Aloling Simalungun
  • Redaksi
  • Policy
  • Terms
  • Pedoman
Rabu, 8 Juli 2026
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi
No Result
View All Result
Aloling Simalungun
No Result
View All Result
  • SMSI
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi
Home Inspirasi

Siantar Kota Laba-Laba Tanpa Spiderman

Catatan : Imran Nasution

by Redaksi
11 Juli 2022 | 00:21 WIB
in Inspirasi
A A
Konsep Otomatis
ADVERTISEMENT
51
SHARES
64
VIEWS

Bah! Apa pula Siantar sebagai kota laba-laba tanpa Spidermen? Apa pahlawan super Amerika Serikat melalui cerita komik atau film animasi yang sangat digemari itu enggan datang ke Siantar membantu orang-orang lemah yang tergilas congkaknya kebijakan?

Semasa penjajahan Belanda, Kota Siantar merupakan salah satu kota penting di Indonesia. Setelah Indonesia merdeka, pernah menjadi ibu kota Sumatera. Kemudian, pernah disebut sebagai kota pendidikan karena banyak sekolah unggulan yang diminati pelajar luar kota.

Siantar pernah juga disebut sebagai kota Adipura karena berkali-kali menyandang predikat kota terbersih se Indonesia kategori kota kecil. Tapi, Adipura sekarang sepertinya masih betah bersembunyi di balik tembok tanpa graffiti dekat tumpukan sampah yang begitu mudah ditemukan di berbagai sudut kota.

Selanjutnya pernah disebut kota paling toleransi di Indonesia tapi akhirnya predikat itu hilang karena terdepak dari sepuluh besar. Namun, ada tekad dari pemerintah kota yang mendapat dukungan para tokoh dan berbagai elemen lainnya agar toleransi kembali diraih tanpa sekedar kata yang berada di ujung lidah semata.

Terakhir, dan sepertinya disuarakan seperti anekdot, Siantar sebagai kota laba-laba. Sebutan itu cukup mengejutkan karena disuarakan seorang anggota DPRD Siantar, Hendra P Pardede pada rapat komisi gabungan beberapa hari lalu. Dipimpin Ketua DPRD Siantar, Timbul Marganda Lingga.

Menyuaranya sebutan Siantar sebagai kota laba-laba tentu bukan karena suasana Siantar seperti pintu masuk ke dalam goa yang tidak pernah dijajali manusia. Sehingga sangat nyaman untuk para laba-laba bersarang dan beranak pinak.

Sebutan Siantar seperti kota laba-laba dikatakan karena mulai dari pinggiran kota sampai tengah perkotaan, ditemukan kabel-kabel yang begitu merusak pemandangan. Pasalnya, kabel-kabel itu ada dibiarkan menjuntai-juntai seperti memanggil orang-orang yang lalai untuk menjadi korban karena ada dialiri listrik. Dan, itu pernah terjadi di Jalan Merdeka dan Jalan Cipto.

Kalau dicermati, kabel-kabel tersebut sebenarnya misterius. Selain tidak memiliki izin. Bahkan, Pemko Siantar melalui institusi terkait tidak pernah mengeluarkannya, tidak jelas juga perusahaan mana pemilik kabel. Sementara, perusahaan itu dipastikan bukan hanya satu karena jenis kabel selalu berbeda-beda.

Lebih parah lagi, soal kabel bukan hanya mencantol pada tiang-tiang listrik tegangan tinggi, tiang telepon atau segala macam tiang. Selain itu, ada kabel ditanam di tepi badan jalan. Sehingga, tampak begitu mencolok apalagi dibiarkan hingga akhirnya merusak badan jalan. Seperti di tepi badan jalan menuju Medan dan di Jalan Pane, Kelurahan Karo.

Meski begitu kasat mata, pihak Dinas PUPR terkesan membiarkan kerusakan drainase karena meski disebut ada perbaikan, tetapi perbaikan yang asal-asalan malah dibiarkan. Kemudian, ketika ditanya perusahaan apa pemilik kabel itu, terkesan ditutupi.

Dari situasi dan kondisi itu, muncul pertanyaan yang sangat miring, sebegitu mudahkah perusahaan-perusahaan yang tidak jelas memasang dan menanam kabel untuk meraup keuntungan besar, tanpa memperhitungkan keselamatan, keindahan dan menjadikan Siantar sebagai kota laba-laba?

Pertanyaan itu sebenarnya tak perlu dijawab pihak terkait karena jawabannya tentu sangat normatif. Hanya saja, senormatif apapun jawaban tersebut, wakil rakyat meminta tegas agar segera dilakukan penertiban.

