Aloling Simalungun
  • Redaksi
  • Policy
  • Terms
  • Pedoman
Minggu, 6 September 2026
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi
No Result
View All Result
Aloling Simalungun
No Result
View All Result
  • SMSI
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi
Home Inspirasi

Stadion Sang Naualuh Riwayatmu Kini… Siapa Bertanggungjawab?

Catatan: Imran Nasution

by Redaksi
4 Juli 2022 | 01:55 WIB
in Inspirasi
A A
146
SHARES
182
VIEWS

Keragu-raguan warga kota Siantar terkait pembangunan stadion Sang Naualuh di Jalan Stadion Suka Dame, Kecamatan Siantar Timur, akan bermasalah, terbukti. Karena, kondisinya saat ini hancur-hancuran. Dan, anggaran mencapai Rp 20 miliar, “hanyut ke laut”.

Keberadaan stadion sekarang mungkin layak disebut sebagai lokasi tempat para hantu berpesta pora pada malam Jumat Kliwon diiringi hujan gerimis. Bahkan, beberapa tahun lalu pengedar Narkoba pernah diamankan dari lokasi lengkap dengan sejumlah barang bukti.

Menurut sejarah, sejak era Kolonial Belanda sampai tahun 1990 ke bawah, stadion Sang Naualuh yang sebelumnya bernama Stadion Martoba sebagai base camp Persatuan Sepakola Siantar (Persesi) itu, merupakan stadion kebangaan warga Kota Siantar.

Selain menjadi ajang pertandingan antar club lokal melalui kompetisi Persesi, juga lokasi merumputnya Persesi menjajal kesebelasan luar daerah dan tingkat nasional. Termasuk kesebelasan luar negeri yang bertandang setelah mengikuti Mara Halim Cup era 80-an.

Kalau Persesi bertanding, antusias pecinta sikulit bundar begitu membeludak. Jangankan tribun terbuka terbuat dari semen yang hanya beratapkan langit, kalau tiket habis dan tak bisa masuk, pepohonan tinggi yang mengelilingi luar stadion, malah dipanjat hanya untuk menonton. Sehingga, waktu itu ada istilah, ”pohon berbuah manusia”.

Karena sepakbola Siantar begitu bergairah, sejumlah pemain dari Kota Siantar ternyata cukup menonjol dan pada masanya, ada beberapa yang berhasil memperkuat klub elite tingkat nasional. Bahkan bergabung di PSSI dengan menggunakan kosutm berlambang garuda. Di antaranya, Ipong Silalahi, Bogor Siregar dan Lindung Siregar. Sedangkan Rico Simajuntak pemain Persija sekarang, lahir saat Persesi mati suri dan akhirnya nekad hijrah ke daerah lain.

Kembali kepada soal anggaran yang “hanyut ke laut”. Kondisi stadion Sang Naualuh saat ini hancur-hancuran karena material berat seperti tiang baja dan atap seng berbahan alumunium yang tinggi, lenyap dicuri. Kosen jendela, pintu ruang ganti, WC dan dinding pembatas dari batu bata, juga dipereteli turut tak berbekas.

Kemudian, kalau ditelaah pembangunan mulai tahun 2017, ada dana sekitar Rp 11 miliar lebih digunakan membangun tribun stadion. Kemudian, karena masih hanya berbentuk kontruksi, tahun 2018 ditambah lagi sekitar Rp 6 miliar.

Namun, dengan dana Rp 16 miliar untuk membangun tribun ternyata belum cukup . Karena stadion tetap belum bisa difungsikan, DPRD Siantar mulai mebkritisi. Terutama soal material yang berhilangan karena ketiadan pengamanan. Apalagi pintu stadion di tepi Jalan Stadion terbuka lebar, membuka peluang keluar masuk para maling leluasa beraksi.

Meski pembangunan stadion dikatakan salah perencanaan karena harusnya lebih dulu dibangun lapangan. DPRD Siantar akhirnya setuju menampung anggaran APBD 2021 sekitar Rp 2 miliar lagi untuk pembangunan tembok, drainase dan lapangan. Dana tersebut juga ditambah untuk biaya pengamanan.

