Aloling Simalungun
  • Redaksi
  • Policy
  • Terms
  • Pedoman
Kamis, 22 Oktober 2026
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi
No Result
View All Result
Aloling Simalungun
No Result
View All Result
  • SMSI
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi
Home Siantar - Simalungun

QRIS Transaksi Non Tunai Dicanangkan Inang-inang Pasar Horas Malah Bingung

by Redaksi
24 Desember 2021 | 02:44 WIB
in Siantar - Simalungun
A A
https://asset.barak.id/2026/10/VID-20261020-WA0003.mp4
ADVERTISEMENT
31
SHARES
39
VIEWS

P.Siantar, Aloling Simalungun

Pencanangan Pasar Sehat, Inovatif dan Aman Pakai (SIAP) dengan sistem transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang diluncurkan Bank Indonesia di Pasar Horas Kota Siantar malah membuat para pedagang seperti bingung, Kamis (23/12).

Kebingungan pedagang yang mayoritas terdiri dari pedagang sayur mayur dan pedagang lain (inang-inang) khususnya dari kalangan usia tua karena mengaku masih terlalu awam terhadap digitalisasi yang bertransaksi melalui sistem barkod menggunakan uang non tunai.

“Bah, apa pula itu QRIS. Apa barang yang kami jual tidak dibayar pakai uang kontan seperti selama ini? Tapi, dibayar pakai sistim dalam HP itu? Berarti tak dibayar pakai uang?” ujar boru Sinaga (61) pedagang sayur mayur di Gedung I Pasar Horas.

Jangankan bertransaksi menggunakan sistim QRIS yang dibayar dengan uang non tunai, menggunakan HP saja boru Sinaga mengaku tidak mampu. Kecuali hanya membuka telepon kalau ada yang bertelepon.

Bahkan, HP miliknya justru masih kuno. Karena kondisi tersebut, boru Sinaga mengatakan enggan untuk menggunakan sistim QRIS tersebut.

“Apa aku harus membeli HP yang canggih supaya bisa mengikuti seperti yang dibilang pakai QRIS itu? Tak usahpun jadi. Pokoknya, aku jualan dibayar pakai uang bukan pakai QRIS QRIS itu,” ujarnya mengeluh dan mengaku memang tidak mengetahui tentang kemajuan teknologi digitalisasi.

Hal senada disebut sejumlah pedagang lainnya. Selain ada yang tidak punya HP atau sulit menggunakan HP seperti androit atau sejenisnya, masyarakat yang membeli dagangan mereka juga dipastikan akan membayar melalui uang kontan. Bahkan pembeli juga belum terbiasa menggunakan sistim QRIS.

“Pokoknya, aku tak bisa pakai yang namanya QRIS itu, Apa pula QRIS itu. Jadi, suka orang itulah, kalau aku jualan maunya dibayar pakai uang kontan,” ujar boru Silalahi yang berjualan sayur mayur seperti cabe, bawang dan kentang maupun jenis hasil bumi lainnya.

Dari hasil jejak kepada sejumlah pedagang, mereka masih terlalu awam. Bahkan, tidak sedikit mengaku “bodoh” dengan kemajuan teknologi digital. Paling ironis, selain tidak punya HP untuk masuk sistim QRIS, pedagang tidak punya HP yang menurut mereka canggih. Kemudian, kalau ingin mengganti atau membeli HP malah tidak punya uang.

“Makan saja susah karena jualan tidak laku. Apalagi mau beli HP. Apa pula QRIS itu. Pokoknya, kalau ada membeli aku mau dibayar pakai uang,” ujar pedagang lain yang mengaku tidak paham soal aplikasi QRIS yang dicanangkan Bank Indonesia Pematangsiantar, bekerja sama dengan Perusahaan Daerah Pasar Horas Jaya (PD PHJ).

