Aloling Simalungun
  • Redaksi
  • Policy
  • Terms
  • Pedoman
Selasa, 25 Agustus 2026
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi
No Result
View All Result
Aloling Simalungun
No Result
View All Result
  • SMSI
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi
Home Inspirasi

Siantar Kota Laba-Laba Tanpa Spiderman

Catatan : Imran Nasution

by Redaksi
11 Juli 2022 | 00:21 WIB
in Inspirasi
A A
Konsep Otomatis
ADVERTISEMENT
51
SHARES
64
VIEWS

Bah! Apa pula Siantar sebagai kota laba-laba tanpa Spidermen? Apa pahlawan super Amerika Serikat melalui cerita komik atau film animasi yang sangat digemari itu enggan datang ke Siantar membantu orang-orang lemah yang tergilas congkaknya kebijakan?

Semasa penjajahan Belanda, Kota Siantar merupakan salah satu kota penting di Indonesia. Setelah Indonesia merdeka, pernah menjadi ibu kota Sumatera. Kemudian, pernah disebut sebagai kota pendidikan karena banyak sekolah unggulan yang diminati pelajar luar kota.

Siantar pernah juga disebut sebagai kota Adipura karena berkali-kali menyandang predikat kota terbersih se Indonesia kategori kota kecil. Tapi, Adipura sekarang sepertinya masih betah bersembunyi di balik tembok tanpa graffiti dekat tumpukan sampah yang begitu mudah ditemukan di berbagai sudut kota.

Selanjutnya pernah disebut kota paling toleransi di Indonesia tapi akhirnya predikat itu hilang karena terdepak dari sepuluh besar. Namun, ada tekad dari pemerintah kota yang mendapat dukungan para tokoh dan berbagai elemen lainnya agar toleransi kembali diraih tanpa sekedar kata yang berada di ujung lidah semata.

Terakhir, dan sepertinya disuarakan seperti anekdot, Siantar sebagai kota laba-laba. Sebutan itu cukup mengejutkan karena disuarakan seorang anggota DPRD Siantar, Hendra P Pardede pada rapat komisi gabungan beberapa hari lalu. Dipimpin Ketua DPRD Siantar, Timbul Marganda Lingga.

Menyuaranya sebutan Siantar sebagai kota laba-laba tentu bukan karena suasana Siantar seperti pintu masuk ke dalam goa yang tidak pernah dijajali manusia. Sehingga sangat nyaman untuk para laba-laba bersarang dan beranak pinak.

Sebutan Siantar seperti kota laba-laba dikatakan karena mulai dari pinggiran kota sampai tengah perkotaan, ditemukan kabel-kabel yang begitu merusak pemandangan. Pasalnya, kabel-kabel itu ada dibiarkan menjuntai-juntai seperti memanggil orang-orang yang lalai untuk menjadi korban karena ada dialiri listrik. Dan, itu pernah terjadi di Jalan Merdeka dan Jalan Cipto.

Kalau dicermati, kabel-kabel tersebut sebenarnya misterius. Selain tidak memiliki izin. Bahkan, Pemko Siantar melalui institusi terkait tidak pernah mengeluarkannya, tidak jelas juga perusahaan mana pemilik kabel. Sementara, perusahaan itu dipastikan bukan hanya satu karena jenis kabel selalu berbeda-beda.

Lebih parah lagi, soal kabel bukan hanya mencantol pada tiang-tiang listrik tegangan tinggi, tiang telepon atau segala macam tiang. Selain itu, ada kabel ditanam di tepi badan jalan. Sehingga, tampak begitu mencolok apalagi dibiarkan hingga akhirnya merusak badan jalan. Seperti di tepi badan jalan menuju Medan dan di Jalan Pane, Kelurahan Karo.

Meski begitu kasat mata, pihak Dinas PUPR terkesan membiarkan kerusakan drainase karena meski disebut ada perbaikan, tetapi perbaikan yang asal-asalan malah dibiarkan. Kemudian, ketika ditanya perusahaan apa pemilik kabel itu, terkesan ditutupi.