Alasannya, menampung dana APBD yang notabenenya merupakan uang rakyat yang sudah terlanjur ditanam, agar pembangunan stadion tidak semakin mangkrak. Sehingga, perlu ditindaklanjuti lagi.

Tujuan membangun tembok agar maling tidak semakin leluasa mempreteli berbagai material untuk dijual ke tukang botot. Pembangunan drainase agar air tidak menggenang seiring dengan pembangunan lapangan rumput. Sehingga awal tahun 2022 lapangan bisa difungsikan apalagi gawang juga sudah berdiri.

Nyatanya, meski pintu masuk dari bagian belakang sudah dibangun pakai tembok tebal dan tinggi, maling ternyata masih tetap merajalela. Sementara, drainase yang sudah dibangun tidak berfungsi. Karena, lapangan yang ditumbuhi rumput gajah juga semakin tinggi. Bersamaan dengan tumbuhnya semak belukar yang sekarang sudah setinggi pinggang orang dewasa. Karenanya, lapangan sudah mulai dapat dimanfaatkan tahun 2022 untuk bermain sepakbola, hanya isapan jempol belaka.

PEMBIARAN

Menurut informasi, terkait aksi pencurian yang begitu massif, Kapolres Siantar mengatakan bahwa bulan Mei 2022 lalu ada seorang maling ditangkap setelah pihak PUPR sebagai pelaksana pembangunan membuat laporan. Hanya saja, soal bagaimana tindaklanjutnya masih menjadi tanda tanya tentang bagaimana kondisi Stadion Sang Naualuh kedepan.

Sementara, material seperti tiang baja yang hanya bisa dicuri dengan menggunakan alat pemotong khusus masih banyak tersisa, menunggu kembali dicuri kalau memang tetap dilakukan pembiaran.
Paling mengkawatirkan, kalau semua material ludes dan tetap tidak dilakukan penjagaan, bukan hanya puluhan miliar anggaran hanyut kelaut. Bangunan tribun yang tingginya mencapai 20 meter lebih, terancam rubuh. (dengan kondisi stadion saat ini, sulit sekali dikonfirmasi kepada pihak PUPR).

Kemudian, bukan tidak mungkin akan mengambil korban karena posisinya hanya sekitar 2 meter dari jalan umum atau 10 meter dari rumah masyarakat sekitar. Namun, hal itu diharap jangan terjadi dan “Jangan oh jangan…”.

Dengan mengamati kondisi stadion Sang Naualuh yang sudah hancur-hancuran, tentu tidak perlu lagi mengatakan kata “kalau” atau “seandainya begini dan begitu”. Sebab, nasi sudah menjadi bubur. Apalagi sulit mengembalikan anggaran puluhan miliar yang sudah hanyut kelaut. Namun, yang menjadi pertanyaan besar, siapa bertanggungjawab atas semua itu?

PENUTUP
Harapan warga Siantar untuk memiliki stadion yang megah sepertinya hanya angan-angan. Kebangkitan persepakbolaan Siantar yang sedang mati suri merupakan fakta tak terbantahkan. Bahkan, bukan tidak mungkin akan mati benaran. Titik! (Penulis: Pecinta Persesi)

Tags: riwayatmusangnaualuhstadion
Share58Tweet37SendShare
ADVERTISEMENT

Berita Terkait

Inspirasi

Kapolres Pematang Siantar Silaturahmi dengan Tokoh Adat Simalungun. 

by Redaksi
2 September 2026 | 08:08 WIB
0

P.Siantar, Aloling Simalungun Kapolres Pematang Siantar AKBP Sah Udur Togi Marito Sitinjak bersilaturahmi dengan Tokoh Adat Simalungun Senin 31 Agustus...

