Aloling Simalungun
  • Redaksi
  • Policy
  • Terms
  • Pedoman
Jumat, 5 Juni 2026
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi
No Result
View All Result
Aloling Simalungun
No Result
View All Result
  • SMSI
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi
Home Inspirasi

Merajut Kolaborasi Antarumat Beragama Melalui Dialog

Oleh: Yeremia F. S. Nababan

by Redaksi
17 November 2022 | 12:25 WIB
in Inspirasi
A A
ADVERTISEMENT
50
SHARES
62
VIEWS

Menjelajahi dunia keberagaman agama merupakan sesuatu hal yang menarik, dimana ini tidak dapat dipisahkan dari realitas kehidupan manusia yang menganut agama itu.

Secara sosiologis, kita mengetahui bahwa manusia dikatakan sebagai Makhluk Sosial, yang mana hidup secara berdampingan dan selalu membutuhkan orang lain dalam hidupnya. Manusia tidak lepas dari interaksi antara dirinya dengan sesamanya, begitu juga dengan Tuhannya. Oleh karena relasi yang terjadi menimbulkan suatu percakapan ataupun dialog, yang mana merupakan bagian dari merajut relasi dan komunikasi yang dilakukan.

Dialog adalah suatu relasi antara unit satu dengan yang lainnya. Umumnya dialog terjadi secara sengaja dan tidak sengaja. Tanpa adanya dialog, manusia tidak akan bisa berkomunikasi antara yang satu dengan yang lainnya. Sehingga, dialog menjadi unsur utama dalam kehidupan manusia, khususnya menjalin relasi dengan sesamanya. Selain itu, penggunaannya tidak lagi melulu mengenai manusia dengan manusia. Melainkan agama juga dapat melakukan dialog tersebut.

Dialog antaragama berupaya melakukan percakapan ataupun perbincangan mengenai agama yang satu dengan yang lainnya. Sehingga terjalin relasi dan memberikan tambahan wawasan bagi agama yang terlibat di dalamnya.
Secara teori, dialog memiliki beberapa bentuk. Adapun bentuk-bentuk dalam dialog: (1) dialog teologis; (2) dialog spiritual; dan (3) dialog kehidupan (Pomalingo, 2016: 5-10). Bentuk-bentuk dialog ini didasarkan pada fungsi dan peruntukannya. Tentunya, tidak semua orang dari masing-masing agama dapat melakukannya. Hanya orang-orang yang berkecimpung dalam dunia teologi dan memiliki wawasan luaslah yang umumnya melakukan usaha dialogis ini.

Martin Lukito Sinaga dalam bukunya mengutip pandangan Leonard Swidler, di mana dialog yang terjadi antar agama adalah belajar. Belajar yang dimaksud di sini yaitu bersedia berubah dan bertumbuh seturut pemahaman yang muncul, dimana mengartikan bahwa dalam dialog harus terjadi kegiatan yang dua arah. Ini bermanfaat menambah wawasan keagamaan dalam beragama dan antaragama (Sinaga, 2018: 73).

Dengan begitu, kita memahami bahwa dialog antaragama bukan berupaya menanamkan pemahaman kita agar diikuti oleh orang lain, melainkan bertukar pikiran/ide keagamaan untuk menambah wawasan. Kelebihannya, kita dapat mengikuti kedalam perspektif agama yang berdialog, jika itu memberikan manfaat yang baik untuk agama kita tanpa menganut agama itu atau meninggalkan agama sendiri.

