Aloling Simalungun
  • Redaksi
  • Policy
  • Terms
  • Pedoman
Rabu, 22 Juli 2026
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi
No Result
View All Result
Aloling Simalungun
No Result
View All Result
  • SMSI
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi
Home Nasional

Psikolog : Keluarga Tentukan Karakter Antikorupsi

by Redaksi
5 Desember 2020 | 10:49 WIB
in Nasional
A A
Konsep Otomatis
ADVERTISEMENT
17
SHARES
21
VIEWS

Jakarta, Aloling Simalungun
Psikolog klinis Ratih Ibrahim mengatakan keluarga memiliki peranan penting dalam menentukan karakter anti korupsi pada anak.

“Keluarga adalah nukleus (inti) bangsa, sumber dari ketahanan bangsa,” ujar Ratih dalam webinar “Anti Korupsi Membangun Negeri” yang diselenggarakan Puspeka Kemendikbud di Jakarta, Sabtu.

Dia menambahkan dalam mencegah perilaku korupsi, yang perlu diperhatikan yakni pengasuhan dan penerapan nilai antikorupsi, orang tua teladan dan pola asuh dengan prinsip 5K.

Prinsip 5K tersebut, yakni kasih, konsekuen, konsisten, kompak, dan kompromi.

“Jika kita mengasihi anak kita, mengasihi keluarga kita, kita akan fokus 100 persen untuk keluarga. Tidak ada memberikan makan anak kita dengan uang haram,” tambah dia.

Konsekuen memiliki artian tidak mengajarkan anak korupsi, orang tuanya juga tidak memiliki perilaku korupsi. Semuanya harus berasal dari hasil kerja keras yang jujur.

“Sikap konsekuen ini harus dilakukan secara konsisten kepada seluruh anggota keluarga. Keluarga juga harus kompak, maka menjadi teladan dan antikorupsi,” terang dia.

Terakhir, adalah kompromi, yakni melakukan penyesuaian dengan kebutuhan. Misalnya, jika besar pasak daripada tiang kita mengkompromikan dan menurunkan ego kita.

Selain keluarga, perilaku antikorupsi juga harus berasal dari individu. Lingkungan keluarga dan sekolah turut membentuk karakter tersebut.

Inspektur Jenderal Kemendikbud, Chatarina M Girsang mengatakan perilaku korupsi terjadi dikarenakan tiga hal, yakni pembenaran, adanya kesempatan dan tekanan.

“Pembenaran yang dimaksud, misalnya korupsi adalah budaya. Padahal, budaya kita tidak ada yang namanya korupsi, itu hanya pembenaran,” kata Chatarina.

Baca juga: Psikolog sebut penegakan disiplin masker perlu lebih ditingkatkan

Untuk memberantas korupsi, kata Chatarina, tidak hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga masyarakat dan juga siswa.(sumutantaranews)

Tags: keluargakorupsipsikologi
Share7Tweet4SendShare
ADVERTISEMENT

Berita Terkait

Nasional

Indonesia Butuh Investasi Rp 54 Triliun untuk Infrastruktur Sampah & Waste-to-Energy 

by Redaksi
16 Juni 2026 | 15:27 WIB
0

Jakarta, Aloling Simalungun Indonesia membutuhkan investasi lebih dari Rp 54 triliun untuk membangun infrastruktur pengelolaan sampah hingga 2045. Untuk mengejar...

Read more
Nasional

Harga Emas Dunia Naik ke Level Tertinggi Sepekan, Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran 

by Redaksi
15 Juni 2026 | 15:10 WIB
0

Jakarta, Aloling Simalungun Harga emas melanjutkan penguatan untuk sesi ketiga berturut-turut pada perdagangan Senin (15/6/2026), didorong meredanya ekspektasi kenaikan suku...

Read more
Nasional

INDEF: Kebocoran 1% Anggaran MBG Berpotensi Rugikan Negara Lebih dari Rp 2,6 Triliun 

by Redaksi
14 Juni 2026 | 17:25 WIB
0

Jakarta, Aloling Simalungun Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan INDEF, M. Rizal Taufikurrahman, mengingatkan bahwa kebocoran yang relatif kecil dalam Program...

Read more
Nasional

ABPEDNAS Cetak Sejarah, Raih 100 Ribu Anggota Bertepatan Hari Lahir Pancasila 2026

by Redaksi
2 Juni 2026 | 19:24 WIB
0

Jakarta, Aloling Simalungun Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (DPP ABPEDNAS) mencatat tonggak sejarah baru dengan berhasil mencapai...

Read more

Discussion about this post

Berita Terbaru

Regional

Buka Sosialisasi Desa Binaan Imigrasi Sekda Tebing Tinggi Minta Lurah Mampu Deteksi Dini Modus TPPO dan TPPM

21 Juli 2026 | 18:18 WIB
Siantar - Simalungun

Nobar Final Piala Dunia 2026 Pemkab Simalungun Penuh Semangat Kebersamaan

20 Juli 2026 | 12:11 WIB
Entertainment

PP 59 Siantar–Simalungun Resmi Dilantik, Siap Bersinergi Membangun Daerah

18 Juli 2026 | 18:14 WIB
Entertainment

Berkunjung ke Kecamatan Hatonduhan, Bupati Simalungun Siapkan Program Prioritas

17 Juli 2026 | 18:26 WIB
Entertainment

Berkunjung ke Kecamatan Raya: Bupati Simalungun Luncurkan Program Prioritas

16 Juli 2026 | 19:59 WIB
Siantar - Simalungun

Tim Monitoring Kemendagri Berikan Apresiasi Realisasi TKD di Kabupaten Simalungun

16 Juli 2026 | 18:16 WIB
Entertainment

Berkunjung ke Kecamatan Dolok Masagal, Bupati Simalungun Kucurkan Anggaran Infrastruktur dan Hadirkan Pelayanan Terpadu

16 Juli 2026 | 15:46 WIB
Entertainment

Tertibkan Kenderaan Dinas, Pemkab Simalungun Gelar Apel Kendaraan

15 Juli 2026 | 20:13 WIB
Entertainment

Persiapan HUT ke-81 Kemerdekaan RI Tahun 2026: Pemkab Simalungun Rencanakan Upacara Digelar di Kecamatan Dolok Batu Nanggar

15 Juli 2026 | 18:07 WIB
Entertainment

FGD dan Penanaman Pohon di Panombeian Panei: GMKI, GAMKI, dan PIKI Perkuat Sinergi Pemuda Mengawal Pembangunan Pertanian Berkelanjutan

15 Juli 2026 | 11:46 WIB
Siantar - Simalungun

Wujudkan Lingkungan Bersih dan Berkelanjutan, Pemkab Simalungun Bahas Revisi RIPS

14 Juli 2026 | 20:58 WIB
Siantar - Simalungun

Tatakelola Pupuk Bersubsidi di Kabupaten Simalungun Berpedoman Permentan RI Nomor 15 Tahun 2025

14 Juli 2026 | 08:29 WIB
  • Redaksi
  • Policy
  • Terms
  • Pedoman

© 2020-2024 Aloling Simalungun

rotasi barak berita hari ini danau toba berita simalungun

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Regional
  • Siantar – Simalungun
  • Editorial
  • Ise Do Ham
  • Entertainment
  • Wisata
  • Inspirasi

© 2020-2024 Aloling Simalungun

rotasi barak berita hari ini danau toba berita simalungun