Aloling Simalungun
  • Redaksi
  • Policy
  • Terms
  • Pedoman
Minggu, 6 September 2026
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi
No Result
View All Result
Aloling Simalungun
No Result
View All Result
  • SMSI
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi
Home Siantar - Simalungun

QRIS Transaksi Non Tunai Dicanangkan Inang-inang Pasar Horas Malah Bingung

by Redaksi
24 Desember 2021 | 02:44 WIB
in Siantar - Simalungun
A A
31
SHARES
39
VIEWS

P.Siantar, Aloling Simalungun

Pencanangan Pasar Sehat, Inovatif dan Aman Pakai (SIAP) dengan sistem transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang diluncurkan Bank Indonesia di Pasar Horas Kota Siantar malah membuat para pedagang seperti bingung, Kamis (23/12).

Kebingungan pedagang yang mayoritas terdiri dari pedagang sayur mayur dan pedagang lain (inang-inang) khususnya dari kalangan usia tua karena mengaku masih terlalu awam terhadap digitalisasi yang bertransaksi melalui sistem barkod menggunakan uang non tunai.

“Bah, apa pula itu QRIS. Apa barang yang kami jual tidak dibayar pakai uang kontan seperti selama ini? Tapi, dibayar pakai sistim dalam HP itu? Berarti tak dibayar pakai uang?” ujar boru Sinaga (61) pedagang sayur mayur di Gedung I Pasar Horas.

Jangankan bertransaksi menggunakan sistim QRIS yang dibayar dengan uang non tunai, menggunakan HP saja boru Sinaga mengaku tidak mampu. Kecuali hanya membuka telepon kalau ada yang bertelepon.

Bahkan, HP miliknya justru masih kuno. Karena kondisi tersebut, boru Sinaga mengatakan enggan untuk menggunakan sistim QRIS tersebut.

“Apa aku harus membeli HP yang canggih supaya bisa mengikuti seperti yang dibilang pakai QRIS itu? Tak usahpun jadi. Pokoknya, aku jualan dibayar pakai uang bukan pakai QRIS QRIS itu,” ujarnya mengeluh dan mengaku memang tidak mengetahui tentang kemajuan teknologi digitalisasi.

Hal senada disebut sejumlah pedagang lainnya. Selain ada yang tidak punya HP atau sulit menggunakan HP seperti androit atau sejenisnya, masyarakat yang membeli dagangan mereka juga dipastikan akan membayar melalui uang kontan. Bahkan pembeli juga belum terbiasa menggunakan sistim QRIS.

“Pokoknya, aku tak bisa pakai yang namanya QRIS itu, Apa pula QRIS itu. Jadi, suka orang itulah, kalau aku jualan maunya dibayar pakai uang kontan,” ujar boru Silalahi yang berjualan sayur mayur seperti cabe, bawang dan kentang maupun jenis hasil bumi lainnya.

Dari hasil jejak kepada sejumlah pedagang, mereka masih terlalu awam. Bahkan, tidak sedikit mengaku “bodoh” dengan kemajuan teknologi digital. Paling ironis, selain tidak punya HP untuk masuk sistim QRIS, pedagang tidak punya HP yang menurut mereka canggih. Kemudian, kalau ingin mengganti atau membeli HP malah tidak punya uang.

“Makan saja susah karena jualan tidak laku. Apalagi mau beli HP. Apa pula QRIS itu. Pokoknya, kalau ada membeli aku mau dibayar pakai uang,” ujar pedagang lain yang mengaku tidak paham soal aplikasi QRIS yang dicanangkan Bank Indonesia Pematangsiantar, bekerja sama dengan Perusahaan Daerah Pasar Horas Jaya (PD PHJ).

PENGEMIS PAKAI UANG NON TUNAI

Sebelumnya, pencanangan sistim QRIS dilakukan di bawah tangga Pasar Horas Kota Siantar. Dihadiri Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kota Siantar Teuku Munandar. Wali kota H Hefriansyah, perbankan dari Bank Mandiri, Bank Sumut, BRI, Dirut PD PHJ, Togap Sehat Sihite dan puluhan pedagang.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kota Siantar, Teuku Munandar melalui sambutannya menjelaskan, perkembangan transaksi melalui digital menggunakan uang non tunai semakin pesat. Sehingga, mau tidak mau sulit dihindarkan.

“Di China, aplikasi pembayaran non tunai sudah mulai diterapkan. Bahkan, pengemis malah sudah ada menggunakan handphone untuk pembayaran non tunai,” ujar Teuku Munandar sembari mengatakan Bank Indonesia louncing SIAP QRIS di Pasar Horas dan Pasar Balairung Rajawali, juga akan memberi bantuan kepada para pedagang.

Untuk itu, penerapan aplikasi QRIS sebagai program pemerintah yang pada awalnya diluncurkan sebanyak 1.500 untuk pedagang perlu mendapat dukungan penuh.

Apalagi aplikasi QRIS memudahkan penjual dan pembeli saat transaksi. Karena konsumen tidak perlu bawa uang tunai dan pedagang tidak repot menyediakan uang kembalian. Selain itu, pedagang bisa terhindar dari penggunaan uang palsu dan uangnya aman atau tidak bisa lagi dirampok.

Sementara, Wali kota Hefriansyah melalui sambutannya menjelaskan, pedang tradisional harus mengikuti perkembangan digitalisasi. Namun, jangan langsung alergi kalau ada hal yang baru. Bahkan, pedagang akan rugi karena ada pembeli yang tidak lagi membawa uang kontan.