Dewasa ini kita melihat persoalan-persoalan yang terjadi dalam dialog antaragama. Banyak para tokoh agama yang sejak awal ingin melakukan dialog dengan tokoh agama lain, malah menghasilkan kesan yang tidak baik dan memicu terjadinya perpecahan. Perasaan ingin lebih unggul dibanding agama lain dan tidak adanya menerima keberadaan lain dengan segala karakteristiknya membuat diskusi dalam dialog tersebut tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Sinaga lebih lanjut mengutip pandangan Mukti Ali, Bapak Ilmu Perbandingan Agama Indonesia, di mana mengatakan bahwa, “keterbukaan pada agama lain akan mendorong pada kesiapan untuk berdialog. Keterbukaan akan eksistensi agama lainlah menjadi kunci utama/syarat masuk ke dalam sebuah dialog” (Sinaga, 2018: 77). Lebih lanjut Mukti Ali mengatakan tiga alasan mendasar mengapa harus ada dialog antaragama, terutama bagi bangsa Indonesia: (1) pluralisme agama di dunia; (2) membantu setiap penganut agama untuk tumbuh dalam kepercayaannya sendiri dalam bertukar pikiran dengan agama lain; dan (3) dapat membantu meningkatkan kerja sama di antara para penduduk dalam suatu negeri yang berlainan agama (Anwar, 2018: 101), sehingga membantu menuju kepenting bersama. Dengan begitu, semua saling terbuka tanpa memaksakan kehendak agamanya terhadap agama lain, dimana hal ini ditandai dengan pemikiran yang dewasa dan adanya rasa saling menghargai.

Akhirnya, agama-agama – khususnya di Indonesia – berdialog dengan sesama mereka dan agama lain dalam bingkai merajut kolaborasi. Adanya perbedaan perspektif pastinya akan terlihat. Perbedaan ini akan menambah wawasan dalam melihat masing-masing perspektif agama dalam memandang dialog. Apakah menguntungkan, merugikan atau malah tidak berarti sama sekali.(***)

 

