Wali Kota lain visi dan misi sebagai hutang politik untuk direalisasikan, karena memang punya pandangan berbeda dalam memajukan kota sesuai sisi pandang masing-masing.

Lebih simpelnya lagi, kalau Wali Kota sebelumnya yang masa jabatannya telah berakhir, punya visi dan misi “Mantap, Maju Jaya,”. Sekarang, Plt Wali Kota yang akan menjadi Wali Kota setelah defenitif, ”Sehat, Sejahtera, Berkualitas”.

Namun, meski berbeda, bukan hal haram atau tak perlu gengsi melanjutkan program sebelumnya yang sudah baik untuk diolah Wali Kota pengganti menjadi lebih baik lagi. Sehingga, ego memang harus dikesampingkan demi kepentingan bersama. Karena, belum tentu apa yang akan dilakukan Wali Kota sekarang semuanya benar apalagi semuanya baik.

PENUTUP

Kalau 1001 usulan lebih dari setengah yang dibuang apalagi anggaran dalam APBD 2023 sangat terbatas, muncul pertanyaan, efektifkah Musrenbang yang dilakukan melalui tingkat kelurahan, kecamatan dan tingkat kota yang telah menghabiskan dana itu?.

Memang, Musrenbang harus dilakukan sesuai amanah UU No 25 tahun 2004 dan UU No 23 tahun 2014. Tapi, bagaimana caranya agar usulan dari tingkat kelurahan dan kecamatan tidak asal tamping hingga akhirnya banyak dibuang masuk tong sampah.

Artinya, perlu formulasi baru agar usulan tidak banyak terbuang dan rakyat tidak tanda tanya dikemanakan usulan mereka setelah mengetahui tidak dialokasikan pada APBD 2023?.

Kalau tidak ada formulasi baru dan masih tetap menggunakan teori lama “asal tampung”, berarti Musrenbang dapat disebut serimonial belaka. Sehingga, antara “1001 Usulan” setali tiga uang dengan “1001 Malam”. Karena, akan sama-sama hilang ditelan waktu. (Penulis, Alumni Fisip Komunikasi UISU Medan)

Tags: 1001malamantara1001dengan
Share17Tweet11SendShare
ADVERTISEMENT

Berita Terkait

Inspirasi

PUSTAKA NOMMENSEN: Kebakaran Pasar Dwikora Bukan Hanya Musibah, tetapi Alarm Tata Kelola

by Redaksi
25 Juni 2026 | 20:47 WIB
0

P.Siantar, Aloling Simalungun Pusat Studi Kebijakan Publik dan Politik (PUSTAKA NOMMENSEN) Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar menilai kebakaran Pasar Dwikora harus...

Read more
Inspirasi

Dr.Sarmedi Purba SPOG Setuju Organisasi Adat Budaya dan Cendikiawan Simalungun Bersatu

by Redaksi
19 Juni 2026 | 09:29 WIB
0

P.Siantar, Aloling Simalungun Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Pemangku Adat dan Cendekiawan Simalungun (DPP-PACS) Dr.Sarmedi Purba mengatakan Setuju agar Organisasi...

Read more
Inspirasi

Drs.Johalim Purba Berharap Organisasi Adat Budaya dan Cendikiawan Simalungun Bersatu 

by Redaksi
18 Juni 2026 | 11:33 WIB
0

Simalungun, Aloling Simalungun Organisasi Adat Budaya dan Cendikiawan Simalungun yang pada awalnya berada dalam satu wadah Partuha Maujana Simalungun diharapkan...