Dari situasi dan kondisi itu, muncul pertanyaan yang sangat miring, sebegitu mudahkah perusahaan-perusahaan yang tidak jelas memasang dan menanam kabel untuk meraup keuntungan besar, tanpa memperhitungkan keselamatan, keindahan dan menjadikan Siantar sebagai kota laba-laba?

Pertanyaan itu sebenarnya tak perlu dijawab pihak terkait karena jawabannya tentu sangat normatif. Hanya saja, senormatif apapun jawaban tersebut, wakil rakyat meminta tegas agar segera dilakukan penertiban.

SPIDERMAN

Dalam cerita fiksi film animasi, Spriderman yang berawal sebagai manusia biasa ternyata memiliki kekuatan super setelah digigit laba-laba. Bahkan, mampu memanjat tembok tebal dan tinggi untuk menolong orang lemah.

Meski Spiderman hanya dalam fiksi yang ditayang melalui layar lebar dan kerap diwarnai dengan adegan-adegan komedi, sosok Spiderman itu sebenarnya sangat ideal muncul dan ditunggu-tunggu di Kota Siantar.

Tak perduli apakah muncul dari tumpukan sampah yang dikerubuti laler-laler hijau atau dari balik tembok maupun dari dasar sungai Bah Bolon yang kalau hujan di hulu, berubah seperti warna kopi susu.

Tujuannya untuk mencari siapa saja orang atau pihak maupun oknum yang berani memasang dan menanam kabel-kabel illegal untuk meraup keuntungan besar melalui bisnis telekomunikasi.

Ketika berhasil menemukan sosok jahat tak bertanggungjawab yang diperkirakan lebih dari satu orang, Spiderman diharap memajang sosok jahat itu di pagar depan kantor Wali Kota sebelum pelaksanaan upacara bendera yang dipimpin orang nomor satu di Siantar.

Setelah upacara bendera selesai, seluruh peserta upacara digiring menyaksikan sosok jahat itu. Kemudian, diintrogasi, siapa saja terlibat berkonspirasi menjadikan Siantar kota laba-laba. Apakah ada oknum dari Pemko terlibat dengan menerima uang masuk sehingga terjadi pembiaran?

Pada langkah selanjutnya, wajah sosok-sosok jahat itu diludahi satu persatu. Kemudian, diminta membongkar kabel-kabel yang bergelantungan dan yang ditanam. Agar menimbulkan efek jera, keuntungan selama berbinis telekomunikasi, minta dikeluarkan sebagian. Dibagikan kepada rakyat miskin kota yang perutnya seperti gendang bila ditalu karena kerap menahan lapar.

Tapi, karena di Siantar tidak ada Spiderman kecuali di Amerika Serikat melalui animasi, kota Siantar butuh sosok Spiderman meski hanya sekedar duplikat atau poto copy. Dijadikan sebagai inspirasi memberantas berbagai jenis kejahatan. Baik di lingkungan Pemko maupun di dalam komplkes DPRD. Sehingga, Siantar lebih baik dari keadaaan sebelumnya. (Penulis bukan penyusun skenario animasi Spiderman)

Tags: kotasiantarlabalabaspider
Share20Tweet13SendShare
ADVERTISEMENT

Berita Terkait

Inspirasi

Ketum HIMAPSI Dian G Purba Tambak MSi Nilai Kapolres Siantar Belum Tunjukkan Pemahaman akan Budaya 

by Redaksi
23 Agustus 2026 | 13:05 WIB
0

P.Siantar, Aloling Simalungun Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa dan Pemuda Simalungun (DPP HIMAPSI) Dian G Purba Tambak, MSi...

Read more
Inspirasi

Anggota Dewan Pembina USI Dr. (Hc) Minten Saragih : Rektor dan Pengurus Yayasan USI adalah Mereka yang Paham Pendidikan 

by Redaksi
13 Agustus 2026 | 20:50 WIB
0

P.Siantar, Aloling Simalungun Siapapun yang ingin menjadi Rektor atau Pengurus di Universitas Simalungun adalah mereka yang Paham bidang pendidikan, ucap...