Tags: agamaantardialog
Share20Tweet13SendShare
ADVERTISEMENT

Berita Terkait

Inspirasi

HPSI Gelar Sosialisasi Partuturan dan Pakaian Adat Simalungun kepada Siswa SMA GKPS Pamatang Raya Simalungun, Aloling Simalungun Harungguan Purba Simalungun Indonesia (HPSI) merasa terpanggil dan bertanggung jawab dalam mensosialisakan adat dan budaya simalungun kepada generasi penerus bangsa yang merupakan garda terdepan dalam melestarikan adat dan budaya. Bertempat di Gedung Aula SMA GKPS Pamatang Raya pada hari Jumat, 8 Mei 2026 acara tersebut dibuka langsung oleh Ketua Umum HPSI bapak Mangapul Purba, S.E,M.I.Kom yang juga ketua fraksi PDIP DPRD Sumatera Utara telah berlangsung dengan baik.Dalam sambutannya beliau menyatakan bahwa peradaban bangsa Indonesia tidak terlepas dari Kebudayaan Daerah, kebudayaan menjadi salah satu factor utama dalam pembangunan nasional Peserta sosialisasi terdiri dari Siswa dan Guru SMA GKPS Pematang Raya dibawah kepemimpinan Kepala Sekolah, Julven Purba, S.Pd, dalam sambutannya beliau sangat berterimakasih atas kegiatan ini sehingga dengan kegiatan ini kami semakin memahami bagaimana adat budaya Simalungun itu dilaksanakan pada kehidupan sehari-hari khusunya tentang partuturan Adat Budaya Simalungun yang setiap hari baik dilingkungan keluarga, lingkungan sekolah selalu diterapkan, tata karma bagi kami terkhusus siswa dapat diterapkan sebagaimana lazimnya pada budaya simalungun, demikin juga tentang pemakaian adat dan budaya Simalungun. Diawal acara dilaksanakan acara pangalo-aloan kepada Rombongan HPSI dengan tortor Simalungun yang ditampilkan oleh Siswa SMA GKPS, dilanjutkan dengan ibadah, kemudian acara nasional menyanyikan lagu Indonesia Raya dan acara Sosilasisasi. Rohdian Purba, S,Si,M.Si selaku Sekretaris DPP HPSI yang juga menjadi narasumber dengan Materi Partuturan Adat Budaya Simalungun menjelaskan bahwa pada saat sekarang ini anak-anak milenial sudah banyak tidak memahami tentang partuturan dalam adat budaya simalungun, sekarang ini akibat ketidak pahaman mereka maka banyhak bersalahan pada panggilan terhadap sesama, orangtua dan kerabat keluarga lainnya, bilama mana tidak kita tanamkan, sosialisasikan partuturan simalungun dimaksud dikwatirkan 10 sampai 20 tahun kedepan maka akan tergerus bahkan hilang sehingga berakibatkan hubungan kekerabatan yang baik selama ini akan menjadi masalah yang sangat besar, mengapa misalnya panggilan makela dalam adat simalungun saat ini sudah sering didengar oleh anak nak bukan lagi makela tapi sudah dipanggil kel, panggilang tulang sudah sering kita dengar disapa oleh anak-anak menjadi tul, ini sangat menyalaha, mengapa terjadi hal demikian karena anak-anak tidak memahami sebenarnya bagiamana peran serta Sananina, Tondong dan Boru dalam peradaban adat dan Budaya Simalungun. Bahkan dalam pergaulan sehari hari antara anak-anak kuda yang berajnak dewasa bisa mengkwatirkan dalam menuju jenjang perkawinan dimasa-masa berpacaran, karena dalam adat budaya simalungun walaupun marga berbeda tidak serta merta bisa menikah/kawan misalnya; borunya namboru kita (anak perempuan dari saudara perempuan bapak) itu tidak bisa kita nikahi. Tapi borunya (anak perempuan) dari tulang kita itu bisa dinikahi yang disebut marboru tulang, atau disebut pariban. Demikian jika ibu kita memilki saudara kandung perempuan dan memilki anak perempuan (boru), kita sebagai laki-laki juga tidak bisa menikahinya, hal-hal yang seperti ini juga perlu kita ajarkan kepada generasi milenial sekarang ,apalagi mereka setelah tammat dari Sekolah akan banyak pergi merantau jauh dari orang tua, dengan tidak memahami hal dimaksud diperantauan bisa berakibat tidak baik dalam peradaban budaya simalungun nantinya, dan banyak hal lagi akibatnya jika partururan dalam budaya Simalungun tidak mereka pahami, hal ini yang perlu sejak dini kita samapaikan buat anak-anak. Demikian juga tentang pakaian adat budaya simalungun yang disamapaikan bapak Djapaten Purba, BME bahwa sejak dini perlu ditanamkan kepada anak-anak milenial, karena pada saat ini sudah banyak kita lihat ditengah-tengah masyarakat dalam acara adat budaya simalungun baik suka maupu n duka sudah tidak sesuai lagi dengan sebenarnya, menurut beliau semua pemakaian hiou simalungun itu memiliki arti dan makna khsusus bagi kehidupan sehar-hari, baik itu gotong, bulang suri-suri, ragi cantik dll termasuk tata cara pemakaiannya misalnya jika seorang bapak memakai suri-suri itu berwarna hitam namu jika perempuan memakai suri-suri bisa warna bebas, demikain juga jika sudah memakai gotong, maka wajib memakai suri-suri dan abit/ragi panei atau ragi cantik untuk laki-laki demikian juga perempuan/ inang jika sudah memakai bulang, wajib memakai suri-suri dan abit. Diakhir acara siswa dan guru SMA GKPS Pamatang Raya sangat mengapresiasi kegiatan sosialisasi ini karena mereka lebih memahami tentang adat budaya simalungun yang bisa mereka terapkan pada kehidupan sehar-hari baik dilingkungan sekolah, keluarga dan kekerabatan dalam lingkungan keluarga mereka, yang diakhiri dengan pemberian cendramata oleh kepala sekolah kepada Ketua Umum HPSI dan kedua narasumber. (rel)

by Redaksi
9 Mei 2026 | 14:54 WIB
0

Simalungun, Aloling Simalungun Harungguan Purba Simalungun Indonesia (HPSI) merasa terpanggil dan bertanggung jawab dalam mensosialisakan adat dan budaya simalungun kepada...