Dijelaskan, QRIS mungkin tetap ada menolakan. Tapi, perubahan harus dilakukan. Karena perkembangan teknologi begitu pesat tidak seperti dulu lagi. Bahkan, Wali Kota mengatakan siap berbelanja dengan menggunakan aplikasi QRIS dan itu dilakukan kepada salah satu pedagang buah yang tak jauh dari lokasi acara.

“Kalau bapak Munandar tadi mengatakan bahwa di China sudah ada pengemis pakai aplikasi uang non tunai, saya belum melihat itu. Tapi, saya minta pedagang memang harus mengikuti perkembangan zaman,” ujar Wali Kota.

Sementara, Dirut PD PHJ, Togap Sehat Sihite mengatakan bahwa penerapan aplikasi QRIS secara menyeluruh khususnya di Pasar Horas perlu proses dan harus gencar disosialisasikan. Namun, optimis pada tahap tiga bulan berikutnya tentu akan bertambah.

“Kita berharap, pedagang yang jumlahnya sekitar 5.280 orang akan bertahap mengikuti aplikasi QRIS dan kita menyambut baik serta mendukung program pemerintah dalam rangka penggunaan uang non tunai,” ujarnya.

Dijelaskan, aplikasi QRIS juga bisa dimanfaatkan untuk pembayaran retribusi Pasar Horas dan Balairung Rajawali.

“Sistem pembayaran dengan Barkod bukan hanya antara pedagang dan konsumen saja, pembayaran retribusi akan dilakukan non tunai menggunakan QRIS,” terang Toga mengakhiri. (In)

Tags: dicanangkannontunaitransaksi
Share12Tweet8SendShare
ADVERTISEMENT

Berita Terkait

Siantar - Simalungun

APPSI Siap Kerja Sama dengan Pemerintah dalam Tangani PKL

by Redaksi
3 September 2026 | 17:54 WIB
0

P.Siantar,  Aloling Simalungun  Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) kota Pematangsiantar di Ruang Data Kamis (3/9/2026) di ruang data pemko...

Read more
Siantar - Simalungun

Kejari Simalungun Peringati HUT Kejaksaan RI ke – 81

by Redaksi
2 September 2026 | 16:25 WIB
0

Simalungun, Aloling Simalungun Kejaksaan Negeri (Kejari) Simalungun melaksanakan upacara dalam rangka memperingati Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia ke-81, yang digelar...

Read more
Siantar - Simalungun

Pemkab Simalungun Promosikan Produk Unggulan Daerah di Apkasi Otonomi Expo 2026

by Redaksi
28 Agustus 2026 | 18:39 WIB
0

Simalungun, Aloling Simalungun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun terus memperkuat langkah dalam mempromosikan potensi dan produk unggulan daerah ke pasar yang...

Read more
Siantar - Simalungun

Pemkab Simalungun dan Bank Sumut Perkuat Sinergi Pengelolaan Keuangan Daerah dan Transformasi Digital

by Redaksi
26 Agustus 2026 | 18:42 WIB
0

Simalungun, Aloling Simalungun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun terus melangkah teguh memperkuat tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berbasis digital....

Read more

Discussion about this post

Berita Terbaru

Siantar - Simalungun

APPSI Siap Kerja Sama dengan Pemerintah dalam Tangani PKL

3 September 2026 | 17:54 WIB
Siantar - Simalungun

Kejari Simalungun Peringati HUT Kejaksaan RI ke – 81

2 September 2026 | 16:25 WIB
Inspirasi

Kapolres Pematang Siantar Silaturahmi dengan Tokoh Adat Simalungun. 

2 September 2026 | 08:08 WIB
Inspirasi

HUT ke 62 GKPI Siantar Kota, Partisipasi Jemaat Luar Biasa,  Syabas Mar GKPI

1 September 2026 | 13:58 WIB
Siantar - Simalungun

Pemkab Simalungun Promosikan Produk Unggulan Daerah di Apkasi Otonomi Expo 2026

28 Agustus 2026 | 18:39 WIB
Regional

Wali Kota Tebing Tinggi Hadiri Rakor Regional Sumatera, Pemko Mantapkan Sinergi Lintas Sektor Kejar Target Zero Stunting 

27 Agustus 2026 | 20:04 WIB
Inspirasi

Menurut Dr.Sarmedi Purba SPOG Sebaiknya Kepemimpinan Prof.Dr.Sarintan Damanik S.hut sebagai Rektor USI Dilanjutkan 

27 Agustus 2026 | 10:00 WIB
Inspirasi

PMS Simalungun: Jangan Ada Lagi Pejabat yang Tidak Paham, Siantar-Simalungun Adalah Tanoh Simalungun

26 Agustus 2026 | 19:50 WIB
Siantar - Simalungun

Pemkab Simalungun dan Bank Sumut Perkuat Sinergi Pengelolaan Keuangan Daerah dan Transformasi Digital

26 Agustus 2026 | 18:42 WIB
Siantar - Simalungun

Bupati Simalungun: Pentingnya Sinergi Pemerintah Pusat, Daerah, BUMN, Dunia Usaha dan Masyarakat

26 Agustus 2026 | 17:37 WIB
Siantar - Simalungun

Launching QRIS Dinamis, QRISPATI dan Smart Cash di Simalungun, Perkuat Wujudkan Digitalisasi Daerah

24 Agustus 2026 | 19:20 WIB
Inspirasi

Ketum HIMAPSI Dian G Purba Tambak MSi Nilai Kapolres Siantar Belum Tunjukkan Pemahaman akan Budaya 

23 Agustus 2026 | 13:05 WIB
  • Redaksi
  • Policy
  • Terms
  • Pedoman

© 2020-2024 Aloling Simalungun

rotasi barak berita hari ini danau toba berita simalungun

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi

© 2020-2024 Aloling Simalungun

rotasi barak berita hari ini danau toba berita simalungun