Read more
Inspirasi

HPSI Gelar Sosialisasi Partuturan dan Pakaian Adat Simalungun kepada Siswa SMA GKPS Pamatang Raya Simalungun, Aloling Simalungun Harungguan Purba Simalungun Indonesia (HPSI) merasa terpanggil dan bertanggung jawab dalam mensosialisakan adat dan budaya simalungun kepada generasi penerus bangsa yang merupakan garda terdepan dalam melestarikan adat dan budaya. Bertempat di Gedung Aula SMA GKPS Pamatang Raya pada hari Jumat, 8 Mei 2026 acara tersebut dibuka langsung oleh Ketua Umum HPSI bapak Mangapul Purba, S.E,M.I.Kom yang juga ketua fraksi PDIP DPRD Sumatera Utara telah berlangsung dengan baik.Dalam sambutannya beliau menyatakan bahwa peradaban bangsa Indonesia tidak terlepas dari Kebudayaan Daerah, kebudayaan menjadi salah satu factor utama dalam pembangunan nasional Peserta sosialisasi terdiri dari Siswa dan Guru SMA GKPS Pematang Raya dibawah kepemimpinan Kepala Sekolah, Julven Purba, S.Pd, dalam sambutannya beliau sangat berterimakasih atas kegiatan ini sehingga dengan kegiatan ini kami semakin memahami bagaimana adat budaya Simalungun itu dilaksanakan pada kehidupan sehari-hari khusunya tentang partuturan Adat Budaya Simalungun yang setiap hari baik dilingkungan keluarga, lingkungan sekolah selalu diterapkan, tata karma bagi kami terkhusus siswa dapat diterapkan sebagaimana lazimnya pada budaya simalungun, demikin juga tentang pemakaian adat dan budaya Simalungun. Diawal acara dilaksanakan acara pangalo-aloan kepada Rombongan HPSI dengan tortor Simalungun yang ditampilkan oleh Siswa SMA GKPS, dilanjutkan dengan ibadah, kemudian acara nasional menyanyikan lagu Indonesia Raya dan acara Sosilasisasi. Rohdian Purba, S,Si,M.Si selaku Sekretaris DPP HPSI yang juga menjadi narasumber dengan Materi Partuturan Adat Budaya Simalungun menjelaskan bahwa pada saat sekarang ini anak-anak milenial sudah banyak tidak memahami tentang partuturan dalam adat budaya simalungun, sekarang ini akibat ketidak pahaman mereka maka banyhak bersalahan pada panggilan terhadap sesama, orangtua dan kerabat keluarga lainnya, bilama mana tidak kita tanamkan, sosialisasikan partuturan simalungun dimaksud dikwatirkan 10 sampai 20 tahun kedepan maka akan tergerus bahkan hilang sehingga berakibatkan hubungan kekerabatan yang baik selama ini akan menjadi masalah yang sangat besar, mengapa misalnya panggilan makela dalam adat simalungun saat ini sudah sering didengar oleh anak nak bukan lagi makela tapi sudah dipanggil kel, panggilang tulang sudah sering kita dengar disapa oleh anak-anak menjadi tul, ini sangat menyalaha, mengapa terjadi hal demikian karena anak-anak tidak memahami sebenarnya bagiamana peran serta Sananina, Tondong dan Boru dalam peradaban adat dan Budaya Simalungun. Bahkan dalam pergaulan sehari hari antara anak-anak kuda yang berajnak dewasa bisa mengkwatirkan dalam menuju jenjang perkawinan dimasa-masa berpacaran, karena dalam adat budaya simalungun walaupun marga berbeda tidak serta merta bisa menikah/kawan misalnya; borunya namboru kita (anak perempuan dari saudara perempuan bapak) itu tidak bisa kita nikahi. Tapi borunya (anak perempuan) dari tulang kita itu bisa dinikahi yang disebut marboru tulang, atau disebut pariban. Demikian jika ibu kita memilki saudara kandung perempuan dan memilki anak perempuan (boru), kita sebagai laki-laki juga tidak bisa menikahinya, hal-hal yang seperti ini juga perlu kita ajarkan kepada generasi milenial sekarang ,apalagi mereka setelah tammat dari Sekolah akan banyak pergi merantau jauh dari orang tua, dengan tidak memahami hal dimaksud diperantauan bisa berakibat tidak baik dalam peradaban budaya simalungun nantinya, dan banyak hal lagi akibatnya jika partururan dalam budaya Simalungun tidak mereka pahami, hal ini yang perlu sejak dini kita samapaikan buat anak-anak. Demikian juga tentang pakaian adat budaya simalungun yang disamapaikan bapak Djapaten Purba, BME bahwa sejak dini perlu ditanamkan kepada anak-anak milenial, karena pada saat ini sudah banyak kita lihat ditengah-tengah masyarakat dalam acara adat budaya simalungun baik suka maupu n duka sudah tidak sesuai lagi dengan sebenarnya, menurut beliau semua pemakaian hiou simalungun itu memiliki arti dan makna khsusus bagi kehidupan sehar-hari, baik itu gotong, bulang suri-suri, ragi cantik dll termasuk tata cara pemakaiannya misalnya jika seorang bapak memakai suri-suri itu berwarna hitam namu jika perempuan memakai suri-suri bisa warna bebas, demikain juga jika sudah memakai gotong, maka wajib memakai suri-suri dan abit/ragi panei atau ragi cantik untuk laki-laki demikian juga perempuan/ inang jika sudah memakai bulang, wajib memakai suri-suri dan abit. Diakhir acara siswa dan guru SMA GKPS Pamatang Raya sangat mengapresiasi kegiatan sosialisasi ini karena mereka lebih memahami tentang adat budaya simalungun yang bisa mereka terapkan pada kehidupan sehar-hari baik dilingkungan sekolah, keluarga dan kekerabatan dalam lingkungan keluarga mereka, yang diakhiri dengan pemberian cendramata oleh kepala sekolah kepada Ketua Umum HPSI dan kedua narasumber. (rel)