Read more
Inspirasi

Rohdian Purba : “Kemajuan USI Melekat Keinginan Hati untuk Memajukannya”

by Redaksi
8 Mei 2026 | 16:37 WIB
0

P.Siantar, Aloling Simalungun Terkait untuk memajukan Yayasan Universitas Simalungun diutamakan adanya keinginan hati untuk bekerja maksimal dalam memajukan sekolah dan...

Read more
Inspirasi

Hari Pendidikan Nasional 2026 di SMA Negeri 1 Pematangsiantar,  August Sinaga Tekankan Peningkatan Kualitas Di Dalam Kelas

by Redaksi
2 Mei 2026 | 10:47 WIB
0

P.Siantar, Aloling Simalungun Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI Provinsi Sumatera Utara (Siantar-Simalungun) Hardiknas tidak hanya sekadar ajang seremonial, tetapi...

Read more
Inspirasi

Bedah Buku Diutus Melintasi Batas, Biografi Marie Claire Barth Frommel

by Redaksi
22 April 2026 | 08:45 WIB
0

P.Siantar, Aloling Simalungun GMKI Siantar-Simalungun dan STT HKBP P.Siantar menggelar acara Bedah Buku Diutus Melintasi Batas, Biografi Marie Claire Barth...

Read more

Discussion about this post

Berita Terbaru

Siantar - Simalungun

Pangulu Bandar Betsy Gerak Cepat Selesaikan Polemik Penyaluran BLT

4 Juni 2026 | 10:20 WIB
Regional

Tekan Resiko Kecelakaan Perlintasan Sebidang Kereta Api, Pemko Tebing Tinggi Siapkan Langkah Konkret

3 Juni 2026 | 17:55 WIB
Nasional

ABPEDNAS Cetak Sejarah, Raih 100 Ribu Anggota Bertepatan Hari Lahir Pancasila 2026

2 Juni 2026 | 19:24 WIB
Entertainment

Parsadaan Purba Pakpak Boru Panogolan (P3BP) Gelar Rakernas di Siantar  

1 Juni 2026 | 20:17 WIB
Siantar - Simalungun

ASN Pemkab Simalungun Melaksanakan Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026: Refleksi Memastikan Pancasila Tetap Menyala

1 Juni 2026 | 20:09 WIB
Entertainment

Erik Tarigan : Anak Siantar Abetnego Tarigan Sangat Perduli dengan Siantar – Simalungun 

1 Juni 2026 | 10:35 WIB
Regional

Pemko Tebing Tinggi Raih Opini WTP Delapan Kali Berturut-Turut, Walikota: Jadikan Motivasi Pembangunan Kota yang Lebih Baik 

29 Mei 2026 | 18:50 WIB
Entertainment

Anak Siantar David Sotar Karter Pardosi Pengusaha Muda  yang Merambah Hingga ke Luar Pulau Sumatera 

28 Mei 2026 | 18:57 WIB
Siantar - Simalungun

Penyembelihan Hewan Qurban Warga Lingkungan III Kelurahan Simarito Berjalan Lancar

28 Mei 2026 | 09:28 WIB
Entertainment

Pengurus Lokal Badan Kerjasama PGI-GMKI Pematang Siantar-Simalungun Periode 2026-2031 Resmi Dilantik

25 Mei 2026 | 20:53 WIB
Siantar - Simalungun

Terima Kunjungan Pemkab Aceh Utara, Pemkab Simalungun Bantu Penanganan Bencana

25 Mei 2026 | 17:37 WIB
Regional

Perkuat Pelayanan Publik Berbasis Digital, Pemko Tebing Tinggi dan Pemko Tanjung Balai Jalin Kerjasama Strategis

22 Mei 2026 | 20:06 WIB
  • Redaksi
  • Policy
  • Terms
  • Pedoman

© 2020-2024 Aloling Simalungun

rotasi barak berita hari ini danau toba berita simalungun

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi

© 2020-2024 Aloling Simalungun

rotasi barak berita hari ini danau toba berita simalungun