SPIDERMAN

Dalam cerita fiksi film animasi, Spriderman yang berawal sebagai manusia biasa ternyata memiliki kekuatan super setelah digigit laba-laba. Bahkan, mampu memanjat tembok tebal dan tinggi untuk menolong orang lemah.

Meski Spiderman hanya dalam fiksi yang ditayang melalui layar lebar dan kerap diwarnai dengan adegan-adegan komedi, sosok Spiderman itu sebenarnya sangat ideal muncul dan ditunggu-tunggu di Kota Siantar.

Tak perduli apakah muncul dari tumpukan sampah yang dikerubuti laler-laler hijau atau dari balik tembok maupun dari dasar sungai Bah Bolon yang kalau hujan di hulu, berubah seperti warna kopi susu.

Tujuannya untuk mencari siapa saja orang atau pihak maupun oknum yang berani memasang dan menanam kabel-kabel illegal untuk meraup keuntungan besar melalui bisnis telekomunikasi.

Ketika berhasil menemukan sosok jahat tak bertanggungjawab yang diperkirakan lebih dari satu orang, Spiderman diharap memajang sosok jahat itu di pagar depan kantor Wali Kota sebelum pelaksanaan upacara bendera yang dipimpin orang nomor satu di Siantar.

Setelah upacara bendera selesai, seluruh peserta upacara digiring menyaksikan sosok jahat itu. Kemudian, diintrogasi, siapa saja terlibat berkonspirasi menjadikan Siantar kota laba-laba. Apakah ada oknum dari Pemko terlibat dengan menerima uang masuk sehingga terjadi pembiaran?

Pada langkah selanjutnya, wajah sosok-sosok jahat itu diludahi satu persatu. Kemudian, diminta membongkar kabel-kabel yang bergelantungan dan yang ditanam. Agar menimbulkan efek jera, keuntungan selama berbinis telekomunikasi, minta dikeluarkan sebagian. Dibagikan kepada rakyat miskin kota yang perutnya seperti gendang bila ditalu karena kerap menahan lapar.

Tapi, karena di Siantar tidak ada Spiderman kecuali di Amerika Serikat melalui animasi, kota Siantar butuh sosok Spiderman meski hanya sekedar duplikat atau poto copy. Dijadikan sebagai inspirasi memberantas berbagai jenis kejahatan. Baik di lingkungan Pemko maupun di dalam komplkes DPRD. Sehingga, Siantar lebih baik dari keadaaan sebelumnya. (Penulis bukan penyusun skenario animasi Spiderman)

Tags: kotasiantarlabalabaspider
Share20Tweet13SendShare
ADVERTISEMENT

Berita Terkait

Inspirasi

PUSTAKA NOMMENSEN: Kebakaran Pasar Dwikora Bukan Hanya Musibah, tetapi Alarm Tata Kelola

by Redaksi
25 Juni 2026 | 20:47 WIB
0

P.Siantar, Aloling Simalungun Pusat Studi Kebijakan Publik dan Politik (PUSTAKA NOMMENSEN) Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar menilai kebakaran Pasar Dwikora harus...

Read more
Inspirasi

Dr.Sarmedi Purba SPOG Setuju Organisasi Adat Budaya dan Cendikiawan Simalungun Bersatu

by Redaksi
19 Juni 2026 | 09:29 WIB
0

P.Siantar, Aloling Simalungun Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Pemangku Adat dan Cendekiawan Simalungun (DPP-PACS) Dr.Sarmedi Purba mengatakan Setuju agar Organisasi...

Read more
Inspirasi

Drs.Johalim Purba Berharap Organisasi Adat Budaya dan Cendikiawan Simalungun Bersatu 

by Redaksi
18 Juni 2026 | 11:33 WIB
0

Simalungun, Aloling Simalungun Organisasi Adat Budaya dan Cendikiawan Simalungun yang pada awalnya berada dalam satu wadah Partuha Maujana Simalungun diharapkan...