Read more
Inspirasi

HUT ke 62 GKPI Siantar Kota, Partisipasi Jemaat Luar Biasa,  Syabas Mar GKPI

by Redaksi
1 September 2026 | 13:58 WIB
0

P.Siantar, Aloling Simalungun Partisipasi warga Jemaat GKPI Jemaat Khusus Siantar Kota sungguh luar biasa pada perayaan Hari Ulang Tahun (HUT)...

Read more
Inspirasi

Menurut Dr.Sarmedi Purba SPOG Sebaiknya Kepemimpinan Prof.Dr.Sarintan Damanik S.hut sebagai Rektor USI Dilanjutkan 

by Redaksi
27 Agustus 2026 | 10:00 WIB
0

P.Siantar, Aloling Simalungun Menurut saya kepemimpinan Prof Sarintan Damanik S.hut sebagai Rektor Universitas Simalungun (USI) baiknya diteruskan karena selama ini...

Read more
Inspirasi

PMS Simalungun: Jangan Ada Lagi Pejabat yang Tidak Paham, Siantar-Simalungun Adalah Tanoh Simalungun

by Redaksi
26 Agustus 2026 | 19:50 WIB
0

P.Siantar, Aloling Simalungun Dewan Pimpinan Cabang Partuha Maujana Simalungun (DPC-PMS) meminta agar tidak ada lagi pejabat di wilayah Siantar-Simalungun yang...

Read more

Discussion about this post

Berita Terbaru

Siantar - Simalungun

APPSI Siap Kerja Sama dengan Pemerintah dalam Tangani PKL

3 September 2026 | 17:54 WIB
Siantar - Simalungun

Kejari Simalungun Peringati HUT Kejaksaan RI ke – 81

2 September 2026 | 16:25 WIB
Inspirasi

Kapolres Pematang Siantar Silaturahmi dengan Tokoh Adat Simalungun. 

2 September 2026 | 08:08 WIB
Inspirasi

HUT ke 62 GKPI Siantar Kota, Partisipasi Jemaat Luar Biasa,  Syabas Mar GKPI

1 September 2026 | 13:58 WIB
Siantar - Simalungun

Pemkab Simalungun Promosikan Produk Unggulan Daerah di Apkasi Otonomi Expo 2026

28 Agustus 2026 | 18:39 WIB
Regional

Wali Kota Tebing Tinggi Hadiri Rakor Regional Sumatera, Pemko Mantapkan Sinergi Lintas Sektor Kejar Target Zero Stunting 

27 Agustus 2026 | 20:04 WIB
Inspirasi

Menurut Dr.Sarmedi Purba SPOG Sebaiknya Kepemimpinan Prof.Dr.Sarintan Damanik S.hut sebagai Rektor USI Dilanjutkan 

27 Agustus 2026 | 10:00 WIB
Inspirasi

PMS Simalungun: Jangan Ada Lagi Pejabat yang Tidak Paham, Siantar-Simalungun Adalah Tanoh Simalungun

26 Agustus 2026 | 19:50 WIB
Siantar - Simalungun

Pemkab Simalungun dan Bank Sumut Perkuat Sinergi Pengelolaan Keuangan Daerah dan Transformasi Digital

26 Agustus 2026 | 18:42 WIB
Siantar - Simalungun

Bupati Simalungun: Pentingnya Sinergi Pemerintah Pusat, Daerah, BUMN, Dunia Usaha dan Masyarakat

26 Agustus 2026 | 17:37 WIB
Siantar - Simalungun

Launching QRIS Dinamis, QRISPATI dan Smart Cash di Simalungun, Perkuat Wujudkan Digitalisasi Daerah

24 Agustus 2026 | 19:20 WIB
Inspirasi

Ketum HIMAPSI Dian G Purba Tambak MSi Nilai Kapolres Siantar Belum Tunjukkan Pemahaman akan Budaya 

23 Agustus 2026 | 13:05 WIB
  • Redaksi
  • Policy
  • Terms
  • Pedoman

© 2020-2024 Aloling Simalungun

rotasi barak berita hari ini danau toba berita simalungun

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi

© 2020-2024 Aloling Simalungun

rotasi barak berita hari ini danau toba berita simalungun