PENGEMIS PAKAI UANG NON TUNAI

Sebelumnya, pencanangan sistim QRIS dilakukan di bawah tangga Pasar Horas Kota Siantar. Dihadiri Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kota Siantar Teuku Munandar. Wali kota H Hefriansyah, perbankan dari Bank Mandiri, Bank Sumut, BRI, Dirut PD PHJ, Togap Sehat Sihite dan puluhan pedagang.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kota Siantar, Teuku Munandar melalui sambutannya menjelaskan, perkembangan transaksi melalui digital menggunakan uang non tunai semakin pesat. Sehingga, mau tidak mau sulit dihindarkan.

“Di China, aplikasi pembayaran non tunai sudah mulai diterapkan. Bahkan, pengemis malah sudah ada menggunakan handphone untuk pembayaran non tunai,” ujar Teuku Munandar sembari mengatakan Bank Indonesia louncing SIAP QRIS di Pasar Horas dan Pasar Balairung Rajawali, juga akan memberi bantuan kepada para pedagang.

Untuk itu, penerapan aplikasi QRIS sebagai program pemerintah yang pada awalnya diluncurkan sebanyak 1.500 untuk pedagang perlu mendapat dukungan penuh.

Apalagi aplikasi QRIS memudahkan penjual dan pembeli saat transaksi. Karena konsumen tidak perlu bawa uang tunai dan pedagang tidak repot menyediakan uang kembalian. Selain itu, pedagang bisa terhindar dari penggunaan uang palsu dan uangnya aman atau tidak bisa lagi dirampok.

Sementara, Wali kota Hefriansyah melalui sambutannya menjelaskan, pedang tradisional harus mengikuti perkembangan digitalisasi. Namun, jangan langsung alergi kalau ada hal yang baru. Bahkan, pedagang akan rugi karena ada pembeli yang tidak lagi membawa uang kontan.

Dijelaskan, QRIS mungkin tetap ada menolakan. Tapi, perubahan harus dilakukan. Karena perkembangan teknologi begitu pesat tidak seperti dulu lagi. Bahkan, Wali Kota mengatakan siap berbelanja dengan menggunakan aplikasi QRIS dan itu dilakukan kepada salah satu pedagang buah yang tak jauh dari lokasi acara.

“Kalau bapak Munandar tadi mengatakan bahwa di China sudah ada pengemis pakai aplikasi uang non tunai, saya belum melihat itu. Tapi, saya minta pedagang memang harus mengikuti perkembangan zaman,” ujar Wali Kota.

Sementara, Dirut PD PHJ, Togap Sehat Sihite mengatakan bahwa penerapan aplikasi QRIS secara menyeluruh khususnya di Pasar Horas perlu proses dan harus gencar disosialisasikan. Namun, optimis pada tahap tiga bulan berikutnya tentu akan bertambah.

“Kita berharap, pedagang yang jumlahnya sekitar 5.280 orang akan bertahap mengikuti aplikasi QRIS dan kita menyambut baik serta mendukung program pemerintah dalam rangka penggunaan uang non tunai,” ujarnya.

Dijelaskan, aplikasi QRIS juga bisa dimanfaatkan untuk pembayaran retribusi Pasar Horas dan Balairung Rajawali.

“Sistem pembayaran dengan Barkod bukan hanya antara pedagang dan konsumen saja, pembayaran retribusi akan dilakukan non tunai menggunakan QRIS,” terang Toga mengakhiri. (In)

Tags: dicanangkannontunaitransaksi
Share12Tweet8SendShare
ADVERTISEMENT

Berita Terkait

Siantar - Simalungun

Jaga Ketersediaan dan Pasokan Cabai, Pemkab Simalungun Laksanakan Gerakan Tanam Cabai Merah Serentak

by Redaksi
22 Oktober 2026 | 10:01 WIB
0

Simalungun, Aloling Simalungun Dalam rangka menjaga ketersediaan dan kesinambungan pasokan cabai merah di Sumatera Utara, Pemerintah Kabupaten Simalungun mendukung penuh...