Read more
Inspirasi

HPSI Gelar Sosialisasi Partuturan dan Pakaian Adat Simalungun kepada Siswa SMA GKPS Pamatang Raya Simalungun, Aloling Simalungun Harungguan Purba Simalungun Indonesia (HPSI) merasa terpanggil dan bertanggung jawab dalam mensosialisakan adat dan budaya simalungun kepada generasi penerus bangsa yang merupakan garda terdepan dalam melestarikan adat dan budaya. Bertempat di Gedung Aula SMA GKPS Pamatang Raya pada hari Jumat, 8 Mei 2026 acara tersebut dibuka langsung oleh Ketua Umum HPSI bapak Mangapul Purba, S.E,M.I.Kom yang juga ketua fraksi PDIP DPRD Sumatera Utara telah berlangsung dengan baik.Dalam sambutannya beliau menyatakan bahwa peradaban bangsa Indonesia tidak terlepas dari Kebudayaan Daerah, kebudayaan menjadi salah satu factor utama dalam pembangunan nasional Peserta sosialisasi terdiri dari Siswa dan Guru SMA GKPS Pematang Raya dibawah kepemimpinan Kepala Sekolah, Julven Purba, S.Pd, dalam sambutannya beliau sangat berterimakasih atas kegiatan ini sehingga dengan kegiatan ini kami semakin memahami bagaimana adat budaya Simalungun itu dilaksanakan pada kehidupan sehari-hari khusunya tentang partuturan Adat Budaya Simalungun yang setiap hari baik dilingkungan keluarga, lingkungan sekolah selalu diterapkan, tata karma bagi kami terkhusus siswa dapat diterapkan sebagaimana lazimnya pada budaya simalungun, demikin juga tentang pemakaian adat dan budaya Simalungun. Diawal acara dilaksanakan acara pangalo-aloan kepada Rombongan HPSI dengan tortor Simalungun yang ditampilkan oleh Siswa SMA GKPS, dilanjutkan dengan ibadah, kemudian acara nasional menyanyikan lagu Indonesia Raya dan acara Sosilasisasi. Rohdian Purba, S,Si,M.Si selaku Sekretaris DPP HPSI yang juga menjadi narasumber dengan Materi Partuturan Adat Budaya Simalungun menjelaskan bahwa pada saat sekarang ini anak-anak milenial sudah banyak tidak memahami tentang partuturan dalam adat budaya simalungun, sekarang ini akibat ketidak pahaman mereka maka banyhak bersalahan pada panggilan terhadap sesama, orangtua dan kerabat keluarga lainnya, bilama mana tidak kita tanamkan, sosialisasikan partuturan simalungun dimaksud dikwatirkan 10 sampai 20 tahun kedepan maka akan tergerus bahkan hilang sehingga berakibatkan hubungan kekerabatan yang baik selama ini akan menjadi masalah yang sangat besar, mengapa misalnya panggilan makela dalam adat simalungun saat ini sudah sering didengar oleh anak nak bukan lagi makela tapi sudah dipanggil kel, panggilang tulang sudah sering kita dengar disapa oleh anak-anak menjadi tul, ini sangat menyalaha, mengapa terjadi hal demikian karena anak-anak tidak memahami sebenarnya bagiamana peran serta Sananina, Tondong dan Boru dalam peradaban adat dan Budaya Simalungun. Bahkan dalam pergaulan sehari hari antara anak-anak kuda yang berajnak dewasa bisa mengkwatirkan dalam menuju jenjang perkawinan dimasa-masa berpacaran, karena dalam adat budaya simalungun walaupun marga berbeda tidak serta merta bisa menikah/kawan misalnya; borunya namboru kita (anak perempuan dari saudara perempuan bapak) itu tidak bisa kita nikahi. Tapi borunya (anak perempuan) dari tulang kita itu bisa dinikahi yang disebut marboru tulang, atau disebut pariban. Demikian jika ibu kita memilki saudara kandung perempuan dan memilki anak perempuan (boru), kita sebagai laki-laki juga tidak bisa menikahinya, hal-hal yang seperti ini juga perlu kita ajarkan kepada generasi milenial sekarang ,apalagi mereka setelah tammat dari Sekolah akan banyak pergi merantau jauh dari orang tua, dengan tidak memahami hal dimaksud diperantauan bisa berakibat tidak baik dalam peradaban budaya simalungun nantinya, dan banyak hal lagi akibatnya jika partururan dalam budaya Simalungun tidak mereka pahami, hal ini yang perlu sejak dini kita samapaikan buat anak-anak. Demikian juga tentang pakaian adat budaya simalungun yang disamapaikan bapak Djapaten Purba, BME bahwa sejak dini perlu ditanamkan kepada anak-anak milenial, karena pada saat ini sudah banyak kita lihat ditengah-tengah masyarakat dalam acara adat budaya simalungun baik suka maupu n duka sudah tidak sesuai lagi dengan sebenarnya, menurut beliau semua pemakaian hiou simalungun itu memiliki arti dan makna khsusus bagi kehidupan sehar-hari, baik itu gotong, bulang suri-suri, ragi cantik dll termasuk tata cara pemakaiannya misalnya jika seorang bapak memakai suri-suri itu berwarna hitam namu jika perempuan memakai suri-suri bisa warna bebas, demikain juga jika sudah memakai gotong, maka wajib memakai suri-suri dan abit/ragi panei atau ragi cantik untuk laki-laki demikian juga perempuan/ inang jika sudah memakai bulang, wajib memakai suri-suri dan abit. Diakhir acara siswa dan guru SMA GKPS Pamatang Raya sangat mengapresiasi kegiatan sosialisasi ini karena mereka lebih memahami tentang adat budaya simalungun yang bisa mereka terapkan pada kehidupan sehar-hari baik dilingkungan sekolah, keluarga dan kekerabatan dalam lingkungan keluarga mereka, yang diakhiri dengan pemberian cendramata oleh kepala sekolah kepada Ketua Umum HPSI dan kedua narasumber. (rel)

