P. Siantar, Aloling Simalungun
Di balik kejadian angin kencang yang mengamuk merobohkan baliho, menumbangi pepohonan dan merusak banyak bangunan dan rumah, Sabtu (6/8), banyak fakta miris terungkap kepermukaan, Senin (8/8)2023).
Beberapa saat setelah angin kencang mengamuk itu reda, Plt Wali Kota Siantar turun ke lapangan melihat pepohonan yang bertumbangan. Dikatakan, bencana alam tersebut tentu tidak ada yang menginginkannya. “Semoga warga yang tertimpa musibah tetap tabah,” katanya.

Sementara, akibat kejadian yang hanya berlangsung sekitar setengah jam tersebut, ada warga mengalami luka serius ditimpa pohon dan masuk rumah sakit. Bahkan, ada yang meninggal. Kemudian, karena seng rumah warga beterbangan, malam harinya mengungsi untuk tidur di rumah keluarga. Termasuk ada yang sedang sakit, harus meninggalkan rumah yang hanya beratapkan langit.
Kemudian, akibat jaringan listrik seperti kabel banyak ditimpa pohon tumbang, membuat suasana kota Siantar di waktu malam terasa mencekam karena gelap. Pepohonan yang tumbang seperti dibiarkan rebah begitu saja karena personel dari Pemko tidak mampu berbuat banyak untuk menyisihkannya.
Sehari berikutnya, Minggu (7/8/2022) Plt Wali Kota DR Susanti Dewani bersama sejumlah pejabat Pemko, berangkat ke Padang mengikuti Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XV Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Tahun 2022.
Plt Wali Kota beserta Ketua Dekranasda Kota Siantar, H Kusma Erizal Ginting yang tiba di Bandara Internasional Minangkabau, jam 11.00 WIB disambut dan mendapat kalungan Kain Tenun khas Padang. Malam harinya, di Convention Center (PCC) Hotel Truntum Kota Padang berlangsung pagelaran seni dan Kebudayaan Indonesia City Expo (ICE).
Pada acara yang juga dihadiri para Wali Kota seluruh Indonesia itu, Kota Siantar menampilkan Tarian Multi Etnis. Termasuk dari Simalungun dengan Tari Sitalasari. Menceritakan tentang gadis-gadis Simalungun sedang memetik bunga rampai untuk hiasan sebagai simbol kesopanan.
Pasca angin kencang yang mengamuk itu, bilboar atau plang reklame yang menimpa mobil dan mengalami rusak ringan dan raiben retak di depan Hotel Sapadia, sudah diberesi pemilik bilboar. Sedangkan sopir bersama seorang anak di dalam mobil selamat.
Sedangkan batang-batang pepohonan yang bertumbangan dan ada melintang di badan jalan, ditambah dedauan yang berserakan, membuat Kota Siantar memprihatinkan. Demikian juga puluhan pepohonan yang tumbang di Tempat Pemakaman Umum (TPU ) etnis Tionghoa, Jalan Irma dan TPU Muslim, Jalan Seram, masih dibiarkan meski merusak banyak kuburan.
Sementara, korban yang mengalami luka berat pada bagian kepala sehingga harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Tiara, Nur Islamiah Siregar (22), warga Jalan Angkola, Gang Delima, Kelurahan Martoba, Kecamatan Siantar Utara, Kota Siantar.
Putri saya yang kepalanya yang mendapat 20 jahitan akibat ditimpa pohon tumbang di Jalan Sakti Lubis sedang kritis. Tadi kami sudah didata. Tapi, sampai sekarang belum ada perhatian apa-apa,” ujar Edi Siregar.
Korban meninggal dan sudah dikebumikan, Juwanda (29), warga Jalan Bola Kaki, Gang Prona, Kelurahan Banjar, Kecamatan Siantar Barat, Kota Siantar. Informasi dari adik kandung korban, Nanda (21), abangnya tertimpa batang kayu pohon yang tumbang di depan Korem, Jalan Asahan, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun.