by Redaksi
9 Mei 2026 | 14:54 WIB
0

Simalungun, Aloling Simalungun Harungguan Purba Simalungun Indonesia (HPSI) merasa terpanggil dan bertanggung jawab dalam mensosialisakan adat dan budaya simalungun kepada...

Read more

Discussion about this post

Berita Terbaru

Siantar - Simalungun

Bupati Simalungun Kunker ke Kecamatan Siantar: Alokasikan Anggaran Rp15 Miliar Lebih untuk Rekonstruksi Jalan Perumnas Batu VI – Karang Sari

6 Juli 2026 | 19:52 WIB
Siantar - Simalungun

Pemkab Percepat Pemanfaatan Pasar Relokasi Serbalawan untuk Pemulihan Ekonomi Pedagang Pascakebakaran

6 Juli 2026 | 19:44 WIB
Siantar - Simalungun

Penuh Haru, Bupati Simalungun Tinjau Korban Puting Beliung di Pematang Bandar dan Berikan Bantuan

6 Juli 2026 | 18:37 WIB
Siantar - Simalungun

Hadiri Women Program APKASI 2026, Ketua TP PKK Simalungun: Perempuan Berperan Penting dalam Pembangunan untuk Tingkatkan Daya Saing Daerah

2 Juli 2026 | 18:33 WIB
Regional

Peringatan Hari Jadi Ke 109 Kota Tebing Tinggi : Wali Kota Paparkan Capaian Strategis dalam Paripurna DPRD Hingga Penyerahan Bantuan Pertanian 

2 Juli 2026 | 12:54 WIB
Siantar - Simalungun

Hadiri Syukuran Hari Bhayangkara ke-80, Bupati Simalungun: Kolaborasi yang Solid Akan Memperkuat Stabilitas Daerah

1 Juli 2026 | 17:26 WIB
Siantar - Simalungun

Bupati Simalungun Wujudkan Harapan Masyarakat: Ujung Padang Dapat Pembangunan Jalan Terbesar dalam Sejarah

27 Juni 2026 | 18:31 WIB
Siantar - Simalungun

Sekda Simalungun Buka Business Marching Kemitraan SPPG dan UMKM Pematang Siantar-Kabupaten Simalungun

26 Juni 2026 | 18:23 WIB
Inspirasi

PUSTAKA NOMMENSEN: Kebakaran Pasar Dwikora Bukan Hanya Musibah, tetapi Alarm Tata Kelola

25 Juni 2026 | 20:47 WIB
Siantar - Simalungun

Stand Terbaik Nasional, Kabupaten Simalungun Raih Juara I Lomba Stand PENAS XVII 2026 di Gorontalo

25 Juni 2026 | 20:32 WIB
Siantar - Simalungun

Bupati Simalungun Hadir di Nagori Pamatang Gajing: Pastikan Pelayanan Publik dan Pembangunan Menjangkau Hingga Nagori

25 Juni 2026 | 19:25 WIB
Regional

Buka Rakerda Kadin 2026, Wali Kota Tebing Tinggi Tekankan Kolaborasi Atasi Tantangan Ekonomi Daerah 

25 Juni 2026 | 18:07 WIB
  • Redaksi
  • Policy
  • Terms
  • Pedoman

© 2020-2024 Aloling Simalungun

rotasi barak berita hari ini danau toba berita simalungun

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi

© 2020-2024 Aloling Simalungun

rotasi barak berita hari ini danau toba berita simalungun