Read more
oppo_1026
Inspirasi

Ditetapkan, Tiga Orang Calon Rektor USI 2026-2030 : Dr.Rohdearni Wati Sipayung M.Hum, Dr.M.Ade Kurnia Harahap,MT, Prof.Dr.Sarintan Efratani Damanik S.Hut.

by Redaksi
10 Agustus 2026 | 12:09 WIB
0

P.Siantar, Aloling Simalungun Tiga Orang Bakal Calon Rektor Universitas Simalungun (USI) masa jabatan 2026-2030 yaitu  Dr.Rohdearni Wati Sipayung M.Hum, Dr.M.Ade...

Read more
Inspirasi

Penjaringan Pengurus dan Pengawas Yayasan USI Ditutup Yang Mendaftar 14 Bakal Calon Pengurus dan 8 Bakal Calon Pengawas 

by Redaksi
30 Juli 2026 | 18:43 WIB
0

P.Siantar, Aloling Simalungun Sebanyak 14 orang Bakal Calon Pengurus dan 8 Bakal Calon Pengawas Yayasan Universitas Simalungun (USI) telah mendaftar...

Read more

Discussion about this post

Berita Terbaru

Inspirasi

Ketum HIMAPSI Dian G Purba Tambak MSi Nilai Kapolres Siantar Belum Tunjukkan Pemahaman akan Budaya 

23 Agustus 2026 | 13:05 WIB
Regional

Yonif TP 905–Nommensen Bersinergi Mengembangkan Potensi Garam Rakyat untuk Ketahanan Pangan

22 Agustus 2026 | 20:42 WIB
Regional

SMSI Sumut Apresiasi Tim Riset UMA dan UISU Terkait Implementasi SEO Hasilkan Desain Model UKW Media Siber

22 Agustus 2026 | 16:14 WIB
Siantar - Simalungun

Pemkab Simalungun Jadi Tuan Rumah Launching Pemutakhiran Data Keluarga Provinsi Sumatera Utara di Aplikasi SIGA Tahun 2026

20 Agustus 2026 | 18:21 WIB
Siantar - Simalungun

Sambut Hangat Kunjungan Kompolnas, Wakil Bupati Simalungun: Kolaborasi Polri dan Pemerintah Hasilkan Kebaikan Bagi Masyarakat

19 Agustus 2026 | 19:51 WIB
Regional

Serahkan SK Program Indonesia Pintar, Wali Kota Tebing Tinggi Minta Kepala Sekolah Bekerja Adaptif dan Berintegritas 

19 Agustus 2026 | 19:50 WIB
Siantar - Simalungun

Peran Lintas Sektor Sangat Strategis untuk Memberikan Perlindungan Terhadap Anak

19 Agustus 2026 | 18:17 WIB
Siantar - Simalungun

Peran Lintas Sektor Sangat Strategis untuk Memberikan Perlindungan Terhadap Anak

19 Agustus 2026 | 18:14 WIB
Siantar - Simalungun

Pemkab Simalungun Jadi Tuan Rumah Launching Pemutakhiran Data Keluarga Provinsi Sumatera Utara di Aplikasi SIGA Tahun 2026

19 Agustus 2026 | 17:30 WIB
Siantar - Simalungun

Wakil Bupati Simalungun Sambut Hangat Kunjungan Kerja Pangdam I/Bukit Barisan: Pererat Hubungan Pemerintah dan TNI

19 Agustus 2026 | 16:44 WIB
Siantar - Simalungun

Dua Hari Pencarian, Korban Hanyut di Sungai Tanjung Pinggir Berhasil Ditemukan

19 Agustus 2026 | 16:37 WIB
Siantar - Simalungun

BPBD Simalungun Gerak Cepat Bantu Tim Gabungan Pencarian Anak Hanyut di Sungai Tanjung Pinggir

18 Agustus 2026 | 20:40 WIB
  • Redaksi
  • Policy
  • Terms
  • Pedoman

© 2020-2024 Aloling Simalungun

rotasi barak berita hari ini danau toba berita simalungun

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi

© 2020-2024 Aloling Simalungun

rotasi barak berita hari ini danau toba berita simalungun