Selanjutnya, pihak keluarga yang mengetahui kejadian itu memabwa korban ke rumah. Karena kepala korban terasa pening, dibawa ke rumahsakit Vita Insani. Ternyata, hasil analisa dokter, ada pembekuan darah pada bagian kepala. Kemudian, dirujuk ke rumah sakit Mitra Sejati di Medan, Minggu (7/8). Namun, sebelum dilakukan operasi, korban akhirnya meninggal dunia sekira jam 16.00 Wib.
Gambaran lain yang cukup miris sampai hari kedua pasca amukan angin kencang, Senin (8/8/2022), masyarakat dari keluarga prasejahtera (miskin) yang rumahnya rusak, tampak pasrah dan harus berjuang sendiri memulihkan situasi.
“Waktu hujan turun diiringi angin kencang itu, seng rumah kami beterbangan. Karena itu, kami terpaksa mengungsi tidur di rumah saudara,” ujar Rani (43) warga Gang Inpres, Jalan Nagur, Kelurahan Martoba, Kecamatan Siantar Utara.
Ibu rumah tangga dengan empat orang anak yang di antaranya masih di bawah umur dengan bersuami marga Nasution, bekerja di bengkel itu, kondisinya lemah karena sakit.”Kami sudah didata. Katanya akan mendapat bantuan. Tapi, nggak tau kapan bantuan kami terima,” ujarnya lemah.
Tetangganya, Wati yang juga pada malam pasca angin kencang itu, juga turut mengungsi karena seng rumahnya jug habis beterbangan. Sementara, warga lainnya yang masih berada di Gang Inpres mengatakan, mereka harus memperbaiki rumahnya dengan biaya sendiri.
Keluhan serupa juga disampaikan, Herwati Siagian sebagai pemilik warung kopi yang atap seng rumahnya habis diterbangkan angin kencang. Untuk mengantisipasi air saat hujan tiba, atas rumahnya terpaksa ditutupi pakai terpal terbuat dari plastik.
“Malam kejadian itu, kami memang tidak mengungsi. Tapi, terpaksa tidur di bagian depan warung yang tidak pakai dinding. Apa boleh buat,” ujarnya sembari mengatakan belum mampu memperbaiki rumah karena tidak punya biaya membeli seng.
Untuk itu, boru Siagian sangat mengharap bantuan Pemko. “Tadi juga sudah didata dan dipothoi-potho. Katanya akan mendapat bantuan. Tapi, nggak tau kapan,” ujarnya sembari mengatakan bahwa buffet pakaiannya juga rusak kena hujan.
“Kalau buffet sudah saya buang karena rusak berat. Televisi juga basah dan sudah dipindahkan ke rumah tetangga. Nggak tau apa masih bisa dipakai atau sudah rusak,” ujarnya sangat berharap Pemko segera memberi bantuan seng dan broti untuk penyangga seng.
Ketika harapan masyarakat agar mendapat bantuan dari Pemko Siantar dikonfirmasi kepada Robert Samosir sebagai Plt Kepala Badan Penanggulangan Bancana Daerah (BPBD) Kota Siantar, pihaknya saat inisedang melakukan pendataan dengan melibatkan Lurah yang akan disampaikan kepada pihak kecamatan. Selanjutnya, akan dibahas bantuan apa yang dibutuhkan masyarakat. “Pendataan sedang berlangsung termasuk melibatkan Dinas Sosial,” ujarnya.
Dijelaskan, saat ini BPBD Kota Siantar bersama PRKP dan PUPR serta Satpol PP sedang berupaya keras membersihkan Kota Siantar dengan menyisihkan pepohonan yang bertumbangan.”Saat ini, kita sedang bekerja keras membersihkan pepohonan yang tumbang,” ujarnya sembari mengatakan sedang berada di lingkungan RSUD karena ada pohon tumbang menimpa tempat parkir. Bahkan, ada mobil yang rusak kena timpa.
Informasi yang diperoleh pihak sekretariat Pemko Siantar, Pada Senin (8/8/2022), Plt Walikot bersama para pejabat terkait yang mengikuti Rakernas XV APEKSI Tahun 2022, belum tiba di Siantar. Namun, hari ini, Selasa (9/8/2022) diperkirakan sudah sampai Siantar. (In)







Discussion about this post