Read more
Siantar - Simalungun

Kejari Simalungun Serahkan Legal Opinion Terkait Harmonisasi Perda dengan KUHP Nasional 

by Redaksi
22 Oktober 2026 | 09:56 WIB
0

Simalungun, Aloling Simalungun Kejaksaan Negeri Simalungun memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Simalungun melalui kegiatan Penguatan Kepatuhan Hukum (Legal Compliance) dalam...

Read more
Siantar - Simalungun

Pemkab Simalungun Kembali Raih Penghargaan Kategori Badan Publik Informatif Tahun 2026

by Redaksi
21 Oktober 2026 | 19:47 WIB
0

Simalungun, Aloling Simalungun Pemerintah Kabupaten Simalungun kembali menorehkan prestasi dalam keterbukaan informasi publik dengan meraih penghargaan sebagai Badan Publik Kategori...

Read more
Siantar - Simalungun

Perkuat Koordinasi dan Kebersamaan, Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Simalungun Gelar Rapat Koordinasi

by Redaksi
21 Oktober 2026 | 08:42 WIB
0

Simalungun, Aloling Simalungun Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Simalungun menyelenggarakan Rapat Koordinasi dalam rangka memperkuat koordinasi organisasi dan kebersamaan guna...

Read more

Discussion about this post

Berita Terbaru

Siantar - Simalungun

Jaga Ketersediaan dan Pasokan Cabai, Pemkab Simalungun Laksanakan Gerakan Tanam Cabai Merah Serentak

22 Oktober 2026 | 10:01 WIB
Siantar - Simalungun

Kejari Simalungun Serahkan Legal Opinion Terkait Harmonisasi Perda dengan KUHP Nasional 

22 Oktober 2026 | 09:56 WIB
Regional

Raih Predikat Informatif Ki Sumut Award 2026,Pemko Tebing Tinggi Tegaskan Komitmen Transparansi Pelayanan Publik

22 Oktober 2026 | 09:16 WIB
Siantar - Simalungun

Pemkab Simalungun Kembali Raih Penghargaan Kategori Badan Publik Informatif Tahun 2026

21 Oktober 2026 | 19:47 WIB
Nasional

 Resmi! Inilah Jadwal Haji 2027: Berangkat Mulai 11 April, Wukuf 15 Mei 2027

21 Oktober 2026 | 10:28 WIB
Siantar - Simalungun

Perkuat Koordinasi dan Kebersamaan, Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Simalungun Gelar Rapat Koordinasi

21 Oktober 2026 | 08:42 WIB
Inspirasi

Greenpeace: Krisis Iklim Tekan Daya Beli di Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran 

20 Oktober 2026 | 12:02 WIB
Siantar - Simalungun

Jaga Kesehatan Masyarakat, Pemkab Simalungun Lakukan Pengujian Kualitas Udara di Sejumlah Wilayah

20 Oktober 2026 | 08:21 WIB
Entertainment

Rehab Bangunan  SD Negeri 098145 Karang Sari Kecamatan Gunung Maligas Disambut Positif 

19 Oktober 2026 | 15:21 WIB
Siantar - Simalungun

Wali Kota Tebing Tinggi Apresiasi Pemerintah Pusat Atas Revitalisasi Belasan SD dan SMP 

19 Oktober 2026 | 10:44 WIB
Siantar - Simalungun

Bupati Simalungun Resmikan Rumah Peradaban Tahfiz Qur’an Haji Dr. Sugiat Santoso di Peringatan Haul ke-17 Tuan Guru Batak

19 Oktober 2026 | 08:30 WIB
Siantar - Simalungun

Pemkab Simalungun Seriusi Perbaikan Jalan Penghubung Huta Bayu Raja–Bosar Maligas

17 Oktober 2026 | 18:47 WIB
  • Redaksi
  • Policy
  • Terms
  • Pedoman

© 2020-2024 Aloling Simalungun

rotasi barak berita hari ini danau toba berita simalungun

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi

© 2020-2024 Aloling Simalungun

rotasi barak berita hari ini danau toba berita simalungun