by Redaksi
9 Mei 2026 | 14:54 WIB
0

Simalungun, Aloling Simalungun Harungguan Purba Simalungun Indonesia (HPSI) merasa terpanggil dan bertanggung jawab dalam mensosialisakan adat dan budaya simalungun kepada...

Read more

Discussion about this post

Berita Terbaru

Siantar - Simalungun

Bupati Simalungun Kunker ke Kecamatan Siantar: Alokasikan Anggaran Rp15 Miliar Lebih untuk Rekonstruksi Jalan Perumnas Batu VI – Karang Sari

6 Juli 2026 | 19:52 WIB
Siantar - Simalungun

Pemkab Percepat Pemanfaatan Pasar Relokasi Serbalawan untuk Pemulihan Ekonomi Pedagang Pascakebakaran

6 Juli 2026 | 19:44 WIB
Siantar - Simalungun

Penuh Haru, Bupati Simalungun Tinjau Korban Puting Beliung di Pematang Bandar dan Berikan Bantuan

6 Juli 2026 | 18:37 WIB
Siantar - Simalungun

Hadiri Women Program APKASI 2026, Ketua TP PKK Simalungun: Perempuan Berperan Penting dalam Pembangunan untuk Tingkatkan Daya Saing Daerah

2 Juli 2026 | 18:33 WIB
Regional

Peringatan Hari Jadi Ke 109 Kota Tebing Tinggi : Wali Kota Paparkan Capaian Strategis dalam Paripurna DPRD Hingga Penyerahan Bantuan Pertanian 

2 Juli 2026 | 12:54 WIB
Siantar - Simalungun

Hadiri Syukuran Hari Bhayangkara ke-80, Bupati Simalungun: Kolaborasi yang Solid Akan Memperkuat Stabilitas Daerah

1 Juli 2026 | 17:26 WIB
Siantar - Simalungun

Bupati Simalungun Wujudkan Harapan Masyarakat: Ujung Padang Dapat Pembangunan Jalan Terbesar dalam Sejarah

27 Juni 2026 | 18:31 WIB
Siantar - Simalungun

Sekda Simalungun Buka Business Marching Kemitraan SPPG dan UMKM Pematang Siantar-Kabupaten Simalungun

26 Juni 2026 | 18:23 WIB
Inspirasi

PUSTAKA NOMMENSEN: Kebakaran Pasar Dwikora Bukan Hanya Musibah, tetapi Alarm Tata Kelola

25 Juni 2026 | 20:47 WIB
Siantar - Simalungun

Stand Terbaik Nasional, Kabupaten Simalungun Raih Juara I Lomba Stand PENAS XVII 2026 di Gorontalo

25 Juni 2026 | 20:32 WIB
Siantar - Simalungun

Bupati Simalungun Hadir di Nagori Pamatang Gajing: Pastikan Pelayanan Publik dan Pembangunan Menjangkau Hingga Nagori

25 Juni 2026 | 19:25 WIB
Regional

Buka Rakerda Kadin 2026, Wali Kota Tebing Tinggi Tekankan Kolaborasi Atasi Tantangan Ekonomi Daerah 

25 Juni 2026 | 18:07 WIB
  • Redaksi
  • Policy
  • Terms
  • Pedoman

© 2020-2024 Aloling Simalungun

rotasi barak berita hari ini danau toba berita simalungun

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi

© 2020-2024 Aloling Simalungun

rotasi barak berita hari ini danau toba berita simalungun